MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 12 Maret 2018 06:57
Produksi dan Diversifikasi Pangan Cegah Opsi Impor
-

PROKAL.CO, MAKASSAR - Pemerintah memastikan, pengembangan produksi pangan di Tanah Air masih dalam tren positif. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pun mengklaim, dalam kurun waktu empat tahun terakhir, luas areal pencetakan sawah di Indonesia sudah meningkatkan drastis.

“Ketika tahun 2014, hanya 24 ribu hektare sawah yang dicetak. Sekarang 2018 sawah naik sekitar 500 persen, sampai 138 ribu hektare,” ungkap Amran di Makassar, Jumat (9/3) lalu.

Dalam upaya peningkatan cetak sawah itu, menurut Amran, pemerintah melibatkan banyak pihak. termasuk TNI, akademisi, hingga swasta.

Upaya menggenjot produksi angan tak lepas dari terus meningkatnya kebutuhan. Itu terlihat dari pertumbuhan penduduk di Indonesia yang tahun ini diproyeksikan berjumlah 265 juta jiwa oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Angka itu bertambah 12,8 juta jiwa.

“Ini berarti setiap tahun penduduk bertambah 3,2 juta jiwa, atau tumbuh 1,27 persen per tahun. Secara makro pasti meningkatkan kebutuhan pasokan pangan pokok,” ungkap akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prima Gandhi di Bogor, Jumat (9/3).

Lebih lanjut, dosen Ekonomi Sumber Daya dan Lingkungan IPB itu mengatakan, jika tidak ada diversifikasi pangan pokok nonberas, dalam kurun 2014 hingga 2018 setidaknya dibutuhkan pasokan beras konsumsi dan lainnya sekitar 1,77 juta ton. Jumlah ini setara dengan produksi 2,82 juta ton gabah kering giling (GKG).

“Seiring pertambahan penduduk, kan konsumsi beras tiap tahun naik dan tercukupi. Hitungan logika sederhana saja, tanpa melihat data produksi-konsumsi, Ini kan membuktikan ketercukupan pangan pokok dalam negeri meningkat,” ujar dia.

Dia menyebut, jika produksi tidak meningkat dan tiada upaya diversifikasi pangan, dipastikan empat tahun terakhir Indonesia akan impor 3 hingga 4 juta ton beras. Peningkatan produksi pangan, kata Gandhi juga terkonfirmasi adanya nilai tambah output, yang tecermin dari tumbuhnya PBD pertanian setiap tahunnya.

Terkait data di atas, Gandhi menilai data memang penting dalam membuat suatu kebijakan skala makro dan mikro. Akan tetapi, jangan mengambinghitamkan data. “Data resmi yang dimiliki pemerintah saat ini adalah acuan yang harus dimaksimalkan dalam membuat kebijakan,” terangnya.

Karena itu, Gandhi menegaskan untuk mengambil kebijakan pangan, pemerintah harus jeli dan cermat dalam menggunakan data. Sebab, karena ketersediaan pangan harus diputuskan segera.

“Untuk itu kita beri kesempatan dan waktu bagi BPS untuk meningkatkan kualitas data pangan. Daripada mengambinghitamkan data, lebih baik kita melihat sejauh mana peningkatan produksi dan diversifikasi pangan ini membuat kesejahteraan petani meningkat,” tutup Gandhi. (jpnn/man/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 08 Desember 2018 10:00

Bernostalia dengan Era 1970-an

BALIKPAPAN  –  Maskapai Garuda Indonesia (GA) memberikan pelayanan baru dan…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:13

DPK Korporasi Meningkat

SAMARINDA  –  Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan yang bersumber…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:06

Alokasikan KUR Khusus Peternak

WONOGIRI  –  Akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:05

Target Produksi 84 Juta Ton Padi

JAKARTA  –  Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan peningkatan produksi sejumlah…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:01

Solusi Ketahanan Harga Kelapa Sawit

JAKARTA   –  Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BPDP-KS) diminta memperluas…

Sabtu, 08 Desember 2018 05:59

2018, Target Sejuta Rumah Terpenuhi

JAKARTA  -  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki…

Sabtu, 08 Desember 2018 05:58

Konsisten Hadirkan Pembiayaan Rumah bagi MBR

JAKARTA   -   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk siap…

Jumat, 07 Desember 2018 08:15

Rumah Terjangkau, Butuh Dukungan Perbankan

DENPASAR - PT Bank Tabungan Negara (BBTN) siap menjadi integrator…

Jumat, 07 Desember 2018 06:49

Momen Bangkit Industri Perkapalan

SAMARINDA – Pengusaha perkapalan di Kaltim punya momentum untuk memperbaiki…

Jumat, 07 Desember 2018 06:46

Terdepan karena Rangkul Milenial

BALIKPAPAN – Asuransi Astra Balikpapan telah siap menatap era bonus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .