MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Minggu, 11 Maret 2018 08:25
Alat Musik Kayangan sejak Zaman Nenek Moyang

PROKAL.CO, Zet Rangers pasti sudah enggak asing dengan alat musik satu ini kan? Yups, alat musik tradisional dengan alunan suara khas yang indah milik suku Dayak ini dikenal dengan nama sapeq. Sebagian masyarakat Dayak pada daerah tertentu ada yang menyebut sapeq, sampeq, sape, atau sampe. Meskipun penyebutannya berbeda, alat musiknya tetap sama kok.

 Pada umumnya, sapeq ada dua jenis, yakni karaang dan ngenyah. Sapeq karaang disebut-sebut  sebagai yang paling awal muncul. Sapeq jenis ini hanya memiliki dua senar. Kemudian, dari tahun ke tahun, jumlah senarnya semakin bertambah. Bahkan saat ini, sudah ada sapeq yang memiliki tujuh senar, bergantung kebutuhan pemain. Sapeq yang sudah berkembang ini disebut sapeq ngenyah.

 Kalau berbicara soal asal-usulnya, ternyata belum ada bukti pasti tentang kapan dan bagaimana sapeq bisa muncul. Hal itu pun diakui Fernando Yonatan, pegiat sapeq yang berasal dari Dayak Bahau. Meskipun begitu, ada berbagai cerita yang beredar di kalangan masyarakat. “Menurut kepercayaan kami, sapeq adalah alat musik lain serta kesenian kami berasal dari Apo Lagaan, yakni semacam kayangan. Di sana tempat hidup para dewa,” ungkapnya.

 Pada legenda lain yang dipaparkan oleh Abel Anyeq pelopor sapeq di Balikpapan, sapeq muncul dari tangan pemuda Dayak yang kesepian. “Suatu saat, ada seseorang yang duduk melamun. Dia ingin menciptakan sesuatu yang bisa menghibur. Maka terpikir olehnya untuk meniru suara hujan, pepohonan, beserta daun-daun yang bergesek tertiup angin. Dari situlah dia membuat sapeq dengan meniru alam,” beber pria yang sudah giat membuat sapeq sejak 22 tahun lalu.

 

Sapeq rupanya bisa mewakili identitas sang pemilik, lho. Sebab, tiap sapeq dari masing-masing suku Dayak memiliki ciri khas yang unik. Karena tiap suku punya motif ukiran, jenis pohon, dan jenis pahatan yang berbeda. Kebanyakan masyarakat Dayak sepakat, alat musik ini sudah ada sejak zaman nenek moyang, ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. Namun, mulai populernya pada zaman penjajahan Belanda.

 

Menurut Yonatan, fungsi sapeq dulu erat sekali dengan kebutuhan ritual. Seperti media upacara adat, penyembuhan masyarakat yang sakit, dan bahkan untuk menghidupkan yang sudah meninggal. Namun, ketika beranjak ke era globalisasi, digunakan sebagai alat musik pengiring tari dan penyambut tamu. FYI, menurut Rika, peneliti budaya Dayak, tarian adalah falsafah semesta dan simbol syukur terhadap Tuhan. “Fungsi yang utama adalah untuk menghormati, serta rasa syukur mereka pada Jubata (Tuhan semesta alam),” jelasnya. Oleh sebab itu, banyak sekali tarian-tarian yang dimiliki masyarakat Dayak.

 Sejauh ini, eksistensi alat musik kebanggaan Benua Etam itu sudah jauh melebarkan sayap. Sebab, sudah banyak sanggar serta komunitas yang ikut melestarikan sapeq. Enggak lagi dimainkan oleh masyarakat tua, anak kecil hingga remaja pun sudah banyak yang bisa memainkannya. Bahkan, sudah banyak sekali lagu modern yang di-cover menggunakan sapeq. Bangga deh menjadi putra Kaltim! (*/fzn/*/ewy/k15)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 08:09

MEREKAM MASA TANPA KAMERA

SEBAGAI sesuatu yang dinamis, seni terus berkembang dan selalu bertransformasi menemukan bentuk-bentuk…

Kamis, 20 September 2018 08:04

Membangun Seni dari Balik Jeruji

SENI kerap hadir sebagai oase di tengah kehidupan dunia yang kering, gersang, dan penuh kerikil tajam.…

Rabu, 19 September 2018 07:40

Raih Ilmu di Sekolah Multikultur

BIASANYA, jadi beda bikin kamu rendah diri. Nggak jarang, sebagai bagian dari minoritas, kamu malu melakukan…

Rabu, 19 September 2018 07:32

Latihan 18 Jam Tiap Minggu Berbuah Manis di Caraka 2018

SEBAGAI anak muda, udah pasti kita harus aktif dan kreatif dengan apa pun. Bisa lewat fotografi, menyanyi,…

Rabu, 19 September 2018 07:31

Tambah Soft Skill dengan Ekstrakurikuler Menjahit

HAYO, ngaku deh siapa di antara kalian yang masih suka menjahit? Menjahit yang identik dengan kegiatan…

Selasa, 18 September 2018 07:18

Cara Cerdas Tangkal Hoax

NGGAK jauh beda dengan gebetan, berita akhir-akhir ini nggak jelas. Yap! Hoax berkeliaran di mana-mana.…

Selasa, 18 September 2018 07:13

Detektif Berbasis Mesin Pencari

HOAX Analyzer buatan tim Cimol emang telah diakui se-Asia Tenggara sebagai salah satu penemuan yang…

Selasa, 18 September 2018 07:12

React to Detect

AS we know, hoax benar-benar meresahkan masyarakat. Nggak heran beberapa orang meletakkan harapannya…

Selasa, 18 September 2018 07:10

Ciptakan Fragmen untuk Lestarikan Budaya

LESTARIKAN budaya lewat ekstrakurikuler menjajdi visi bagi SMPN 45 Surabaya untuk menumbuhkan sikap…

Senin, 17 September 2018 07:29

Utak-atik Hobi Robotik

BIKIN robot? Baru dengar sekilas aja, mungkin udah terdengar seperti kegiatan superserius yang cuma…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .