MANAGED BY:
RABU
19 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 11 Maret 2018 08:55
Ada Luka di Tubuh Hari Darmawan

Pendiri Matahari Department Store Meninggal

SOSOK PEKERJA KERAS: Jenazah Hari Darmawan saat disemayamkan di Rumah Duka Yayasan Sinar Kasih, Kelurahan Bondongan, Kota Bogor, kemarin.

PROKAL.CO, JAKARTA  –  Pendiri Matahari Department Store Hari Darmawan ditemukan meninggal di Sungai Ciliwung, Cisarua, Bogor, kemarin (10/3). Dia diduga tewas karena tenggelam terseret arus Sungai Ciliwung. Namun, polisi masih memastikan tenggelamnya Hari karena kecelakaan atau justru disebabkan orang lain.               

Informasi yang diterima Jawa Pos, Hari sempat dinyatakan hilang pada Jumat malam (9/3). Namun, akhirnya ditemukan kemarin pagi di pinggir Sungai Ciliwung dalam keadaan tewas dengan sejumlah luka.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divhumas Polri Kombes Martinus Sitompul menuturkan, setelah warga dan petugas melakukan penyisiran, jenazah ditemukan di perbatasan antara Desa Leuwimalang dan Desa Jogjogan. “Saat ini jenazah telah berada di rumah sakit untuk diautopsi,” terangnya.

Penyebab tenggelamnya Hari hingga saat ini masih dalam penyelidikan. Ada sekitar lima saksi yang diperiksa terkait kejadian tersebut. Salah satu saksi adalah staf pengusaha itu. “Sesuai keterangan saksi ini, diketahui Hari pamit untuk melihat sungai pada Jumat,” terangnya.

Namun, masih perlu didalami bagaimana tepatnya Hari bisa tenggelam saat berada di sekitar sungai. “Kami masih dalam penyelidikan,” ujarnya dihubungi Jawa Pos kemarin.

Dia menyatakan, ditemukan sejumlah luka di tubuh jenazah. Tapi, bukan berarti luka itu karena kekerasan, bisa jadi luka itu karena terbentur saat sedang terseret arus sungai. “Nanti dikombinasikan antara keterangan saksi dan barang bukti lainnya,” ungkapnya.

GIAT BEKERJA

Pelaku bisnis ritel di Indonesia mengenal Hari Darmawan sebagai sosok yang tak kenal lelah memotivasi dan memberikan dukungan untuk rekan-rekannya. Hari Darmawan disebut-sebut sebagai peletak fondasi bisnis ritel di Indonesia. Kalangan pengusaha ritel pun tak ragu menjulukinya sebagai bapak ritel Indonesia.

Hari Darmawan memulai bisnis pada usia yang sangat muda. Pria kelahiran Makassar 27 Mei 1940 tersebut mengawali perjalanannya sebagai pengusaha ritel dari sebuah toko kecil di Pasar Baru, Jakarta, Oktober 1958. Toko kecil tersebut merupakan toserba (toko serba-ada) milik sang mertua, yang lantas dipercayakan kepada Hari Darmawan untuk dikelola. Saat itu, usianya masih 19 tahun.

Di bawah pengelolaannya, toko kecil tersebut berkembang pesat. Sekitar 10 tahun kemudian, Hari membeli toserba terbesar, yang juga pesaing terberatnya di Pasar Baru yang waktu itu bernama De Zon. Dalam bahasa Belanda yang artinya Matahari. Hari Darmawan pun mengganti nama toko tersebut menjadi Matahari.

Dari situlah awal sang Matahari “terbit”, hingga menjadi salah satu jaringan ritel terbesar di Tanah Air. Gerai pertama Matahari Department Store menempati gedung dua lantai seluas 150 meter persegi di Pasar Baru Jakarta. Pada 1980-an, Hari mulai melebarkan cabang-cabang Matahari Department Store di hampir semua kota besar di Tanah Air.

Pada awal 2000, Hari melepas sahamnya di Matahari Department Store dan membangun bisnis yang bertemakan sosial entrepreneur. Pada 2007, pebisnis yang dikenal dengan rambut peraknya itu memilih fokus ke bidang sosial dan membangun tempat wisata dengan nama Taman Wisata Matahari yang mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar.

Hingga kini, Matahari Department Store telah memiliki sekitar 155 gerai di 60 kota di Indonesia. Saat ini, Matahari Department Store dimiliki oleh Lippo Group. Sepanjang 2017, perusahaan yang mulai melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 1992 dengan kode emiten LPPF itu mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 10 triliun.

“Tak berlebihan jika kita sebut beliau sebagai Bapak Ritel Indonesia. Beliaulah yang meletakkan fondasi ritel nasional. Sebagai dewan penasihat, beliau tak henti-henti mendorong semangat peritel,” ujar Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey kepada Jawa Pos, kemarin.

Roy menegaskan, seluruh keluarga besar Aprindo sangat merasa kehilangan dengan kepergian sosok pelopor ritel Tanah Air yang juga pernah menjabat ketua umum Aprindo periode 2000–2004 tersebut.

Banyak pesan Hari Darmawan yang membekas di benak Roy, salah satunya bagaimana Hari begitu bersemangat menyampaikan bahwa industri ritel lokal di Indonesia harus tampil. Tak boleh kalah dengan pengusaha ritel luar negeri. “Peritel lokal harus menjadi juara di Indonesia. Kalau bisa juga cari kemungkinan untuk ekspansi ke mancanegara,” ujar Roy menirukan ucapan Hari Darmawan pada sebuah diskusi, kala itu.

Untuk mendorong mimpi tersebut, lanjut Roy, Hari Darmawan kerap menghubungkan pelaku ritel lokal dengan para pengusaha ritel luar negeri. Serta direkomendasikan untuk melihat contoh-contoh ritel maju di negara lain supaya pelaku ritel lokal bisa menyerap ide model bisnisnya. “Kita didorong untuk berani ekspansi. Kami mengenal beliau sebagai inspirator dan konseptor yang selalu punya semangat untuk maju dan berinovasi,” tambah Roy.

Berstatus founder di tengah usahanya yang berkembang pesat, Hari Darmawan dikenal tak segan untuk rajin turun langsung mengontrol operasional bisnisnya. CEO Sogo Department Store Handaka Santosa menyebut, bukan pemandangan yang asing melihat Hari Darmawan mondar-mandir di department store-nya. Bahkan pada hari weekend atau hari besar sekalipun.

“Jadi saat itu saya tanya, beliau sebagai owner kan sudah memiliki direktur, manajer, dan sebagainya. Kenapa masih keliling sendiri? Beliau menjelaskan, weekend adalah bisnis yang besar untuk ritel. Pengunjung jumlahnya bisa double atau triple. Jadi, beliau ingin tahu bagaimana dengan customer beserta keluhannya,” kenang Handaka.

Handaka mengatakan pernah dekat dengan Hari Darmawan saat bersama-sama menjadi pengurus di asosiasi ritel. Saat Hari Darmawan memimpin Aprindo, Handaka menjabat sekretaris jenderal sehingga sering menghabiskan waktu untuk berdiskusi dengan almarhum.

“Beliaulah yang selalu mendorong kita semua belajar ritel. Mempelajari bisnis ritel Jepang yang maju, menjalin komunikasi dengan para pemilik ritel internasional. Bahkan, beliau juga pernah memimpin IGDS (International Group of Department Store). Saya banyak belajar dari beliau,” pungkas Handaka. (agf/kim/jpnn/rom/k8)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 18 Desember 2018 12:52

Bontang Paling Kecil dapat Bantuan Keuangan dari APBD Kaltim, Lalu Siapa yang Paling GONOL..??

SAMARINDA- Kota Bontang menjadi paling kecil mendapat kue bantuan keuangan…

Selasa, 18 Desember 2018 10:43

Banjir Kiriman Landa Kubar

SENDAWAR–Ratusan rumah di sejumlah kampung di Kecamatan Tering, Kutai Barat…

Selasa, 18 Desember 2018 07:48

WADUH..!! Masyarakat Ragukan Kondisi Ekonomi Baik

BALIKPAPAN – Kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi di Bumi Etam…

Senin, 17 Desember 2018 21:14

Pemprov Kelebihan Bayar Rp 48 Miliar di 16 Pekerjaan, Ini Hasil Temuan BPK Lainnya

SAMARINDA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Kaltim melakukan Pemeriksaan…

Senin, 17 Desember 2018 14:15

SAKIT DAPATNYA..!!! 5 Anggota DPRD Diberhentikan dan Menggugat Gubernur, Ini Kata Isran...

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor menilai gugatan terhadap Surat…

Senin, 17 Desember 2018 06:52

Daya Beli Turun, Sektor Retail Kaltim Paling Merasakan

MELANDAINYA Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Kaltim, yang dapat menunjukkan penurunan…

Minggu, 16 Desember 2018 11:26

Terancam Izinnya Dicabut, 50 Perusahaan di Kariangau Dievaluasi

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kaltim berencana evaluasi sekitar 50 izin…

Minggu, 16 Desember 2018 08:26

Daftar Pemilih Tetap Naik 5,7 Juta

BUTUH 101 hari bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk bolak-balik…

Sabtu, 15 Desember 2018 18:05

Bisakah Tol Balikpapan-Samarinda Dipakai Fungsional Saat Natal?

SAMARINDA- Tol Balikpapan-Samarinda saat ini tengah dalam proses pengerjaan. Tol…

Sabtu, 15 Desember 2018 17:20

DPK Kaltim dan Kaltara di Bank Terkumpul Rp 98,82 Triliun

SAMARINDA - Hasil penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .