MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 07 Maret 2018 08:43
Selektif Buka Fakultas Kedokteran

Cabut Moratorium, Terhambat Dosen Minim

-

PROKAL.CO, BEKASI  –  Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah mencabut moratorium izin pembukaan fakultas kedokteran (FK). Sejak 4 September 2017. Namun, ternyata perizinan pembukaan FK baru masih sulit didapatkan oleh perguruan tinggi.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, kondisi ini disebabkan jumlah dosen di bidang kedokteran masih sangat minim. Dalam triwulan I tahun 2018 ini, Kemenristekdikti baru memberikan surat keputusan (SK) pembukaan FK baru kepada dua kampus. Yakni, Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka), Jakarta dan Universitas Gunadarma, Jawa Barat.

“Hambatannya karena rata-rata kurang dosen. Misalnya, apakah di biomedik, farmakologinya atau lainnya, semua harus tersedia (dosen) di samping bidang tertentu seperti bidang penyakit kulit, mata, dan semua yang terkait,” terang Nasir saat ditemui sesudah Kuliah Umum dengan tema Kebijakan Pendidikan Tinggi untuk Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 di Universitas Gunadarma, Kampus J6, Bekasi Selatan, Jawa Barat.

Nasir membeberkan, Indonesia mematok target rasio dosen dan mahasiswa FK di seluruh Indonesia sebesar 1:2.500. Diakui, angka tersebut masih terpaut sangat jauh jika dibandingkan dengan Singapura yang rasionya 1:450 dan Malaysia sebesar 1:950.

“Rasio yang kami target memang masih terlalu jauh. Belum lagi soal distribusi yang masih bermasalah. Oleh karena itu, ini menjadi sangat penting dan pendidikan kedokteran ini bakal kami kawal ketat,” tegas Nasir.

Mantan rektor Universitas Diponegoro (Undip) itu menceritakan sewaktu pertama menjabat Menristekdikti, perguruan tinggi yang masuk kategori A baru 19 perguruan tinggi (PT). Padahal, saat itu ada 4.579 perguruan tinggi. Kemudian, dengan menerapkan sistem Wasdampim (Pengawasan, Pendampingan, dan Pembinaan),  akhirnya dari 19 PT  hanya ada 1 atau 2 perguruan tinggi swasta (PTS). Sampai akhir 2017 sudah 65 perguruan tinggi yang sudah terakreditasi A.

Selanjutnya, setelah pencabutan moratorium izin pembukaan FK pada 4 September 2017 lalu, Nasir mengaku banyak perguruan tinggi yang mengajukan pembukaan FK baru. Akan tetapi, pihaknya tetap harus melakukan verifikasi secara ketat. Menurutnya, program studi (prodi) kedokteran merupakan salah satu prodi yang harus menghasilkan lulusan berkualitas, mengingat berkaitan dengan manusia.

“Jadi, pemerintah juga tidak bisa sembarangan memberi izin. Kalau yang mengajukan sih banyak karena kampusnya dianggap memiliki nilai tambah tinggi. Tapi, bagi kami itu tidak cukup. Perguruan tinggi harus bisa hasilkan lulusan yang baik, termasuk dosennya, infrastruktur, dan rumah sakit pendidikannya juga harus ada,” jelasnya.

Diketahui, Kemenristekdikti telah membuka pendaftaran prodi kedokteran hingga 17 September 2017 lalu. Pencabutan moratorium izin prodi kedokteran didasarkan atas sejumlah evaluasi yang telah dilakukan perguruan tinggi serta jumlah dokter cukup, tetapi beberapa daerah mengalami kekurangan. Pemerintah melakukan moratorium sejak 14 Juni 2016.

Pemerintah meminta sejumlah prodi kedokteran memperbaiki akreditasi dari C ke B. Usulan perbaikan prodi juga disuarakan sejumlah lembaga kedokteran. Sebelum moratorium, pemerintah mencatat, terdapat 16 prodi kedokteran terakreditasi A, 34 terakreditasi B, dan 23 terakreditasi C. Pemerintah membentuk tim pendamping untuk perbaikan akreditasi prodi kedokteran di perguruan tinggi. Hasilnya, saat ini ada delapan prodi naik ke akreditasi B dari C. (sar/far/k11)

 


BACA JUGA

Jumat, 14 Desember 2018 22:17

Pendirian Pabrik Semen di Kutai Timur Berlanjut

SAMARINDA - Tidak lama lagi, pabrik semen yang pertama di…

Jumat, 14 Desember 2018 22:14

Gubernur Tanya Isu Sawit ke Dubes Belgia, Begini Jawabannya...

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor melakukan pertemuan dengan Dubes…

Jumat, 14 Desember 2018 09:57

Bos Bank Indonesia Bilang, Harga Tiket Pesawat 2,1 Juta Masih Wajar

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor rapat bersama dengan Tim…

Jumat, 14 Desember 2018 08:25

Pahala yang Sia-Sia

CATATAN: BAMBANG ISWANTO (Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda) URUSAN…

Jumat, 14 Desember 2018 07:41

Banyak Pemdes Ngutang di Toko Bangunan, Sisa ADD Dipertanyakan

PENAJAM – Puluhan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mendatangi kantor…

Jumat, 14 Desember 2018 07:37

NGANGGUR DAH..!! Kontrak Ribuan Honorer Bakal Dihapus

PENAJAM – Keberadaan tenaga harian lepas (THL) atau tenaga honorer…

Kamis, 13 Desember 2018 22:01

CATAT NIH..!! Selama Dua Tahun, Tak Ada Proyek Besar di Kaltim

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor mengungkapkan periode tahun 2019…

Kamis, 13 Desember 2018 11:27
Kemelut Seleksi Komisioner KPU Kaltim

5 Pansel Komisioner KPU Kaltim Diminta Keterangan Lebih 5 Jam

SAMARINDA – Kerja panitia seleksi (pansel) komisioner KPU Kaltim periode…

Kamis, 13 Desember 2018 10:32

Jumlah Pemilih di Kaltim Bertambah, TPS-nya Juga Bengkak

SAMARINDA- KPU Kaltim akhirnya melaksanakan pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih…

Kamis, 13 Desember 2018 10:15

Persentase Kemiskinan Kaltim Dibawah Nasional, Pemprov Jangan "Silau"

SAMARINDA - Persentase kemiskinan Kaltim berkisar 5 persen lebih rendah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .