MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Minggu, 11 Maret 2018 08:44
Sudah Tiga Saksi Dimintai Keterangan

Penyelidikan Kasus Mione Terus Bergulir

-

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Penyelidikan dugaan penipuan investasi yang dilakukan PT Mione Global Indonesia (MGI) terus bergulir. Setidaknya, sudah tiga saksi dimintai keterangan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kaltim.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana menyebut, guna menerangkan perkara dugaan penipuan ini, saksi serta alat bukti diperlukan. “Saksi dimintai keterangan, penyidik juga telusuri alat bukti,” ujarnya, Sabtu (10/3).

Alat bukti itu seperti brosur penawaran pembelian pulsa, serta keuntungan yang diperoleh konsumen, bukti setoran duit dan dokumen terkait lainnya. Sementara terlapor adalah inisial TO yang menerima duit korban. Peran TO merupakan leader MGI. “Masih kami cari yang bersangkutan. Dia warga Jakarta,” ujarnya.

Total kerugian yang diadukan 11 korban, mencapai lebih Rp 1 miliar. Salah satunya, Dodo Joesoef, warga Gunung Bakaran, Kelurahan Damai Bahagia, Balikpapan Selatan. Dia mengaku, mulai mengenal MGI melalui rekannya pada Oktober 2016.

Kala itu, rekannya mengatakan, banyak orang menjual pulsa handphone dan token listrik dengan investasi ke MGI. Dia pun bertemu dengan bagian marketing bernama Ruslan. Setelah mendapatkan pemahaman seputar investasi, Dodo yang memiliki usaha rumah indekos dan penginapan itu mencoba membeli paket silver, seharga Rp 3.840.000.

Tak sampai sebulan, dia kembali membeli dua paket VIP bersama anaknya. “Saya beli dua paket,” kata Dodo. Selama waktu berjalan, keuntungan diperoleh dari menjual token listrik dan pulsa dengan potongan 20-40 persen. “Token listrik saya pakai di penginapan dan ada juga yang dijual lagi ke sejumlah perusahaan,” jelasnya.

Dari empat paket yang ditawarkan, silver yang paling rendah harganya. Hingga Mei 2017, Dodo telah menyetorkan 21 paket VIP dengan total Rp 1,5 miliar. Duit tersebut disetorkan pada inisial TO. Selama dua tahun nanti, duit bunga yang dijanjikan mencapai 60 persen. “Karena saya banyak beli paket VIP, keuntungannya 60 persen,” tuturnya.

Duit miliaran tadi, Dodo hanya menerima keuntungan tak sampai Rp 100 juta, kemudian dapat HP Samsung Note 5 serta Lenovo Tab, masing-masing dua buah.

Diketahui, Selasa (6/3) lalu, 11 orang mengadukan perusahaan ini atas dugaan kasus penipuan ke Ditreskrimum Polda Kaltim. Para korban yang datang dari Balikpapan dan Samarinda ini, mewakili ratusan korban lain yang telah menginvestasikan uangnya ke MGI. Mereka datang mengenakan kaus biru. Di bagian depan bertuliskan “Mi1 Penipu. Kembalikan Uang Kami”.

Salah satu pelapor, Suripno, warga asal Samarinda, mengatakan, sejak awal 2017 lalu keuntungan mereka sebagai investor di MGI tak lagi diterima alias macet. “Ikut 2015, awal 2017 atau sekitar setahun mulai ada masalah. Aplikasi online tak lagi berfungsi,” terang Suripno, mewakili rekan-rekannya.

Suripno mengatakan, nilai kerugian para korban bermacam-macam. Dari puluhan juta, ratusan juta, bahkan miliaran rupiah. Dia menambahkan, laporan dugaan penipuan ini mereka lakukan lantaran pihak MGI yang berkantor pusat di Jakarta sulit ditemui.

Investasi model multilevel marketing (MLM) dan sejenisnya ini sudah lama terjadi. Hanya saja terus berganti nama. Anehnya, korbannya terus saja bertambah. Seakan tak belajar dari pengalaman sebelumnya.

Modus penipuan itu dilakukan dengan iming-iming untuk membeli pulsa dan token listrik dengan sistem paket. Misalnya saja, paket dengan nilai pembayaran Rp 72 juta. Dijanjikan pengembalian Rp 212 juta dalam 23 bulan.

Pengembalian itu berbentuk pulsa atau token listrik yang dibayarkan setiap sepuluh hari sekali. Karena pembelian paket pulsa dan token dari PT Mione menguntungkan, maka banyak yang membeli secara sistem paket. Perusahaan tersebut, menawarkan investasi berdasar modal awal. Anggota yang berhasil menjaring anggota baru berkesempatan mendapatkan bonus. (aim/rsh/k15)


BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 08:41

Visum Negatif Melawan Pengakuan Korban

BALIKPAPAN – Proses hukum terhadap Pandu Dharma Wicaksono (PDW) yang bergulir pertama kali pada…

Rabu, 19 September 2018 08:39

Keterlibatan Pelaku Lain Belum Terbukti

BALIKPAPAN – Tim khusus gabungan Polres Balikpapan dan Polda Kaltim masih terus menyelidiki kasus…

Rabu, 19 September 2018 08:33

Kembangkan Potensi Anak di Gedung Biru

DUA hari, murid SD Patra Dharma 1 Balikpapan berkunjung dan belajar ilmu jurnalistik di Gedung BiruKaltim…

Selasa, 18 September 2018 08:31

Syarat Tak Lengkap Otomatis Gagal Seleksi

BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan mendapatkan jatah sebanyak 189 formasi pada penerimaan Calon Pegawai…

Selasa, 18 September 2018 08:28

Demi Suami, Istri Pasrah Masuk Bui

BALIKPAPAN – Lantaran suami dipecat dari sebuah perusahaan kontraktor migas, seorang istri memilih…

Selasa, 18 September 2018 08:26

Lima Kloter Masih di Arab Saudi

BALIKPAPAN – Pemulangan jamaah haji Embarkasi Balikpapan menyisakan lima kelompok terbang (kloter)…

Selasa, 18 September 2018 08:23

Berkah 13, BTN Syariah Gelar Fun Bike dan Fun Walk

BALIKPAPAN – Menyemarakkan hari jadi ke-13, Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah menggelar fun bike…

Senin, 17 September 2018 08:40

Dampak Rubella, Kehilangan Pendengaran

BALIKPAPAN – Mata Ahyaningsih (28) berkaca-kaca. Dibukanya selembar kertas hasil pemeriksaan dari…

Senin, 17 September 2018 08:36

Abrasi di Pantai Manggar Mengkhawatirkan

BALIKPAPAN – Pembangunan jembatan dan jalan di Pantai Manggar, Balikpapan Utara terus dikebut.…

Senin, 17 September 2018 08:34

Cek CCTV hingga Periksa Enam Saksi

BALIKPAPAN – Penyelidikan terkait tewasnya Edi Rachman, bakal calon legislatif (bacaleg) Partai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .