MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Selasa, 06 Maret 2018 08:48
Tiga Rumah di Desa Telemow Terbakar, Balita Tewas Terpanggang
JADI ARANG: Kediaman Sutaji yang terbakar, Senin (5/3) pagi. Tampak, dokumentasi Alghifari Ahmad Maulana (3), semasa hidupnya.

PROKAL.CO, PENAJAM  -  Malang nian nasib Alghifari Ahmad Maulana. Bocah berusia tiga tahun itu terbujur kaku tak bernyawa, setelah api menghanguskan kediamannya di Jalan Diponegoro, Km 6, Gang Masabah, RT 004, Desa Telemow, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Senin (5/2) pagi. Tubuh mungilnya hangus terpanggang, saat ditemukan di bawah puing-puing meja kayu, tempatnya bersembunyi.

Sesaat sebelum kejadian, Alghifari sempat menemani ibunya, Sumarni (39) berjualan di kantin SDN 019 Sepaku. Sang ayah, Sutaji (57) adalah buruh harian lepas yang bekerja tak jauh dari rumahnya.

Saat kejadian, bocah yang dikenal periang itu dijaga kakak sulungnya, Ahmad Subgi (22). Sementara kakak kedua korban, Muhammad Ahza Fahrezi (7) sudah berangkat ke sekolahnya di TK PT ITCI.

Pagi itu, hanya Subgi dan Alghifari yang berada di rumah. Karena kelelahan, Subgi memilih tidur di kamarnya. Sedangkan Alghifari bermain di teras, yang berukuran 2x7 meter. Di pojok teras tersebut, ada meja papan yang biasa digunakan ibunya berjualan.

Tempat itu memang menjadi tempat favorit Alghifari bermain. Tak lama setelah itu, sumber api diduga muncul dari meteran listrik di teras tersebut.

Api diperkirakan mulai menyambar rumah pukul 08.00 Wita. Melihat api yang mulai membesar, korban sempat berlari, dengan membuka pintu yang ada untuk masuk ke rumah. Karena tak mampu, dia akhirnya memilih bersembunyi di bawah meja papan di pojok teras. “Menurut cerita tetangga, apinya dari depan. Dari meteran listrik,” kata Wakid Santoso (45), paman korban.

Kakak Alghifari, Subgi yang melihat banyak asap masuk ke kamarnya pun terbangun. Dia lantas menyelamatkan diri melalui jendela. Lalu mencari adiknya, yang dia duga masih berada di teras. Namun, tak ditemukan.

Sang ayah, Sutaji yang mendengar rumahnya terbakar langsung bergegas. Dia pun berupaya mencari Alghifari di tengah kobaran api. Namun, hasilnya nihil. Punggung Subgi mengalami luka bakar akibat upaya pencarian itu. Sementara Sutaji, terbakar di bagian kaki dan tangan. “Mereka masih dirawat di Puskesmas Maridan,” kata Wakid, yang juga menjabat kepala Desa Telemow.

Setelah api dipadamkan, upaya pencarian Alghifari dilanjutkan. Tubuh mungilnya ditemukan di bawah meja papan tempatnya bersembunyi. Dalam posisi telungkup, dengan luka bakar mencapai lebih dari 90 persen.

Bagian belakang tubuhnya hingga kepala terpanggang habis. Hanya bagian dari kemaluan sampai leher yang masih menyisakan kulit. Ibu korban, Sumarni pun pingsan melihat jasad anaknya yang tak bisa dikenali lagi itu.

“Saat ini, ibunya masih syok. Korban adalah anak terakhir,” imbuh Wakid.

Jenazah bungsu di antara tiga bersaudara itu telah dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Maridan, Kecamatan Sepaku, sekira pukul 13.00 Wita. Untuk sementara, keluarga korban menginap di kediaman Wakid Santoso di belakang rumah Sutaji yang hangus terbakar.

“Rumah dengan kakak saya (Sutaji) berbatasan dapur saja. (Atap) Sengnya saja gandeng. Pas tahu ada kebakaran, saya pulang dari kantor dan sempat membongkar atap sengnya, supaya apinya tidak menjalar,” cerita kades yang baru dilantik pada Januari 2018 itu.

Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, ada tiga rumah yang terkena dampak kebakaran kemarin. Yakni, rumah yang mengalami rusak berat milik Sutaji. Serta dua rumah lainnya mengalami rusak ringan, milik Sugeng dan Supriyanto.

“Ada juga empat kendaraan yang rusak. Dua kendaraan milik Pak Sutaji kondisinya rusak berat. Satu kendaraan rusak, milik Sugeng dan satunya lagi milik Supriyanto, tetangga korban,” kata Kepala Sub Bidang Kedaruratan BPBD PPU Samudri.

Api yang membakar rumah Sutaji kurang dari 30 menit, itu mampu dipadamkan Pos Pemadam Kebakaran (PMK) Maridan yang dibantu tim penanggulangan kebakaran dari PT ITCI dan PT IHM. Ada 15 personel yang diturunkan. Enam dari BPBD PPU, yang dibantu oleh tim Pos Polisi Maridan, babinsa, dan Babinkamtibmas Desa Telemow, serta sejumlah warga.

Kapolres Sepaku AKP Suyono mengaku belum bisa memastikan asal sumber api. Pihaknya masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), untuk mencari sumber api sebenarnya. Apakah benar dari meteran listrik seperti keterangan warga di sekitar kejadian. “Kami masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi yang berada di sekitar TKP,” pungkasnya. (*/kip/man/k16)


BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 11:46

Kenaikan Harga Daging Sapi Masih Normal

TANA PASER – Kebutuhan masyarakat menjelang Idulfitri lalu yakni daging sapi melonjak tinggi di…

Kamis, 21 Juni 2018 11:42

Halalbihalal Ketua, Wakil Ketua, dan Sekretaris DPRD Kaltim

SAMARINDA – Momentum Idulfitri 1439 Hijriah dimanfaatkan Ketua DPRD Kaltim HM Syahrun, Wakil Ketua…

Kamis, 21 Juni 2018 11:40

Perlu Perhatian Lebih Pemerintah

SANGATTA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Sangatta masih perlu perhatian lebih dari pemerintah.…

Kamis, 21 Juni 2018 11:39

Panwaslu Tangani Dugaan Pelanggaran

BONTANG – Sepekan menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu)…

Kamis, 21 Juni 2018 11:39

Polres Ajak Semua Pihak Amankan Pilgub

TANJUNG REDEB – Untuk pengamanan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018, Polres Berau akan melibatkan…

Kamis, 21 Juni 2018 08:23

Rumah Sakit Ini Perlu Perhatian Lebih Pemerintah

SANGATTA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Sangatta masih perlu perhatian lebih dari pemerintah.…

Kamis, 21 Juni 2018 08:20

Polres Ajak Semua Pihak Amankan Pilgub

TANJUNG REDEB – Untuk pengamanan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018, Polres Berau akan melibatkan…

Kamis, 21 Juni 2018 08:20

Panwaslu Tangani Dugaan Pelanggaran

BONTANG – Sepekan menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu)…

Kamis, 21 Juni 2018 08:19

Katering Masuk Radar Bapenda

TENGGARONG – Makin merosotnya dana perimbangan pusat dari dana bagi hasil (DBH) minyak dan gas…

Kamis, 21 Juni 2018 08:18

Gara-Gara Ini, Tangkapan Ikan Terus Merosot

SENDAWAR – Hasil tangkapan ikan sungai di Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu, Kutai Barat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .