MANAGED BY:
SABTU
06 FEBRUARI
HOME | UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 28 September 2013 10:15
3,7 Juta Guru Mogok Mengajar

Pada 5 Oktober, Prihatin Kinerja Pemerintah, Ganti dengan Doa Bersama

JAKARTA - Beberapa waktu lalu masyarakat dihebohkan dengan produsen tempe dan tahu yang mogok besar-besaran karena memprotes kinerja pemerintah. Sabtu pekan depan (5/10) giliran guru-guru se-Indonesia menggelar aksi mogok mengajar. Mereka mengganti aktivitas mendidik dengan doa bersama.

Aksi mogok mengajar ini hasil rapat akbar Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI). Mereka memilih menggelar aksi pada 5 Oktober karena bertepatan dengan Hari Guru Internasional. Ketua Umum PB PGRI Sulistyo menuturkan, aksi mogok mengajar ini dilakukan lingkungan guru PGRI mulai tingkat sekolah, ranting (kecamatan), kabupaten, provinsi, hingga pusat.

“Jumlah pasti guru di Indonesia sampai sekarang tidak jelas. Estimasi kami guru-guru yang akan berdoa bersama dan tidak mengajar mencapai 3,7 juta orang,” katanya. Surat pemberitahuan aksi massal ini sudah dikirim mulai ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Mendikbud Mohammad Nuh, hingga Kapolri Timur Pradopo. Sulistyo mengatakan mereka tidak perlu menunggu izin kepolisian karena aksi yang mereka lakukan adalah aksi damai.

Dia menjelaskan di tingkat sekolah aksi doa bersama dilakukan seluruh guru. Meskipun anjurannya hanya sepuluh menit, Sulistyo mengatakan pada Sabtu itu juga pembelajaran umumnya diliburkan. "Doa bersama ini tentu butuh persiapan pada jam-jam sebelumnya," kata dia.

Sabtu sekolah kan libur? Soal ini, Sulistyo mengatakan hanya terjadi di Jakarta dan kota-kota besar. Tetapi di daerah-daerah pembelajaran reguler tetap berlangsung mulai Senin hingga Sabtu.

Sulistyo mengatakan aksi mogok mengajar nasional  ini dilakukan untuk mengkritik implementasi kebijakan pemerintah terkait urusan guru yang semakin buruk. Mulai urusan sertifikasi, pemerataan distribusi pendidik, tunjangan sertifikasi, penyetaraan hak guru swasta seperti PNS, pengangkatan guru honorer, dan lainnya.

Soal pemenuhan kekurangan guru, Sulistyo mengatakan saat ini jenjang SD kekurangan sekitar 440 ribu guru. Karena tidak dipenuhi pemerintah, jumlah guru swasta atau non-PNS membludak. Sedangkan di SMP kekurangan 150 ribu guru BK (Bimbingan Konseling). Kekurangan juga terjadi di SMK untuk guru produktif.

Sementara untuk urusan sertifikasi guru, Sulistyo mengamati setiap tahun semakin buruk. Dia mengatakan saat ini sejatinya masuk pencairan tunjangan sertifikasi guru triwulan ketiga.

“Tetapi untuk triwulan kedua saja masih banyak yang belum dicairkan," tandasnya.

Sulistyo mengatakan aksi mogok massal ini akan disusul dengan audiensi kepada sejumlah menteri. Mulai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama, Menteri Keuangan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

“Dengan doa jutaan guru, PGRI berharap bisa menggetarkan arsy malaikat," kata dia. Melalui aksi massal ini juga, Sulisyto berharap pemerintah bisa meningkatkan kinerjanya.

Di sisi lain, Kemendikbud meminta PGRI mengkaji ulang rencana mogok tersebut. Sebab, hal itu mengganggu hak-hak siswa memperoleh pembelajaran. Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemendikbud Ibnu Hamad mengatakan, jika aksi mogok itu benar-benar dilaksanakan, maka ada jutaan siswa yang menjadi korban.

Kemendikbud tidak memiliki garis komando langsung ke guru-guru di daerah. Sejak era otonomi, garis komando kepegawaian guru ada pada Dinas Pendidikan kabupaten dan kota. Karena itu, dia tidak bisa bicara terkait dengan kemungkinan sanksi bagi guru yang mogok.

“Sanksi itu bukan kewenangan Kemendikbud," katanya. (wan/ra/ca/jpnn/che/k1)
 

BACA JUGA
Sabtu, 06 Februari 2016 12:36

Soal Gratifikasi Trans Studio, “Kenapa Gubernur Tak Langsung Lapor ke Polda? Kok Malah Koar-Koar di Media..."

  SAMARINDA- Keseriusan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak melaporkan anggota DPRD Kaltim yang…

Sabtu, 06 Februari 2016 03:12

Nah Ketahuan..!! Wakil Rakyat Minta Fulus, Duit Pelicin Trans Studio Rp 10 M

SAMARINDA-Tensi tinggi Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dengan DPRD Kaltim tak terbendung dalam kasus…

Sabtu, 06 Februari 2016 03:06
Liga Primer Inggris

Man City vs Leicester, Awas Kuda Hitam Berlari Sendiri

MANCHESTER – Leicester City masih terus berlari. Sampai dengan pekan ke-24, belum ada yang mampu…

Sabtu, 06 Februari 2016 02:58

Yusril Luncurkan Tujuh Buku saat Ultah

JAKARTA - Ada yang menarik dari peringatan ulang tahun Yusril Ihza Mahendra di Hotel Bidakara, Jakarta,…

Sabtu, 06 Februari 2016 02:54

Rem PHK Sektor Migas, Pangkas Gaji Bosnya

SAMARINDA - Ancang-ancang pemutusan hubungan kerja (PHK) dari perusahaan sektor minyak dan gas bumi…

Sabtu, 06 Februari 2016 02:49

Goda Gadis di Negara Ini, Lidah Anda Bisa Dipotong

JANGAN coba-coba menggoda gadis cantik dengan perkataan, "Hai, cewek godain kita dong" di Yordania.…

Jumat, 05 Februari 2016 10:44

Polda Dalami Dugaan Gratifikasi Kasus Trans Studio, DPRD Siap-Siap

SAMARINDA - Rencana berdirinya Trans Studio di Samarinda kian rumit. Diperkeruh pernyataan “perang”…

Jumat, 05 Februari 2016 10:39

Tragedi Kopi Sianida, Saksi Kunci Pelupa

JAKARTA - Hani, teman Wayan Mirna Salihin yang ikut dalam Kafe Olivier, kembali diperiksa penyidik Direktorat…

Jumat, 05 Februari 2016 10:36

6.638 Pencari Kerja Lokal Bidik Proyek Kilang, Masih Ada Peluang Nih...

PENGEMBANGAN kapasitas produksi kilang Pertamina Unit Pengolahan (UP) V Balikpapan yang diminta Gubernur…

Jumat, 05 Februari 2016 10:30

SKK Migas Siap Rem Gerbong PHK di Chevron

BALIKPAPAN - Rencana Chevron melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai dampak anjloknya harga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2015 Kaltim Post Group. All Right Reserved.