MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Sabtu, 10 Maret 2018 11:46
Nelayan Butuh 240 Ton Solar untuk Melaut

Pertamina Diminta Perhatikan Kebutuhan Masyarakat

BELUM MENCUKUPI: Nelayan di Biduk-Biduk masih kekurangan solar.

PROKAL.CO, BIDUK-BIDUK – Nelayan di Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, membutuhkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sebanyak 240 ton per bulan. “Untuk melaut, ya, diperlukan 240 ton solar per bulannya,” kata Camat Biduk-Biduk Syafri.

Dia mengatakan, 240 ton solar itu mencakup aktivitas melaut untuk enam perkampungan di Kecamatan terujung pesisir selatan Berau itu. Sayangnya, kuota yang ada di Agen Penjualan Minyak Solar (APMS) Biduk-Biduk hanya berkisar 60 ton solar per bulan. “Kalau 60 ton nelayan kawasan Labuan Kampung Biduk-Biduk saja tidak cukup. Karena kekurangan, nelayan terpaksa membeli eceran dengan harga yang lebih mahal,” tuturnya.

Kondisi ini telah disampaikan kepada Bupati Berau Muharram saat pelaksanaan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang), Senin (6/3) lalu. Dirinya meminta panduan kepada orang nomor satu di Bumi Batiwakkal itu agar kebutuhan solar nelayan bisa ditambah sesuai kebutuhan. “Semoga nanti ada solusi dari Bupati. Jika bisa dipenuhi, saya yakin aktivitas nelayan kami akan semakin menggeliat,” pintanya.

Sementara itu, anggota DPRD Berau Abdul Waris mengatakan, kekurangan BBM di Biduk-Biduk harus menjadi perhatian serius Pemkab Berau dan PT Pertamina (persero). Apalagi, nelayan di Kecamatan Biduk-Biduk sudah menggunakan kapal besar untuk aktivitas tangkap. “Harus ditambah sesuai kebutuhan nelayan,” ucapnya.

Dia mendesak Pertamina melakukan penambahan kuota BBM. Dia khawatir jika kuota tidak ditambah, bisa berimbas pada kelangkaan ikan. Apalagi, Berau juga menjadi daerah penyuplai ikan di beberapa daerah atau kota di Kaltim, seperti Kutai Timur, Samarinda, dan Balikpapan. “Jangan hanya industri yang dipenuhi. Tapi, kebutuhan masyarakat harus diperhatikan,” tuturnya. Sementara menunggu penambahan kuota, dia meminta agar pihak kecamatan mengatur distribusi BBM solar untuk nelayan secara merata. “Intinya, kuota sekarang dibagi rata dulu. Jadi, seluruh nelayan dapat beraktivitas,” pungkasnya. (jun/iza/k11)


BACA JUGA

Selasa, 22 Januari 2019 08:10

Kinerja Oke, Miliaran Rupiah Selamat

SENDAWAR - Kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Barat (Kubar), sangat…

Selasa, 22 Januari 2019 08:07

Pekerjaan Melambat, Termin II Tak Cair

TENGGARONG - Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disdik Kukar HM Marsandi…

Selasa, 22 Januari 2019 08:00

Ribuan Siswa Baru, Seragam Ditanggung Pemkab, Habiskan Duit Segini...

PENAJAM - Mulai tahun ajaran baru 2019/2020, orangtua siswa tak…

Senin, 21 Januari 2019 11:44

Pencuri Motor di Bawah Umur

TANA PASER – Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah…

Senin, 21 Januari 2019 11:32

“Data BPJS Kesehatan Enggak Benar”

PENAJAM – Ribuan data kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat…

Senin, 21 Januari 2019 11:20

Kontraktor Masih Resah

SANGATTA–Meskipun sudah mendapat janji manis berupa pelunasan utang paling lambat…

Senin, 21 Januari 2019 11:18

Tetap Gunakan Desain Sebelumnya

TANJUNG REDEB–Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau…

Senin, 21 Januari 2019 11:17

Caleg Tersangka, KPU Tunggu Putusan

TANJUNG REDEB–Seorang calon legislatif (caleg) Kabupaten Berau ditetapkan tersangka oleh…

Senin, 21 Januari 2019 08:22

Jembatan Tering 17 Tahun Mangkrak

SENDAWAR - Dua proyek jembatan menyeberangi Sungai Mahakam di wilayah…

Senin, 21 Januari 2019 08:21

Tumpuk Tanah, Izin Belakangan

TENGGARONG - Manajemen PT Gerbang Daya Mandiri (GDM) mengklaim belum…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*