MANAGED BY:
KAMIS
21 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Minggu, 11 Maret 2018 08:22
Kenali Anatominya!

PROKAL.CO, Siapa yang belum pernah melihat sapeq? Alat musik tradisional ini emang tengah naik daun. Bentuknya yang unik dan alunan suara yang khas jadi identitas yang paling melekat pada alat musik berbahan kayu itu. Yuk pahami anatominya!

 

Badan Sapeq

Material utama dari kayu utuh yang berkarakteristik ringan, empuk dan mudah dibentuk. Biasanya tiap jenis sapeq menggunakan jenis kayu yang berbeda pula, bergantung dari mana sapeq itu berasal. Contoh kayu yang digunakan adalah kayu pulai, kayu adau, dan kayu marwali.

 

Dimensi

Panjang 100-150 sentimeter

Tebal 10-14 sentimeter

Lebar 30-60 sentimeter

 

Senar

Zaman dahulu, senar pada sapeq tradisional menggunakan tali rem sepeda yang terdiri dari tiga hingga empat utas, tangga nada yang dihasilkan hanya dari do dan sol saja. Namun, inovasi pada sapeq terus dilakukan, bahkan saat ini sudah ada yang memiliki lebih dari enam senar dan menggunakan senar gitar. Masyarakat Dayak menyebut, senar dengan sebutan ting atau laba.

 

Fret

Fret pada sapeq disebut enden atau kiyep. Terbuat dari bahan rotan yang dipotong membentuk balok kecil kemudian direkatkan menggunakan lem. Perekatan fret pada sapeq zaman dahulu menggunakan lanyut, yakni sarang lebah hitam yang enggak menyengat.

 

Kepala Sapeq

Pada kepala sapeq, terdapat tuning peg yang berfungsi mengatur kekencangan senar. Masyarakat Dayak menyebutnya dengan sebutan ting atau laba. Kepala sapeq juga punya ukiran yang bermacam-macam. Pada sapeq jenis ini, ukirannya dinamakan asoq atau anjing. Anjing merupakan hewan yang dianggap teman manusia bagi masyarakat Dayak Bahau dan beberapa suku Dayak lainnya. (*/fzn/*/ewy/k15)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 07:12

Buat Karya Seni Dipahami

PAMERAN seni adalah ruang bagi seniman untuk mempertemukan karyanya dengan audiens. Namun, acap kali…

Rabu, 20 Juni 2018 07:10

Merintis dari Pameran Pribadi

BERNAMA lengkap Multaza Akbar Junaedi, remaja ini tertarik di bidang kuratorial sejak menginjak bangku…

Rabu, 20 Juni 2018 07:09

Haram bagi Kurator

EMANG sih, tafsir terhadap seni kontemporer cukup beragam dan bebas-bebas aja. Tapi, nggak lantas tidak…

Rabu, 20 Juni 2018 07:07

Gagas Kegiatan Seni di Kampus dengan Inovasi

YUK kenalan dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni dan Kreativitas dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis…

Rabu, 20 Juni 2018 06:54

Bantu Ringankan Beban Korban Kebakaran

Oleh: Sherlly Monalisa - SMA 10 Samarinda SEPERTI yang diketahui bersama, peristiwa kebakaran yang terjadi…

Rabu, 20 Juni 2018 06:50

Euforia Spesial Idulfitri

HAPPY Eid Mubarak! Rasanya senang sekali deh menikmati momen-momen kebahagiaan Idulfitri. Huf, tapi…

Rabu, 20 Juni 2018 06:45

Tetap Bugar meski Tidur Sebentar

KARENA kesibukan atau aktivitas yang padat, kadang kita harus mengorbankan jam tidur. Bila selalu kurang…

Selasa, 19 Juni 2018 06:44

Estafet Kata-Kata yang Menjadi Senjata

KATA-KATA yang bercecer pada puisi berjudul Bapak adalah serpihan kerinduan, kemarahan, kesedihan, serta…

Selasa, 19 Juni 2018 06:42

Metafora dari sang Pelukis

’’SEORANG puan bersimpuh, dengan daun-daun melilit di atas kepala, di bagian depan sampul…

Selasa, 19 Juni 2018 06:39

Siap Pulang dan Melanjutkan Proyek Lingkungan

TONGARIRO - Halo, guys! Nggak kerasa nih 15 Juni aku (Rully Prameisti Audhina) dan Ni Putu Wulan Romianingsih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .