MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 12 Maret 2018 07:13
Serapan Sektor Industri Kreatif Minim
PELUANG BARU: BNI Syariah baru memberi porsi pembiayaan 1,2 persen untuk sektor industri kreatif. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, PEMBIAYAAN perbankan untuk pelaku industri kreatif masih minim. Kendalanya, mayoritas para pebisnis di sektor ini dianggap belum bankable. Opsi mempermudah akses pun semakin diperhitungkan.

Direktur Bisnis BNI Syariah Dhias Widhiyati mengatakan, perbankan memang mempunyai banyak pertimbangan dalam membiayai perusahaan rintisan. “Usahanya feasible (layak), tetapi ada syarat bankable,” ujarnya.

D tengah berupaya menggenjot penyaluran pembiayaan untuk para pelaku industri kreatif. Tahun lalu, perusahaan mencatat outstanding pembiayaan ke  sektor ini baru 1,2 persen dari total portofolio, atau hanya Rp 300 miliar.

Tahun ini, pihaknya juga menargetkan kontribusi sektor industri kreatif naik jadi 1,5 hingga 2 persen dari target total pembiayaan. “Ekonomi kreatif ini baru, dan kami mencari yang aman serta tidak memberatkan. Kami juga masih mengikuti rules dari BI dan OJK,” ungkap Dhias.

Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Fadjar Hutomo mengatakan, tidak semua lembaga keuangan bisa membiayai sektor tersebut. “Ada nature yang tidak bisa dipaksakan. Misalnya, seni pertunjukan. Kami tidak bisa mengharapkan perbankan maupun non-perbankan sebagai lembaga keuangan masuk, karena sisi komersialnya mungkin belum muncul,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjut dia, harus ada cara lain yang ditempuh. Di antaranya, filantropi, modal ventura, maupun angel investor. Terutama, untuk industri kreatif dengan produk yang belum bisa terlihat secara langsung. Seperti aplikasi, film, atau kesenian. Pihaknya pun saat ini mengusulkan pembiayaan berbasis kekayaan intelektual.

Sementara itu, dia mengaku optimistis mekanisme itu dapat berjalan. Dia menargetkan, hak atas kekayaan intelektual (HaKI) bisa menjadi agunan untuk mendapatkan pendanaan dari perbankan tahun ini.

Hal tersebut juga disampaikan Kepala Bekraf Triawan Munaf. Dia mengatakan, saat ini, kajian pembiayaan tersebut masih dibicarakan dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurutnya, sistem itu akan membantu pelaku industri kreatif yang tidak memiliki aset properti tetap, untuk memiliki kesempatan mengajukan pinjaman pada bank. “Misalnya pemusik, mereka mau pinjam bagaimana? Nah, ini jadi nanti bank bisa melihat sepak terjang pemusiknya,” terang Triawan, Jumat (9/3) pekan lalu.

Nantinya, penilaian untuk memberikan pembiayaan kepada pelaku industri kreatif juga dibantu valuator yang ditunjuk pemerintah dan OJK. Namun, OJK akan lebih dulu mendidik valuator sebelum benar-benar melaksanakan tugasnya. “Di OJK, ini sudah diformulasikan bagaimana ide kreatif bisa diagunkan,” sambung Triawan.

Dia pun optimistis, pelaku industri kreatif di Indonesia memiliki kualitas yang cukup baik. Sehingga, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tidak akan terganggu ketika mereka menyalurkan pembiayaan untuk pelaku industri kreatif. “Tingkat NPL perbankan akan rendah karena seniman ini, misalnya punya produk yang mahal,” tandas Triawan.

Usulan HaKI dapat dijadikan agunan di perbankan sebenarnya sudah diajukan sejak tahun lalu. Sayangnya, hingga saat ini, jumlah pelaku industri kreatif yang mendaftarkan HaKI masih di bawah 11 persen. (vir/c4/sof/jpnn/man/k15)


BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 06:44

Ujian Rupiah Berlanjut

JAKARTA – Setelah sentimen pertemuan G-7 (Grup 7) yang mempertemukan kelompok negara-negara maju…

Kamis, 21 Juni 2018 06:34

Arus Balik, Konsumsi Pertamax Naik 17 Persen

JAKARTA – Memasuki masa arus balik H+4 Lebaran 2018, Satuan Tugas (Satgas) PT Pertamina (Persero)…

Kamis, 21 Juni 2018 06:33

Petani Belum Merdeka

NGAWI – Musim panen padi sudah di depan mata. Namun bukannya senang, sejumlah petani di Ngawi…

Rabu, 20 Juni 2018 06:44

Tertarik, tapi Terbentur Persyaratan

BALIKPAPAN - Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI 7-day reverse repo rate sebesar 50…

Rabu, 20 Juni 2018 06:40

Juni, Inflasi Kaltim Diprediksi Terkendali

SAMARINDA - Meski beberapa harga pangan melambung sejak awal bulan, seperti ayam broiler, daging sapi,…

Rabu, 20 Juni 2018 06:38

478 Daerah Sudah Terima Dana Desa

SAMARINDA - Pembangunan perdesaan di Bumi Etam dipastikan bakal semakin cepat. Pasalnya, saat ini penyaluran…

Rabu, 20 Juni 2018 06:37

Arus Balik Diprediksi Lebih Lama

BALIKPAPAN - Banyaknya masyarakat yang beralih menggunakan jasa angkutan udara tidak menyurutkan minat…

Rabu, 20 Juni 2018 06:35

Meningkat 80 Persen, Maskapai Siapkan Extra Flight

SAMARINDA – Meski hanya memindahkan operasi Bandara Temindung, kepadatan penumpang juga terlihat…

Rabu, 20 Juni 2018 06:32

Tarif Rental Mobil Melambung

TEGAL – Meski Lebaran sudah lima hari berlalu, namun tarif rental mobil masih cukup tinggi. Kenaikan…

Rabu, 20 Juni 2018 06:32

Lima Bulan, 4.343 Izin Usaha Masuk

MANADO — Iklim investasi di Manado menjanjikan. Buktinya, periode Januari hingga Mei tahun ini,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .