MANAGED BY:
KAMIS
21 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 12 Maret 2018 06:57
Produksi dan Diversifikasi Pangan Cegah Opsi Impor
-

PROKAL.CO, MAKASSAR - Pemerintah memastikan, pengembangan produksi pangan di Tanah Air masih dalam tren positif. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pun mengklaim, dalam kurun waktu empat tahun terakhir, luas areal pencetakan sawah di Indonesia sudah meningkatkan drastis.

“Ketika tahun 2014, hanya 24 ribu hektare sawah yang dicetak. Sekarang 2018 sawah naik sekitar 500 persen, sampai 138 ribu hektare,” ungkap Amran di Makassar, Jumat (9/3) lalu.

Dalam upaya peningkatan cetak sawah itu, menurut Amran, pemerintah melibatkan banyak pihak. termasuk TNI, akademisi, hingga swasta.

Upaya menggenjot produksi angan tak lepas dari terus meningkatnya kebutuhan. Itu terlihat dari pertumbuhan penduduk di Indonesia yang tahun ini diproyeksikan berjumlah 265 juta jiwa oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Angka itu bertambah 12,8 juta jiwa.

“Ini berarti setiap tahun penduduk bertambah 3,2 juta jiwa, atau tumbuh 1,27 persen per tahun. Secara makro pasti meningkatkan kebutuhan pasokan pangan pokok,” ungkap akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prima Gandhi di Bogor, Jumat (9/3).

Lebih lanjut, dosen Ekonomi Sumber Daya dan Lingkungan IPB itu mengatakan, jika tidak ada diversifikasi pangan pokok nonberas, dalam kurun 2014 hingga 2018 setidaknya dibutuhkan pasokan beras konsumsi dan lainnya sekitar 1,77 juta ton. Jumlah ini setara dengan produksi 2,82 juta ton gabah kering giling (GKG).

“Seiring pertambahan penduduk, kan konsumsi beras tiap tahun naik dan tercukupi. Hitungan logika sederhana saja, tanpa melihat data produksi-konsumsi, Ini kan membuktikan ketercukupan pangan pokok dalam negeri meningkat,” ujar dia.

Dia menyebut, jika produksi tidak meningkat dan tiada upaya diversifikasi pangan, dipastikan empat tahun terakhir Indonesia akan impor 3 hingga 4 juta ton beras. Peningkatan produksi pangan, kata Gandhi juga terkonfirmasi adanya nilai tambah output, yang tecermin dari tumbuhnya PBD pertanian setiap tahunnya.

Terkait data di atas, Gandhi menilai data memang penting dalam membuat suatu kebijakan skala makro dan mikro. Akan tetapi, jangan mengambinghitamkan data. “Data resmi yang dimiliki pemerintah saat ini adalah acuan yang harus dimaksimalkan dalam membuat kebijakan,” terangnya.

Karena itu, Gandhi menegaskan untuk mengambil kebijakan pangan, pemerintah harus jeli dan cermat dalam menggunakan data. Sebab, karena ketersediaan pangan harus diputuskan segera.

“Untuk itu kita beri kesempatan dan waktu bagi BPS untuk meningkatkan kualitas data pangan. Daripada mengambinghitamkan data, lebih baik kita melihat sejauh mana peningkatan produksi dan diversifikasi pangan ini membuat kesejahteraan petani meningkat,” tutup Gandhi. (jpnn/man/k15)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 06:44

Tertarik, tapi Terbentur Persyaratan

BALIKPAPAN - Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI 7-day reverse repo rate sebesar 50…

Rabu, 20 Juni 2018 06:40

Juni, Inflasi Kaltim Diprediksi Terkendali

SAMARINDA - Meski beberapa harga pangan melambung sejak awal bulan, seperti ayam broiler, daging sapi,…

Rabu, 20 Juni 2018 06:38

478 Daerah Sudah Terima Dana Desa

SAMARINDA - Pembangunan perdesaan di Bumi Etam dipastikan bakal semakin cepat. Pasalnya, saat ini penyaluran…

Rabu, 20 Juni 2018 06:37

Arus Balik Diprediksi Lebih Lama

BALIKPAPAN - Banyaknya masyarakat yang beralih menggunakan jasa angkutan udara tidak menyurutkan minat…

Rabu, 20 Juni 2018 06:35

Meningkat 80 Persen, Maskapai Siapkan Extra Flight

SAMARINDA – Meski hanya memindahkan operasi Bandara Temindung, kepadatan penumpang juga terlihat…

Rabu, 20 Juni 2018 06:32

Tarif Rental Mobil Melambung

TEGAL – Meski Lebaran sudah lima hari berlalu, namun tarif rental mobil masih cukup tinggi. Kenaikan…

Selasa, 19 Juni 2018 06:18

Suku Bunga Acuan Naik, Deposito Dilirik

BALIKPAPAN – Banyaknya instrumen investasi membuat deposito sempat ditinggalkan. Terlebih, tahun…

Selasa, 19 Juni 2018 06:16

Diimbau Tidak Bawa Keluarga ke Kaltim

SAMARINDA - Pemerintah Daerah (Pemda) Kaltim mengimbau masyarakat yang mudik pada libur Lebaran tahun…

Selasa, 19 Juni 2018 06:12

Lewati Prediksi, Penumpang Mudik Tumbuh 25 Persen

BALIKPAPAN – PT Angkasa Pura I Balikpapan memprediksi puncak arus balik di Bandara Internasional…

Selasa, 19 Juni 2018 06:11

Kunjungan Wisata di Samarinda Meningkat

SAMARINDA - Jelang berakhirnya libur Idulfitri, kunjungan masyarakat ke beberapa objek wisata di Samarinda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .