MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTARA

Minggu, 11 Maret 2018 18:50
Perusahaan Tambang Tak Peduli
Apa Harus Demo Dulu..?? Baru Peduli...
MINIM KONTRIBUSI: Kondisi jalan di Desa Apung menjadi salah satu keluhan masyarakat terhadap perusahaan.RUSDIYONO/BULUNGAN POST

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Pemerintah Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor, Bulungan, mengeluhkan keberadaan perusahaan pertambangan di wilayah tersebut yang kurang berkontribusi terhadap masyarakat desa.

Pasalnya, perusahaan dinilai kurang memberikan bantuan kepada masyarakat sejak beroperasi sekitar enam tahun lalu. Padahal, Desa Apung masuk ring satu daerah operasi perusahaan pertambangan.

Menurut Kepala Desa Apung Zainuddin, ada beberapa hal yang menjadi keluhan masyarakatnya. Di antaranya, kerusakan jalan, air bersih, kesehatan, dan pendidikan. Dia mengakui, selama ini, perusahaan sudah memberikan bantuan kesehatan dan pendidikan kepada masyarakat. Namun hanya seadanya, belum maksimal.

Kegiatan pertambangan perusahaan yang menghasilkan debu, juga dirasakan cukup mengganggu masyarakat. Pasalnya, sebagai desa terdekat dengan daerah tambang, debu yang dihasilkan ikut berdampak pada air bersih yang ditampung warga.

Desa yang dihuni sekitar 300 kepala keluarga (KK) di Satuan Permukiman (SP) VI dan 400 KK di SP V ini, kata Zainuddin, kebutuhan air bersihnya sebagian besar mengandalkan tadah hujan.

Itu karena belum beroperasinya instalasi pengolahan air (IPA) yang ada di daerah tersebut. Selain itu, tidak ada air bersih yang diberikan oleh pihak perusahaan. “Tidak ada niat baik dari perusahaan soal air bersih ini. Banyak masyarakat mengeluh soal debu, karena jarak dari tambang hanya sekitar 1 kilometer. Sebanyak 75 persen masyarakat kami memanfaatkan tadah hujan untuk kebutuhan air bersih,” ungkap Zainuddin yang dijumpai di kediamannya di SP VI, Sabtu (10/3).

Soal air bersih ini, dia mengungkapkan, masyarakat terus berteriak kepada perusahaan. Sebab, di awal perusahaan beroperasi, kata dia, ada penyampaian soal air bersih, namun hingga saat ini tidak ada realisasi.

Operasional perusahaan juga berdampak pada kerusakan jalan desa. Dia mengatakan, kendaraan perusahaan sudah biasa lalu lalang di jalan desa, bahkan hingga jalan tersebut rusak. Akan tetapi, tidak ada upaya dari perusahaan untuk memperbaiki atau membantu pemerintah desa dalam meningkatkan jalan.

“Jalanan diperbaiki oleh perusahaan kalau warga melakukan demo. Tapi, tidak ada niat dari perusahaan untuk membantu kalau tidak ada aksi dulu dari warga. Warga inginnya perusahaan membuat jalan sendiri karena ini kan jalannya masyarakat tapi digunakan oleh mereka. Harusnya mereka juga ikut memelihara dengan baik,” jelasnya.

Soal bantuan kesehatan kepada masyarakat, menurut dia, juga belum maksimal. Yang aneh, lanjut Zainuddin, adalah bahasa perusahaan terkait bantuan pendidikan untuk masyarakat. Dia menyebut, bantuan pendidikan yang diberikan lebih banyak untuk masyarakat yang bersedia melepaskan lahan ke perusahaan. Warga bersedia menjual lahannya untuk kegiatan penambangan perusahaan asalkan anaknya bisa dibantu biaya pendidikan.

“Ya, memang ada bantuan untuk anak-anak umumnya yang berprestasi, tapi ya apa adanya, belum maksimal,” bebernya.

Hal lain yang sempat menjadi keluhan masyarakat adalah penyerapan warga desa untuk bekerja di perusahaan. Dia mengatakan, warga desa sempat kesulitan jika ingin mendaftar pekerjaan di perusahaan tersebut. Namun, dalam setahun terakhir, warga lebih dipermudah jika mendaftar kerja di perusahaan. (rus/fen/jpg/iza/k8)


BACA JUGA

Senin, 18 Juni 2018 07:27

Pelabuhan Sungai Jepun Dipadati Penumpang

SEBATIK - Transportasi laut dengan tujuan Nunukan-Sebatik ramai dimanfaatkan warga Nunukan untuk berkunjung…

Kamis, 14 Juni 2018 06:26

370 Rumah Lolos Verifikasi untuk Direhab

TANJUNG SELOR – Program bantuan rehab rumah warga kurang mampu terus dilanjutkan. Selain dari…

Kamis, 14 Juni 2018 06:26

Bunyu Diusulkan Jadi Pulau Terluar

TANJUNG SELOR – Untuk lebih memaksimalkan pembangunan di wilayah kepulauan yang ada di Kalimantan…

Kamis, 14 Juni 2018 06:25

Potensi PLTA Paling Diminati Investor

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara (Kaltara), menurut data Direktorat Jenderal (Ditjen) Minyak dan…

Selasa, 12 Juni 2018 08:35

Desain Konstruksi PLTA Kayan Tinggal Pleno

TANJUNG SELOR – Sampai saat ini, sudah tujuh perizinan dikantongi PT Kayan Hydro Energi (KHE)…

Selasa, 12 Juni 2018 08:34

Gubernur: Tol Laut Kaltara Dikelola ASDP

TANJUNG SELOR – Sejak April lalu, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut (Hubla) telah…

Senin, 11 Juni 2018 07:16

Realisasikan Tol Udara

TANJUNG SELOR – Perhatian pemerintah kepada masyarakat di wilayah perbatasan terus dilakukan.…

Senin, 11 Juni 2018 07:15

Utamakan Keselamatan dan Kenyamanan

TARAKAN - Gubernur Kaltara Irianto Lambrie menginstruksikan kepada semua pihak terkait yang menangani…

Senin, 11 Juni 2018 07:13

Gubernur Ingatkan Pentingnya Bersedekah

NUNUKAN - Rangkaian safari Ramadan Pemprov Kaltara yang dipimpin Gubernur Irianto Lambrie, kali ini…

Minggu, 10 Juni 2018 07:05

Ancam Agen dan Maskapai

TARAKAN – Keluhan warga terkait naiknya harga tiket pesawat mendapat perhatian serius. Kepala…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .