MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 12 Maret 2018 09:00
Baru dan Lama Diperlakukan Sama
Rudiansyah

PROKAL.CO, PEMILIHAN Umum 2019 bakal lebih semarak. Jumlah partai politik bertambah jadi 19, empat di antaranya merupakan partai Aceh. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara memastikan partai lama maupun baru diperlakukan sama. Partai baru bakal lebih banyak berkonsultasi karena mengalami beberapa hambatan dan perlu penyesuaian. Semua harus taat dan patuh dengan peraturan.

Berikut petikan wawancara Kaltim Post dengan Komisioner KPU Kaltim Rudiansyah seputar bertambahnya partai politik peserta Pemilu 2019.

Apa dampak kehadiran partai-partai baru di Pemilu 2019?

Sembilan belas partai sudah ditetapkan KPU RI sebagai peserta Pemilu 2019. Empat partai di antaranya partai baru. Empat partai baru itu tidak diperlakukan spesial. Mereka mendapatkan perlakuan yang sama dengan partai lain yang telah melalui verifikasi.

Tentunya sebagai partai baru, ya, kami menyarankan dapat beradaptasi secepatnya. KPU sangat terbuka apabila ada permintaan dari partai yang sifatnya konsultasi. Begitu juga dengan partai lama. Walaupun di sebagian partai baru ini pengurus-pengurusnya adalah politikus kawakan juga. Namun, tidak bisa dimungkiri partai baru ini juga akan mengalami banyak hambatan. Karena ada banyak peraturan baru yang butuh penjelasan dan harus dipahami.

Yang jelas, kami menyarankan kepada seluruh partai politik, khususnya yang baru ini, untuk melaksanakan agenda-agenda politiknya sesuai tahapan dan peraturan. Termasuk soal tahapan kampanye. Sebab, kampanye baru diperbolehkan pada September 2018 untuk agenda Pemilu 2019.

Apakah kehadiran partai-partai baru ini bakal berdampak terhadap pengurangan angka golput?

Bertambahnya jumlah partai pada 2019 tentunya akan membuat alternatif pilihan rakyat semakin banyak. Partai lama akan mempertahankan ide-ide kerja baiknya dan melakukan koreksi atas apa yang bisa mereka jalankan. Sementara itu, partai baru akan melakukan terobosan dalam meraih simpati pemilih untuk menjalankan agenda dan misi partai politiknya.

Menurut saya, kehadiran partai baru memang akan sangat menopang upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu. Tetapi tidak serta-merta dengan bertambahnya partai politik itu pasti partisipasi meningkat. Kalau salah satu faktor, memang iya. Justru harus ditekankan adalah kualitas gerakan politik. Partai harus mencerminkan kebutuhan masyarakat dan memperjuangkannya.

Di Pemilu 2019 yang diikuti banyak partai politik, apa tantangan terberat KPU Kaltim? 

Tantangan KPU memang ada. Terutama terkait perubahan regulasi kelembagaan. KPU sebagai penyelenggara beserta jajarannya utamanya untuk tenaga ad hoc yakni PPK itu pada pemilu sebelumnya lima orang. Pada Pemilu 2019, PPK yang akan menjalani tugas-tugas sisa tiga orang. Padahal, beban kerjanya semakin bertambah. Pada Pemilu 2019 itu nanti ada lima dimensi pemilihan. Yakni, pemilihan anggota legislatif tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan pusat. Kemudian, DPD RI dan pemilihan presiden.

Tapi bagaimanapun itu harus dihadapi. SDM kurang tidak boleh jadi alasan. Jadi, tantangan manajemen sebaik mungkin dan memastikan tahapan berjalan lancar. Itu salah satunya.

Periodisasi komisioner KPU Kaltim berakhir Februari 2019, apakah mengganggu tahapan?

Kalau terkait masa periodisasi hingga Februari kami tetap memastikan tahapan pemilu entah itu legislatif, pilkada, bahkan pilpres berjalan sebaik mungkin. Karena itu wajib dan utama. Amanah yang sudah kami terima dengan segala konsekuensi yang diatur dalam undang-undang. Saya tetap optimistis tidak ada kendala. Tentu itu juga tidak lepas dari kerja sama dengan komisioner tingkat kabupaten/kota. Tantangan ke depan semakin berat. Kami fokus yang di depan mata (Pilgub Kaltim). (tim kp)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 10:12

Literasi Keuangan (Jangan) Disepelekan

Literasi keuangan belum menunjukkan angka ideal. Realita yang rawan disalahgunakan oknum jahat, yang…

Kamis, 20 September 2018 09:53

Literasi Minim, Wanprestasi Menghantui

SEMENTARA tingkat penggunaan produk keuangan publik Kaltim mencapai 74,9 persen, level pemahaman terhadap…

Senin, 17 September 2018 09:18

Buku (Bukan Lagi) Jendela Ilmu

Dahulu buku jendela dunia. Namun, perlahan-lahan sang primadona mulai hilang pamor. Era digital disebut-sebut…

Senin, 17 September 2018 09:14

Ideal Baca 6 Jam Sehari

DUA pekan lalu menjadi hari penting bagi pecinta buku. Sebab 8 September ditetapkan sebagai hari literasi…

Senin, 17 September 2018 09:06

Koleksi Perpustakaan Daerah Belum Lengkap

BERBAGAI cara dilakukan untuk berkontribusi menambah literasi dari masyarakat lokal. Sejarawan lokal…

Senin, 17 September 2018 09:04

Menanti Inovasi Tenaga Pendidik

MEMBANGUN budaya literasi memang tak mudah. Tapi harus dilakukan serius, setahap demi setahap hingga…

Senin, 17 September 2018 09:01

Cerita Unta Bawa Kitab untuk Motivasi Membaca

TIDAK ada usaha yang mengkhianati hasil. Itulah yang menggambarkan sosok Rudini. Pria kelahiran Lampung,…

Senin, 17 September 2018 08:59

Menyentuh Angkasa dengan Buku

Oleh: Raden Roro Mira(Wartawan Kaltim Post (Juara 3 Duta Baca Kaltim 2018–2020) BENDA apa yang…

Jumat, 14 September 2018 08:48

Bergantung Anggaran yang Tak Tentu

PARIWISATA Samarinda kalah banyak dan kalah tenar ketimbang pertumbuhan perhotelan atau hiburan lainnya.…

Jumat, 14 September 2018 08:46

Pandangan Geologi dalam Potensi Wisata Alam Samarinda

OLEH: FAJAR ALAM(Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Pengurus Daerah Kalimantan Timur) BUMI, sebagaimana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .