MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 12 Maret 2018 07:02
BEI Perluas Segmentasi Pasar Modal

Dorong Literasi, Lawan Pergerakan Investasi Bodong

DORONG INKLUSIVITAS: Jika sebelumnya membidik kalangan muda seperti mahasiswa, kini BEI juga mengupayakan sosialisasi produk pasar modal kepada kalangan lain, seperti pedagang di pasar tradisional. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Aspek literasi masyarakat masih menjadi fokus utama Bursa Efek Indonesia (BEI), khususnya di wilayah Kaltim. Selain mengedukasi berbagai kalangan untuk memahami produk di pasar modal, langkah itu juga dibarengi dengan upaya mengantisipasi terjebaknya masyarakat pada entitas investasi ilegal atau bodong.

Upaya otoritas pasar modal tersebut sudah berjalan intensif sejak 2015 lalu, lewat program Yuk Nabung Saham. Direktur Utama BEI, Tito Sulistio mengatakan, program ini awalnya menyasar mahasiswa. Namun, karena antusiasme luar biasa dari beberapa kalangan lain, sasarannya pun diperluas.

“Sekarang, kami membuat program ini untuk pedagang di pasar tradisional. Sekaligus menegaskan, pasar modal bukan hanya untuk kalangan tertentu, melainkan semua lapisan,” ucapnya saat peresmian Galeri Investasi Pasar Modal di Pasar Sepinggan, Balikpapan, Kamis (8/3) pekan lalu.

Adapun galeri investasi BEI itu, di Indonesia sudah tersebar 342 unit di 329 perguruan tinggi. Tahun ini, pihaknya menargetkan 100 galeri baru. Selain kampus, pasar tradisional juga akan menjadi targetnya. “Kami lihat potensinya,” imbuhnya.

Menurut Tito, dalam upaya awalnya di kalangan mahasiswa, penyediaan galeri investasi mampu mendongkrak pertumbuhan investor hingga 50 persen. Tahun lalu, BEI mencatat ada 130 ribu pemodal anyar, dengan nilai transaksi per hari mencapai Rp 7,5 triliun. Sekitar 58 diklaim merupakan hasil dari sosialisasi Yuk Nabung Saham. “Mayoritas investor baru adalah anak muda,” ujarnya.

Dia menyebut, tahun 2017 juga menjadi periode pertama yang mencatatkan dominasi investor domestik di bursa efek. Komposisinya adalah 60 persen, berbanding 40 persen investor asing. “Jadi, setelah lama didominasi pemodal asing, sekarang kita sudah jadi tuan rumah di negeri sendiri,” sebut dia.

Mengerucut ke Kaltim, sepanjang 2017 lalu, BEI mencatat jumlah investor pasar modal bertambah 18,9 persen dibanding tahun sebelumnya. Saat ini, tercatat ada 9.868 sub rekening efek (SRE) yang diidentifikasi berasal dari Benua Etam. Sementara jumlah Single Investor Identification (SID) saat ini sudah mencapai 7.132 unit.

Aminah, salah seorang pedagang kelontong di Pasar Sepinggan, Balikpapan, mengatakan, baru pertama kali diperkenalkan dengan produk investasi pasar modal, khususnya saham. Meski baru sedikit tahu, dia mengaku antusias untuk kembali mempelajarinya.

“Dulu saya pikir menabung saham itu cuma untuk orang yang punya duit banyak. Ternyata, uang sedikit juga sudah bisa beli saham. Sekarang investasi Rp 200 ribu dulu, nanti nambah lagi sambil belajar,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim Dwi Ariyanto menilai, upaya BEI terbukti mampu memacu pemahaman masyarakat terhadap literasi keuangan. Itu terlihat dari meningkatnya literasi keuangan masyarakat.

“Saham adalah pilihan investasi yang bagus. Dengan program seperti ini, seluruh lapisan masyarakat bisa dijangkau. Mereka yang awam pun akan paham,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Dwi, adanya sosialisasi tentang produk investasi resmi, juga membantu OJK dalam menekan pergerakan entitas investasi ilegal. Meskipun, dia menyebut, belum ada laporan di wilayah kerjanya.

“Saya dengar, memang telah terjadi kembali kasus penipuan investasi bodong. Namun, sampai saat ini belum ada laporan yang masuk. Masyarakat memang cenderung enggan melaporkan. Mungkin mereka malu karena sudah tertipu,” katanya kepada Kaltim Post, Ahad (11/3).

Menurutnya, masyarakat perlu waspada bila mendapatkan penawaran produk investasi yang tidak jelas. Yang harus diperhatikan, kata dia, adalah legalitas izin entitas investasi, dan return dari investasi tersebut.

OJK memang baru saja merilis 57 entitas investasi yang tak mengantongi izin resmi usaha penawaran produk penanaman modal. Dari jumlah itu, 33 di antaranya menawarkan produk investasi mata uang asing atau foreign exchange (forex).

“Masyarakat jangan mudah percaya dengan janji, jadi jangan cepat percaya. Apabila ada yang dirugikan ataupun menjadi korban, lapor saja ke OJK ataupun penegak hukum dengan membawa bukti. Kalau mau cari yang mudah, bisa telepon ke 157, layanan konsumen OJK. Bisa ditanyakan,” terangnya.

Dwi juga menyarankan agar masyarakat mencermati detail produk investasi yang ditawarkan. Terlebih bila baru pertama kali mendengar namanya. (aji/man2/k15)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 07:56

Ini Dia, Bakal Jadi Ikon Wisata Balikpapan

BALIKPAPAN - Tidak mudah meyakinkan masyarakat untuk beralih ke hunian apartemen. Pasalnya, saat ini…

Kamis, 20 September 2018 07:53

2019, Pemerintah Utang Subsidi Rp 15 T ke Pertamina dan PLN

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatakan, utang subsidi yang belum dibayarkan pemerintah…

Kamis, 20 September 2018 07:48

Jaga Kinerja Ekspor

JAKARTA - Satu dari 28 produk baja dari Indonesia, yaitu non-alloy and other alloy quarto plates dikenakan…

Kamis, 20 September 2018 07:46

Kredit UMKM Kian Tumbuh

SAMARINDA - Meski masih negatif, kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kaltim menunjukkan perbaikan.…

Kamis, 20 September 2018 07:45

Tonjolkan Pariwisata dan Biodiesel

JAKARTA - Penyelenggaraan International Monetary Fund (IMF) World Bank Group di Nusa Dua, Bali, tinggal…

Kamis, 20 September 2018 07:44

Pemerintah Beri Relaksasi Debitur KUR

JAKARTA – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terkena dampak gempa Lombok bisa…

Rabu, 19 September 2018 07:03

Rupiah Kembali Bergolak

JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali tidak berdaya di hadapan dolar Amerika Serikat (USD). Berdasar…

Rabu, 19 September 2018 07:01

Transaksi Tunai Meningkat

SAMARINDA - Jumlah transaksi tunai di Kaltim pada triwulan II 2018 mengalami peningkatan jika dibandingkan…

Rabu, 19 September 2018 06:56

Siapkan 1,4 Juta Ton Pupuk

BONTANG – Kebutuhan pupuk dalam negeri dipastikan aman. Terutama saat musim tanam pada Oktober…

Rabu, 19 September 2018 06:54

Aduan Konsumen Kaltim Terbanyak di Kalimantan

SAMARINDA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim tampaknya harus bekerja ekstra memperbaiki literasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .