MANAGED BY:
SENIN
25 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 12 Maret 2018 06:57
Produksi dan Diversifikasi Pangan Cegah Opsi Impor
-

PROKAL.CO, MAKASSAR - Pemerintah memastikan, pengembangan produksi pangan di Tanah Air masih dalam tren positif. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pun mengklaim, dalam kurun waktu empat tahun terakhir, luas areal pencetakan sawah di Indonesia sudah meningkatkan drastis.

“Ketika tahun 2014, hanya 24 ribu hektare sawah yang dicetak. Sekarang 2018 sawah naik sekitar 500 persen, sampai 138 ribu hektare,” ungkap Amran di Makassar, Jumat (9/3) lalu.

Dalam upaya peningkatan cetak sawah itu, menurut Amran, pemerintah melibatkan banyak pihak. termasuk TNI, akademisi, hingga swasta.

Upaya menggenjot produksi angan tak lepas dari terus meningkatnya kebutuhan. Itu terlihat dari pertumbuhan penduduk di Indonesia yang tahun ini diproyeksikan berjumlah 265 juta jiwa oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Angka itu bertambah 12,8 juta jiwa.

“Ini berarti setiap tahun penduduk bertambah 3,2 juta jiwa, atau tumbuh 1,27 persen per tahun. Secara makro pasti meningkatkan kebutuhan pasokan pangan pokok,” ungkap akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prima Gandhi di Bogor, Jumat (9/3).

Lebih lanjut, dosen Ekonomi Sumber Daya dan Lingkungan IPB itu mengatakan, jika tidak ada diversifikasi pangan pokok nonberas, dalam kurun 2014 hingga 2018 setidaknya dibutuhkan pasokan beras konsumsi dan lainnya sekitar 1,77 juta ton. Jumlah ini setara dengan produksi 2,82 juta ton gabah kering giling (GKG).

“Seiring pertambahan penduduk, kan konsumsi beras tiap tahun naik dan tercukupi. Hitungan logika sederhana saja, tanpa melihat data produksi-konsumsi, Ini kan membuktikan ketercukupan pangan pokok dalam negeri meningkat,” ujar dia.

Dia menyebut, jika produksi tidak meningkat dan tiada upaya diversifikasi pangan, dipastikan empat tahun terakhir Indonesia akan impor 3 hingga 4 juta ton beras. Peningkatan produksi pangan, kata Gandhi juga terkonfirmasi adanya nilai tambah output, yang tecermin dari tumbuhnya PBD pertanian setiap tahunnya.

Terkait data di atas, Gandhi menilai data memang penting dalam membuat suatu kebijakan skala makro dan mikro. Akan tetapi, jangan mengambinghitamkan data. “Data resmi yang dimiliki pemerintah saat ini adalah acuan yang harus dimaksimalkan dalam membuat kebijakan,” terangnya.

Karena itu, Gandhi menegaskan untuk mengambil kebijakan pangan, pemerintah harus jeli dan cermat dalam menggunakan data. Sebab, karena ketersediaan pangan harus diputuskan segera.

“Untuk itu kita beri kesempatan dan waktu bagi BPS untuk meningkatkan kualitas data pangan. Daripada mengambinghitamkan data, lebih baik kita melihat sejauh mana peningkatan produksi dan diversifikasi pangan ini membuat kesejahteraan petani meningkat,” tutup Gandhi. (jpnn/man/k15)


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 12:49

Program Direct Call “Hanya” Mempercepat Ekspor

SAMARINDA-Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim mencatat, dalam sebulan…

Rabu, 20 Maret 2019 12:46

Triwulan II 2019, Ekonomi Kaltim Terakselerasi

SAMARINDA-Pada triwulan II 2019 diperkirakan ekonomi Kaltim mengalami akselerasi pertumbuhan.…

Rabu, 20 Maret 2019 12:45

Percepatan Populasi Sapi Terus Digenjot

SAMARINDA-Upaya khusus percepatan populasi sapi dan kerbau bunting (upsus siwab)…

Jumat, 15 Maret 2019 13:45

Kargo Laut Belum Tumbuh Maksimal

SURABAYA – Pertumbuhan jasa pengiriman barang lewat jalur laut belum…

Jumat, 15 Maret 2019 13:43

Pertamina Perpanjang Masa Cicilan Garuda

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) dan tujuh BUMN (badan usaha…

Jumat, 15 Maret 2019 13:32

Target Ekspor RI Realistis

JAKARTA – Kementerian Perdagangan menargetkan pertumbuhan ekspor nonmigas 7,5 persen…

Kamis, 14 Maret 2019 15:16

Produksi Teh Turun, Harga Telur Rendah

JAKARTA – Pelaku usaha berharap Indonesia bisa meningkatkan lahan dan…

Rabu, 13 Maret 2019 12:51

Genjot Produksi Padi, Dituntut Maksimalkan Lahan Rawa

SAMARINDA – Tak hanya melakukan diversifikasi pangan, Pemprov Kaltim dituntut…

Rabu, 13 Maret 2019 12:47

SABAR..!! Pengelolaan APT Pranoto Masih di Tangan Kemenhub

SAMARINDA- Pemerintah Kaltim saat ini masih menunggu kepastian pembahasan draf…

Rabu, 13 Maret 2019 10:25

Industri Galangan Kapal di Kaltim Masih Lesu

SAMARINDA- Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP Indonesian National Shipowners…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*