MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTARA

Minggu, 11 Maret 2018 18:50
Perusahaan Tambang Tak Peduli
Apa Harus Demo Dulu..?? Baru Peduli...
MINIM KONTRIBUSI: Kondisi jalan di Desa Apung menjadi salah satu keluhan masyarakat terhadap perusahaan.RUSDIYONO/BULUNGAN POST

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Pemerintah Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor, Bulungan, mengeluhkan keberadaan perusahaan pertambangan di wilayah tersebut yang kurang berkontribusi terhadap masyarakat desa.

Pasalnya, perusahaan dinilai kurang memberikan bantuan kepada masyarakat sejak beroperasi sekitar enam tahun lalu. Padahal, Desa Apung masuk ring satu daerah operasi perusahaan pertambangan.

Menurut Kepala Desa Apung Zainuddin, ada beberapa hal yang menjadi keluhan masyarakatnya. Di antaranya, kerusakan jalan, air bersih, kesehatan, dan pendidikan. Dia mengakui, selama ini, perusahaan sudah memberikan bantuan kesehatan dan pendidikan kepada masyarakat. Namun hanya seadanya, belum maksimal.

Kegiatan pertambangan perusahaan yang menghasilkan debu, juga dirasakan cukup mengganggu masyarakat. Pasalnya, sebagai desa terdekat dengan daerah tambang, debu yang dihasilkan ikut berdampak pada air bersih yang ditampung warga.

Desa yang dihuni sekitar 300 kepala keluarga (KK) di Satuan Permukiman (SP) VI dan 400 KK di SP V ini, kata Zainuddin, kebutuhan air bersihnya sebagian besar mengandalkan tadah hujan.

Itu karena belum beroperasinya instalasi pengolahan air (IPA) yang ada di daerah tersebut. Selain itu, tidak ada air bersih yang diberikan oleh pihak perusahaan. “Tidak ada niat baik dari perusahaan soal air bersih ini. Banyak masyarakat mengeluh soal debu, karena jarak dari tambang hanya sekitar 1 kilometer. Sebanyak 75 persen masyarakat kami memanfaatkan tadah hujan untuk kebutuhan air bersih,” ungkap Zainuddin yang dijumpai di kediamannya di SP VI, Sabtu (10/3).

Soal air bersih ini, dia mengungkapkan, masyarakat terus berteriak kepada perusahaan. Sebab, di awal perusahaan beroperasi, kata dia, ada penyampaian soal air bersih, namun hingga saat ini tidak ada realisasi.

Operasional perusahaan juga berdampak pada kerusakan jalan desa. Dia mengatakan, kendaraan perusahaan sudah biasa lalu lalang di jalan desa, bahkan hingga jalan tersebut rusak. Akan tetapi, tidak ada upaya dari perusahaan untuk memperbaiki atau membantu pemerintah desa dalam meningkatkan jalan.

“Jalanan diperbaiki oleh perusahaan kalau warga melakukan demo. Tapi, tidak ada niat dari perusahaan untuk membantu kalau tidak ada aksi dulu dari warga. Warga inginnya perusahaan membuat jalan sendiri karena ini kan jalannya masyarakat tapi digunakan oleh mereka. Harusnya mereka juga ikut memelihara dengan baik,” jelasnya.

Soal bantuan kesehatan kepada masyarakat, menurut dia, juga belum maksimal. Yang aneh, lanjut Zainuddin, adalah bahasa perusahaan terkait bantuan pendidikan untuk masyarakat. Dia menyebut, bantuan pendidikan yang diberikan lebih banyak untuk masyarakat yang bersedia melepaskan lahan ke perusahaan. Warga bersedia menjual lahannya untuk kegiatan penambangan perusahaan asalkan anaknya bisa dibantu biaya pendidikan.

“Ya, memang ada bantuan untuk anak-anak umumnya yang berprestasi, tapi ya apa adanya, belum maksimal,” bebernya.

Hal lain yang sempat menjadi keluhan masyarakat adalah penyerapan warga desa untuk bekerja di perusahaan. Dia mengatakan, warga desa sempat kesulitan jika ingin mendaftar pekerjaan di perusahaan tersebut. Namun, dalam setahun terakhir, warga lebih dipermudah jika mendaftar kerja di perusahaan. (rus/fen/jpg/iza/k8)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 08:56

Pemprov Kaltara Jadi Rujukan Rekrutmen CPNS

JAKARTA – Seleksi penerimaan CPNS 2018 tak lama lagi digelar. Pada kesempatan kali ini, Pemprov…

Kamis, 20 September 2018 08:55

Bangun Perbatasan Butuh Sinergi

TANJUNG SELOR – Sejumlah program prioritas di kawasan perbatasan Kaltara dibahas dan dikoordinasikan…

Kamis, 20 September 2018 08:54

Deklarasikan Pemilu Damai

TARAKAN – Mengamankan proses Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Polda Kaltara menggelar apel gelar…

Rabu, 19 September 2018 08:24

PLTA Terbangun, Perekonomian Bakal Tumbuh Pesat

TANJUNG SELOR – Respons Kaltara (ResKal) edisi ke-12 pada Selasa (18/9), kembali menghadirkan…

Selasa, 18 September 2018 11:42

Jangan Hanya Berpikir Jadi PNS

TANJUNG SELOR–Banyak lulusan perguruan tinggi yang belum bekerja. Akibatnya, angka pengangguran…

Selasa, 18 September 2018 11:42

Dua WNI yang Diculik Belum Terdeteksi

TANJUNG SELOR–Konsulat Republik Indonesia di Tawau, Malaysia, telah menindaklanjuti penculikan…

Selasa, 18 September 2018 11:41

Sayangkan Pelajar Diproses Hukum

TANJUNG SELOR–Pelaporan terhadap seorang pelajar SMP di Kecamatan Tanjung Palas, Bulungan, kepada…

Selasa, 18 September 2018 11:40

Api Diduga dari Kamar Kosong

TANJUNG SELOR–Polres Bulungan masih menyelidiki kebakaran di Jalan MT Haryono, Tanjung Selor,…

Selasa, 18 September 2018 11:39

Warga Filipina Bawa Sabu 5 Kg

TANJUNG SELOR–Tim gabungan Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Batalyon Infantri…

Selasa, 18 September 2018 08:22

Pemerintah Siapkan Rp 638 M untuk Jalan Perbatasan

JAKARTA – Kalimantan Utara (Kaltara) semakin diperhatikan. Buah dari  komunikasi intensif…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .