MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Selasa, 06 Maret 2018 09:09
Tak Hanya Kekayaan Intelektual, Bisa Perbaiki Finansial

Membahas Seni di Rembuk Etam; Sepenting Apa?

BAHAS SENI: Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak (pegang mikropon) saat berbicara pada Rembuk Etam di Pendopo Lamin Etam, Kompleks Kegubernuran Kaltim, kemarin pagi.

PROKAL.CO, Riang tawa dan kemeriahan gelaran Begenjoh Nusantara telah berakhir tadi malam (5/3). Tak sekadar menyuguhkan hiburan, dalam rangkaian acara Begenjoh Nusantara juga terlaksana Rembuk Etam. Bukan bermaksud menghancurkan pesta dengan menyuguhkan topik serius, justru Rembuk Etam dengan tema Kesenian, Sepenting Apa? menjadi sarana meramu rumus percepatan kemajuan seni dan budaya, khususnya di Kaltim.

DARI tema yang diangkat, rembuk gelaran Kaltim Post, Pemprov Kaltim, dan Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kaltim tersebut menyorotiseberapa pentingnya kesenian. Khusus di Benua Etam. Kesenian hanya diperlukan sebagai penambal. Bisa juga disebut antara ada dan tiada.

Beragam masalah pun terkuak dari diskusi yang dihelat di Pendopo Lamin Etam, Kompleks Kegubernuran Kaltim, kemarin pagi. Mulai minimnya perhatian pada pendidikan seni, pelaku seni, hingga sanggar dan taman hiburan yang menjadi tempat pelestarian seni di Kaltim. Maka dari itu, Bagenjoh Nusantara menjadi ajang meracik rumus percepatan kemajuan seni dan budaya. 

Ketua DKD Jatim Taufik Hidayat menyebut, kesenian lahir dari sikap intelektual. Seni merupakan bentuk kreatif pikiran masyarakat yang harus pemerintah kelola dengan profesional. Sehingga, seni mampu mendatangkan potensi pendapatan asli daerah (PAD) yang menjanjikan.  

"Contoh sekali pertunjukan seni saja, bisa menciptakan perputaran ekonomi pedagang di sekitar pertunjukan dilaksanakan,” ujarnya. Bahkan, di Jatim manfaat ekonomi yang bisa diambil pedagang pada saat suatu daerah dilaksanakan pentas ludruk bisa mencapai Rp 200 juta per malam. Menurut dia, itu contoh bagaimana seni dapat berdampak pada sektor lain.

Selain itu, Ketua DKD Jakarta Irawan Karsono berpendapat, perlu percepatan pembangunan seni. Sebab, Kaltim tak lagi dapat bertumpu pada industri tambang yang menunggu balik modal saja butuh waktu lama. Keadaan bisa berubah jika provinsi ini menciptakan program unggulan dari aspek kesenian. Salah satu contoh sukses seperti Korea Selatan. Bagaimana komunitas atau pelaku seni bekerja sama dengan pemerintah membangun kesenian di negara itu.

Menurut dia, jangan lagi berpikir defensif atas budaya asing. Semua itu dapat menjadi pelajaran untuk memajukan seni. Mulai berpikir superior karena Kaltim punya potensi. "Kaltim ini milik dunia karena hutannya adalah paru-paru dunia. Pakai isu itu saja sudah bisa menarik perhatian dunia," tuturnya.

Ketua DKD Jatim Taufik Hidayat menyarankan, DKD jangan hanya menunggu lahirnya kebijakan dari pemerintah. DKD harus berevolusi dari senimannya sendiri, menyiapkan instrumen kebudayaan dari hulu ke hilir. Situasi ini turut menuntut negara untuk merancang ulang konsep kemajuan seni. Butuh kesadaran bersama bahwa potret kebudayaan suatu hal yang penting.

"Ketika orang Dayak dilarang untuk berseni tuntut dengan UU pidana. Lalu jika artefak sampai permainan tradisi tidak diperbolehkan, negara harus bisa melindungi," tegasnya. 

Sentilan juga datang dari Cahya Siswandi perwakilan Komite Sastra. Dia menuturkan, kesenian lebih bermartabat jika dia dapat mandiri. Namun, negara menjadi tidak bermartabat jika meninggalkan kebudayaan. Dia berpendapat, masalah utama Kaltim karena belum memiliki peraturan daerah dan regulasi yang mengatur kesenian.

"Harus didorong regulasi sebagian perhatiannya. Pemerintah perlu bentuk skala prioritas agar kebudayaan tidak punah. Apalagi banyak serangan budaya dari luar secara masif," imbuhnya.

Suara lain datang dari Ketua DKD Kaltim Syafril Teha Noer. Menurut dia, dana bukan persoalan utama yang menghambatnya pertumbuhan seni di Kaltim. Syafril justru resah dengan kesiapan masyarakat DKD untuk membangun kesenian tersebut. Apalagi terkadang dewan kesenian belum memiliki satu pandangan yang sama. “Menurut saya, alangkah baiknya bila memajukan sumber daya manusianya terdahulu,” ujarnya.

Salah satu program memajukan sumber daya manusia di kancah kesenian, dengan dibukanya Fakultas Ilmu Budaya di Universitas Mulawarman (Unmul) dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim di Tenggarong. Meski begitu, dibanding FIB Unmul yang cukup beruntung, ISBI Kaltim justru bak anak tiri. Hingga kini, mahasiswa institut seni tersebut belum menempati gedung sendiri. Mereka masih menumpang di sebuah bangunan di sebelah Museum Mulawarman, Tenggarong.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menuturkan, kalau memang kewenangan ISBI Kaltim berada di tangan Pemprov Kaltim, dia tak akan tinggal diam dengan hal tersebut. Masalahnya, terang dia, perguruan tinggi atau yang setingkat tanggung jawab ada di tingkat nasional. “Pendanaannya dikucurkan melalui APBN,” terangnya. Bila Pemprov Kaltim menganggarkan untuk ISBI, tak menutup kemungkinan dirinya akan diperiksa dengan dugaan penyalahgunaan kewenangan.

Dalam rembuk, Awang Faroek mengapresiasi DKD Kaltim sebagai pencetus Begenjoh Nusantara. “Saat saya didatangi Pak Syafril, tanpa panjang cerita saya setujui untuk menggunakan Kegubernuran Kaltim untuk menjadi lokasi kenduri kesenian tersebut. Gubernur menuturkan, dirinya tengah menyediakan gedung kesenian di Kompleks Stadion Palaran. “Di sana ada gedung berkapasitas 15 ribu orang. DKD Kaltim boleh manfaatkan,” tuturnya. (*/fch*/gel/far/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 12 Mei 2018 07:23

“Awalnya Getaran, lalu Suara Menggelegar, Kami Pun Langsung Lari”

Ketika Gunung Merapi mengalami letusan freatik kemarin (11/5), ratusan pendaki tengah memasak, mengopi,…

Sabtu, 12 Mei 2018 06:30

Jelang Ramadan, Penjualan Meningkat 300 Persen

Perabotan dari jati jepara masih menjadi idola masyarakat karena memiliki kualitas mumpuni. Sempat kehilangan…

Sabtu, 05 Mei 2018 11:36

Istri Lebih Enjoy dengan Sex Toys, Suami Pilih Cerai

Salah satu tujuan menikah adalah untuk menyalurkan hasrat biologis. Namun, bagaimana jadinya jika suami…

Sabtu, 28 April 2018 06:22

Pariwisata Harusnya Sumbang Porsi Ekonomi Lebih Besar

Kendati punya surga bernama Derawan, Kakaban, Sangalaki, dan Maratua, nyatanya kontribusi sektor pariwisata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .