MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 10 Maret 2018 08:10
Awang Faroek Ngotot Minta Rizal Effendi Mundur, INI NIH KATA DITJEN OTDA ...

Plt Wali Kota, Ya, Wawali

Soni Sumarsono

PROKAL.CO, SAMARINDA –  Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak kukuh menyatakan calon wakil gubernur (cawagub) Rizal Effendi harus mengundurkan diri dari jabatan sebagai wali kota Balikpapan. Padahal, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim menyatakan kepala daerah yang akan maju pada pilkada yang masih dalam satu provinsi boleh hanya mengajukan cuti.

Kepada awak media kemarin (9/3), Faroek menyebut, hal tersebut juga dilakukan oleh Syaharie Jaang, calon gubernur (cagub) Kaltim nomor urut 2. "Begitu mendaftar, Pak Jaang membuat surat pernyataan kepada saya bahwa dia siap mundur dari wali kota Samarinda," ujarnya.

Kendati demikian, ditanya terkait status Jaang sekarang, Faroek menerangkan, status wali kota Samarinda dua periode itu cuti. "Karena itu sudah hak dia," terangnya. Faroek meneruskan, surat pernyataan siap mundur dari kepala daerah itu menjadi dasar bagi dia menyurati ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menunjuk penjabat sementara (Pjs) wali kota. "Untuk Samarinda saya tunjuk Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim Zairin Zain," ujarnya.

Penunjukan Zairin Zain tak lain karena sebelumnya Wawali Nusyirwan Ismail juga maju sebagai calon wakil gubernur. Sehingga terjadi kekosongan kepala daerah, baik wali kota maupun wakil.

Awang Faroek menyebut, Rizal juga mesti mengikuti mekanisme yang sama. "Karena enggak boleh ada kevakuman," ujarnya. Mengenai surat pernyataan pengunduran diri tersebut, Awang menyebut, sebaiknya diserahkan sekarang.

Diwartakan sebelumnya, dengan majunya Rizal ke bursa pemilihan orang nomor wahid Kaltim tersebut, tak serta-merta membuat wakilnya menjadi pelaksana tugas (Plt) wali kota. Faroek menegaskan, penunjukan Plt adalah wewenangnya. Gubernur Kaltim dua periode itu mengaku, mekanisme tersebut dia ketahui setelah melakukan komunikasi dengan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Otda Kemendagri).

Soal permohonan cuti Rizal, Faroek mengaku baru dia terima pada Kamis (8/3) malam. "Tapi, saya minta untuk ditelaah terlebih dahulu," kuncinya.

Sementara dari Jakarta, Dirjen Otda Kemendagri Soni Sumarsono menjawab dan meluruskan semua pendapat Faroek. Kepada INDOPOS, Jawa Pos Grup di Jakarta, Soemarsono mengatakan, tidak ada kewajiban bagi kepala daerah yang maju di pilkada untuk mundur, jika pencalonan masih di dalam wilayahnya.

“Kecuali wali kota Balikpapan mencalonkan diri di Jakarta, baru ada kewajiban mundur. Tapi, kalau calon gubernur di Kaltim, ya enggak perlu mundur. Balikpapan kan masih Kaltim. Cukup cuti di luar tanggungan negara,” tegas Soemarsono.

Begitu juga terhadap rencana Faroek yang akan menunjuk Plt wali kota Balikpapan yang bukan Wawali Rahmad Mas’ud, tidak dibenarkan. Karena Plt wali kota harus dipegang oleh wawali-nya.

“Kecuali wawali-nya tidak ada, baru ditunjuk pejabat lain. Tapi, sepanjang wawali-nya ada, sehat dan tidak mencalonkan, ya wawali-nya dulu yang jadi Plt, jangan pejabat lain,” tegas Soemarsono.

Apakah Gubernur tidak mengerti aturan? “Mungkin salah tangkap saja. Ada komunikasi dengan saya (soal Rizal Effendi), ketika saya dalam perjalanan Bandung-Jakarta,” tambah Soemarsono.

Senada dengan Soemarsono, pengamat hukum dari Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (FH Unmul) Herdiansyah Hamzah menuturkan, pernyataan Gubernur tersebut mesti diluruskan. Dia menjelaskan, tidak ada kewajiban mundur bagi kepala daerah ketika mencalonkan diri. Yang benar, selama masa kampanye, kepala daerah diharuskan cuti di luar tanggungan negara dan dilarang menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatannya.

“Ini secara eksplisit diatur dalam Pasal 70 Ayat 3 Undang-Undang 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Menjadi Undang-Undang,” jelasnya. Di situ disebutkan, cuti wali kota selama masa kampanye diberikan oleh gubernur atas nama menteri.

Diwawancarai terpisah, Komisioner KPU Kaltim Rudiansyah mengungkapkan, dari penyelenggara, melihat Rizal sebagai cawagub mesti mendapat cuti sebelum melakukan kampanye. “Nah, karena cuti belum keluar, pertanyaannya Rizal boleh kampanye atau tidak, beliau harus berkonsultasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim,” ujarnya.

Pasalnya, hal tersebut diatur dalam aturan lain. Selain itu, Rizal masuk kategori lex specialis. Mengapa demikian? Jangan dilupakan bahwa Rizal berbeda dengan calon lain yang ditetapkan sebelum masa kampanye. Sedangkan Rizal ditetapkan pada masa kampanye berlangsung. Calon lain memiliki waktu sekitar tiga hari sebelum masa kampanye setelah ditetapkan sebagai cagub maupun cawagub. (*/fch/esa/dwi/k11)

 


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 08:33

Dolar Naik, Jangka Panjang Kaltim Bisa Merugi

SAMARINDA – Kaltim jangan terlena. Kata yang paling pas disematkan untuk provinsi ini. Benua Etam…

Selasa, 25 September 2018 08:30

Hidup-Mati Lawan India

KUALA LUMPUR – Ambisi Timnas Indonesia U-16 mengamankan tiket ke fase selanjutnya di Piala AFC…

Selasa, 25 September 2018 08:26

Dewan Protes Duit Bansos Dipangkas

SAMARINDA – Perdebatan alot belanja hibah bantuan sosial (bansos) di APBD Perubahan (APBD-P) Kaltim…

Selasa, 25 September 2018 08:25

14 Bank Dibobol, Rp 14 T “Raib”

JAKARTA - Rp 14 triliun berhasil digondol PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (PT SNP) dari 14 bank BUMN…

Selasa, 25 September 2018 08:22

Bermalam di Memphis, Kota yang Lahirkan Rock ‘n Roll dan Elvis

Memphis adalah nama penting bagi industri musik dunia. Datanglah ke kota di pinggiran Sungai Mississippi…

Senin, 24 September 2018 09:38

Menjajal Megabus, Pesaing sang Legenda Greyhound

Dihubungkan jaringan jalan yang begitu panjang dari satu kota ke kota lain. Seluruh penjuru daratan…

Senin, 24 September 2018 09:23

Tak Ingin Bebani Warga, Minta Pemerintah Turunkan Harga

Dibanding daerah lain di Kaltim, Bontang dapat dikatakan lebih unggul dalam hal jaringan gas (jargas).…

Senin, 24 September 2018 09:20

Sudah Ditetapkan, Idris Geser Ferdian

PERLAHAN tapi pasti. Dukungan bagi Muhammad Idris sebagai kandidat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)…

Minggu, 23 September 2018 12:55

Tuntaskan Proyek Peninggalan Gubernur

SAMARINDA - Restuardy Daud akhirnya resmi dilantik sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim oleh Menteri…

Minggu, 23 September 2018 09:18

Modal Penting Menang Tandang

BANGKALAN – Kemenangan 2-1 berhasil diraih Borneo FC dalam lanjutan Liga 1 menantang Madura United…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .