MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Sabtu, 10 Maret 2018 11:49
BIKIN JENGKEL..!! Lagi-Lagi, Monyet Kembali Resahkan Petani

Mau Diburu, Khawatir Hukum

BELUM ADA SOLUSI: Tampak sejumlah monyet melintas di areal pertanian di Kilometer 25–28 Kampung Tembudan, Kecamatan Talisayan.

PROKAL.CO, BATU PUTIH – Menjelang masa panen, petani padi gunung Kampung Tembudan mulai waswas. Ini karena koloni monyet kembali menyerang areal lahan pertanian warga di Kilometer 25-26. Nah, mengantisipasi menurunnya produktivitas petani dan kekhawatiran gagal panen akibat serangan hewan itu, petani melakukan penjagaan intensif beberapa pekan terakhir hingga musim panen.

“Sudah beberapa minggu terakhir, saya bersama petani lainnya (kawasan Kilometer 25-28, Red) menginap di kebun. Jika tidak begitu, puluhan hektare lahan padi gunung sebelum panen akan rusak,” kata Kurdiah, warga setempat, Jumat (9/3).

Memang serangan monyet kian meresahkan petani. Biasanya, hewan berekor itu menyerang pada pagi dan sore hari secara bergerombolan. Saking banyaknya monyet itu, warga mengaku kesulitan melakukan pengusiran. Beberapa metode telah dilakukan, namun gagal. Salah satunya menggunakan anjing. “Saking banyaknya itu monyet, malah anjingnya yang dikejar oleh monyet,” akunya.

Suasana warga lainnya juga berkata senada. Berbagai macam cara telah dilakukan, namun belum ampuh mengatasi hama tersebut. Malah, kata dia, populasinya tiap tahun kian bertambah. Dia pernah berpikir untuk melakukan perburuan. Namun, hal itu bertentangan dengan hukum. Selain hewan yang dikategorikan dilindungi, penggunaan senjata api (senpi) rakitan jenis penabur dalam tiga tahun terakhir dilarang.

“Bingung saya mau lakukan apalagi. Di sisi lain, belum ada solusi yang diberikan pemerintah terkait. Apakah monyet lebih istimewa (dilindungi) daripada masyarakat. Apalagi, ini berbicara sumber ekonomi kami,” kesalnya. Dirinya mengharapkan pemerintah daerah maupun pihak terkait segera menuntaskan permasalahan hama monyet di Kampung Tembudan. (jun/iza/k11)


BACA JUGA

Jumat, 14 Desember 2018 10:50

Sisa ADD Dipertanyakan

PENAJAM–Puluhan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mendatangi kantor DPRD Kabupaten…

Jumat, 14 Desember 2018 10:49

Harga Eceran Tabung Melon Sulit Dikendalikan

TANA PASER–Tabung melon atau elpiji 3 kilogram (kg) yang merupakan…

Jumat, 14 Desember 2018 10:39

Keluhan Petani Sawit Belum Ada Solusi

SENDAWAR - Belum ada solusi dari pemerintah maupun asosiasi perkebunan…

Jumat, 14 Desember 2018 10:38

Mes Perusahaan Jadi Arang

TENGGARONG – Peristiwa kebakaran kembali melanda Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis…

Jumat, 14 Desember 2018 10:34

Hoax Terpa Kutim Usai Pelaksanaan Porprov Kaltim VI, Kata Wakil Bupati Tidak Benar Ada Boikot

SANGATTA–Kabupaten Kutai Timur yang berhasil menjadi tuan rumah sekaligus meraih…

Jumat, 14 Desember 2018 10:33

Satu Personel Polres Terindikasi Narkoba

BONTANG–Ratusan anggota Polres Bontang menjalani tes urine dadakan untuk memastikan…

Jumat, 14 Desember 2018 10:31

Masih Banyak OPD Belum Setor RKA

SANGATTA–Semua organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Jumat, 14 Desember 2018 10:31

Jadi Penyadap Karet Sambil Jualan Sabu

BONTANG–Bekerja sebagai penyadap karet, penghasilan yang didapatkannya menurut anggapan PR…

Jumat, 14 Desember 2018 10:30

Masih Ada ASN GunakanElpiji Melon

TANJUNG REDEB–Persoalan tingginya harga elpiji 3 kilogram (kg) di tengah…

Jumat, 14 Desember 2018 07:38

Harga Eceran Tabung Melon Sulit Dikendalikan

TANA PASER – Tabung melon atau elpiji 3 kilogram (kg)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .