MANAGED BY:
RABU
19 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Minggu, 11 Maret 2018 08:25
Alat Musik Kayangan sejak Zaman Nenek Moyang

PROKAL.CO, Zet Rangers pasti sudah enggak asing dengan alat musik satu ini kan? Yups, alat musik tradisional dengan alunan suara khas yang indah milik suku Dayak ini dikenal dengan nama sapeq. Sebagian masyarakat Dayak pada daerah tertentu ada yang menyebut sapeq, sampeq, sape, atau sampe. Meskipun penyebutannya berbeda, alat musiknya tetap sama kok.

 Pada umumnya, sapeq ada dua jenis, yakni karaang dan ngenyah. Sapeq karaang disebut-sebut  sebagai yang paling awal muncul. Sapeq jenis ini hanya memiliki dua senar. Kemudian, dari tahun ke tahun, jumlah senarnya semakin bertambah. Bahkan saat ini, sudah ada sapeq yang memiliki tujuh senar, bergantung kebutuhan pemain. Sapeq yang sudah berkembang ini disebut sapeq ngenyah.

 Kalau berbicara soal asal-usulnya, ternyata belum ada bukti pasti tentang kapan dan bagaimana sapeq bisa muncul. Hal itu pun diakui Fernando Yonatan, pegiat sapeq yang berasal dari Dayak Bahau. Meskipun begitu, ada berbagai cerita yang beredar di kalangan masyarakat. “Menurut kepercayaan kami, sapeq adalah alat musik lain serta kesenian kami berasal dari Apo Lagaan, yakni semacam kayangan. Di sana tempat hidup para dewa,” ungkapnya.

 Pada legenda lain yang dipaparkan oleh Abel Anyeq pelopor sapeq di Balikpapan, sapeq muncul dari tangan pemuda Dayak yang kesepian. “Suatu saat, ada seseorang yang duduk melamun. Dia ingin menciptakan sesuatu yang bisa menghibur. Maka terpikir olehnya untuk meniru suara hujan, pepohonan, beserta daun-daun yang bergesek tertiup angin. Dari situlah dia membuat sapeq dengan meniru alam,” beber pria yang sudah giat membuat sapeq sejak 22 tahun lalu.

 

Sapeq rupanya bisa mewakili identitas sang pemilik, lho. Sebab, tiap sapeq dari masing-masing suku Dayak memiliki ciri khas yang unik. Karena tiap suku punya motif ukiran, jenis pohon, dan jenis pahatan yang berbeda. Kebanyakan masyarakat Dayak sepakat, alat musik ini sudah ada sejak zaman nenek moyang, ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. Namun, mulai populernya pada zaman penjajahan Belanda.

 

Menurut Yonatan, fungsi sapeq dulu erat sekali dengan kebutuhan ritual. Seperti media upacara adat, penyembuhan masyarakat yang sakit, dan bahkan untuk menghidupkan yang sudah meninggal. Namun, ketika beranjak ke era globalisasi, digunakan sebagai alat musik pengiring tari dan penyambut tamu. FYI, menurut Rika, peneliti budaya Dayak, tarian adalah falsafah semesta dan simbol syukur terhadap Tuhan. “Fungsi yang utama adalah untuk menghormati, serta rasa syukur mereka pada Jubata (Tuhan semesta alam),” jelasnya. Oleh sebab itu, banyak sekali tarian-tarian yang dimiliki masyarakat Dayak.

 Sejauh ini, eksistensi alat musik kebanggaan Benua Etam itu sudah jauh melebarkan sayap. Sebab, sudah banyak sanggar serta komunitas yang ikut melestarikan sapeq. Enggak lagi dimainkan oleh masyarakat tua, anak kecil hingga remaja pun sudah banyak yang bisa memainkannya. Bahkan, sudah banyak sekali lagu modern yang di-cover menggunakan sapeq. Bangga deh menjadi putra Kaltim! (*/fzn/*/ewy/k15)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 06:59

Cara Tepat biar Makin Hangat

LIBURAN bareng keluarga besar pasti butuh persiapan yang tepat dong.…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:54

Digoyang, Mang!

TREN  dalam bermusik semakin banyak. Di era kini, kamu bebas…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:50

Sesi Sharing Tantang Sixteenagers Berkreasi

YIPPEE! Zetizen kembali mengentak lewat acara Zetizen Youthnalism. Mengajak anak…

Kamis, 13 Desember 2018 07:19

Enak atau Bikin Zonk?

KREATIVITAS nggak hanya dituangkan dalam bentuk seni. Bahkan, makanan bisa…

Kamis, 13 Desember 2018 07:17

Thumbs-up or Thumbs-down

VIRAL di media sosial membuat tren weird food combination ini…

Kamis, 13 Desember 2018 07:16

Rekomendasi ala Zetizen

MASIH penasaran dan pengin nyoba bikin weird food combination sendiri?…

Rabu, 12 Desember 2018 07:42

RUTINITAS PADAT BIKIN PENAT

RUTINITAS itu-itu aja bikin semangat atau ’’api’’ kita menghilang. Alhasil,…

Rabu, 12 Desember 2018 07:39

Mengenal Burnout, si Nakal Penghilang Semangat

BANGUN pagi, sarapan, sekolah, istirahat makan bekal, pulang, lanjut les,…

Rabu, 12 Desember 2018 07:37

Ubah Plastik Jadi Bahan Bakar ala SMPN 44 Surabaya

HAYO, ngaku deh! Di antara kita pasti risih kalau melihat…

Selasa, 11 Desember 2018 06:57

Dear Human, Let Us Alive!

AKHIR-AKHIR ini, media sosial dipenuhi berita miris yang bakal bikin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .