MANAGED BY:
SELASA
18 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Kamis, 08 Maret 2018 08:51
Mantan Ketua Panwaslu Balikpapan Dipenjara
MASUK RUTAN: Jumiko (kemeja biru) resmi ditahan oleh Kejari Balikpapan dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Panwaslu periode 2014/2015.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Kejaksaan Negeri (Kejari) Balikpapan menahan tiga tersangka kasus dugaan penyelewengan dana hibah Panwaslu periode 2014/2015. Rabu (7/3), mantan Ketua Panwaslu Balikpapan Jumiko, mantan Bendahara Panwaslu Alfian Nur, dan mantan Kepala Sekretariat Panwaslu Muhammad Agung Sumarna resmi dipindahkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Balikpapan. Ketiganya ditahan usai dilakukan pemeriksaan kemarin sejak pukul 10.00 Wita hingga pukul 15.00 Wita.

"Untuk 20 hari ke depan. Dari 7 Maret sampai 26 Maret 2018. Untuk proses selanjutnya akan kami lakukan penuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Samarinda," terang Kepala Kejari Balikpapan Budi Utarto di aula Kejari Balikpapan usai penahanan ketiga tersangka.

Ditahannya ketiga tersangka oleh Kejari disebut menghindari tiga kemungkinan syarat subjektif. Berdasarkan Pasal 21 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), pertama, tersangka dikhawatirkan melarikan diri. Kemudian mengulangi perbuatannya. Terakhir tersangka ada kemungkinan menghilangkan barang bukti. Sementara syarat objektifnya, dalam pasal yang sama di ayat (4), karena tindak pidana yang dilakukan tersangka diancam hukuman penjara minimal lima tahun.

“Dan perlu saya tegaskan, tak pernah ada tersangka di Kejari Balikpapan yang tidak ditahan,” tegas Budi.
Secara teknis, Kasi Pidsus Kejari Rahmad Isnaini menjelaskan jika berkas perkara untuk persidangan telah dilengkapi. Setelah itu, akan diserahkan berkasnya untuk diteliti oleh jaksa yang telah ditunjuk Kejari. Dalam prosesnya lagi, Rahmad optimistis jika pelimpahan berkas kepada Pengadilan Tipikor dilakukan bulan ini juga.


"Tinggal dijilid. Kemudian diserahkan ke jaksa untuk dilakukan penelitian berkas perkara lalu diserahkan ke Pengadilan Tipikor," ungkap Rahmad.

Kejari masih tertutup soal peran ketiga tersangka dalam dugaan kasus korupsi ini. Namun disebut, para tersangka diduga terlibat manipulasi laporan pertanggungjawaban di akhir periode kepengurusan Panwaslu Balikpapan di 2015. Di mana dana hibah sebesar Rp 7 miliar, sebagian digunakan untuk keperluan pribadi.


"Bagaimana teknis (korupsi) itu belum bisa kami beber. Namun dari penyelidikan dan penyidikan kami digunakan untuk memenuhi fasilitas pribadi. Juga untuk men-service tamu-tamu Panwaslu di luar ketentuan," ungkapnya.


Selanjutnya, Kejari bekerja sama dengan tim intelejen untuk menelusuri aset ketiga tersangka. Jika ditemukan tidak tertutup kemungkinan akan dilakukan penyitaan. Pasalnya hingga kemarin, para tersangka tidak melakukan pengembalian dana yang diduga dikorupsi. "Masih kami telusuri," tegasnya.


Mengenai apakah akan ada penetapan tersangka lain, mengingat segala keputusan Panwaslu adalah kolektif kolegial, Kejari masih melakukan penyidikan. Namun dari hasil sementara, ketiga tersangka ini yang punya peran besar dalam kasus ini. "Yang lain ada (perannya). Namun kecil. Sementara para tersangka ini yang punya peran besar," lanjutnya.


Sementara itu, Jumiko yang ditemui usai pemeriksaan lebih memilih bungkam. Begitu pula dengan Penasihat Hukumnya, Dedi Setiawan yang tidak mengeluarkan komentar apapun pasca penahanan kliennya. Keduanya bergeming saat dicecar pertanyaan sejumlah media. Berjalan menuju mobil tahanan usai diperiksa, para tersangka kemudian tiba di rutan Balikpapan sekira pukul 15.15 Wita. Di depan pintu rutan pun Jumiko dan penasihat hukumnya kembali diam. Mereka langsung menghilang di balik pintu abu-abu rutan. (*/rdh/one/k18)

 


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 18:08

Tol Balikpapan-Samarinda Tak Kunjung Selesai, Wali Kota Ngaku Kerap Digunjingkan Orang Kalsel

BALIKPAPAN- Tol trans-Kalimantan hingga saat ini tak kunjung selesai. Tol…

Jumat, 14 Desember 2018 07:42

Pengusaha Diberi Waktu 2 Bulan

BALIKPAPAN - Tiga poin pelanggaran ditemukan pada kasus limbah di…

Kamis, 13 Desember 2018 09:00
Latihan Skala Besar PHM Menghadapi Situasi Darurat

SUDAH SIAP..!! Jika Ada Kebocoran Pipa, Ini yang Dilakukan PHM

BALIKPAPAN – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) selaku operator Wilayah…

Senin, 10 Desember 2018 07:57

Dinas PU Siapkan Desain Pagar

BALIKPAPAN – Sudah tiga nyawa melayang akibat terseret air bah…

Senin, 10 Desember 2018 07:40

Larangan Plastik di Tempat Umum Diterapkan Tahun Depan

BALIKPAPAN - Peraturan Daerah (Perda) terkait larangan penggunaan kantong plastik…

Minggu, 09 Desember 2018 07:18

Terus Berulang, Saran Buat Pagar

PROSES pencarian Amin, bocah delapan tahun yang hanyut di drainase,…

Minggu, 09 Desember 2018 07:13

LIPI Evaluasi Kebun Raya

BALIKPAPAN - Status Kebun Raya Balikpapan (KRB) masih menjadi kewenangan…

Minggu, 09 Desember 2018 07:10

Polda Antisipasi Potensi Penimbun BBM

BALIKPAPAN – Pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:49

Pemkot Dianggap Tak Punya Taji

BALIKPAPAN  –  Pemkot Balikpapan dianggap tak punya taji. Mengatasi masalah…

Jumat, 07 Desember 2018 07:57

Korban Jiwa Pembakaran Rumah Bertambah

BALIKPAPAN - Setelah bertahan hidup selama tiga hari, Garini (55),…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .