MANAGED BY:
SELASA
17 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 05 Maret 2018 08:55
Piala Bertabur Rupiah
JUARA BARU: Sriwijaya FC menjuarai PGK 2018 setelah menundukkan Arema FC dengan skor 3-2 di Stadion Utama Palaran, Samarinda tadi malam. Foto bawah, grup band Padi menjadi bintang tamu jelang Final PGK 2018.

PROKAL.CO, Peluit panjang menutup Piala Gubernur Kaltim (PGK) 2018 semalam. Pembiayaan turnamen disebut-sebut memerlukan Rp 17 miliar. Panitia tutup mulut seputar dukungan dana.

DIBEKUKANNYA PSSI oleh FIFA pada 2014 mengirim gelombang besar kepada persepakbolaan Indonesia. Segala kompetisi di bawah federasi terhenti. Pesepak bola dan klub tak beraktivitas. Negara dengan fanatisme masif terhadap olahraga si kulit bundar kehilangan hiburan utama.

Mengembalikan atmosfer lapangan hijau yang vakum selama masa sanksi, berbagai turnamen mengemuka. Piala Presiden pada akhir Agustus 2015 segera diikuti turnamen serupa bertajuk Piala Jenderal Sudirman. Klub Kaltim yang bermarkas di Tenggarong Seberang, Mitra Kukar, menjadi juara ajang tersebut setelah mengalahkan Semen Padang dengan skor 2-1 pada 24 Januari 2016.

Sepak bola yang kembali mendapat panggung turut menggoda Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. Lahirlah Piala Gubernur Kaltim pada Februari, dua tahun lalu. “Selain untuk memeriahkan dunia sepak bola, ini kontribusi Kaltim membangun sepak bola Indonesia,” sebut Wakil Ketua Steering Committee (SC) PGK 2018 Yunus Nusi, Kamis (1/3).

PGK 2016, meski diapit turnamen lain termasuk Piala Bhayangkara yang digelar bulan berikutnya, tetap magnet bagi tim elite. Selain diikuti tiga klub Kaltim yang saat itu menghuni kasta tertinggi sepak bola Indonesia, tim raksasa antara lain Arema Cronus, Madura United, Sriwijaya FC, dan Semen Padang, tak ketinggalan partisipasi. Ajang yang memperebutkan hadiah utama Rp 1,5 miliar itu dimenangkan tim tuan rumah, Borneo FC, setelah mengalahkan Madura United 1-0 pada 13 Maret 2016.

Tahun ini, PGK turut diikuti klub-klub papan atas. Match fee berikut hadiah besar dalam turnamen menjadi penggoda. Pada PGK 2018 yang finalnya berlangsung tadi malam, pemenang akan membawa Rp 1 miliar. Meskipun lebih kecil dari hadiah Piala Presiden 2018 sebesar Rp 3,3 miliar, maupun PGK 2016 sebesar Rp 1,5 miliar, PGK 2018 tetap menarik.

Bukan tanpa alasan, di luar hadiah itu, kontestan PGK benar-benar dimanjakan. Selain dijamin selama turnamen meliputi makan, tidur, hingga penatu, tim disuntik dana transportasi sejak awal sebesar Rp 100 juta. Dana itu dipakai untuk memenuhi biaya perjalanan pulang-pergi dari daerah asal ke Kaltim. Baru dari dana transportasi, total Rp 800 juta dikeluarkan buat delapan klub sebelum turnamen dimulai.

Biaya setiap laga atau match fee PGK turut menggiurkan. Angkanya disamakan dengan Piala Presiden yang lebih prestisius. Dari 16 laga yang disajikan di PGK 2018, total match fee yang harus dikeluarkan mencapai Rp 3,2 miliar. Pemenang pada waktu normal mendapat Rp 125 juta sementara tim yang kalah membawa pulang Rp 75 juta (lebih terperinci, lihat infografis). Dengan demikian, klub yang terus-menerus kalah di setiap laga fase grup tetap mengantongi Rp 225 juta.

Match fee memang harus ada, tapi terpenting itu pelayanan,” tegas Yunus dikonfirmasi angka-angka tersebut. PGK juga menyediakan hadiah yang besar untuk pemenang, termasuk pemain terbaik dan top skor. Jika ditotal, hadiah PGK menembus Rp 2,8 miliar. Biaya dari transportasi, match fee, dan hadiah saja telah menembus Rp 6,8 miliar. Sementara secara keseluruhan, PGK disebut membutuhkan biaya kurang lebih Rp 17 miliar.

Setengah dari pembiayaan turnamen dikucurkan dua sponsor utama yakni Bankaltimtara bersama MNC sebagai pemenang hak siar. Tiap-tiap sponsor menyuplai sekitar Rp 4 miliar yang dipotong pajak. Dengan demikian, kekurangan dana diperkirakan Rp 9 miliar yang disebut-sebut ditutupi lewat partisipasi perusahaan yang beroperasi di Kaltim.

Panitia PGK 2018 tak mau buka mulut mengenai detail besaran dan nama pemberi "sumbangan" itu. Dayang Donna Faroek, ketua Organizing Committee PGK 2018, hanya mengatakan mendapatkan sponsor untuk PGK sangat sulit. Ketika dikonfirmasi mengenai pemasukan dana dari pihak lain, dia hanya berkata, “Alhamdulillah bagus."

Donna juga menjabat ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim. "Sehingga untuk mendapatkan dukungan dari beberapa perusahaan di Kaltim tidak sulit. Mereka ikut berkontribusi,” jelas putri Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak tersebut.

PGK NAIK LEVEL

Berbiaya besar, PGK telah menjadi event pramusim strategis dengan status turnamen terakhir sebelum Liga 1 bergulir. Di ajang inilah klub mendapat kesempatan terbaik mengukur kekuatan termasuk menentukan komposisi pemain sebelum musim baru tiba. Meskipun risiko dengan jadwal PGK yang padat, dengan rehat hanya berselang dua hari, membuat pemain rentan cedera.

Kebijaksanaan wasit selama memimpin pertandingan turut menjadi kunci bagi tim menjaga kebugaran pemain. Netralitas wasit berperan besar mengontrol emosi pemain selama bertanding. Yunus Nusi memanfaatkan benar posisinya di PSSI pusat untuk memastikan netralitas juru pengadil lapangan hijau. Selain sebagai Komite Kompetisi yang memudahkannya berhubungan dengan klub, Yunus adalah wakil ketua Komite Wasit.

“Kami meminta wasit menjalankan tugas sesuai rule, sesuai law of the game. Kesalahan di PGK dapat menjadi catatan bagi kami dan yang bersangkutan bisa tak diturunkan di kompetisi berikutnya,” ancam Yunus.

Di samping itu, menghelat turnamen pramusim di Tanah Air juga tak sederhana. Panitia mengaku berjuang mendapat slot event dari PSSI. Itu pun mesti terlebih dulu mengantongi rekomendasi dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Di meja PSSI, Panpel PGK harus bersaing dengan organizing committee lain se-Indonesia yang mengajukan agenda pramusim yang mepet dengan kick-off Liga 1. Padahal, slot dari PSSI begitu terbatas sementara Piala Presiden tak mungkin dikorbankan. Yunus mengatakan, Kaltim yang memiliki wakil di PSSI tak serta-merta memudahkan PGK. Rekam jejak PGK terdahulu bukan jaminan. Sampai titik ini, keseriusan panitia pelaksana yang menentukan.

“Kebetulan Bapak (Gubernur Awang Faroek) telah beraudiensi dengan Ketum PSSI Edy Rahmayadi pada November 2017. Pak Edy melihat kinerja PGK sukses sehingga memberi izin PGK kedua,” jelas Dayang Donna Faroek, ketua Organizing Committee PGK 2018.

Yunus menambahkan, BOPI telah meminta PGK menjadi agenda resmi seperti Piala Soeratin, bahkan Marahalim Cup. "Bagi PSSI, ini sesuatu yang sangat luar biasa, khususnya di Kaltim,” tambah Yunus yang juga mantan ketua KNPI Kaltim.

Dalam kunjungan ke Samarinda dan Balikpapan akhir Februari lalu, BOPI yang diwakili Manajer Humas Eddi Elison, berencana mengajukan PGK ke kalender AFC, Asosiasi Federasi Sepak Bola Asia. Langkah itu tak lepas dari animo publik terhadap event yang sudah digelar dua kali tersebut. Masuk kalender AFC, PGK kelak memungkinkan mengundang kontestan dari luar Indonesia.

Turnamen di Bumi Etam pun berpeluang memiliki label sekelas turnamen legendaris Marahalim Cup yang digagas Gubernur Ke-11 Sumatra Utara Marahalim Harahap. Turnamen itu pernah masuk kalender resmi FIFA. Tim-tim raksasa dalam dan luar negeri, mulai Timnas Jerman Barat, Belanda, Australia, Jepang, Korea Selatan, pernah ambil bagian dalam turnamen yang pertama kali digelar pada 1972 itu.

Kehadiran partisipasi tim asing disebut menambah level kompetitif PGK. Kaltim tak bakal kesulitan menjamu tamu dari luar negeri. Provinsi ini memiliki venue bertaraf internasional seperti Stadion Batakan Balikpapan dan Stadion Utama Kaltim di Palaran. “Ini menjadi bagian terpenting bahwa Gubernur, seluruh kepala dinas, sangat memahami bahwa sepak bola adalah promosi terbesar bagi provinsi. Sepuluh hari berturut-turut disaksikan banyak orang,” ujarnya.

Menaikkan gengsi PGK berarti menambah daya tarik turnamen pramusim klub-klub raksasa. Jaminan partisipasi dari nama-nama besar, berpengaruh masif terhadap pasokan dana mengucur dari sponsorship. Sebagai event yang digelar tanpa menyentuh APBD, turnamen ini memang begitu ditentukan dukungan para sponsor.

Gelaran event yang sudah-sudah, menunjukkan budaya sponsor yang datang dengan sendirinya ketika keikutsertaan klub terjamin sejak awal. Makin populer tim berpartisipasi, tambah antusias sponsor terlibat. (tim kp)


BACA JUGA

Senin, 16 Juli 2018 11:00
Pemilihan Rektor Unmul

Calon Rektor Unmul Adu Kuat di Pusat

Memang tak seheboh dan sepanas Pilkada Kaltim. Tapi, proses pemilihan Rektor Universitas Mulawarman…

Senin, 16 Juli 2018 10:00

Tiap Fakultas Beda Dukungan

AWAL tahun 2000, pertama kali Julinda Romauli Manullang memulai risetnya. Di antara semua penelitian,…

Senin, 16 Juli 2018 08:54

Les Bleus Bintang Dua

MOSKOW – Didier Deschamps mengulang memori indah 20 tahun lalu. Pada 1998, dia menjadi kapten…

Senin, 16 Juli 2018 08:47

Ubah Tradisi Sembilan Dekade

PEMINDAHAN jadwal Piala Dunia 2022 Qatar sudah diumumkan Presiden Gianni Infantino pada Kongres FIFA,…

Senin, 16 Juli 2018 08:42

Semangat Meriset Terbentur Dana

PENDIDIKAN, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Itulah tri dharma perguruan tinggi. Penelitian di…

Minggu, 15 Juli 2018 13:00

Gubernur Baru Bakal Pilih-Pilih Proyek

SAMARINDA – Beberapa proyek multiyears contract (MYC) atau tahun jamak berpotensi mangkrak. Pasalnya,…

Minggu, 15 Juli 2018 12:00

Giliran Ketua Komura yang Dieksekusi

BALIKPAPAN – Sekretaris Ketua Koperasi Samudera Sejahtera (Komura) Dwi Hari Winarno telah dieksekusi…

Minggu, 15 Juli 2018 07:51

Peringkat Tiga Milik Belgia

SAINT PETERSBURG – Belgia tak pulang dengan tangan hampa dari Piala Dunia Rusia 2018. Meski gagal…

Minggu, 15 Juli 2018 07:43

Dari Lima Mengerucut Dua

JAKARTA - Lima nama calon wakil presiden (cawapres) yang disampaikan Presiden Joko Widodo membuat penasaran…

Minggu, 15 Juli 2018 07:36

Mental Kuat Berkat Meditasi, Fisik Prima karena Sepak Bola

Kita barangkali pernah merasakan bagaimana puasa dari Subuh hingga Magrib. Tidak makan dan minum selama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .