MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 10 Maret 2018 07:58
Novia Fransisca, Mahasiswi Poltekba Peraih Gelar Putri Pariwisata Balikpapan 2018
Gencar Promosikan Mangrove dan Kegiatan Coin For Changes
Novia Fransisc

PROKAL.CO, Novia menyabet dua gelar sekaligus pada ajang pemilihan Duta Wisata Manuntung Balikpapan (DWMB) 2018. Perempuan berumur 20 tahun ini, menjadi Terfavorit dan Putri Pariwisata Balikpapan 2018. Mengemban dua gelar, dia ingin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mangrove serta kegiatan amal Coin for Changes.  

Nama lengkapnya Novia Fransisca. Berparas cantik. Wawasannya juga luas. Setiap ditanya, jawabannya lugas dan cerdas. Dia juga murah senyum.

Mahasiswi semester dua di Universitas Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) ini bercerita, dia pernah mencoba mengikuti DWMB pada 2016. Sayang, tahun itu dia gagal ketika memasuki seleksi 24 besar. Mencoba kembali peruntungan, namanya masuk dalam sesi malam grand final, Sabtu (3/3) lalu, di Gedung Kesenian Balikpapan.

Mahasiswi jurusan Keuangan Perbankan tersebut tak menyangka mendapatkan dua gelar sekaligus. Dalam penilaian DWMB juga dilakukan melalui voting di media sosial, Instagram. Dari likers tersebut dirinya mendapatkan 1.300 like sehingga menjadi terfavorit.

Sebagai Putri Pariwisata Balikpapan, putri pasangan Supramono dan Hastarita mengaku masih banyak hal yang mesti dipelajarinya. Dia sadar. Gelar yang didapatkan memerlukan tanggung jawab besar. Menjadi seorang Putri Pariwisata Balikpapan, secara pribadi Novia mesti mampu membuat orang lain merasa kagum dan nyaman saat datang ke Balikpapan.       

“Tidak hanya mengetahui persis lokasi, potensi tapi juga dibutuhkan aksi nyata dari setiap program pariwisata yang saya buat. Karena itulah, masih begitu banyak hal saya pelajari dalam dunia industri pariwisata ini,” ujarnya, saat bertemu awak media Kaltim Post

Ketika ditanya mengenai potensi pariwisata Balikpapan, dara kelahiran 7 November ini menilai, Kota Minyak dianugerahi sumber daya alam (SDA) yang potensial sebagai destinasi wisata.  Contoh kecil, dari lingkungan sekitar rumahnya yang terletak di Graha Indah ialah hutan mangrove.

Dia mengatakan, lima tahun belakangan promosi wisata mangrove kian gencar dilakukan. Berbanding terbalik dengan di masa-masa awal, hutan mangrove hanya dijadikan tempat memancing. Kini, hutan mangrove Graha Indah telah berubah menjadi tempat pelesiran dan pelestarian. Aset wisata andalan yang kerap dipilih para tamu luar kota maupun mancanegara ketika berkunjung ke Kaltim maupun Balikpapan. Menawarkan sarana ekowisata menarik, di mana pengunjung dapat melihat habitat asli bekantan di hutan mangrove.

“Dulu ketika saya masih kecil, mangrove di Graha Indah hanya di pandang sebelah mata. Tapi sekarang, kita bisa melihat bagaimana antusiasnya wisatawan ketika datang kemari. Meski hanya berkeliling dengan perahu. Kawasan tersebut memang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing,” ujar perempuan yang juga freelance model di sela-sela waktu luangnya.

Dia melanjutkan, keberadaan mangrove bukan hanya menjadi rumah bagi satwa seperti bekantan, tapi juga mendukung ekosistem di perairan dan mampu bekerja sebagai anti abrasi alami. “Mulai dari buah sampai akar mangrove bisa dimanfaatkan. Hanya saja tidak semua orang mengetahui itu sehingga tetap asal tebang. Mungkin saja karena sosialisasi memang belum menyebar secara menyeluruh, atau bisa jadi masyarakat itu yang tidak peduli,” tutur perempuan berzodiak scorpio ini.

Ketidakpedulian terhadap lingkungan, Novia mengibaratkan bak buah simalakama. Bencana bisa saja datang tiba-tiba, seperti banjir maupun tanah longsor terutama mereka yang tinggal di kawasan perairan. Bagi dia bencana tersebut merupakan dampak dari perbuatan manusia bukan alam. Sebab bila manusia mampu menghargai dan menjaga lingkungan bencana dapat saja dicegah.

“Saya sih berharap ada semacam spanduk besar berisikan sapta pesona di setiap permukiman atau di pinggir jalan raya agar membantu menyosialisasikan kepada masyarakat betapa pentingnya pariwisata bagi warga Balikpapan. Karena lingkungan kita merupakan bagian dari pariwisata itu sendiri,” bebernya.

Baru beberapa hari menjabat sebagai Putri Pariwisata Balikpapan, Novia ingin membentuk kegiatan baru bertajuk Coin for Changes. Dimana, setiap orang diajak beramal dengan mengumpulkan uang koin. Tujuannya ialah mengajak anak-anak jalanan maupun mereka yang kurang mampu mengunjungi tempat-tempat wisata di Balikpapan, serta mengedukasi mereka.

“Masih ada saudara-saudara kita yang belum pernah mengunjungi tempat wisata dikarenakan faktor ekonomi, lewat Coin for Changes inilah saya ingin membawa mereka melihat dan merasakan keindahan Balikpapan,” ujar. (*/lil/one/k18)

 


BACA JUGA

Sabtu, 12 Mei 2018 07:23

“Awalnya Getaran, lalu Suara Menggelegar, Kami Pun Langsung Lari”

Ketika Gunung Merapi mengalami letusan freatik kemarin (11/5), ratusan pendaki tengah memasak, mengopi,…

Sabtu, 12 Mei 2018 06:30

Jelang Ramadan, Penjualan Meningkat 300 Persen

Perabotan dari jati jepara masih menjadi idola masyarakat karena memiliki kualitas mumpuni. Sempat kehilangan…

Sabtu, 05 Mei 2018 11:36

Istri Lebih Enjoy dengan Sex Toys, Suami Pilih Cerai

Salah satu tujuan menikah adalah untuk menyalurkan hasrat biologis. Namun, bagaimana jadinya jika suami…

Sabtu, 05 Mei 2018 07:45

Inisialnya Ada di Pemandian Air Panas, Lokasi Jet Ski, sampai Makam

Di saat Mustofa Kamal Pasa tersandung kasus korupsi, belum ada rencana mengubah nama berbagai tempat…

Sabtu, 28 April 2018 06:22

Pariwisata Harusnya Sumbang Porsi Ekonomi Lebih Besar

Kendati punya surga bernama Derawan, Kakaban, Sangalaki, dan Maratua, nyatanya kontribusi sektor pariwisata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .