MANAGED BY:
MINGGU
24 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 08 Maret 2018 07:33
Pengusaha Masih Butuh Tarif Listrik Murah

Kadin Ingin Harga Batu Bara USD 75 Per Ton

-

PROKAL.CO, JAKARTA  -  Kamar Dagang dan Industri mendukung kebijakan pemerintah untuk tidak menaikan harga listrik dan BBM hingga 2019 mendatang. Dunia usaha, terutama industri, disebut masih membutuhkan harga-harga kebutuhan produksi yang rendah, salah satunya listrik.

Ketua Umum Kadin, Rosan Perkasa Roeslani menyebut, selama ini biaya listrik sangat berpengaruh terhadap total biaya tetap (fixed cost) industri. “Kalau industri mau tumbuh, harga dasar-dasarnya itu mustinya bagus. Gas dan listrik itu (harganya) harus di bawah, supaya fix cost-nya tidak tambah naik,” ucapnya di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (6/3).

Rosan pun mengapresiasi keputusan pemerintah untuk tak menaikkan harga BBM dan tarif listrik. Selain berdampak pada biaya listrik industri, hal tersebut juga berdampak pada daya beli masyarakat.

“Kami melihat begini, kebijakan itu harus beradaptasi terhadap perkembangan dunia juga. Saya yakin pemerintah sudah melihat ini dari segala sisi kepentingan,” kata Rosan.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan tidak akan menaikkan harga BBM solar dan premium, serta tarif listrik subsidi hingga akhir 2019. Ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat yang masih belum pulih.

INGIN HARGA BATU BARA USD 75 PER TON

Kendati sepakat tarif listrik tak naik, pengusaha disebut Rosan, dapat menerima harga batu bara domestik (DMO) untuk pembangkit listrik PLN, jika ditetapkan sebesar USD 75 per ton. Perusahaan pelat merah itu sebelumnya berharap harga batu bara DMO ditetapkan USD 60.

“Memang PLN mau USD 60, pengusaha mau USD 80. Kalau USD 75 mereka masih oke, karena adanya harga kewajiban pemenuhan kebutuhan domestik (domestic market obligation) yang harus dijual di lokal buat kami. Ini untuk kepentingan PLN supaya neracanya jebolnya tidak besar,” jelas Rosan.

Batu bara merupakan sumber energi primer terbesar dalam bauran energi pembangkit listrik di Indonesia. Tahun lalu, porsi batu bara mencapai 57,22 persen dari total seluruh bauran energi primer. Setelah itu, baru disusul oleh gas yang porsinya sebesar 24,82 persen.

Kenaikan harga batu bara yang terjadi belakangan ini di tengah tak naiknya tarif listrik membebani neraca keuangan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). PLN bahkan memperkirakan neraca perseroan dapat tergerus hingga Rp 21 triliun jika tarif listrik tak naik dan harga batu bara tak turun.

Sejak tahun lalu, harga batu bara relatif menanjak. Maret ini, Harga Acuan Batubara (HBA) yang ditetapkan pemerintah di level USD 101,96 per ton. Meningkat dibandingkan bulan lalu, USD 100,69 per ton. (man2/k18)

 


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 12:49

Program Direct Call “Hanya” Mempercepat Ekspor

SAMARINDA-Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim mencatat, dalam sebulan…

Rabu, 20 Maret 2019 12:46

Triwulan II 2019, Ekonomi Kaltim Terakselerasi

SAMARINDA-Pada triwulan II 2019 diperkirakan ekonomi Kaltim mengalami akselerasi pertumbuhan.…

Rabu, 20 Maret 2019 12:45

Percepatan Populasi Sapi Terus Digenjot

SAMARINDA-Upaya khusus percepatan populasi sapi dan kerbau bunting (upsus siwab)…

Jumat, 15 Maret 2019 13:45

Kargo Laut Belum Tumbuh Maksimal

SURABAYA – Pertumbuhan jasa pengiriman barang lewat jalur laut belum…

Jumat, 15 Maret 2019 13:43

Pertamina Perpanjang Masa Cicilan Garuda

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) dan tujuh BUMN (badan usaha…

Jumat, 15 Maret 2019 13:32

Target Ekspor RI Realistis

JAKARTA – Kementerian Perdagangan menargetkan pertumbuhan ekspor nonmigas 7,5 persen…

Kamis, 14 Maret 2019 15:16

Produksi Teh Turun, Harga Telur Rendah

JAKARTA – Pelaku usaha berharap Indonesia bisa meningkatkan lahan dan…

Rabu, 13 Maret 2019 12:51

Genjot Produksi Padi, Dituntut Maksimalkan Lahan Rawa

SAMARINDA – Tak hanya melakukan diversifikasi pangan, Pemprov Kaltim dituntut…

Rabu, 13 Maret 2019 12:47

SABAR..!! Pengelolaan APT Pranoto Masih di Tangan Kemenhub

SAMARINDA- Pemerintah Kaltim saat ini masih menunggu kepastian pembahasan draf…

Rabu, 13 Maret 2019 10:25

Industri Galangan Kapal di Kaltim Masih Lesu

SAMARINDA- Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP Indonesian National Shipowners…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*