MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 12 Maret 2018 09:17
Mencari Panggung di Pilgub
NUMPANG PANGGUNG: Suasana pencabutan nomor urut paslon peserta Pilgub Kaltim 2018 beberapa waktu lalu. Partai-partai baru yang lolos verifikasi bisa saja menjadikan pilgub sebagai panggung dengan cara ikut mendukung salah satu paslon. (SAIPUL ANWAR/KP)

PROKAL.CO, MENEMPELI figur-figur tentu menjadi salah satu opsi partai baru untuk mendongkrak popularitas. Di level nasional, partai politik debutan pemilu mendatang, ada saja yang telah melakukan pendekatan kepada Presiden Joko Widodo, yang diusung kembali oleh PDI Perjuangan sebagai calon orang nomor satu di negeri ini pada periode berikutnya.

Jokowi masih sosok populer yang begitu dijagokan sekali lagi memenangkan Pemilihan Presiden mendatang. Imbas popularitas dari mantan gubernur DKI Jakarta itulah yang diharapkan berdampak kepada partai baru yang sedang gencar-gencarnya mengenalkan diri ke publik.

Pengamat politik Lutfi Wahyudi menganalogikan langkah tersebut sebagai strategi. Jokowi, dalam hal ini, bak sebuah drum yang terus terisi air hingga meluap. Dengan berada di sekitar drum, luapan popularitas bakal memberi dampak terhadap partai-partai pendukung, terutama mereka yang pendatang baru.

“Pola seperti itulah yang berusaha mereka dapatkan. Dan memang terbukti karena memunculkan problematika di jagat perpolitikan nasional. Mereka setidaknya berhasil mencuri perhatian masyarakat,” sebut akademisi Universitas Mulawarman tersebut.

Menurut Lutfi, pola tersebut bisa sama efektifnya jika dilakukan partai di level daerah. Kaltim yang memasuki periode Pemilihan Gubernur bisa dimanfaatkan partai baru dengan merapat ke kandidat populer sehingga makin dikenal penduduk Bumi Etam. “Jika pengin mendukung calon yang sudah ada, mencoba menebeng supaya partainya lebih dikenal, itu hak mereka,” tambahnya.

Meski demikian, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unmul itu merasa cara tersebut belum tentu memberi kesan baik kepada publik. Melakukan terobosan dengan membuat kreativitas sendiri untuk dikenal, merupakan langkah bijak yang dapat diambil partai. Dia mengambil contoh kegiatan bakti sosial, meskipun klasik, pola tersebut lebih menyentuh masyarakat ketimbang sekadar “menebeng”.

Di Kaltim, DPW Perindo Kaltim lebih dulu menjajal kemampuan dengan ikut terlibat sebagai partai pendukung pasangan calon nomor urut 2, Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat. Alasan kuat hadirnya Perindo dalam koalisi Demokrat, PKB, dan PPP itu tak lain karena kesamaan visi untuk membangun Kaltim ke depannya.

"Kami ingin ekonomi Kaltim yang tumbuh di kelas menengah ke bawah. Karena fondasi ekonomi berada di kelas ini, bukan di tingkat elite," kata Hamdani HB, ketua DPW Perindo Kaltim.

Nah, pasangan dengan jargon "JaDi" itu membawa visi yang sama dengan roh Perindo untuk menghidupkan perekonomian tak hanya di perkotaan. "Pasangan Jaang-Ferdi ini seirama dengan perjuangan Perindo untuk membangkitkan ekonomi Kaltim," tegasnya.

Partai Berkarya juga menjajaki peluang memberi dukungan kepada salah satu kandidat di Pilgub Kaltim. Kendati, Bendahara Umum Partai Berkarya Kaltim Arafat Zulkarnaen tak membantah dukungan itu bakal diberikan kepada salah satu pasang calon. "Akan memutuskan dukungan pada rapat pimpinan nasional di Solo pada Sabtu (10/3)," ujar Arafat.

Punya basis kader yang cukup banyak, diklaim 26 ribu se-Kaltim dengan mayoritas petani, buruh, dan nelayan, Partai Berkarya memastikan dukungan diberikan secara selektif kepada salah satu paslon di Pilgub Kaltim. "Tunggu saja. Nanti kami umumkan," ucapnya.

Sementara Perindo dan Berkarya telah menentukan arah di Pilgub Kaltim, dua pendatang baru lainnya memilih fokus partai sendiri. PSI Kaltim menegaskan tak terlibat dalam dukungan kepada pasangan calon tertentu. "Kami fokus membangun kesadaran politik," aku Mujahid, sekretaris DPW PSI Kaltim.

Kaltim, dinilainya belum memiliki figur kuat sekaliber Presiden Joko Widodo serta mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang mampu membawa perubahan signifikan untuk kemajuan negeri. "Komunikasi tetap kami bangun dengan para paslon. Hanya, sikap kami memilih penguatan internal ketimbang langsung terjun tanpa kesiapan yang matang," jelasnya.

Partai Garuda juga pendatang baru yang belum menyatakan dukungan hingga kini. Perlu atau tidak, Ketua Partai Garuda DPD Kaltim Heru Kusuma tak memberi jawaban pasti. Belum adanya kandidat melakukan lobi-lobi dukungan menjadi salah satu alasan. “Kayaknya belum ada yang tertarik. Karena kan kami baru lolos (verifikasi KPU) juga,” sebutnya. (tim kp)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 10:12

Literasi Keuangan (Jangan) Disepelekan

Literasi keuangan belum menunjukkan angka ideal. Realita yang rawan disalahgunakan oknum jahat, yang…

Kamis, 20 September 2018 09:53

Literasi Minim, Wanprestasi Menghantui

SEMENTARA tingkat penggunaan produk keuangan publik Kaltim mencapai 74,9 persen, level pemahaman terhadap…

Senin, 17 September 2018 09:18

Buku (Bukan Lagi) Jendela Ilmu

Dahulu buku jendela dunia. Namun, perlahan-lahan sang primadona mulai hilang pamor. Era digital disebut-sebut…

Senin, 17 September 2018 09:14

Ideal Baca 6 Jam Sehari

DUA pekan lalu menjadi hari penting bagi pecinta buku. Sebab 8 September ditetapkan sebagai hari literasi…

Senin, 17 September 2018 09:06

Koleksi Perpustakaan Daerah Belum Lengkap

BERBAGAI cara dilakukan untuk berkontribusi menambah literasi dari masyarakat lokal. Sejarawan lokal…

Senin, 17 September 2018 09:04

Menanti Inovasi Tenaga Pendidik

MEMBANGUN budaya literasi memang tak mudah. Tapi harus dilakukan serius, setahap demi setahap hingga…

Senin, 17 September 2018 09:01

Cerita Unta Bawa Kitab untuk Motivasi Membaca

TIDAK ada usaha yang mengkhianati hasil. Itulah yang menggambarkan sosok Rudini. Pria kelahiran Lampung,…

Senin, 17 September 2018 08:59

Menyentuh Angkasa dengan Buku

Oleh: Raden Roro Mira(Wartawan Kaltim Post (Juara 3 Duta Baca Kaltim 2018–2020) BENDA apa yang…

Jumat, 14 September 2018 08:48

Bergantung Anggaran yang Tak Tentu

PARIWISATA Samarinda kalah banyak dan kalah tenar ketimbang pertumbuhan perhotelan atau hiburan lainnya.…

Jumat, 14 September 2018 08:46

Pandangan Geologi dalam Potensi Wisata Alam Samarinda

OLEH: FAJAR ALAM(Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Pengurus Daerah Kalimantan Timur) BUMI, sebagaimana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .