MANAGED BY:
SABTU
28 MEI
HOME | UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 28 September 2013 10:15
3,7 Juta Guru Mogok Mengajar

Pada 5 Oktober, Prihatin Kinerja Pemerintah, Ganti dengan Doa Bersama

JAKARTA - Beberapa waktu lalu masyarakat dihebohkan dengan produsen tempe dan tahu yang mogok besar-besaran karena memprotes kinerja pemerintah. Sabtu pekan depan (5/10) giliran guru-guru se-Indonesia menggelar aksi mogok mengajar. Mereka mengganti aktivitas mendidik dengan doa bersama.

Aksi mogok mengajar ini hasil rapat akbar Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI). Mereka memilih menggelar aksi pada 5 Oktober karena bertepatan dengan Hari Guru Internasional. Ketua Umum PB PGRI Sulistyo menuturkan, aksi mogok mengajar ini dilakukan lingkungan guru PGRI mulai tingkat sekolah, ranting (kecamatan), kabupaten, provinsi, hingga pusat.

“Jumlah pasti guru di Indonesia sampai sekarang tidak jelas. Estimasi kami guru-guru yang akan berdoa bersama dan tidak mengajar mencapai 3,7 juta orang,” katanya. Surat pemberitahuan aksi massal ini sudah dikirim mulai ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Mendikbud Mohammad Nuh, hingga Kapolri Timur Pradopo. Sulistyo mengatakan mereka tidak perlu menunggu izin kepolisian karena aksi yang mereka lakukan adalah aksi damai.

Dia menjelaskan di tingkat sekolah aksi doa bersama dilakukan seluruh guru. Meskipun anjurannya hanya sepuluh menit, Sulistyo mengatakan pada Sabtu itu juga pembelajaran umumnya diliburkan. "Doa bersama ini tentu butuh persiapan pada jam-jam sebelumnya," kata dia.

Sabtu sekolah kan libur? Soal ini, Sulistyo mengatakan hanya terjadi di Jakarta dan kota-kota besar. Tetapi di daerah-daerah pembelajaran reguler tetap berlangsung mulai Senin hingga Sabtu.

Sulistyo mengatakan aksi mogok mengajar nasional  ini dilakukan untuk mengkritik implementasi kebijakan pemerintah terkait urusan guru yang semakin buruk. Mulai urusan sertifikasi, pemerataan distribusi pendidik, tunjangan sertifikasi, penyetaraan hak guru swasta seperti PNS, pengangkatan guru honorer, dan lainnya.

Soal pemenuhan kekurangan guru, Sulistyo mengatakan saat ini jenjang SD kekurangan sekitar 440 ribu guru. Karena tidak dipenuhi pemerintah, jumlah guru swasta atau non-PNS membludak. Sedangkan di SMP kekurangan 150 ribu guru BK (Bimbingan Konseling). Kekurangan juga terjadi di SMK untuk guru produktif.

Sementara untuk urusan sertifikasi guru, Sulistyo mengamati setiap tahun semakin buruk. Dia mengatakan saat ini sejatinya masuk pencairan tunjangan sertifikasi guru triwulan ketiga.

“Tetapi untuk triwulan kedua saja masih banyak yang belum dicairkan," tandasnya.

Sulistyo mengatakan aksi mogok massal ini akan disusul dengan audiensi kepada sejumlah menteri. Mulai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama, Menteri Keuangan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

“Dengan doa jutaan guru, PGRI berharap bisa menggetarkan arsy malaikat," kata dia. Melalui aksi massal ini juga, Sulisyto berharap pemerintah bisa meningkatkan kinerjanya.

Di sisi lain, Kemendikbud meminta PGRI mengkaji ulang rencana mogok tersebut. Sebab, hal itu mengganggu hak-hak siswa memperoleh pembelajaran. Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemendikbud Ibnu Hamad mengatakan, jika aksi mogok itu benar-benar dilaksanakan, maka ada jutaan siswa yang menjadi korban.

Kemendikbud tidak memiliki garis komando langsung ke guru-guru di daerah. Sejak era otonomi, garis komando kepegawaian guru ada pada Dinas Pendidikan kabupaten dan kota. Karena itu, dia tidak bisa bicara terkait dengan kemungkinan sanksi bagi guru yang mogok.

“Sanksi itu bukan kewenangan Kemendikbud," katanya. (wan/ra/ca/jpnn/che/k1)
 

BACA JUGA
Jumat, 27 Mei 2016 12:00

SADIS..!! IBU MACAM APA INI...? Anak Disiksa sampai Mata Buta dan Kuku Terkelupas

TENGGARONG - Sadis nian ibu yang satu ini.Sinta Naoli (28), namanya. Tinggaldi RT 16, Kelurahan Senipah,…

Jumat, 27 Mei 2016 12:00

Jalan Rusak, Disindir Bupati, Kuping Gubernur "Memerah", Ini Kata Awang Faroek

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak tak mau disalahkan atas rusaknya jalan di Kecamatan Petung,…

Jumat, 27 Mei 2016 11:09

Parah, Tak Ada Solusi..!! Tanjakan Jalan MT Haryono Makan Korban Lagi

TANJAKAN di Jalan MT Haryono, Balikpapan, terus memakan korban. Kali ini sebuah truk molen hancur. Kejadiannya…

Jumat, 27 Mei 2016 11:03

Semaraknya Champions Festival, Pembuka Pesta di Kota Milan

Pesta dimulai. Kemeriahan final Liga Champions 2016 resmi dibuka kemarin. Ditandai dengan dirilisnya…

Jumat, 27 Mei 2016 08:10

Sofyan Masuk DPP Golkar, Bagaimana dengan Mahyudin?

BALIKPAPAN - Dokumen berisi susunan pengurus Partai Golkar bocor ke publik. Kertas yang beredar memuat…

Jumat, 27 Mei 2016 07:54

Di India, Ada Tombol Anticabul

SEPERTI Indonesia beberapa waktu terakhir, kasus pencabulan juga mengkhawatirkan publik India. Bahkan…

Kamis, 26 Mei 2016 11:11

Kapolresta Beber Kolam Maut, Lima Kasus Masih Menggantung

SAMARINDA - Lima kasus kolam maut masih berjalan di Polresta Samarinda. Sejumlah berkas pun kembali…

Kamis, 26 Mei 2016 11:09

ADUH..!! Harga Buku Pelajaran Siap-Siap Naik

PARA orangtua bersiap merogoh kocek lebih dalam menghadapi tahun ajaran baru. Kementerian Pendidikan…

Kamis, 26 Mei 2016 11:09

Bima dan Meiga, Mengejar Ilmu Kereta hingga ke Rusia

Tuntutlah ilmu hingga ke Rusia. Khususnya ilmu tentang perkeretaapian. Ini yang lagi tren di Kaltim.…

Kamis, 26 Mei 2016 10:03

Ternyata...Ada Konspirasi Nakal Distributor Gula

BALIKPAPAN - Pemerintah tak ingin ambil risiko menghadapi harga gula pasir yang trennya terus naik.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia. All Right Reserved.