MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Sabtu, 10 Maret 2018 11:49
BIKIN JENGKEL..!! Lagi-Lagi, Monyet Kembali Resahkan Petani

Mau Diburu, Khawatir Hukum

BELUM ADA SOLUSI: Tampak sejumlah monyet melintas di areal pertanian di Kilometer 25–28 Kampung Tembudan, Kecamatan Talisayan.

PROKAL.CO, BATU PUTIH – Menjelang masa panen, petani padi gunung Kampung Tembudan mulai waswas. Ini karena koloni monyet kembali menyerang areal lahan pertanian warga di Kilometer 25-26. Nah, mengantisipasi menurunnya produktivitas petani dan kekhawatiran gagal panen akibat serangan hewan itu, petani melakukan penjagaan intensif beberapa pekan terakhir hingga musim panen.

“Sudah beberapa minggu terakhir, saya bersama petani lainnya (kawasan Kilometer 25-28, Red) menginap di kebun. Jika tidak begitu, puluhan hektare lahan padi gunung sebelum panen akan rusak,” kata Kurdiah, warga setempat, Jumat (9/3).

Memang serangan monyet kian meresahkan petani. Biasanya, hewan berekor itu menyerang pada pagi dan sore hari secara bergerombolan. Saking banyaknya monyet itu, warga mengaku kesulitan melakukan pengusiran. Beberapa metode telah dilakukan, namun gagal. Salah satunya menggunakan anjing. “Saking banyaknya itu monyet, malah anjingnya yang dikejar oleh monyet,” akunya.

Suasana warga lainnya juga berkata senada. Berbagai macam cara telah dilakukan, namun belum ampuh mengatasi hama tersebut. Malah, kata dia, populasinya tiap tahun kian bertambah. Dia pernah berpikir untuk melakukan perburuan. Namun, hal itu bertentangan dengan hukum. Selain hewan yang dikategorikan dilindungi, penggunaan senjata api (senpi) rakitan jenis penabur dalam tiga tahun terakhir dilarang.

“Bingung saya mau lakukan apalagi. Di sisi lain, belum ada solusi yang diberikan pemerintah terkait. Apakah monyet lebih istimewa (dilindungi) daripada masyarakat. Apalagi, ini berbicara sumber ekonomi kami,” kesalnya. Dirinya mengharapkan pemerintah daerah maupun pihak terkait segera menuntaskan permasalahan hama monyet di Kampung Tembudan. (jun/iza/k11)


BACA JUGA

Rabu, 26 September 2018 11:22

Gaji Menunggak, Ribuan TK2D Unjuk Rasa

SANGATTA–Tak kunjung digaji, ribuan tenaga kerja kontrak daerah (TK2D) Pemkab Kutim berunjuk rasa,…

Selasa, 25 September 2018 11:26

Usul Pemekaran Desa Makin Ramai

PENAJAM - Guyuran dana dari pemerintah pusat untuk desa, membuat usulan pemekaran desa terus bertambah…

Selasa, 25 September 2018 11:25

Caleg Jangan Terlalu Bernafsu Kampanye

TANA PASER – Tiga hari setelah ditetapkan daftar caleg tetap (DCT) pada 20 September, masa kampanye…

Selasa, 25 September 2018 11:24

Sasar Guru TK dan Kelompok Bermain

Pada 31 Juli 2018, Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) genap 15 tahun. Sejumlah kegiatan digelar untuk…

Selasa, 25 September 2018 11:22

Honorer K2 Dapat Satu Formasi CPNS

TANJUNG REDEB - Jelang dibukanya pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018, Kabupaten Berau…

Selasa, 25 September 2018 11:21

Ancaman Karhutla Makin Serius

SANGATTA - Musim kemarau mulai menunjukkan mara bahaya di Kutai Timur (Kutim) dan sekitarnya. Kebakaran…

Selasa, 25 September 2018 11:20

Tugboat Bintang Setiawan 98 Diduga Lalai

TANJUNG REDEB – PT Pelindo IV menyebut tugboat Bintang Setiawan 98 tak menggunakan jasa pandu…

Selasa, 25 September 2018 11:19

Mahasiswa Tuntut Transparansi BME

BONTANG – Area lobi Balai Kota Bontang kemarin (24/9) siang lebih riuh. Belasan aktivis Himpunan…

Selasa, 25 September 2018 11:19

Sangatta Belum Punya Ikon Kota

SANGATTA – Kabupaten Kutai Timur (Kutim)hampir genap berusia 19 tahun. Namun, ternyata dianggap…

Selasa, 25 September 2018 11:18

Badak LNG Sertifikasi 40 Juru Las Migas

BONTANG – Sebagai upaya memberikan kesempatan kepada masyarakat Bontang, khususnya praktisi juru…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .