MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 12 Maret 2018 06:57
BI Pastikan Pergerakan Kurs Rupiah dalam Kendali
-

PROKAL.CO, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terdepresiasi hingga 1,5 persen sejak awal tahun hingga pekan lalu. Meski tergolong signifikan, Bank Indonesia menilai pelemahan tersebut masih dalam batas wajar.

Pada penutupan perdagangan Jumat (9/3) pekan lalu, rupiah ditutup di level 13.797 per dolar AS. Nilai tersebut melemah 242 poin dibanding penutupan perdagangan akhir tahun lalu, saat rupiah masih di level 13.555 per dolar AS.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, kondisi tersebut masih terbilang wajar. Meskipun, dia mengakui, tingkat depresiasi rupiah tersebut jauh lebih tinggi dibanding 2017 yang hanya 0,71 persen.

“Kalau terjadi volatilitas, maka BI akan menjaga fluktuasi tetap berada di batas kestabilannya,” ucap Agus, akhir pekan lalu.

Menurutnya, pelemahan rupiah jelas disebabkan sentimen dari rencana The Fed yang akan menaikkan suku bunga acuan, Maret ini. Gubernur The Fed Jerome Powell cukup optimistis dengan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) tahun ini.  “Jadinya dolar AS menguat, dampak ke mata uang lain ada tekanan,” terangnya.

Kendati telah terkoreksi cukup dalam beberapa waktu terakhir, lanjut Agus, sebenarnya rupiah sempat menguat hingga ke level 13.200  per dolar AS pada awal tahun ini. Tepatnya Januari lalu. Kondisi itu dipengaruhi kenaikan peringkat risiko utang jangka panjang valas dan rupiah, yang diberikan Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menjadi BBB. “Kalau sekarang ada tekanan, jadi kelihatannya rupiah bisa di level 13.700-13.750 per dolar AS,” tandas Agus.

Untuk menyelamatkan rupiah agar tak terus merosot, BI terpaksa menggunakan cadangan devisa (cadev). Sehingga, kata dia, wajar jika per Februari 2018 lalu cadev turun 2,97 persen menjadi USD 128,06 miliar, dari posisi USD 131,98 miliar pada bulan sebelumnya.

“Itu membuktikan bahwa BI dan Indonesia selalu penuhi kewajiban kalau ada utang dibayar BI jaga stabilitas nilai tukar rupiah,” tegas Agus. (man2/k15)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 07:59

Obligasi Daerah Masih Wacana

BALIKPAPAN - Aturan terkait penerbitan obligasi daerah yang dinilai bertele-tele dan cukup lama membuat…

Rabu, 19 September 2018 07:03

Rupiah Kembali Bergolak

JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali tidak berdaya di hadapan dolar Amerika Serikat (USD). Berdasar…

Rabu, 19 September 2018 07:01

Transaksi Tunai Meningkat

SAMARINDA - Jumlah transaksi tunai di Kaltim pada triwulan II 2018 mengalami peningkatan jika dibandingkan…

Rabu, 19 September 2018 06:56

Siapkan 1,4 Juta Ton Pupuk

BONTANG – Kebutuhan pupuk dalam negeri dipastikan aman. Terutama saat musim tanam pada Oktober…

Rabu, 19 September 2018 06:54

Aduan Konsumen Kaltim Terbanyak di Kalimantan

SAMARINDA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim tampaknya harus bekerja ekstra memperbaiki literasi…

Rabu, 19 September 2018 06:54

Subsidi Energi Membengkak

JAKARTA – Realisasi subsidi energi tahun ini diperkirakan meningkat menjadi Rp 149 triliun. Angka…

Rabu, 19 September 2018 06:52

Sukses Kembangkan Lapangan Lama

BALIKPAPAN - Pertamina EP Asset 5 berhasil mencapai target lifting minyak mentah 2018. Produksi minyak…

Rabu, 19 September 2018 06:50

Andalkan Event Internasional

JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi penanaman modal dalam…

Rabu, 19 September 2018 06:48

Binaan Pupuk Kaltim Ekspor Lobster ke Hong Kong

BONTANG – Melalui program Creating Shared Value (CSV), PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) mengekspor…

Rabu, 19 September 2018 06:46

Neraca Perdagangan Defisit, Kadin: Itu Sudah Lebih Baik

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total defisit neraca perdagangan Indonesia pada Agustus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .