MANAGED BY:
SENIN
25 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 12 Maret 2018 06:57
BI Pastikan Pergerakan Kurs Rupiah dalam Kendali
-

PROKAL.CO, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terdepresiasi hingga 1,5 persen sejak awal tahun hingga pekan lalu. Meski tergolong signifikan, Bank Indonesia menilai pelemahan tersebut masih dalam batas wajar.

Pada penutupan perdagangan Jumat (9/3) pekan lalu, rupiah ditutup di level 13.797 per dolar AS. Nilai tersebut melemah 242 poin dibanding penutupan perdagangan akhir tahun lalu, saat rupiah masih di level 13.555 per dolar AS.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, kondisi tersebut masih terbilang wajar. Meskipun, dia mengakui, tingkat depresiasi rupiah tersebut jauh lebih tinggi dibanding 2017 yang hanya 0,71 persen.

“Kalau terjadi volatilitas, maka BI akan menjaga fluktuasi tetap berada di batas kestabilannya,” ucap Agus, akhir pekan lalu.

Menurutnya, pelemahan rupiah jelas disebabkan sentimen dari rencana The Fed yang akan menaikkan suku bunga acuan, Maret ini. Gubernur The Fed Jerome Powell cukup optimistis dengan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) tahun ini.  “Jadinya dolar AS menguat, dampak ke mata uang lain ada tekanan,” terangnya.

Kendati telah terkoreksi cukup dalam beberapa waktu terakhir, lanjut Agus, sebenarnya rupiah sempat menguat hingga ke level 13.200  per dolar AS pada awal tahun ini. Tepatnya Januari lalu. Kondisi itu dipengaruhi kenaikan peringkat risiko utang jangka panjang valas dan rupiah, yang diberikan Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menjadi BBB. “Kalau sekarang ada tekanan, jadi kelihatannya rupiah bisa di level 13.700-13.750 per dolar AS,” tandas Agus.

Untuk menyelamatkan rupiah agar tak terus merosot, BI terpaksa menggunakan cadangan devisa (cadev). Sehingga, kata dia, wajar jika per Februari 2018 lalu cadev turun 2,97 persen menjadi USD 128,06 miliar, dari posisi USD 131,98 miliar pada bulan sebelumnya.

“Itu membuktikan bahwa BI dan Indonesia selalu penuhi kewajiban kalau ada utang dibayar BI jaga stabilitas nilai tukar rupiah,” tegas Agus. (man2/k15)


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 12:49

Program Direct Call “Hanya” Mempercepat Ekspor

SAMARINDA-Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim mencatat, dalam sebulan…

Rabu, 20 Maret 2019 12:46

Triwulan II 2019, Ekonomi Kaltim Terakselerasi

SAMARINDA-Pada triwulan II 2019 diperkirakan ekonomi Kaltim mengalami akselerasi pertumbuhan.…

Rabu, 20 Maret 2019 12:45

Percepatan Populasi Sapi Terus Digenjot

SAMARINDA-Upaya khusus percepatan populasi sapi dan kerbau bunting (upsus siwab)…

Jumat, 15 Maret 2019 13:45

Kargo Laut Belum Tumbuh Maksimal

SURABAYA – Pertumbuhan jasa pengiriman barang lewat jalur laut belum…

Jumat, 15 Maret 2019 13:43

Pertamina Perpanjang Masa Cicilan Garuda

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) dan tujuh BUMN (badan usaha…

Jumat, 15 Maret 2019 13:32

Target Ekspor RI Realistis

JAKARTA – Kementerian Perdagangan menargetkan pertumbuhan ekspor nonmigas 7,5 persen…

Kamis, 14 Maret 2019 15:16

Produksi Teh Turun, Harga Telur Rendah

JAKARTA – Pelaku usaha berharap Indonesia bisa meningkatkan lahan dan…

Rabu, 13 Maret 2019 12:51

Genjot Produksi Padi, Dituntut Maksimalkan Lahan Rawa

SAMARINDA – Tak hanya melakukan diversifikasi pangan, Pemprov Kaltim dituntut…

Rabu, 13 Maret 2019 12:47

SABAR..!! Pengelolaan APT Pranoto Masih di Tangan Kemenhub

SAMARINDA- Pemerintah Kaltim saat ini masih menunggu kepastian pembahasan draf…

Rabu, 13 Maret 2019 10:25

Industri Galangan Kapal di Kaltim Masih Lesu

SAMARINDA- Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP Indonesian National Shipowners…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*