MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Jumat, 09 Maret 2018 08:33
Bagus untuk Rambut dan Kulit
-Ilustrasi.

PROKAL.CO, MENYANTAP kepiting memang lezat. Sama dengan panganan lainnya yang berasal dari laut, kepiting kaya protein hewani. Lebih tinggi ketimbang udang dan rajungan. Namun, jangan terbuai kelezatan. Nutrisionis dari RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, Saraheni, menyarankan untuk tidak menyantap kepiting terlalu banyak.

Dia menjelaskan, protein merupakan zat gizi makro untuk pertumbuhan sel tubuh. Mulai kolagen hingga darah. “Kalsium dalam kepiting juga bagus untuk rambut dan kulit. Kepiting termasuk hewan yang memiliki asam amino lengkap,” ujarnya.

Dia melanjutkan, kepiting atau jenis seafood lainnya memang biasa dihidangkan pada saat momen khusus. Sebab, sajian makanan itu bisa dibilang istimewa.

Pada saat Imlek, kata dia, kepiting memang banyak disuguhkan. Sarah menyebut, hal tersebut mungkin bagian dari kepercayaan. “Mungkin karena warnanya merah, sehingga dipercaya mendatangkan rezeki. Tapi, sebaiknya simak dulu kandungan gizi kepiting,” kata Sarah.

Kepiting juga kaya lemak. Mulai asam lemak jenuh, lemak tak jenuh, trigliserida, hingga kolesterol. Menurut Sarah, asam lemak jenuh dan kolesterol paling banyak terkandung pada kepiting. Bila dikonsumsi dalam jumlah besar, keduanya bisa memicu penyakit degeneratif seperti jantung.

Dia mengatakan, dalam 100 gram kepiting mengandung sedikitnya 16 gram asam lemak jenuh. Sementara kandungan kolesterolnya mencapai 78 miligram. “Bila dibandingkan dengan lobster, kepiting jauh lebih rendah. Per 100 gram, lobster mengandung 95 miligram kolesterol. Kemudian, udang sebanyak 152 miligram. Telur paling tinggi, yakni 210 miligram per 100 gram,” terang Sarah.

Sarah menyebut, kepiting tak selamanya jahat. Sebab, kandungan asam lemak tak jenuh di dalamnya bisa menjadi penyeimbang. Di dalam kepiting juga terdapat omega 3, AHA, DHA, dan vitamin. Zat gizi mikro seperti zinc, kalium, tembaga, dan lain-lain juga terdapat di tubuh kepiting. Berbicara soal kepiting bertelur, jelas Sarah, nilai gizinya pun berlipat ganda.

“Rasa kepiting dan telurnya memang enak. Bila diolah terasa creamy. Tapi, waspada, kolesterol dan asam lemak jenuh juga semakin tinggi,” kata dia menyalakan rambu waspada.

Dia mengatakan, normalnya seseorang diperbolehkan menyantap kepiting tak lebih dari 100 gram per hari. Bila terlalu banyak, disarankan mengimbangi dengan menyantap sayur untuk mendapatkan serat.

“Hindari pula bahan makanan lain yang mengandung kolesterol. Misal, sudah makan kepiting, jangan lagi makan udang. Cukup,” kata dia.

Untuk penderita penyakit degeneratif seperti jantung hingga gangguan hati, tidak dianjurkan untuk mengonsumsi kepiting. Penderita penyakit hati dengan gangguan empedu, misalnya, sama sekali tidak diperbolehkan untuk menyantap kepiting atau makanan berlemak lain.

“Sebab, kandungan kolesterol tidak bisa diolah dengan baik oleh tubuh. Jadi, akan terus menumpuk dalam darah. Hal itu memicu penyakit jantung koroner dan lain-lain,” jelasnya. (tim kp)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 10:12

Literasi Keuangan (Jangan) Disepelekan

Literasi keuangan belum menunjukkan angka ideal. Realita yang rawan disalahgunakan oknum jahat, yang…

Kamis, 20 September 2018 09:53

Literasi Minim, Wanprestasi Menghantui

SEMENTARA tingkat penggunaan produk keuangan publik Kaltim mencapai 74,9 persen, level pemahaman terhadap…

Senin, 17 September 2018 09:18

Buku (Bukan Lagi) Jendela Ilmu

Dahulu buku jendela dunia. Namun, perlahan-lahan sang primadona mulai hilang pamor. Era digital disebut-sebut…

Senin, 17 September 2018 09:14

Ideal Baca 6 Jam Sehari

DUA pekan lalu menjadi hari penting bagi pecinta buku. Sebab 8 September ditetapkan sebagai hari literasi…

Senin, 17 September 2018 09:06

Koleksi Perpustakaan Daerah Belum Lengkap

BERBAGAI cara dilakukan untuk berkontribusi menambah literasi dari masyarakat lokal. Sejarawan lokal…

Senin, 17 September 2018 09:04

Menanti Inovasi Tenaga Pendidik

MEMBANGUN budaya literasi memang tak mudah. Tapi harus dilakukan serius, setahap demi setahap hingga…

Senin, 17 September 2018 09:01

Cerita Unta Bawa Kitab untuk Motivasi Membaca

TIDAK ada usaha yang mengkhianati hasil. Itulah yang menggambarkan sosok Rudini. Pria kelahiran Lampung,…

Senin, 17 September 2018 08:59

Menyentuh Angkasa dengan Buku

Oleh: Raden Roro Mira(Wartawan Kaltim Post (Juara 3 Duta Baca Kaltim 2018–2020) BENDA apa yang…

Jumat, 14 September 2018 08:48

Bergantung Anggaran yang Tak Tentu

PARIWISATA Samarinda kalah banyak dan kalah tenar ketimbang pertumbuhan perhotelan atau hiburan lainnya.…

Jumat, 14 September 2018 08:46

Pandangan Geologi dalam Potensi Wisata Alam Samarinda

OLEH: FAJAR ALAM(Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Pengurus Daerah Kalimantan Timur) BUMI, sebagaimana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .