MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 12 Maret 2018 09:17
Mencari Panggung di Pilgub
NUMPANG PANGGUNG: Suasana pencabutan nomor urut paslon peserta Pilgub Kaltim 2018 beberapa waktu lalu. Partai-partai baru yang lolos verifikasi bisa saja menjadikan pilgub sebagai panggung dengan cara ikut mendukung salah satu paslon. (SAIPUL ANWAR/KP)

PROKAL.CO, MENEMPELI figur-figur tentu menjadi salah satu opsi partai baru untuk mendongkrak popularitas. Di level nasional, partai politik debutan pemilu mendatang, ada saja yang telah melakukan pendekatan kepada Presiden Joko Widodo, yang diusung kembali oleh PDI Perjuangan sebagai calon orang nomor satu di negeri ini pada periode berikutnya.

Jokowi masih sosok populer yang begitu dijagokan sekali lagi memenangkan Pemilihan Presiden mendatang. Imbas popularitas dari mantan gubernur DKI Jakarta itulah yang diharapkan berdampak kepada partai baru yang sedang gencar-gencarnya mengenalkan diri ke publik.

Pengamat politik Lutfi Wahyudi menganalogikan langkah tersebut sebagai strategi. Jokowi, dalam hal ini, bak sebuah drum yang terus terisi air hingga meluap. Dengan berada di sekitar drum, luapan popularitas bakal memberi dampak terhadap partai-partai pendukung, terutama mereka yang pendatang baru.

“Pola seperti itulah yang berusaha mereka dapatkan. Dan memang terbukti karena memunculkan problematika di jagat perpolitikan nasional. Mereka setidaknya berhasil mencuri perhatian masyarakat,” sebut akademisi Universitas Mulawarman tersebut.

Menurut Lutfi, pola tersebut bisa sama efektifnya jika dilakukan partai di level daerah. Kaltim yang memasuki periode Pemilihan Gubernur bisa dimanfaatkan partai baru dengan merapat ke kandidat populer sehingga makin dikenal penduduk Bumi Etam. “Jika pengin mendukung calon yang sudah ada, mencoba menebeng supaya partainya lebih dikenal, itu hak mereka,” tambahnya.

Meski demikian, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unmul itu merasa cara tersebut belum tentu memberi kesan baik kepada publik. Melakukan terobosan dengan membuat kreativitas sendiri untuk dikenal, merupakan langkah bijak yang dapat diambil partai. Dia mengambil contoh kegiatan bakti sosial, meskipun klasik, pola tersebut lebih menyentuh masyarakat ketimbang sekadar “menebeng”.

Di Kaltim, DPW Perindo Kaltim lebih dulu menjajal kemampuan dengan ikut terlibat sebagai partai pendukung pasangan calon nomor urut 2, Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat. Alasan kuat hadirnya Perindo dalam koalisi Demokrat, PKB, dan PPP itu tak lain karena kesamaan visi untuk membangun Kaltim ke depannya.

"Kami ingin ekonomi Kaltim yang tumbuh di kelas menengah ke bawah. Karena fondasi ekonomi berada di kelas ini, bukan di tingkat elite," kata Hamdani HB, ketua DPW Perindo Kaltim.

Nah, pasangan dengan jargon "JaDi" itu membawa visi yang sama dengan roh Perindo untuk menghidupkan perekonomian tak hanya di perkotaan. "Pasangan Jaang-Ferdi ini seirama dengan perjuangan Perindo untuk membangkitkan ekonomi Kaltim," tegasnya.

Partai Berkarya juga menjajaki peluang memberi dukungan kepada salah satu kandidat di Pilgub Kaltim. Kendati, Bendahara Umum Partai Berkarya Kaltim Arafat Zulkarnaen tak membantah dukungan itu bakal diberikan kepada salah satu pasang calon. "Akan memutuskan dukungan pada rapat pimpinan nasional di Solo pada Sabtu (10/3)," ujar Arafat.

Punya basis kader yang cukup banyak, diklaim 26 ribu se-Kaltim dengan mayoritas petani, buruh, dan nelayan, Partai Berkarya memastikan dukungan diberikan secara selektif kepada salah satu paslon di Pilgub Kaltim. "Tunggu saja. Nanti kami umumkan," ucapnya.

Sementara Perindo dan Berkarya telah menentukan arah di Pilgub Kaltim, dua pendatang baru lainnya memilih fokus partai sendiri. PSI Kaltim menegaskan tak terlibat dalam dukungan kepada pasangan calon tertentu. "Kami fokus membangun kesadaran politik," aku Mujahid, sekretaris DPW PSI Kaltim.

Kaltim, dinilainya belum memiliki figur kuat sekaliber Presiden Joko Widodo serta mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang mampu membawa perubahan signifikan untuk kemajuan negeri. "Komunikasi tetap kami bangun dengan para paslon. Hanya, sikap kami memilih penguatan internal ketimbang langsung terjun tanpa kesiapan yang matang," jelasnya.

Partai Garuda juga pendatang baru yang belum menyatakan dukungan hingga kini. Perlu atau tidak, Ketua Partai Garuda DPD Kaltim Heru Kusuma tak memberi jawaban pasti. Belum adanya kandidat melakukan lobi-lobi dukungan menjadi salah satu alasan. “Kayaknya belum ada yang tertarik. Karena kan kami baru lolos (verifikasi KPU) juga,” sebutnya. (tim kp)


BACA JUGA

Jumat, 11 Mei 2018 09:41
Nasib Beruang Madu di Kaltim

Lirik Jerman, Siap Go International

SEJAK UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah berlaku, Dinas Kehutanan Kaltim memegang kendali atas Kesatuan…

Jumat, 11 Mei 2018 09:10

Eksklusif namun Dilupakan

DOSEN Kehutanan Universitas Mulawarman Samarinda Rustam menyebut, sejak awal pendiriannya pada 2005,…

Jumat, 11 Mei 2018 09:06

Tunggu Serah-Terima Aset

KONDISI Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) Balikpapan terombang-ambing. Terutama pengelolaan…

Jumat, 11 Mei 2018 09:03

Perlu Kolaborasi Dinas Kehutanan dan Pro Natura

OLEH: AGUSDIN(Perintis dan Pemerhati KWPLH) SEBELUM merintis KWPLH, saya bergabung dalam penyelamatan…

Jumat, 27 April 2018 13:43

Belum Ada Pasien Kanker Akibat Kopi

KOPI jadi simalakama. Mulanya tanaman tersebut mengandung antioksidan, zat yang melindungi tubuh dari…

Jumat, 27 April 2018 13:40

Bisnis Kopi, Antara Rasa dan Citra

EMPAT bulan menjelang akhir 2015, Semenjana hadir memenuhi dahaga penikmat kopi. Adalah Rifki Ramadhan…

Jumat, 27 April 2018 13:30

Kopi Itu Seksi

TIDAK hanya sekolah barista atau pembuat kopi, tempat belajar bagi mereka yang menyukai proses sangrai…

Jumat, 27 April 2018 09:25

MENGGUGAT KENIKMATAN SECANGKIR KOPI

Secangkir kopi bukan sekadar bubuk hitam dan air gula. Ini soal sensasi kegembiraan, magnet penyatu,…

Jumat, 27 April 2018 09:21

Kopi Instan, Pilihan Aman?

SECANGKIR kopi tubruk, bagi sebagian orang satu hal wajib dan pantang untuk dilewatkan setiap hari.…

Jumat, 27 April 2018 08:58

Pro-Kontra Kopi, Sudah Biasa

Oleh: Kris Nugraha(Penikmat kopi dan pemilik kedai Republik Coffee) BILA bicara soal pro-kontra, kopi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .