MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 12 Maret 2018 07:13
Serapan Sektor Industri Kreatif Minim
PELUANG BARU: BNI Syariah baru memberi porsi pembiayaan 1,2 persen untuk sektor industri kreatif. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, PEMBIAYAAN perbankan untuk pelaku industri kreatif masih minim. Kendalanya, mayoritas para pebisnis di sektor ini dianggap belum bankable. Opsi mempermudah akses pun semakin diperhitungkan.

Direktur Bisnis BNI Syariah Dhias Widhiyati mengatakan, perbankan memang mempunyai banyak pertimbangan dalam membiayai perusahaan rintisan. “Usahanya feasible (layak), tetapi ada syarat bankable,” ujarnya.

D tengah berupaya menggenjot penyaluran pembiayaan untuk para pelaku industri kreatif. Tahun lalu, perusahaan mencatat outstanding pembiayaan ke  sektor ini baru 1,2 persen dari total portofolio, atau hanya Rp 300 miliar.

Tahun ini, pihaknya juga menargetkan kontribusi sektor industri kreatif naik jadi 1,5 hingga 2 persen dari target total pembiayaan. “Ekonomi kreatif ini baru, dan kami mencari yang aman serta tidak memberatkan. Kami juga masih mengikuti rules dari BI dan OJK,” ungkap Dhias.

Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Fadjar Hutomo mengatakan, tidak semua lembaga keuangan bisa membiayai sektor tersebut. “Ada nature yang tidak bisa dipaksakan. Misalnya, seni pertunjukan. Kami tidak bisa mengharapkan perbankan maupun non-perbankan sebagai lembaga keuangan masuk, karena sisi komersialnya mungkin belum muncul,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjut dia, harus ada cara lain yang ditempuh. Di antaranya, filantropi, modal ventura, maupun angel investor. Terutama, untuk industri kreatif dengan produk yang belum bisa terlihat secara langsung. Seperti aplikasi, film, atau kesenian. Pihaknya pun saat ini mengusulkan pembiayaan berbasis kekayaan intelektual.

Sementara itu, dia mengaku optimistis mekanisme itu dapat berjalan. Dia menargetkan, hak atas kekayaan intelektual (HaKI) bisa menjadi agunan untuk mendapatkan pendanaan dari perbankan tahun ini.

Hal tersebut juga disampaikan Kepala Bekraf Triawan Munaf. Dia mengatakan, saat ini, kajian pembiayaan tersebut masih dibicarakan dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurutnya, sistem itu akan membantu pelaku industri kreatif yang tidak memiliki aset properti tetap, untuk memiliki kesempatan mengajukan pinjaman pada bank. “Misalnya pemusik, mereka mau pinjam bagaimana? Nah, ini jadi nanti bank bisa melihat sepak terjang pemusiknya,” terang Triawan, Jumat (9/3) pekan lalu.

Nantinya, penilaian untuk memberikan pembiayaan kepada pelaku industri kreatif juga dibantu valuator yang ditunjuk pemerintah dan OJK. Namun, OJK akan lebih dulu mendidik valuator sebelum benar-benar melaksanakan tugasnya. “Di OJK, ini sudah diformulasikan bagaimana ide kreatif bisa diagunkan,” sambung Triawan.

Dia pun optimistis, pelaku industri kreatif di Indonesia memiliki kualitas yang cukup baik. Sehingga, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tidak akan terganggu ketika mereka menyalurkan pembiayaan untuk pelaku industri kreatif. “Tingkat NPL perbankan akan rendah karena seniman ini, misalnya punya produk yang mahal,” tandas Triawan.

Usulan HaKI dapat dijadikan agunan di perbankan sebenarnya sudah diajukan sejak tahun lalu. Sayangnya, hingga saat ini, jumlah pelaku industri kreatif yang mendaftarkan HaKI masih di bawah 11 persen. (vir/c4/sof/jpnn/man/k15)


BACA JUGA

Jumat, 14 Desember 2018 06:36

Beralih ke Elektronik Menengah Atas

JAKARTA – Pelaku industri elektronik, khususnya di segmen home appliance,…

Jumat, 14 Desember 2018 06:36

Bulog Amankan Pasokan Pangan

JAKARTA - Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Perusahaan Umum…

Jumat, 14 Desember 2018 06:35

AP II Terbitkan Surat Utang Rp 750 Miliar

JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) resmi mencatatkan obligasi…

Kamis, 13 Desember 2018 06:44

Awal 2019, Ekonomi Tumbuh Positif

SAMARINDA – Perekonomian Kaltim pada triwulan I 2019 diprediksi tumbuh…

Kamis, 13 Desember 2018 06:43

Perkuat Pasar Motor Sport

BALIKPAPAN - Penyegaran kembali dilakukan Honda kepada motor sport andalannya,…

Kamis, 13 Desember 2018 06:39

Bersiap Tatap Bonus Demografi

BALIKPAPAN - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) terus mendorong…

Kamis, 13 Desember 2018 06:37

CGV Hadirkan Sweetbox Class

BALIKPAPAN - CGV Cinemas Plaza Balikpapan terus memanjakan penggemar film…

Kamis, 13 Desember 2018 06:32

Investor Tunggu Hasil Pilpres

JAKARTA - PT Pefindo memperkirakan penerbitan obligasi korporasi tahun depan…

Kamis, 13 Desember 2018 06:31

Tawarkan Hedging Syariah

SURABAYA - Bank Syariah Mandiri (BSM) menyediakan solusi mitigasi risiko…

Rabu, 12 Desember 2018 06:51

Properti Optimistis Tatap Pilpres

BALIKPAPAN - Sektor properti di Bumi Etam pada 2019 diprediksi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .