MANAGED BY:
SELASA
18 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 08 Maret 2018 10:12
Penyedot Debu Kembali Disorot
TIDAK EFEKTIF: Selain penyedot debu, alat penyedot lumpur yang dimiliki Pemkot Samarinda mulai jadi sorotan kalangan dewan.

PROKAL.CO, SAMARINDA –Masalah kebersihan di Kota Tepian kembali jadi sorotan. Masalahnya masih seputar sampah yang berserakan hingga jalan berdebu. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebenarnya memiliki mobil penyedot debu.

Namun, penggunaan mobil itu justru dianggap berisiko. Apalagi jika rutin dioperasikan. Pasalnya, sweeper atau sapu penyedot debu rentan rusak. Jika digunakan setiap hari, paling tiga pekan harus diganti dengan spare part baru. Untuk satu kali ganti Rp 30 juta.

DLH pun menyiasati dengan mengoperasikannya hanya di jalan tertentu. Seperti jalan-jalan protokol dengan permukaan rata.

Menurut anggota Komisi I DPRD Samarinda Adhigustiawarman, harusnya ketika membeli alat tersebut fungsinya dapat dimaksimalkan. “Diimbangi dengan biaya operasional dan perawatan. Jangan hanya beli, ke depannya tidak dipikirkan,” ujarnya.

Menurut dia, hal tersebut menjadi pekerjaan rumah baginya. Sebab, saat pembahasan APBD sudah jelas bahkan dalam item belanja sudah disampaikan keperluannya. “Tapi, anggaran kerap tidak disediakan. Padahal, untuk kegiatan penting,” ungkap dia.

Dia tidak ingin mobil seharga Rp 3 miliar tersebut cuma dapat dioperasikan beberapa tahun. “Alat itu diharapkan untuk mengatasi permasalahan kebersihan jangka panjang. Jangan sampai menjadi besi tua,” jelasnya.

Politikus Partai Golkar tersebut mengakui, memang hanya untuk jalan protokol, tapi untuk dioperasikan di jalan yang rata saja tidak mampu karena keterbatasan anggaran untuk memenuhi suku cadang dan operasionalnya.

“Ini memang kelemahan pemkot. Kalau tidak mampu, mending tak membeli. Ada hal yang tidak bisa diprediksi, harusnya disiapkan. Ini harus menjadi perhatian, jangan hanya semangat di awal,” kata dia.

Sekarang, tidak hanya penyedot debu. Watermaster juga akhirnya tidak lagi difungsikan. “Alat yang dibeli harus dioperasikan jangka panjang,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala DLH Nurrahmani mengatakan bahwa mobil tersebut tidak bisa dipaksakan beroperasi di jalan yang permukaannya tidak rata. “Bisa lebih cepat rusaknya (sweeper),” ujarnya. Sedangkan, dalam satu hari jika dioperasikan dari Kantor DLH di Jalan MT Haryono kemudian melintasi di Jalan Antasari, Jalan Yos Sudarso, Jalan Slamet Riyadi, hingga kembali lagi memerlukan 25 liter BBM (bahan bakar minyak) sekali jalan.

“Itu kalau dioperasikan. Apalagi kalau hujan dan kondisi jalan banyak lumpurnya tidak bisa. Tetap kami upayakan maksimal. Yang jelas, sekarang kami terus bekerja,” ujarnya. (*/dq/kri/k11)

 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 18 Desember 2018 12:56
Duka Kebakaran di Loa Bakung

Kebakaran Makan 7 Korban Jiwa, Ini Kata Wali Kota Samarinda

SAMARINDA - Kebakaran memakan 7 korban jiwa di Perumahan Korpri…

Selasa, 18 Desember 2018 12:35
Duka Kebakaran di Loa Bakung

SSB Putra LBK Kehilangan Rafli "Si Gelandang Pekerja Keras"

SAMARINDA - Korban tewas satu keluarga akibat kebakaran di Perumahan…

Selasa, 18 Desember 2018 10:45

Kuasa Hukum 5 Anggota DPRD Samarinda Balas Komentar Gubernur, Ini Kata Dia...

SAMARINDA- Kuasa hukum 5 anggota DPRD Samarinda Asran Siri dan…

Selasa, 18 Desember 2018 10:26

Kebakaran di Perum Korpri Loa Bakung, Tujuh Orang Jadi Korban

SAMARINDA - Kebakaran merenggut korban satu keluarga terjadi di Jl…

Selasa, 18 Desember 2018 08:57
BREAKING NEWS

INNALILLAHI....Sekeluarga Meninggal dalam Musibah Kebakaran di Loa Bakung

SAMARINDA- Akhir tahun 2018 menjadi duka mendalam bagi warga Samarinda.…

Selasa, 18 Desember 2018 08:50

Elite Politik Main Batu Bara

SAMARINDA – Sektor pertambangan batu bara telah menjadi komoditas politik…

Senin, 17 Desember 2018 10:07

Target Menurunkan Persentase Pengangguran Belum Tercapai

SAMARINDA - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kaltim menargetkan…

Senin, 17 Desember 2018 09:31

Pemprov Harus Tegas

SAMARINDA–Pemerintah wajib mengevaluasi kinerja kontraktor pembangunan Jembatan Mahkota IV alias…

Senin, 17 Desember 2018 06:00

KENAPA SIH..?? Lima Anggota DPRD Samarinda Itu Kukuh Ngga Mau di PAW

SAMARINDA – Pergantian antarwaktu (PAW) lima penghuni Basuki Rahmat, sebutan…

Minggu, 16 Desember 2018 22:15

Berawal dari Gugatan Konstituen yang Ngaku Ngga Rela karena Wakilnya Mengundurkan Diri

SAMARINDA – Kisruh pergantian antarwaktu (PAW) lima anggota DPRD Samarinda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .