MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 10 Maret 2018 08:12
20 Kamar Hotel Disegel Pemilik
MINTA KEADILAN: Kamar di Swiss-Belhotel Balikpapan yang disegel oleh pemiliknya kemarin.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN –  Tak terima dengan pembagian hasil keuntungan, owner kondominium hotel (kondotel) yang dikelola PT Hasta Kreasi Mandiri (HKM) menyegel kamar-kamar Swiss-Belhotel Balikpapan kemarin (9/3). Total ada 20 kamar yang disegel. Masing-masing unit dimiliki oleh seorang pemilik.

Penyegelan dilakukan lantaran pemilik kondotel hanya mendapat bagi hasil yang menurut mereka tak masuk akal. Setahun menunggu bagi hasil pada 2016, pemilik kondotel kecewa hanya diberi Rp 4 juta dari pengelola. Menurun tajam dibandingkan perolehan bagi hasil tahun 2014-2015 yang mencapai Rp 60-70 juta.

“Indekos di gang becek saja enggak mungkin dihargai Rp 4 juta setahun, lah, ya. Ini kondotel dengan lokasi yang sangat strategis,” ucap kuasa hukum 20 pemilik kondotel Cheppy Gumilang kemarin setelah penyegelan.

Cheppy menyebut, kepemilikan kondotel oleh kliennya bervariatif. Namun, banyak yang memulai pada 2011. Mereka membeli kondotel per unitnya dari harga Rp 800 juta hingga Rp 850 juta.

Kemudian diambil alih untuk dikelola PT HKM selama 10 tahun. Setelah itu akan menjadi hak milik owner. Dari perjanjian kerja sama, pada tahun pertama, owner akan mendapat bagi hasil 8 persen dari keuntungan pengelola. Kemudian, tahun kedua mendapat 10 persen. Sementara tahun berikutnya, persentase bagi hasil bergantung kesepakatan antara owner dan pengelola.

“Bagi hasil tahun 2016 baru disetor Februari lalu. Dan langsung ditolak klien kami. Mereka mengacu pada brosur yang dibagi pengelola saat mereka pertama kali membeli unit kamar,” katanya.

Setelah melalui berbagai pertemuan, pemilik tetap ngotot tak sepakat soal bagi hasil Rp 4 juta. Cheppy menegaskan, kliennya yang disebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia itu tetap tak akan membuka segelnya hingga pembayaran keuntungan dirasa adil dan rasional menurut mereka.

“Sudah koordinasi dengan kepolisian. Kami ambil alih unit-unit yang kami punya saja. Kami segel dan tempel stiker pemberitahuan agar tidak dijual sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Sampai masalah ini klir," tegasnya.

Sementara itu, kuasa hukum PT HKM Bayu Prasetyo mengatakan, pihaknya hingga kemarin masih melakukan koordinasi dengan kliennya. Dia menyayangkan tindakan owner karena bisa memperburuk citra Swiss-Belhotel. PT HKM sendiri memiliki 120 unit di dalamnya.

“Ini kan mengenai masalah muatan perjanjian yang seharusnya bisa diselesaikan dengan cara baik. Bagaimana tamu yang melintas di depan kamar yang disegel itu harusnya jadi perhatian. Ini menyangkut citra,” ungkap Bayu.

Selain persoalan citra, tak ada kerugian materiil yang diderita kliennya. Justru, menurutnya, kerugian tersebut berada di tangan owner. Karena unit kamar tak bisa dijual atau diisi selama disegel. Bakal berpengaruh pada keuntungan mereka. Ditanya soal uang Rp 4 juta, Bayu menyebut hal tersebut sudah melalui proses perhitungan oleh auditor keuangan. “Sejak 2014, terjadi perubahan manajemen. Perhitungan keuntungan untuk owner pun sudah melalui proses audit dan memang bisa dipertanggungjawabkan,” tuturnya.

Diwawancarai terpisah, General Manager Swiss-Belhotel Balikpapan Heri Prasetyo mengatakan, pihaknya sejatinya tidak terlibat dalam masalah ini. Pihaknya hanyalah operator hotel dalam pengelolaan. Namun, dia mengamini jika masalah ini sangat merugikan pihaknya dari sisi nama besar Swiss-Belhotel.

“Sudah pasti dampaknya adalah berkurangnya okupansi 20 kamar yang disegel itu,” ucapnya.

Swiss-Belhotel Balikpapan memiliki 230 unit kamar. Tarif menginap untuk kamar bervariasi. Berkisar antara Rp 450 ribu hingga Rp 800 ribu.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan Yulidar Gani mengatakan, persoalan Swiss-Belhotel ini cukup langka. Namun, diakuinya sejumlah hotel memang ada yang menerapkan sistem kondotel. Jadi, perjanjian kerja sama merupakan kewenangan antara owner dengan pengelola. Sementara PHRI hanya berafiliasi dengan operator hotelnya.

Menurutnya, jika memang ada konflik antara owner dengan pengelola, sebaiknya tak mengganggu pelayanan konsumen. Adapun penyelesaiannya bisa melalui jalur yang disepakati kedua belah pihak. Jika memang ada pelanggaran perjanjian, sifatnya wanprestasi. Artinya, bisa diselesaikan di meja hijau dengan gugatan perdata. “Tentu ini jadi perhatian kami. Karena ini baru saya temukan kasusnya. Akan jadi pertimbangan pembahasan kami dengan operator hotel,” ucap Yulidar. (*/rdh/rom/k11)


BACA JUGA

Jumat, 22 Juni 2018 13:00

PARAH WAL..!! Ratusan Pegawai Bolos Kerja

SAMARINDA - Cuti bersama Idulfitri sudah berakhir dua hari lalu. Mulai kemarin (21/6), para aparatur…

Kamis, 21 Juni 2018 23:00

Pemilih Tak Puas Picu Golput Tinggi

SAMARINDA – Sepekan jelang pencoblosan, potensi golongan putih (golput) di Pilgub Kaltim justru…

Kamis, 21 Juni 2018 14:00
Argentina vs Kroasia

Gempur Habis-habisan

NIZHNY NOVGOROD – Aib terbesar Argentina di ajang Piala Dunia setelah pergantian abad datang pada…

Kamis, 21 Juni 2018 11:00

ADA APA INI..?? Bupati Yusran Sindir Cabup

PENAJAM – Bahasan mengenai pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan pada Debat Kandidat Pasangan…

Kamis, 21 Juni 2018 08:43

INGAT..!! Perpanjang Libur Kena Sanksi

JAKARTA – Setelah libur panjang Lebaran sejak Sabtu (9/6), para aparatur sipil negara (ASN) diharuskan…

Kamis, 21 Juni 2018 08:42
Cerita Mahasiswa Kaltim di Balik Gelaran Piala Dunia di Rusia (1)

Jual Merchandise, Pecahan 100 Rubel Paling Laris

Piala Dunia 2018 membawa berkah tersendiri bagi mahasiswa Kaltim yang mengenyam pendidikan di Rusia.…

Rabu, 20 Juni 2018 13:00

Nasib Jembatan Tol Teluk Balikpapan Terancam

PENAJAM – Komitmen pasangan calon bupati dan wakil bupati Penajam Paser Utara (PPU) menuntaskan…

Rabu, 20 Juni 2018 12:36
Iran vs Spanyol

Percaya De Gea

KAZAN – Kiper Spanyol David de Gea membuat kesalahan besar pada debutnya di Piala Dunia 2018.…

Rabu, 20 Juni 2018 08:25
35.903 Orang Keluar lewat Semayang, Yang Balik Sebelum Pilkada Hanya 5.400-an

Cepat Pulang, demi Masa Depan Kaltim

SAMARINDA – Kekhawatiran angka golongan putih (golput) meninggi pada pemilihan kepala daerah (pilkada)…

Rabu, 20 Juni 2018 08:20
Pemkab Kukar Klaim Sudah Ajukan Izin Pemanfaatan Kawasan Tahura

Pusat Dituding Setengah Hati

TENGGARONG – Sejumlah objek yang beroperasi di atas Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto bakal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .