MANAGED BY:
KAMIS
19 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 12 Maret 2018 09:23
Bawakan Tari Datun Julut, Berharap Katrol Pariwisata

Tim Kesenian Kaltim Wakili Indonesia ke Belanda

DUTA SENI: Para anggota tim kesenian Kaltim setelah tampil di Anjungan Kaltim di TMII, akhir pekan lalu. (NOVARITA FOR KP)

PROKAL.CO, Puluhan negara sudah menjadi arena promosi tari dan kerajinan Kaltim. Kali ini Negeri Kincir Angin, Belanda, yang akan menjadi panggung unjuk gigi para penari dari Anjungan Kaltim di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

PRESTASI demi prestasi ditorehkan sanggar tari dari Anjungan Kaltim di TMII. Mereka mentas dari negara ke negara. Amsterdam, Belanda, akan menjadi tuan rumah berikutnya yang dikunjungi tim ini. Mereka bakal kembali mempromosikan tarian Kaltim di ajang Internasional Folklore Festival, 17 Maret 2018. Tim bertolak dari Tanah Air tiga hari sebelum itu.  

Pemimpin sanggar tari dan Anjungan Kaltim di TMII, Novarita, menyebut mereka sudah berkeliling ke puluhan negara untuk mewakili Indonesia dalam acara internasional. Mulai Turki, Yunani, Afrika Selatan, Italia, dan banyak lagi. Itu dilakukan sejak 2013.

"Sudah 21 negara yang mengundang anjungan Kaltim untuk berpromosi di bidang tari daerah Kaltim, bidang pameran kerajinan khas Kaltim, atau produk unggulan Kaltim," beber Novarita kepada Kaltim Post.

Para penari yang bakal tampil di Amsterdam nanti adalah Nova, Vanda, Nina, Setiyo, Helni, Yani, Susana, Murni, Hartami, Fitty, Isnani, Rama, dan Jucki. Mereka berlatih di bawah koordinasi Tiyo Taufik.

Belasan penari ini rencananya membawakan tari datun julut di Amsterdam, Belanda. Tarian ini populer di kalangan masyarakat Kayan/Kenyah yang mendiami pedalaman Berau, Kutai, Paser, dan Bulungan. 

Nova menceritakan, tarian ini diciptakan Raja Suku Dayak Kenyah di Apo Kayan bernama Nyik Selong. Sang Raja menciptakan tarian ini sebagai rasa syukur dan ungkapan kegembiraan atas kelahiran cucunya.

Tarian ini pun terus diminati dan jadi tarian yang paling sering dilakukan dalam upacara adat atau kegiatan-kegiatan tertentu, termasuk ketika menyambut tamu. Ketika tampil, penari akan mengenakan pakaian adat, dan melengkapi diri dengan beragam aksesori. Dari tutup kepala hingga hiasan di jari-jari. Para penari pun akan makin cantik dan menarik, sembari menari dengan gemulai.

"Untuk kostum penari didesain oleh Ibu Susan Khairani. Agar tampilan busana lebih variatif dan dinamis dengan unsur kearifan lokal," jelasnya.

Bukan hal mudah mencapai prestasi ini. Namun, diakui Nova prestasi ini juga tidak lepas dari peran para penari senior yang berprestasi di bidang seni. Seperti Tami Zairin yang merupakan mantan penari Bagong Kusudiardjo.

Nova mengatakan sangat bersyukur timnya mendapat dukungan banyak pihak. Khususnya dari Kaltim. Tiap instansi memberikan dukungan sesuai bidangnya. Mulai Dinas Pariwisata, kebudayaan, dan dukungan Dewan Kesenian Kaltim.

Melalui Badan Penghubung Kaltim, penari juga terus mendapatkan dukungan dari masyarakat Kaltim. Baik yang di Kaltim maupun yang bergabung dengan Kerukunan Masyarakat Kalimantan Timur di Jabodetabek. Sebab, dukungan dari masyarakat Kaltim juga berperan besar untuk mendorong semangat para seniman.

Tidak hanya dari Pemprov Kaltim dan 10 pemkab/pemkot di Bumi Etam, sanggar tari ini mendapat dukungan dari lintas-kementerian. Selain itu, dukungan dari swasta juga mengalir.

"Biaya dari keberangkatan tim kesenian berasal dari para sponsor swasta yang peduli dengan pelestarian budaya Kalimantan Timur yang sangat unik dan eksotik," tutur Nova.

Diharapkan, selain membawa harum nama bangsa, terpilihnya tim kesenian Kaltim ini akan mengatrol pariwisata di Benua Etam. Saat ini, anjungan Kaltim di TMII sebagai pusat promosi dan informasi Kaltim di Jakarta. Nova mengatakan, biasanya wisatawan akan mengunjungi anjungan Kaltim dulu, baru mereka mengunjungi Kaltim langsung. "Jadi, anjungan Kaltim sebagai etalase budaya Kaltim di Jakarta," sebut Nova.

Di anjungan ini, tiap Jumat, Sabtu, dan Minggu diadakan pelatihan tari daerah Kaltim dan tari Nusantara. Di anjungan juga ada majalah dinding promosi tentang destinasi-destinasi yang ada di Kaltim. Jadi, wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara berminat datang ke Kaltim untuk melihat lebih dekat pesona pariwisata dan budaya Kaltim.

"Bapak Gubernur Kaltim juga sangat mendukung. Sehingga pengelola anjungan Kaltim TMII dari tahun ke tahun selalu meningkatkan prestasi dan kinerja yang baik," pungkas Nova. (nyc/dwi/k8)


BACA JUGA

Kamis, 19 Juli 2018 08:51

KPU Buka Nama-Nama Caleg ke Publik

JAKARTA – Semua partai politik (parpol) peserta pemilu sudah mendaftarkan bakal calon legislatif…

Rabu, 18 Juli 2018 08:22

Kemenag: ATM Aman kalau Kembalikan Uang

BALIKPAPAN – Kasus antara PT Arafah Tamasya Mulia (ATM) dan ribuan jamaah belum juga ada titik…

Rabu, 18 Juli 2018 08:18

Sudah Sterilisasi SUGBK, Sibuk Jaga Keasaman Air di Palembang

Dari serangkaian persiapan menuju Asian Games, penyelesaian venue menjadi topik utama yang terus diselesaikan…

Selasa, 17 Juli 2018 09:14

Jamaah Terus Dibikin Menggantung

BALIKPAPAN – Ratusan orang berkumpul di Masjid Baitul Aman Mapolres Balikpapan, Senin (16/7).…

Selasa, 17 Juli 2018 09:05

Dua Bulan Lagi Didarati Boeing 737

SAMARINDA –Tarik ulur rencana penerbangan lintas provinsi di Bandara APT Pranoto Samarinda mulai…

Selasa, 17 Juli 2018 09:02

Coret Caleg Mantan Koruptor

SAMARINDA – Hari ini (17/7), menjadi batas terakhir pendaftaran calon legislatif (caleg) untuk…

Selasa, 17 Juli 2018 08:59

Mahfud Teratas Dampingi Jokowi

JAKARTA – Satu demi satu, nama-nama calon pendamping Presiden Jokowi dalam Pemilihan Presiden…

Selasa, 17 Juli 2018 08:57

Wujudkan Smart City, Minta Jangan Gagap Teknologi

Perlahan namun pasti, janji Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Kota Basri Rase terpenuhi.…

Senin, 16 Juli 2018 11:00
Pemilihan Rektor Unmul

Calon Rektor Unmul Adu Kuat di Pusat

Memang tak seheboh dan sepanas Pilkada Kaltim. Tapi, proses pemilihan Rektor Universitas Mulawarman…

Senin, 16 Juli 2018 10:00

Tiap Fakultas Beda Dukungan

AWAL tahun 2000, pertama kali Julinda Romauli Manullang memulai risetnya. Di antara semua penelitian,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .