MANAGED BY:
RABU
19 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 12 Maret 2018 06:58
ALAMAK, Awal Tahun Sektor Ritel Lesu
Survei Bank Indonesia mengindikasikan adanya penurunan pertumbuhan penjualan eceran atau ritel pada Januari 2018. Melambatnya kinerja sektor tersebut, salah satunya dipicu penurunan penjualan untuk makanan, minuman, dan tembakau

PROKAL.CO, JAKARTA - Survei Bank Indonesia mengindikasikan adanya penurunan pertumbuhan penjualan eceran atau ritel pada Januari 2018. Melambatnya kinerja sektor tersebut, salah satunya dipicu penurunan penjualan untuk makanan, minuman, dan tembakau.

Berdasarkan survei tersebut, Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Januari lalu terkontraksi alias tumbuh minus 1,8 persen dibanding bulan yang sama pada tahun lalu, atau secara year on year (yoy). Pada periode Desember 2017, pertumbuhannya masih positif 0,7 persen, juga secara year on year.

 Penurunan kinerja penjualan ritel tersebut seiring dengan berakhirnya faktor musiman perayaan Natal dan tahun baru.  Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman menuturkan, berakhirnya faktor musiman berdampak pada kontraksi penjualan ritel pada sebagian besar kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang pertumbuhannya terkontraksi 9,1 persen secara bulanan.

“Secara tahunan, penurunan penjualan terutama terjadi pada kelompok bahan tahan lama. Seperti peralatan informasi dan komunikasi, serta peralatan rumah tangga lainnya,” ujar Agusman dalam keterangan resmi, Jumat (9/3).

Sementara itu, penjualan kelompok barang lainnya masih menunjukkan peningkatan. Terutama sandang, barang budaya dan rekreasi, serta suku cadang dan aksesori.

Dia menyebut, penjualan eceran diperkirakan kembali meningkat pada Februari 2018 dengan pertumbuhan IPR sebesar 1 persen (yoy). Perbaikan tersebut diperkirakan didorong peningkatan penjualan kelompok makanan, minuman, dan tembakau, sandang, suku cadang, dan aksesori, serta barang lainnya. Adapun penjualan kelompok barang tahan lama masih relatif terbatas.

Prediksi itu juga berkaca pada hasil survei BI, yang mengindikasikan meredanya tekanan harga di tingkat pedagang eceran pada bulan depan, April 2018. Indikasi tersebut tecermin dari penurunan indeks ekspektasi harga umum (IEH) 3 bulan menjadi 155,1 dari 158,2 pada bulan sebelumnya. (man2/k15)


BACA JUGA

Rabu, 19 Desember 2018 06:56

2019, Maloy Harus Beroperasi

SAMARINDA – Kementerian Perindustrian sudah mengumumkan 18 proyek kawasan industri…

Rabu, 19 Desember 2018 06:51

Di Kaltim, Kredit Konsumsi Masih Mendominasi

SAMARINDA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim mencatat, kredit konsumsi…

Rabu, 19 Desember 2018 06:45

KENA LAGI..!! Kantong Plastik Ditarik Pajak

JAKARTA – Pemerintah segera menerapkan tarif cukai untuk plastik yang…

Selasa, 18 Desember 2018 08:02

Potensi Ekspor Udang Belum Digarap Maksimal

SAMARINDA – Udang windu Kaltim menjadi satu-satunya andalan Indonesia. Jenis…

Selasa, 18 Desember 2018 07:44

Gafur Optimistis Bisa Tingkatkan PAD Daerah

BALIKPAPAN – PT Pelindo (Persero) IV Cabang Balikpapan menjajaki kerja…

Selasa, 18 Desember 2018 07:43

Pertamina EP Kembangkan Migas Area Bunyu Central

BALIKPAPAN - PT Pertamina EP Asset V terus mendorong produksi…

Selasa, 18 Desember 2018 07:41

Ini Dia, si-BiRU, Solusi Pendingin pada Tegangan Rendah

SAMARINDA – Panasonic mengeluarkan produk air conditioner (AC) yang mampu…

Selasa, 18 Desember 2018 07:14

Tonggak Baru Hubungan Bilateral

JAKARTA – Indonesia memulai tonggak baru hubungan bilateral Indonesia dengan…

Selasa, 18 Desember 2018 07:11

Tantangan Properti Semakin Berat

JAKARTA – Perkembangan sektor properti pada 2019 bakal semakin berat.…

Selasa, 18 Desember 2018 06:45

18 Kawasan Industri Luar Jawa Dikebut

JAKARTA - Pembangunan kawasan industry di luar Jawa terus didorong…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .