MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 12 Maret 2018 06:57
Produksi dan Diversifikasi Pangan Cegah Opsi Impor
-

PROKAL.CO, MAKASSAR - Pemerintah memastikan, pengembangan produksi pangan di Tanah Air masih dalam tren positif. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pun mengklaim, dalam kurun waktu empat tahun terakhir, luas areal pencetakan sawah di Indonesia sudah meningkatkan drastis.

“Ketika tahun 2014, hanya 24 ribu hektare sawah yang dicetak. Sekarang 2018 sawah naik sekitar 500 persen, sampai 138 ribu hektare,” ungkap Amran di Makassar, Jumat (9/3) lalu.

Dalam upaya peningkatan cetak sawah itu, menurut Amran, pemerintah melibatkan banyak pihak. termasuk TNI, akademisi, hingga swasta.

Upaya menggenjot produksi angan tak lepas dari terus meningkatnya kebutuhan. Itu terlihat dari pertumbuhan penduduk di Indonesia yang tahun ini diproyeksikan berjumlah 265 juta jiwa oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Angka itu bertambah 12,8 juta jiwa.

“Ini berarti setiap tahun penduduk bertambah 3,2 juta jiwa, atau tumbuh 1,27 persen per tahun. Secara makro pasti meningkatkan kebutuhan pasokan pangan pokok,” ungkap akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prima Gandhi di Bogor, Jumat (9/3).

Lebih lanjut, dosen Ekonomi Sumber Daya dan Lingkungan IPB itu mengatakan, jika tidak ada diversifikasi pangan pokok nonberas, dalam kurun 2014 hingga 2018 setidaknya dibutuhkan pasokan beras konsumsi dan lainnya sekitar 1,77 juta ton. Jumlah ini setara dengan produksi 2,82 juta ton gabah kering giling (GKG).

“Seiring pertambahan penduduk, kan konsumsi beras tiap tahun naik dan tercukupi. Hitungan logika sederhana saja, tanpa melihat data produksi-konsumsi, Ini kan membuktikan ketercukupan pangan pokok dalam negeri meningkat,” ujar dia.

Dia menyebut, jika produksi tidak meningkat dan tiada upaya diversifikasi pangan, dipastikan empat tahun terakhir Indonesia akan impor 3 hingga 4 juta ton beras. Peningkatan produksi pangan, kata Gandhi juga terkonfirmasi adanya nilai tambah output, yang tecermin dari tumbuhnya PBD pertanian setiap tahunnya.

Terkait data di atas, Gandhi menilai data memang penting dalam membuat suatu kebijakan skala makro dan mikro. Akan tetapi, jangan mengambinghitamkan data. “Data resmi yang dimiliki pemerintah saat ini adalah acuan yang harus dimaksimalkan dalam membuat kebijakan,” terangnya.

Karena itu, Gandhi menegaskan untuk mengambil kebijakan pangan, pemerintah harus jeli dan cermat dalam menggunakan data. Sebab, karena ketersediaan pangan harus diputuskan segera.

“Untuk itu kita beri kesempatan dan waktu bagi BPS untuk meningkatkan kualitas data pangan. Daripada mengambinghitamkan data, lebih baik kita melihat sejauh mana peningkatan produksi dan diversifikasi pangan ini membuat kesejahteraan petani meningkat,” tutup Gandhi. (jpnn/man/k15)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 07:59

Obligasi Daerah Masih Wacana

BALIKPAPAN - Aturan terkait penerbitan obligasi daerah yang dinilai bertele-tele dan cukup lama membuat…

Rabu, 19 September 2018 07:03

Rupiah Kembali Bergolak

JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali tidak berdaya di hadapan dolar Amerika Serikat (USD). Berdasar…

Rabu, 19 September 2018 07:01

Transaksi Tunai Meningkat

SAMARINDA - Jumlah transaksi tunai di Kaltim pada triwulan II 2018 mengalami peningkatan jika dibandingkan…

Rabu, 19 September 2018 06:56

Siapkan 1,4 Juta Ton Pupuk

BONTANG – Kebutuhan pupuk dalam negeri dipastikan aman. Terutama saat musim tanam pada Oktober…

Rabu, 19 September 2018 06:54

Aduan Konsumen Kaltim Terbanyak di Kalimantan

SAMARINDA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim tampaknya harus bekerja ekstra memperbaiki literasi…

Rabu, 19 September 2018 06:54

Subsidi Energi Membengkak

JAKARTA – Realisasi subsidi energi tahun ini diperkirakan meningkat menjadi Rp 149 triliun. Angka…

Rabu, 19 September 2018 06:52

Sukses Kembangkan Lapangan Lama

BALIKPAPAN - Pertamina EP Asset 5 berhasil mencapai target lifting minyak mentah 2018. Produksi minyak…

Rabu, 19 September 2018 06:50

Andalkan Event Internasional

JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi penanaman modal dalam…

Rabu, 19 September 2018 06:48

Binaan Pupuk Kaltim Ekspor Lobster ke Hong Kong

BONTANG – Melalui program Creating Shared Value (CSV), PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) mengekspor…

Rabu, 19 September 2018 06:46

Neraca Perdagangan Defisit, Kadin: Itu Sudah Lebih Baik

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total defisit neraca perdagangan Indonesia pada Agustus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .