MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Minggu, 11 Maret 2018 08:25
Alat Musik Kayangan sejak Zaman Nenek Moyang

PROKAL.CO, Zet Rangers pasti sudah enggak asing dengan alat musik satu ini kan? Yups, alat musik tradisional dengan alunan suara khas yang indah milik suku Dayak ini dikenal dengan nama sapeq. Sebagian masyarakat Dayak pada daerah tertentu ada yang menyebut sapeq, sampeq, sape, atau sampe. Meskipun penyebutannya berbeda, alat musiknya tetap sama kok.

 Pada umumnya, sapeq ada dua jenis, yakni karaang dan ngenyah. Sapeq karaang disebut-sebut  sebagai yang paling awal muncul. Sapeq jenis ini hanya memiliki dua senar. Kemudian, dari tahun ke tahun, jumlah senarnya semakin bertambah. Bahkan saat ini, sudah ada sapeq yang memiliki tujuh senar, bergantung kebutuhan pemain. Sapeq yang sudah berkembang ini disebut sapeq ngenyah.

 Kalau berbicara soal asal-usulnya, ternyata belum ada bukti pasti tentang kapan dan bagaimana sapeq bisa muncul. Hal itu pun diakui Fernando Yonatan, pegiat sapeq yang berasal dari Dayak Bahau. Meskipun begitu, ada berbagai cerita yang beredar di kalangan masyarakat. “Menurut kepercayaan kami, sapeq adalah alat musik lain serta kesenian kami berasal dari Apo Lagaan, yakni semacam kayangan. Di sana tempat hidup para dewa,” ungkapnya.

 Pada legenda lain yang dipaparkan oleh Abel Anyeq pelopor sapeq di Balikpapan, sapeq muncul dari tangan pemuda Dayak yang kesepian. “Suatu saat, ada seseorang yang duduk melamun. Dia ingin menciptakan sesuatu yang bisa menghibur. Maka terpikir olehnya untuk meniru suara hujan, pepohonan, beserta daun-daun yang bergesek tertiup angin. Dari situlah dia membuat sapeq dengan meniru alam,” beber pria yang sudah giat membuat sapeq sejak 22 tahun lalu.

 

Sapeq rupanya bisa mewakili identitas sang pemilik, lho. Sebab, tiap sapeq dari masing-masing suku Dayak memiliki ciri khas yang unik. Karena tiap suku punya motif ukiran, jenis pohon, dan jenis pahatan yang berbeda. Kebanyakan masyarakat Dayak sepakat, alat musik ini sudah ada sejak zaman nenek moyang, ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. Namun, mulai populernya pada zaman penjajahan Belanda.

 

Menurut Yonatan, fungsi sapeq dulu erat sekali dengan kebutuhan ritual. Seperti media upacara adat, penyembuhan masyarakat yang sakit, dan bahkan untuk menghidupkan yang sudah meninggal. Namun, ketika beranjak ke era globalisasi, digunakan sebagai alat musik pengiring tari dan penyambut tamu. FYI, menurut Rika, peneliti budaya Dayak, tarian adalah falsafah semesta dan simbol syukur terhadap Tuhan. “Fungsi yang utama adalah untuk menghormati, serta rasa syukur mereka pada Jubata (Tuhan semesta alam),” jelasnya. Oleh sebab itu, banyak sekali tarian-tarian yang dimiliki masyarakat Dayak.

 Sejauh ini, eksistensi alat musik kebanggaan Benua Etam itu sudah jauh melebarkan sayap. Sebab, sudah banyak sanggar serta komunitas yang ikut melestarikan sapeq. Enggak lagi dimainkan oleh masyarakat tua, anak kecil hingga remaja pun sudah banyak yang bisa memainkannya. Bahkan, sudah banyak sekali lagu modern yang di-cover menggunakan sapeq. Bangga deh menjadi putra Kaltim! (*/fzn/*/ewy/k15)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 17 Juni 2018 00:19

The Guilty Pleasure of Eid Dishes

SETELAH sebulan penuh menahan lapar, dahaga, dan menjaga amalan baik, kini kita semua bertemu kembali…

Minggu, 17 Juni 2018 00:15

Kebanyakan Makan Berisiko Penyakit

SETELAH sebulan penuh menahan lapar dan haus, hari ini kita bisa melampiaskan keinginan untuk makan…

Minggu, 17 Juni 2018 00:11

The Back-Up Plan

ZET Rangers pasti setuju kan kalau masakan Lebaran paling bisa menggugah selera banget. Enggak jarang…

Kamis, 14 Juni 2018 06:44

DOMPET TEBAL DI HARI RAYA

SELAIN kumpul bareng keluarga, momen Lebaran nggak akan pas tanpa tunjangan hari raya (THR). Tradisi…

Kamis, 14 Juni 2018 06:41

Umur Bertambah, Nominal Berkurang

SIAPA yang setuju dengan statement di atas? Sebanyak 40 persen Zetizen berusia 15–20 tahun merasa…

Kamis, 14 Juni 2018 06:35

Ke Mana Larinya THR?

SETELAH sebulan menahan hawa nafsu plus kehabisan uang untuk buka bersama, THR jadi pelampiasan untuk…

Selasa, 12 Juni 2018 07:31

Jangan Rindu, Itu Berat…

HAPPY anniversary, love birds! Pasti udah pada siap menghabiskan waktu bersama orang tercinta kan di…

Selasa, 12 Juni 2018 07:26

Tetap Senang tanpa Pacar

PEJUANG LDR emang harus sabar karena nggak bisa ngabisin waktu bersama doi di Valentine’s Day.…

Selasa, 12 Juni 2018 07:21

Pancake Mi Instan

PENGGEMAR mi mana nih suaranya! Wah pastinya mi yang satu ini udah menjadi favorite para zet ranger…

Selasa, 12 Juni 2018 07:17

Aksi Baik Nan Inspiratif

Oleh: Forum Indonesia Muda Samarinda ENGGAK terasa, sebentar lagi Ramadan akan segera meninggalkan kita…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .