MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 12 Maret 2018 06:57
BI Pastikan Pergerakan Kurs Rupiah dalam Kendali
-

PROKAL.CO, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terdepresiasi hingga 1,5 persen sejak awal tahun hingga pekan lalu. Meski tergolong signifikan, Bank Indonesia menilai pelemahan tersebut masih dalam batas wajar.

Pada penutupan perdagangan Jumat (9/3) pekan lalu, rupiah ditutup di level 13.797 per dolar AS. Nilai tersebut melemah 242 poin dibanding penutupan perdagangan akhir tahun lalu, saat rupiah masih di level 13.555 per dolar AS.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, kondisi tersebut masih terbilang wajar. Meskipun, dia mengakui, tingkat depresiasi rupiah tersebut jauh lebih tinggi dibanding 2017 yang hanya 0,71 persen.

“Kalau terjadi volatilitas, maka BI akan menjaga fluktuasi tetap berada di batas kestabilannya,” ucap Agus, akhir pekan lalu.

Menurutnya, pelemahan rupiah jelas disebabkan sentimen dari rencana The Fed yang akan menaikkan suku bunga acuan, Maret ini. Gubernur The Fed Jerome Powell cukup optimistis dengan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) tahun ini.  “Jadinya dolar AS menguat, dampak ke mata uang lain ada tekanan,” terangnya.

Kendati telah terkoreksi cukup dalam beberapa waktu terakhir, lanjut Agus, sebenarnya rupiah sempat menguat hingga ke level 13.200  per dolar AS pada awal tahun ini. Tepatnya Januari lalu. Kondisi itu dipengaruhi kenaikan peringkat risiko utang jangka panjang valas dan rupiah, yang diberikan Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menjadi BBB. “Kalau sekarang ada tekanan, jadi kelihatannya rupiah bisa di level 13.700-13.750 per dolar AS,” tandas Agus.

Untuk menyelamatkan rupiah agar tak terus merosot, BI terpaksa menggunakan cadangan devisa (cadev). Sehingga, kata dia, wajar jika per Februari 2018 lalu cadev turun 2,97 persen menjadi USD 128,06 miliar, dari posisi USD 131,98 miliar pada bulan sebelumnya.

“Itu membuktikan bahwa BI dan Indonesia selalu penuhi kewajiban kalau ada utang dibayar BI jaga stabilitas nilai tukar rupiah,” tegas Agus. (man2/k15)


BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 06:48

Berharap Bunga Kredit Tak Terdampak

BALIKPAPAN – Pengusaha di Kaltim berharap kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia tidak berdampak…

Kamis, 21 Juni 2018 06:46

Kinerja Perumahan Mengejar Ideal

SAMARINDA – Perekonomian Kaltim menunjukkan pertumbuhan apik pada triwulan pertama 2018. Menguat…

Kamis, 21 Juni 2018 06:42

Triwulan I 2018, DPK Korporasi Meningkat

SAMARINDA – Dana pihak ketiga (DPK) atau simpanan korporasi di Kaltim mengalami peningkatan pada…

Kamis, 21 Juni 2018 06:37

Tenant Capai Target, Rata-Rata Belanja Rp 1,2 Juta Per Orang

Badai ekonomi yang menimpa Kaltim tiga tahun lalu membuat geliat usaha berjalan lambat. Masyarakat yang…

Rabu, 20 Juni 2018 06:44

Tertarik, tapi Terbentur Persyaratan

BALIKPAPAN - Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI 7-day reverse repo rate sebesar 50…

Rabu, 20 Juni 2018 06:40

Juni, Inflasi Kaltim Diprediksi Terkendali

SAMARINDA - Meski beberapa harga pangan melambung sejak awal bulan, seperti ayam broiler, daging sapi,…

Rabu, 20 Juni 2018 06:38

478 Daerah Sudah Terima Dana Desa

SAMARINDA - Pembangunan perdesaan di Bumi Etam dipastikan bakal semakin cepat. Pasalnya, saat ini penyaluran…

Rabu, 20 Juni 2018 06:37

Arus Balik Diprediksi Lebih Lama

BALIKPAPAN - Banyaknya masyarakat yang beralih menggunakan jasa angkutan udara tidak menyurutkan minat…

Rabu, 20 Juni 2018 06:35

Meningkat 80 Persen, Maskapai Siapkan Extra Flight

SAMARINDA – Meski hanya memindahkan operasi Bandara Temindung, kepadatan penumpang juga terlihat…

Rabu, 20 Juni 2018 06:32

Tarif Rental Mobil Melambung

TEGAL – Meski Lebaran sudah lima hari berlalu, namun tarif rental mobil masih cukup tinggi. Kenaikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .