MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 12 Maret 2018 06:57
BI Pastikan Pergerakan Kurs Rupiah dalam Kendali
-

PROKAL.CO, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terdepresiasi hingga 1,5 persen sejak awal tahun hingga pekan lalu. Meski tergolong signifikan, Bank Indonesia menilai pelemahan tersebut masih dalam batas wajar.

Pada penutupan perdagangan Jumat (9/3) pekan lalu, rupiah ditutup di level 13.797 per dolar AS. Nilai tersebut melemah 242 poin dibanding penutupan perdagangan akhir tahun lalu, saat rupiah masih di level 13.555 per dolar AS.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, kondisi tersebut masih terbilang wajar. Meskipun, dia mengakui, tingkat depresiasi rupiah tersebut jauh lebih tinggi dibanding 2017 yang hanya 0,71 persen.

“Kalau terjadi volatilitas, maka BI akan menjaga fluktuasi tetap berada di batas kestabilannya,” ucap Agus, akhir pekan lalu.

Menurutnya, pelemahan rupiah jelas disebabkan sentimen dari rencana The Fed yang akan menaikkan suku bunga acuan, Maret ini. Gubernur The Fed Jerome Powell cukup optimistis dengan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) tahun ini.  “Jadinya dolar AS menguat, dampak ke mata uang lain ada tekanan,” terangnya.

Kendati telah terkoreksi cukup dalam beberapa waktu terakhir, lanjut Agus, sebenarnya rupiah sempat menguat hingga ke level 13.200  per dolar AS pada awal tahun ini. Tepatnya Januari lalu. Kondisi itu dipengaruhi kenaikan peringkat risiko utang jangka panjang valas dan rupiah, yang diberikan Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menjadi BBB. “Kalau sekarang ada tekanan, jadi kelihatannya rupiah bisa di level 13.700-13.750 per dolar AS,” tandas Agus.

Untuk menyelamatkan rupiah agar tak terus merosot, BI terpaksa menggunakan cadangan devisa (cadev). Sehingga, kata dia, wajar jika per Februari 2018 lalu cadev turun 2,97 persen menjadi USD 128,06 miliar, dari posisi USD 131,98 miliar pada bulan sebelumnya.

“Itu membuktikan bahwa BI dan Indonesia selalu penuhi kewajiban kalau ada utang dibayar BI jaga stabilitas nilai tukar rupiah,” tegas Agus. (man2/k15)


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 10:57

Begini Strategi Bankaltimtara Syariah Dongkrak Pangsa Pasar

SAMARINDA- Bankaltimtara Syariah terus berusaha meningkatkan sektor ekonomi syariah di Kalimantan Timur.…

Jumat, 19 Oktober 2018 06:58

Pertamina EP Tarakan Field Capai Target Produksi

TARAKAN – Kinerja unit Asset 5 Tarakan Field, milik PT Pertamina EP cukup membanggakan. Per September…

Kamis, 18 Oktober 2018 06:45

Triwulan III, Permintaan Batu Bara Meningkat

SAMARINDA – Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang sudah…

Kamis, 18 Oktober 2018 06:31

Pasar Properti Vila Stabil

SURABAYA – Pasar properti berkonsep resor seperti vila tetap terjaga. Salah satunya, The Taman…

Kamis, 18 Oktober 2018 06:30

Industri 4.0 Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Negara Asia

JAKARTA – Banyak kontribusi yang didapatkan dari implementasi industri 4.0 di kawasan Asia. Salah…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:50

Promosikan Wisata Halal Lombok

BADUNG – Pariwisata menjadi tema lanjutan pertama yang dibahas setelah pertemuan tahunan bertajuk…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:48

Pengusaha Butuh Kepastian Pasar

SAMARINDA - Program mandatori biodiesel 20 persen (B20)  atau pencampuran minyak kelapa sawit ke…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:48

Furnitur Impor Mulai Terdampak Kenaikan Dolar

BALIKPAPAN - Keperkasaan dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah tak serta-merta memengaruhi penjualan…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:45

MAUNYA SIH..!! Maloy Harus Beroperasi Bulan Ini

SAMARINDA - Sempat tertunda beroperasi dari target awal pada Agustus, Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:43

Jalan Dua Bulan, WP Meningkat hingga 18.424 Orang

BALIKPAPAN – Sejak Juli lalu, tarif pajak penghasilan (PPh) Final untuk usaha mikro, kecil, dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .