MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Selasa, 06 Maret 2018 09:03
Wajib Bikin Perda Kesenian

PROKAL.CO, Nusantara Begenjoh jadi pelepas dahaga. Sudah begitu lama Kaltim menantikan gelaran seni yang merangkul seniman se-Tanah Air. Namun, pekerjaan rumah masih menumpuk di Bumi Etam. Kaltim Post berkesempatan berbincang dengan Ketua Umum Dewan Kesenian Daerah Kaltim Syafril Teha Noer. Berikut petikannya.

Bagaimana sebenarnya kondisi kesenian dan kebudayaan di Kaltim?

Tak bisa diukur. Tata kelolanya tidak ada. Karena memang tak ada desain. Yang mau berkembang, ya, berkembang. Yang tidak mau berkembang, ya, begitu-begitu saja. Jadi, serahkan pada alam. Ada semacam anggapan bahwa kesenian hanyalah umbul-umbul dan embel-embel alias pelengkap. Tidak ada hubungannya dengan perkara jati diri, dengan pembentukan karakter, atau ketahanan nasional. Dan baru berisik kalau ragam kesenian nusantara diklaim negara jiran.


Bagaimana dengan perhatian pemerintah?

Lihat saja di Samarinda. Ada tiga stadion besar yang dibangun. Tetapi apakah anda melihat ada gedung teater yang representatif? Taman Budaya pun tahun ini tak ada anggaran pemeliharaan. Padahal, sudah pada bocor atapnya dan catnya sudah usang. Belum lagi Gedung Nasional Samarinda di Jalan Panglima Batur, keadaannya senada. Tak laik lantaran bocor menghantui.

Untuk kesenian dan kebudayaan lokal, apakah sudah mendapat tempat di masyarakat?

Ketika kesenian reog diklaim Malaysia, masyarakat marah. Jadi unsur memiliki dan apresiasi masih ada. Namun, kita masih sering abai. Harus diingatkan dulu.

Lalu apa yang sebaiknya dilakukan?

Buat cetak biru. Ini faktor terpenting. Pemerintah harus membuat ini bersama lembaga kesenian, termasuk Dewan Kesenian Kaltim. Dan ini sedang digagas.

Suara seniman Kaltim sendiri seperti apa?

Mereka didorong untuk introspeksi. Tak lagi sekadar mengeluh kekurangan fasilitas. Harus sadar di tengah keterbatasan anggaran dari pemerintah. Jadi, aspirasi mengenai ini harus dirumuskan model gerakan yang mampu memberikan alternatif. Seniman harus melakukan langkah taktis.

Apa yang diharapkan dari Pemprov Kaltim dalam waktu dekat?

Dibuatkan Perda Kesenian. Maka perlakuan terhadap kesenian akan konstan. Tak tergantung lagi pada selera pemimpin. Kalau pemimpinnya suka seni, maka gembiralah pelaku seni lainnya. Kalau tidak, maka bersedihlah mereka. Perda ini juga untuk memastikan anggaran. Karena tak bisa dimungkiri peran anggaran besar bagi perkembangan seni.

 

Selain itu?

Sebuah “perlakuan adil” terhadap kesenian itu mesti dimulai sejak penyikapan sampai penganggaran, termasuk fasilitas. Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim yang nisbi itu hanyalah salah satu indikator. Lihatlah stadion-stadion Kota Tepian. Untuk kota sekecil Samarinda saja tiga jumlahnya, dua bahkan bertaraf internasional. Sementara untuk kesenian? Lantas, perbaikan itu harus dimulai oleh kaum seniman atau pemerintah itu senada dengan pertanyaan mana lebih dulu, ayam apa telur?

Jawabannya, kita harus punya ayam dulu! Ayam itulah yang mesti diupayakan pemerintah lewat perlakuan lebih adil. (tim kp)

 


BACA JUGA

Jumat, 08 Juni 2018 09:09

Menggantung Asa di Program Pusat

GAP antara si kaya raya dan miskin papa masih terbentang lebar. Kesenjangannya tak hanya tentang pendapatan,…

Jumat, 08 Juni 2018 09:05

Teliti Developer sebelum Membeli Rumah

NEGARA mengatur rakyatnya memiliki hak terhadap papan yang memadai, sebagaimana tertulis dalam UUD 1945.…

Jumat, 08 Juni 2018 09:03

TAK MUDAH..!! Rumah yang Bisa Dikredit dengan Harga Bersahabat

SEPTIANI (23), kini berumah tangga dengan Ivandi (23). Tidak hanya berdua, mereka kini memiliki putri…

Jumat, 08 Juni 2018 09:01

Warga Susah dapat Rumah, Reduksi dengan DP Nol Persen

MENDIRIKAN jutaan unit hunian tak serta-merta mengurangi kesenjangan kepemilikan rumah. Warga tetap…

Senin, 04 Juni 2018 22:00

Siraman Rohani untuk Generasi Menunduk

CATATAN: M RIDHUAN SAYA termasuk generasi menunduk. Pada zaman digital saat ini, khususnya pekerja media,…

Senin, 04 Juni 2018 21:10

DAI, DEMI PAMRIH KEPADA ILAHI

Tak ada kata istirahat dalam dakwah. Islam menyebar lewat perjuangan, yang kini dilanjutkan para dai.…

Senin, 04 Juni 2018 21:02

Jatuh Bangun Empat Dekade

SIANG itu, meski matahari sedang terik-teriknya, Hasyim masih saja sibuk dengan cangkul, kapak, serta…

Senin, 04 Juni 2018 08:37

Menyesuaikan Gaya, Menyentuh Anak Muda

MUHAMMADIYAH salah satu organisasi Islam Tanah Air yang punya peran besar dalam menyebarkan dakwah.…

Senin, 04 Juni 2018 08:30

Santun Jadi Modal Utama

DALAM memberikan nasihat dakwah, yang pertama adalah dengan hikmah. Ini prinsip pertama yang hendaknya…

Senin, 04 Juni 2018 08:24

“Siapa Pun Harus Bisa Menikmati Dakwah”

EKSISTENSI Hidayatullah sudah hampir lima dekade. Tak hanya di Balikpapan, pondok pesantren yang didirikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .