MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Senin, 12 Maret 2018 07:27
GET TO KNOW
-

PROKAL.CO, class="Default">DI balik gelak tawa kita sewaktu nonton film atau acara komedi, ternyata ada orang yang menganalisis dengan matang kualitas jokes tersebut. Yap, merekalah comedy consultant. Biar paham lebih jauh tentang profesi itu, yuk simak tanya jawab Zetizen dengan Arie Kriting dan Bene Dion! (may/c22/fhr)

Q: Gimana awal mulanya ngembangin karir sebagai comedy consultant?

Bene:Dulu film komedi pakai insting, tapi sekarang ada teori yang harus dipelajari tentang komedi. Akhirnya, muncul ide menggunakan stand-up comedian untuk membantu pekerjaan filmmaker. Pengalaman pertama saya di film Cek Toko Sebelah.

Arie: Pengalaman pertama saya bermula pada 2015 dalam film Ngenest. Waktu itu Ernest Prakasa butuh sudut pandang yang berbeda. Butuh pendamping untuk menilai standar komedinya. Sejak itu, mulai banyak tawaran datang kepada saya.

Q:Skill utama yang dibutuhkan seorang comedy consultant kan harus bisa mengolah sesuatu agar lucu. Tapi, lucu kan relatif. Jadi, gimana standar lucu yang dibutuhkan?

Bene: Para ahli di Amerika udah mem-breakdown berbagai teori psikologis tentang kenapa orang tertawa dan bagaimana cara membuat orang tertawa. Pemahaman teori dan insting harus jalan. Ketika baca skenario atau melihat adegan, kita langsung berpikir dan mengimajinasikan lucu atau nggaknya.

Arie: Memang ada yang suka komedi slapstick, ada juga komedi verbal, dari permainan kata-kata yang cerdas dan lucu gitu. Nah, itulah tantangan kami, gimana merangkul semua jenis ’’lucu’’ bagi tiap orang yang berbeda-beda.

Q:Dengan jam terbang tinggi sebagai comedy consultant, apa ada pengalaman menarik untuk diceritakan?

Bene: Sewaktu menggarap film Cek Toko Sebelah, ada satu adegan yang sebenarnya udah lucu, terus kami tebelin lagi. Waktu take para pemain dan kru ketawa saat memainkan adegan tersebut. Tapi, ketika jadi film dan tayang, jatuhnya malah nggak lucu, nggak sesuai dengan ekspektasi. Jadi, pas ngecek adegannya, kami sama-sama mikir ’’yah adegan ini kok gagal sih’’.

Arie:Sebelum jadi comedy consultant kan saya jadi pemain. Pas alih profesi, saya jadi perlu adaptasi lagi. Kalau pemain kan datang waktu adegan mau diambil aja. Kalau sebagai comedy consultant, kami datang paling awal dan pulang paling akhir gitu. Tapi, ya tetap menyenangkan, hehe.


BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 08:16

Pesona Musik dalam Kembang Api

SIAPA sih yang nggak tahu dancing fountain atau air mancur…

Kamis, 17 Januari 2019 08:14

Talk Show Inspiratif di Pameran Tugas Akhir Despro ITATS

SURABAYA – Tugas akhir (TA) mahasiswa Jurusan Desain Produk Institut…

Rabu, 16 Januari 2019 07:36

My Puberty Skin, My Problematic Skin

MASA pubertas jadi momen yang cukup sulit bagi remaja. A…

Rabu, 16 Januari 2019 07:34

Kok Kulitku Begini, sih?

PERKEMBANGAN kulit wajah saat pubertas bagi beberapa orang itu jadi…

Minggu, 13 Januari 2019 06:27

Psst, It’s a Secret!

BELAKANGAN ini, berbagai media lagi ramai membahas kisah hubungan Jennie…

Minggu, 13 Januari 2019 06:23

Kenapa Sembunyi-Sembunyi sih?

ADA berbagai macam alasan kenapa sebagian orang lebih memilih untuk…

Minggu, 13 Januari 2019 06:22

Batasi Waktu biar Nggak Ganggu

BIASANYA, kebanyakan orang menjalani backstreet relationship biar nggak kelihatan oleh…

Sabtu, 12 Januari 2019 06:27

Confession for Getting Attention

SETIAP orang pasti pernah punya masalah. Tapi, nggak semua mau…

Sabtu, 12 Januari 2019 06:24

Cara Asyik Belajar Bahasa Inggris ala Spenfora

WE all know bahwa bahasa Inggris jadi salah satu bahasa…

Sabtu, 12 Januari 2019 06:23

Sediakan Ruang Berkeluh Kesah di Media Sosial

BANYAK orang yang menganggap bahwa berkeluh kesah adalah hal yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*