MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Minggu, 11 Maret 2018 08:44
Sudah Tiga Saksi Dimintai Keterangan

Penyelidikan Kasus Mione Terus Bergulir

-

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Penyelidikan dugaan penipuan investasi yang dilakukan PT Mione Global Indonesia (MGI) terus bergulir. Setidaknya, sudah tiga saksi dimintai keterangan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kaltim.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana menyebut, guna menerangkan perkara dugaan penipuan ini, saksi serta alat bukti diperlukan. “Saksi dimintai keterangan, penyidik juga telusuri alat bukti,” ujarnya, Sabtu (10/3).

Alat bukti itu seperti brosur penawaran pembelian pulsa, serta keuntungan yang diperoleh konsumen, bukti setoran duit dan dokumen terkait lainnya. Sementara terlapor adalah inisial TO yang menerima duit korban. Peran TO merupakan leader MGI. “Masih kami cari yang bersangkutan. Dia warga Jakarta,” ujarnya.

Total kerugian yang diadukan 11 korban, mencapai lebih Rp 1 miliar. Salah satunya, Dodo Joesoef, warga Gunung Bakaran, Kelurahan Damai Bahagia, Balikpapan Selatan. Dia mengaku, mulai mengenal MGI melalui rekannya pada Oktober 2016.

Kala itu, rekannya mengatakan, banyak orang menjual pulsa handphone dan token listrik dengan investasi ke MGI. Dia pun bertemu dengan bagian marketing bernama Ruslan. Setelah mendapatkan pemahaman seputar investasi, Dodo yang memiliki usaha rumah indekos dan penginapan itu mencoba membeli paket silver, seharga Rp 3.840.000.

Tak sampai sebulan, dia kembali membeli dua paket VIP bersama anaknya. “Saya beli dua paket,” kata Dodo. Selama waktu berjalan, keuntungan diperoleh dari menjual token listrik dan pulsa dengan potongan 20-40 persen. “Token listrik saya pakai di penginapan dan ada juga yang dijual lagi ke sejumlah perusahaan,” jelasnya.

Dari empat paket yang ditawarkan, silver yang paling rendah harganya. Hingga Mei 2017, Dodo telah menyetorkan 21 paket VIP dengan total Rp 1,5 miliar. Duit tersebut disetorkan pada inisial TO. Selama dua tahun nanti, duit bunga yang dijanjikan mencapai 60 persen. “Karena saya banyak beli paket VIP, keuntungannya 60 persen,” tuturnya.

Duit miliaran tadi, Dodo hanya menerima keuntungan tak sampai Rp 100 juta, kemudian dapat HP Samsung Note 5 serta Lenovo Tab, masing-masing dua buah.

Diketahui, Selasa (6/3) lalu, 11 orang mengadukan perusahaan ini atas dugaan kasus penipuan ke Ditreskrimum Polda Kaltim. Para korban yang datang dari Balikpapan dan Samarinda ini, mewakili ratusan korban lain yang telah menginvestasikan uangnya ke MGI. Mereka datang mengenakan kaus biru. Di bagian depan bertuliskan “Mi1 Penipu. Kembalikan Uang Kami”.

Salah satu pelapor, Suripno, warga asal Samarinda, mengatakan, sejak awal 2017 lalu keuntungan mereka sebagai investor di MGI tak lagi diterima alias macet. “Ikut 2015, awal 2017 atau sekitar setahun mulai ada masalah. Aplikasi online tak lagi berfungsi,” terang Suripno, mewakili rekan-rekannya.

Suripno mengatakan, nilai kerugian para korban bermacam-macam. Dari puluhan juta, ratusan juta, bahkan miliaran rupiah. Dia menambahkan, laporan dugaan penipuan ini mereka lakukan lantaran pihak MGI yang berkantor pusat di Jakarta sulit ditemui.

Investasi model multilevel marketing (MLM) dan sejenisnya ini sudah lama terjadi. Hanya saja terus berganti nama. Anehnya, korbannya terus saja bertambah. Seakan tak belajar dari pengalaman sebelumnya.

Modus penipuan itu dilakukan dengan iming-iming untuk membeli pulsa dan token listrik dengan sistem paket. Misalnya saja, paket dengan nilai pembayaran Rp 72 juta. Dijanjikan pengembalian Rp 212 juta dalam 23 bulan.

Pengembalian itu berbentuk pulsa atau token listrik yang dibayarkan setiap sepuluh hari sekali. Karena pembelian paket pulsa dan token dari PT Mione menguntungkan, maka banyak yang membeli secara sistem paket. Perusahaan tersebut, menawarkan investasi berdasar modal awal. Anggota yang berhasil menjaring anggota baru berkesempatan mendapatkan bonus. (aim/rsh/k15)


BACA JUGA

Minggu, 09 Desember 2018 07:10

Polda Antisipasi Potensi Penimbun BBM

BALIKPAPAN – Pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:49

Pemkot Dianggap Tak Punya Taji

BALIKPAPAN  –  Pemkot Balikpapan dianggap tak punya taji. Mengatasi masalah…

Jumat, 07 Desember 2018 07:57

Korban Jiwa Pembakaran Rumah Bertambah

BALIKPAPAN - Setelah bertahan hidup selama tiga hari, Garini (55),…

Kamis, 06 Desember 2018 08:16

Bukan Kasus yang Pertama

BALIKPAPAN – Pengungkapan dugaan praktik pembuatan sabu industri rumahan di…

Kamis, 06 Desember 2018 08:08

Pembinaan Teritorial Kodam VI/Mulawarman Terbaik Ketiga

BALIKPAPAN – Pembinaan teritorial oleh Kodam VI/Mulawarman mendapat apresiasi dari…

Rabu, 05 Desember 2018 08:37

Terancam Penjara Seumur Hidup

BALIKPAPAN – Hukuman berat penanti Hasto Purnomo (47), tersangka pembakar…

Rabu, 05 Desember 2018 08:36

Tak Menular, Arif Terkena Psoriasis

BALIKPAPAN - Muhammad Arif, namanya viral beberapa bulan belakangan karena…

Selasa, 04 Desember 2018 09:00

Administered Price Masih Jadi Momok

BALIKPAPAN - Laju inflasi Kota Minyak hingga akhir tahun 2018…

Selasa, 04 Desember 2018 08:03

Kenaikan Biaya Haji Bergantung Nilai Rupiah

BALIKPAPAN – Pemerintah masih terusmengkaji terkait wacana kenaikan biaya penyelenggara…

Selasa, 04 Desember 2018 07:56

Delay dan Batal Terbang, Penumpang Malah Bersyukur

BALIKPAPAN – Sikap dewasa ditunjukkan para penumpang Garuda Indonesia dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .