MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 08 Maret 2018 07:33
Pengusaha Masih Butuh Tarif Listrik Murah

Kadin Ingin Harga Batu Bara USD 75 Per Ton

-

PROKAL.CO, JAKARTA  -  Kamar Dagang dan Industri mendukung kebijakan pemerintah untuk tidak menaikan harga listrik dan BBM hingga 2019 mendatang. Dunia usaha, terutama industri, disebut masih membutuhkan harga-harga kebutuhan produksi yang rendah, salah satunya listrik.

Ketua Umum Kadin, Rosan Perkasa Roeslani menyebut, selama ini biaya listrik sangat berpengaruh terhadap total biaya tetap (fixed cost) industri. “Kalau industri mau tumbuh, harga dasar-dasarnya itu mustinya bagus. Gas dan listrik itu (harganya) harus di bawah, supaya fix cost-nya tidak tambah naik,” ucapnya di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (6/3).

Rosan pun mengapresiasi keputusan pemerintah untuk tak menaikkan harga BBM dan tarif listrik. Selain berdampak pada biaya listrik industri, hal tersebut juga berdampak pada daya beli masyarakat.

“Kami melihat begini, kebijakan itu harus beradaptasi terhadap perkembangan dunia juga. Saya yakin pemerintah sudah melihat ini dari segala sisi kepentingan,” kata Rosan.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan tidak akan menaikkan harga BBM solar dan premium, serta tarif listrik subsidi hingga akhir 2019. Ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat yang masih belum pulih.

INGIN HARGA BATU BARA USD 75 PER TON

Kendati sepakat tarif listrik tak naik, pengusaha disebut Rosan, dapat menerima harga batu bara domestik (DMO) untuk pembangkit listrik PLN, jika ditetapkan sebesar USD 75 per ton. Perusahaan pelat merah itu sebelumnya berharap harga batu bara DMO ditetapkan USD 60.

“Memang PLN mau USD 60, pengusaha mau USD 80. Kalau USD 75 mereka masih oke, karena adanya harga kewajiban pemenuhan kebutuhan domestik (domestic market obligation) yang harus dijual di lokal buat kami. Ini untuk kepentingan PLN supaya neracanya jebolnya tidak besar,” jelas Rosan.

Batu bara merupakan sumber energi primer terbesar dalam bauran energi pembangkit listrik di Indonesia. Tahun lalu, porsi batu bara mencapai 57,22 persen dari total seluruh bauran energi primer. Setelah itu, baru disusul oleh gas yang porsinya sebesar 24,82 persen.

Kenaikan harga batu bara yang terjadi belakangan ini di tengah tak naiknya tarif listrik membebani neraca keuangan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). PLN bahkan memperkirakan neraca perseroan dapat tergerus hingga Rp 21 triliun jika tarif listrik tak naik dan harga batu bara tak turun.

Sejak tahun lalu, harga batu bara relatif menanjak. Maret ini, Harga Acuan Batubara (HBA) yang ditetapkan pemerintah di level USD 101,96 per ton. Meningkat dibandingkan bulan lalu, USD 100,69 per ton. (man2/k18)

 


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 07:59

Obligasi Daerah Masih Wacana

BALIKPAPAN - Aturan terkait penerbitan obligasi daerah yang dinilai bertele-tele dan cukup lama membuat…

Rabu, 19 September 2018 07:03

Rupiah Kembali Bergolak

JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali tidak berdaya di hadapan dolar Amerika Serikat (USD). Berdasar…

Rabu, 19 September 2018 07:01

Transaksi Tunai Meningkat

SAMARINDA - Jumlah transaksi tunai di Kaltim pada triwulan II 2018 mengalami peningkatan jika dibandingkan…

Rabu, 19 September 2018 06:56

Siapkan 1,4 Juta Ton Pupuk

BONTANG – Kebutuhan pupuk dalam negeri dipastikan aman. Terutama saat musim tanam pada Oktober…

Rabu, 19 September 2018 06:54

Aduan Konsumen Kaltim Terbanyak di Kalimantan

SAMARINDA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim tampaknya harus bekerja ekstra memperbaiki literasi…

Rabu, 19 September 2018 06:54

Subsidi Energi Membengkak

JAKARTA – Realisasi subsidi energi tahun ini diperkirakan meningkat menjadi Rp 149 triliun. Angka…

Rabu, 19 September 2018 06:52

Sukses Kembangkan Lapangan Lama

BALIKPAPAN - Pertamina EP Asset 5 berhasil mencapai target lifting minyak mentah 2018. Produksi minyak…

Rabu, 19 September 2018 06:50

Andalkan Event Internasional

JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi penanaman modal dalam…

Rabu, 19 September 2018 06:48

Binaan Pupuk Kaltim Ekspor Lobster ke Hong Kong

BONTANG – Melalui program Creating Shared Value (CSV), PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) mengekspor…

Rabu, 19 September 2018 06:46

Neraca Perdagangan Defisit, Kadin: Itu Sudah Lebih Baik

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total defisit neraca perdagangan Indonesia pada Agustus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .