MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Jumat, 09 Maret 2018 08:30
Tawau Mengendalikan Kita

PROKAL.CO, Tingginya permintaan kepiting bertelur di Malaysia dan Tiongkok jadi buah simalakama. Petambak terpaksa kucing-kucingan karena pemerintah melarang ekspor. Hukum dilawan demi rupiah tebal. Berikut perbincangan Kaltim Post dengan kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Balikpapan Sab Lestiawan, Selasa (6/3), di kantornya.

 

Penjualan ilegal kepiting bertelur tujuan Malaysia terus terjadi…

Begini, penjualan ke Tarakan, Balikpapan, Banjarmasin, muaranya adalah Tawau, Malaysia. Pengusaha di sana (Tawau) berani kasih harga tinggi dan keuangan yang mudah. Itulah kenapa kita sekarang berkali-kali menangkap, dan masih ada. Pelaku adalah orang-orang baru. Mereka tertarik, mereka tidak akan berhenti. Peminjaman uang dipermudah, kalau ada masalah mereka bantu.

 

Temuan Anda di lapangan?

Saya sudah sampai Tawau. Melakukan sosialisasi terkait masalah ini. Memang berat, pemerintah sana (Malaysia) mendukung. Kemudian, para pemain adalah pelaksana, police marine juga ikut mendukung. Jadi, kalau ada speedboat yang membawa dari Tarakan, kita kejar dan sampai perairan Ambalat, police marine Malaysia sudah mengatur, itu asal mulanya. Pelaku yang kita tangkap kemarin adalah orang baru. Yang lain pada kapok.

 

Berapa jumlah ekspor kepiting dari Tarakan menuju Tawau?

Dalam sehari, melalui jalur resminya itu 6–7 ton. Kalau yang ilegal saya tidak tahu, karena tidak punya datanya.

 

Mengapa Tawau begitu vital dalam mengendalikan ekspor ilegal kepiting bertelur dari Indonesia?

Memang, ketika ditelusuri, kita kalah dari Tawau. Tawau mengendalikan kita. Kita tidak bisa mengendalikan mereka. Yang mereka kendalikan, pertama soal harga. Mereka yang mengatur. Kalau mereka perlu, kita tergiur. Di sini (Kalimantan) kepiting harganya Rp 70–100 ribu per kilogram. Di Malaysia bisa Rp 240–300 ribu. Di sini, kepiting bertelur murah. Sementara di Tawau dicari, sehingga mahal. Itulah mengapa Tawau sekarang bisa mengekspor kepiting 15–16 ton sehari.

 

Apakah otoritas Malaysia terlibat dalam kasus ini?

Jalur resmi sengaja mereka matikan. Karena konsumsi kepiting bertelur di Tiongkok sangat tinggi. Dan Malaysia memanfaatkannya dengan mengumpulkan kepiting dari Indonesia.

 

Jadi, Pemerintah Malaysia tahu jika Indonesia mengatur ekspor kepiting bertelur?

Tahu, sangat tahu mereka. Tapi, mereka tidak ingin melewatkan keuntungan di depan mata. Itulah mereka bisa mengekspor sampai 16 ton dalam sehari.

 

Jalur ilegal perdagangan kepiting bertelur hingga Malaysia lewat mana saja?

Dari Samarinda atau Balikpapan menuju Bontang, Sangatta, Berau, Tanjung Selor, lalu Tarakan. Diangkut melalui jalur darat. Pakai mobil. Setiba di Tarakan, kepiting direkondisi. Maksudnya, dibasahi sehingga tidak mati. Ada juga kepiting yang di dalam boks itu diberi lapisan daun pisang sehingga lembap.

 

Di Tarakan melalui pelabuhan resmi?

Pakai speedboat. Ada pelabuhan rakyat. Memanfaatkan rumah-rumah di pinggir laut.

 

Apakah masyarakat sudah tahu jika ada aturan larangan ekspor kepiting bertelur setelah 5 Februari tiap tahunnya?

Sudah tahu. Mereka sudah tahu soal itu.

 

Upaya yang mesti dilakukan agar kepiting bertelur tidak terus dieksploitasi negara lain?

Jalur darat diperketat pengawasannya. Kita harus mengendalikan tata niaga dalam negeri. Kepiting ini barang mahal, sehingga harus menguntungkan kita. Masyarakat juga harus diedukasi agar mencintai sumber daya dalam negeri. (tim kp)


BACA JUGA

Kamis, 11 Oktober 2018 08:46

Kaltim Juga Rawan Gempa

Kaltim memang tak karib dengan gempa, namun bukan berarti Bumi Mulawarman tak pernah mengalami guncangan.…

Senin, 08 Oktober 2018 12:34

Mengharamkan Nikah Siri

Menghalalkan hubungan cinta yang terjalin adalah mimpi bagi banyak pasangan. Namun, tak sedikit yang…

Senin, 08 Oktober 2018 12:32

Banyak Mudaratnya ketimbang Enaknya

RINI dan Joni, bukan nama sebenarnya, sudah saling kelewat sayang. Namun, restu orangtua sang pria tak…

Senin, 08 Oktober 2018 12:31

Penghulu Dadakan Tergoda Bayaran

SECARA hukum, negara melarang pernikahan siri terhadap setiap warganya. Namun, praktiknya masih cukup…

Senin, 08 Oktober 2018 12:29

Nikah Siri, Perempuan dan Anak Jadi Korban

OLEH: SUWARDI SAGAMA(Pakar Hukum Perlindungan Anak/Dosen Hukum Tata Negara IAIN Samarinda) NIKAH siri…

Rabu, 03 Oktober 2018 09:26

Vegetarian= Jaga Tubuh, Jaga Bumi

Anda adalah apa yang Anda makan. Ungkapan itu menjadi tren seiring makin tingginya kepedulian gaya hidup…

Rabu, 03 Oktober 2018 09:21

Pedang Bermata Dua

MESKI diklaim membuat tubuh fit, fresh dan awet muda, menjalani hidup sebagai vegetarian lebih tak selamanya…

Rabu, 03 Oktober 2018 09:10

Tren Menanjak Minat Menjadi Vegetarian

HASRAT menjadi vegetarian bahkan vegan trennya menanjak. Termasuk Kaltim. Berikut wawancara dengan Koordinator…

Kamis, 27 September 2018 09:19

Memangkas Emisi, Menjaga Bumi

Perubahan iklim yang kian buruk tak muncul begitu saja. Hujan yang tak tentu hingga kemarau yang terbilang…

Kamis, 27 September 2018 09:12

Ekonomi Menggiurkan dari Alam

RATANA Lukanawarakul begitu seksama mendengar penjelasan Agus, pemuda Desa Muara Siran, Muara Kaman,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .