MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 07 Maret 2018 08:43
Selektif Buka Fakultas Kedokteran

Cabut Moratorium, Terhambat Dosen Minim

-

PROKAL.CO, BEKASI  –  Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah mencabut moratorium izin pembukaan fakultas kedokteran (FK). Sejak 4 September 2017. Namun, ternyata perizinan pembukaan FK baru masih sulit didapatkan oleh perguruan tinggi.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, kondisi ini disebabkan jumlah dosen di bidang kedokteran masih sangat minim. Dalam triwulan I tahun 2018 ini, Kemenristekdikti baru memberikan surat keputusan (SK) pembukaan FK baru kepada dua kampus. Yakni, Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka), Jakarta dan Universitas Gunadarma, Jawa Barat.

“Hambatannya karena rata-rata kurang dosen. Misalnya, apakah di biomedik, farmakologinya atau lainnya, semua harus tersedia (dosen) di samping bidang tertentu seperti bidang penyakit kulit, mata, dan semua yang terkait,” terang Nasir saat ditemui sesudah Kuliah Umum dengan tema Kebijakan Pendidikan Tinggi untuk Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 di Universitas Gunadarma, Kampus J6, Bekasi Selatan, Jawa Barat.

Nasir membeberkan, Indonesia mematok target rasio dosen dan mahasiswa FK di seluruh Indonesia sebesar 1:2.500. Diakui, angka tersebut masih terpaut sangat jauh jika dibandingkan dengan Singapura yang rasionya 1:450 dan Malaysia sebesar 1:950.

“Rasio yang kami target memang masih terlalu jauh. Belum lagi soal distribusi yang masih bermasalah. Oleh karena itu, ini menjadi sangat penting dan pendidikan kedokteran ini bakal kami kawal ketat,” tegas Nasir.

Mantan rektor Universitas Diponegoro (Undip) itu menceritakan sewaktu pertama menjabat Menristekdikti, perguruan tinggi yang masuk kategori A baru 19 perguruan tinggi (PT). Padahal, saat itu ada 4.579 perguruan tinggi. Kemudian, dengan menerapkan sistem Wasdampim (Pengawasan, Pendampingan, dan Pembinaan),  akhirnya dari 19 PT  hanya ada 1 atau 2 perguruan tinggi swasta (PTS). Sampai akhir 2017 sudah 65 perguruan tinggi yang sudah terakreditasi A.

Selanjutnya, setelah pencabutan moratorium izin pembukaan FK pada 4 September 2017 lalu, Nasir mengaku banyak perguruan tinggi yang mengajukan pembukaan FK baru. Akan tetapi, pihaknya tetap harus melakukan verifikasi secara ketat. Menurutnya, program studi (prodi) kedokteran merupakan salah satu prodi yang harus menghasilkan lulusan berkualitas, mengingat berkaitan dengan manusia.

“Jadi, pemerintah juga tidak bisa sembarangan memberi izin. Kalau yang mengajukan sih banyak karena kampusnya dianggap memiliki nilai tambah tinggi. Tapi, bagi kami itu tidak cukup. Perguruan tinggi harus bisa hasilkan lulusan yang baik, termasuk dosennya, infrastruktur, dan rumah sakit pendidikannya juga harus ada,” jelasnya.

Diketahui, Kemenristekdikti telah membuka pendaftaran prodi kedokteran hingga 17 September 2017 lalu. Pencabutan moratorium izin prodi kedokteran didasarkan atas sejumlah evaluasi yang telah dilakukan perguruan tinggi serta jumlah dokter cukup, tetapi beberapa daerah mengalami kekurangan. Pemerintah melakukan moratorium sejak 14 Juni 2016.

Pemerintah meminta sejumlah prodi kedokteran memperbaiki akreditasi dari C ke B. Usulan perbaikan prodi juga disuarakan sejumlah lembaga kedokteran. Sebelum moratorium, pemerintah mencatat, terdapat 16 prodi kedokteran terakreditasi A, 34 terakreditasi B, dan 23 terakreditasi C. Pemerintah membentuk tim pendamping untuk perbaikan akreditasi prodi kedokteran di perguruan tinggi. Hasilnya, saat ini ada delapan prodi naik ke akreditasi B dari C. (sar/far/k11)

 


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 08:33

Dolar Naik, Jangka Panjang Kaltim Bisa Merugi

SAMARINDA – Kaltim jangan terlena. Kata yang paling pas disematkan untuk provinsi ini. Benua Etam…

Selasa, 25 September 2018 08:30

Hidup-Mati Lawan India

KUALA LUMPUR – Ambisi Timnas Indonesia U-16 mengamankan tiket ke fase selanjutnya di Piala AFC…

Selasa, 25 September 2018 08:26

Dewan Protes Duit Bansos Dipangkas

SAMARINDA – Perdebatan alot belanja hibah bantuan sosial (bansos) di APBD Perubahan (APBD-P) Kaltim…

Selasa, 25 September 2018 08:25

14 Bank Dibobol, Rp 14 T “Raib”

JAKARTA - Rp 14 triliun berhasil digondol PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (PT SNP) dari 14 bank BUMN…

Selasa, 25 September 2018 08:22

Bermalam di Memphis, Kota yang Lahirkan Rock ‘n Roll dan Elvis

Memphis adalah nama penting bagi industri musik dunia. Datanglah ke kota di pinggiran Sungai Mississippi…

Senin, 24 September 2018 09:38

Menjajal Megabus, Pesaing sang Legenda Greyhound

Dihubungkan jaringan jalan yang begitu panjang dari satu kota ke kota lain. Seluruh penjuru daratan…

Senin, 24 September 2018 09:23

Tak Ingin Bebani Warga, Minta Pemerintah Turunkan Harga

Dibanding daerah lain di Kaltim, Bontang dapat dikatakan lebih unggul dalam hal jaringan gas (jargas).…

Senin, 24 September 2018 09:20

Sudah Ditetapkan, Idris Geser Ferdian

PERLAHAN tapi pasti. Dukungan bagi Muhammad Idris sebagai kandidat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)…

Minggu, 23 September 2018 12:55

Tuntaskan Proyek Peninggalan Gubernur

SAMARINDA - Restuardy Daud akhirnya resmi dilantik sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim oleh Menteri…

Minggu, 23 September 2018 09:18

Modal Penting Menang Tandang

BANGKALAN – Kemenangan 2-1 berhasil diraih Borneo FC dalam lanjutan Liga 1 menantang Madura United…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .