MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 12 Maret 2018 06:57
BI Pastikan Pergerakan Kurs Rupiah dalam Kendali
-

PROKAL.CO, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terdepresiasi hingga 1,5 persen sejak awal tahun hingga pekan lalu. Meski tergolong signifikan, Bank Indonesia menilai pelemahan tersebut masih dalam batas wajar.

Pada penutupan perdagangan Jumat (9/3) pekan lalu, rupiah ditutup di level 13.797 per dolar AS. Nilai tersebut melemah 242 poin dibanding penutupan perdagangan akhir tahun lalu, saat rupiah masih di level 13.555 per dolar AS.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, kondisi tersebut masih terbilang wajar. Meskipun, dia mengakui, tingkat depresiasi rupiah tersebut jauh lebih tinggi dibanding 2017 yang hanya 0,71 persen.

“Kalau terjadi volatilitas, maka BI akan menjaga fluktuasi tetap berada di batas kestabilannya,” ucap Agus, akhir pekan lalu.

Menurutnya, pelemahan rupiah jelas disebabkan sentimen dari rencana The Fed yang akan menaikkan suku bunga acuan, Maret ini. Gubernur The Fed Jerome Powell cukup optimistis dengan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) tahun ini.  “Jadinya dolar AS menguat, dampak ke mata uang lain ada tekanan,” terangnya.

Kendati telah terkoreksi cukup dalam beberapa waktu terakhir, lanjut Agus, sebenarnya rupiah sempat menguat hingga ke level 13.200  per dolar AS pada awal tahun ini. Tepatnya Januari lalu. Kondisi itu dipengaruhi kenaikan peringkat risiko utang jangka panjang valas dan rupiah, yang diberikan Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menjadi BBB. “Kalau sekarang ada tekanan, jadi kelihatannya rupiah bisa di level 13.700-13.750 per dolar AS,” tandas Agus.

Untuk menyelamatkan rupiah agar tak terus merosot, BI terpaksa menggunakan cadangan devisa (cadev). Sehingga, kata dia, wajar jika per Februari 2018 lalu cadev turun 2,97 persen menjadi USD 128,06 miliar, dari posisi USD 131,98 miliar pada bulan sebelumnya.

“Itu membuktikan bahwa BI dan Indonesia selalu penuhi kewajiban kalau ada utang dibayar BI jaga stabilitas nilai tukar rupiah,” tegas Agus. (man2/k15)


BACA JUGA

Kamis, 24 Januari 2019 06:57

Larangan AGP Perlu Dikaji

SAMARINDA - Larangan penggunaan antibiotic growth promotor (AGP) sebagai campuran…

Rabu, 23 Januari 2019 07:13

Terkendala Minimnya Komoditas

SAMARINDA - Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal (KKT) di Balikpapan yang…

Rabu, 23 Januari 2019 07:11

Kejar Pertumbuhan Transaksi

BALIKPAPAN – PT Pegadaian (Persero) menargetkan pertumbuhan transaksi sepanjang tahun…

Rabu, 23 Januari 2019 07:07

PHI Andalkan Teknologi Drilling

BALIKPAPAN - Pertamina Hulu Indonesia (PHI) terus melakukan inovasi untuk…

Rabu, 23 Januari 2019 07:06

Tahun Politik, BI Jamin Temuan Uang Palsu Turun

SAMARINDA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim bertekad menekan…

Rabu, 23 Januari 2019 07:03

Pengusaha Mamin Keluhkan Masalah Gula Lokal

JAKARTA - Penggunaan gula rafinasi impor untuk industri makanan dan…

Rabu, 23 Januari 2019 07:02

Pemerintah Diminta Benahi Masalah dari Hulu

JAKARTA - Pemerintah masih terus melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan…

Selasa, 22 Januari 2019 06:53

Kenaikan Harga Diklaim Wajar

BALIKPAPAN - Otoritas bandara berencana mengajukan perubahan tarif batas atas…

Selasa, 22 Januari 2019 06:47

Produksi Udang Windu Dituntut Meningkat

SAMARINDA - Udang windu Kaltim saat ini menjadi andalan Indonesia…

Selasa, 22 Januari 2019 06:45

Perjuangkan Bea Masuk Ekspor Perhiasan 0 Persen

JAKARTA – Industri perhiasan masih menjadi salah satu andalan untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*