MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 05 Maret 2018 08:43
Rentan Kelewat Kompetitif
GAGAL PERTAHANKAN GELAR: Borneo FC gagal memanfaatkan status juara bertahan dan tuan rumah untuk berjaya di Piala Gubernur Kaltim 2018. Pemain Borneo FC, Srdan Lopicic (kanan) bersalaman dengan pemain Sriwijaya FC, Ichsan K usai laga semifinal PGK yang dimenangkan tim tamu lewat adu penalti.

PROKAL.CO, TURNAMEN  pramusim di Benua Etam bertajuk Piala Gubernur Kaltim tak hanya menjadi ajang promosi daerah. Memiliki tiga tim dengan nama besar di sepak bola Indonesia, ajang ini membantu wakil Kaltim di kompetisi Tanah Air menyiapkan kekuatan sebelum persaingan di level liga dimulai.

Asisten pelatih Borneo FC Ahmad Amiruddin menuturkan, turnamen pramusim bertujuan menguji kesiapan tim sebelum berkompetisi. Setiap laga dijadikan momentum untuk memadukan pemain anyar dan lawas. “Setiap musim pasti ada perubahan komposisi pemain. Turnamen pramusim jadi tolok ukur mereka untuk uji kemampuan,” kata Amir, sapaannya.

Namun menilik agenda turnamen yang bergelimang hadiah, beberapa klub dituntut serius melakoni setiap pertandingan. Tak ayal, pemain yang semula disiapkan untuk kompetisi akhirnya ada yang cedera.

Sebelum PGK yang memperebutkan hadiah utama Rp 1 miliar dimulai, klub-klub Tanah Air dihadapkan turnamen pramusim yang lebih bergengsi bertajuk Piala Presiden 2018. Ajang tahunan yang bulan lalu dimenangkan Persija Jakarta itu menghadiahkan fulus Rp 3,3 miliar bagi tim juara.

Besaran hadiah yang diperebutkan membuat level turnamen begitu kompetitif. Padahal, sejatinya ajang pramusim hanya berlabel pemanasan. “Turnamen pramusim sebenarnya membantu klub untuk memediasi latih tanding secara gratis. Jadi sayang kalau dilewatkan begitu saja,” imbuhnya.

Selain hadiah menggiurkan, ajang pramusim di Indonesia sarat akan gengsi. Setiap klub tampak berlomba-lomba memenangkan pertandingan demi mengukir sejarah. Hingga lupa pada tujuan awal yakni berjuang di liga. “Khawatirnya kalau maksimal di awal, nanti di liga malah kendur. Sudah banyak kasusnya saat berhasil juara di turnamen, tapi di kompetisi kesulitan. Seperti blunder," lengkapnya.

Borneo FC merupakan salah satu contoh kejayaan pramusim tak diikuti kinerja klub pada level kompetisi. Bersaing di Indonesia Soccer Championship 2016, Pesut Etam hanya finis di posisi sembilan. Persib Bandung yang menjuarai Piala Presiden 2015 juga hanya finis kelima di kompetisi tertinggi di Tanah Air tersebut.

Kompetitifnya pramusim memang rentan bagi klub kontestan liga. Risiko cedera begitu mengancam lantaran agenda pertandingan yang padat. Amir gerah pengaturan jadwal tampak dipaksakan. Jatah istirahat minim ‎membuat pemain kelelahan. Imbasnya yang terjadi di lapangan kurang maksimal kala bermain.

PGK dengan delapan kontestan, digelar dengan durasi 10 hari. Satu klub memiliki jatah bertanding maksimal lima laga di ajang tersebut. Yang berarti, masa recovery hanya sehari per pertandingan.

Tidak sedikit akhirnya pemain yang ujungnya menjadi korban. Paling fatal bisa absen panjang semusim yang mengubur impian berlaga di kompetisi. “Harus hati-hati. Apalagi kalau jadwalnya padat,” ujarnya.

Bagi tim profesional, pramusim juga momen seleksi pemain. Paling sering menguji kemampuan legiun asing. Nasib mereka biasanya ditentukan dalam momen tersebut. ‎

Musim lalu, Borneo FC menurunkan tim pelapis untuk berlaga di Piala Presiden 2017. Di luar dugaan, skuad kedua tampil moncer dan finis runner up di turnamen tersebut. Nama yang melejit adalah bek asal Jepang, Kunihiro Yamashita. Panggung pramusim pun memberinya tiket promosi ke tim utama, menggeser playmaker asal Korea Selatan, Kim Yong Tae, yang sebelum diproyeksi mengisi slot asing Asia.

Turnamen pramusim di mata pelatih Persiba Wanderley Junior tak kalah penting. Lewat pramusim, dia dimungkinkan mengetahui sejauh mana perkembangan pemain selama menjalani latihan. “Kami bisa menilai kesiapan tim mulai teknik, skill, dan strategi serta mental pemain ketika bertanding,” ungkap arsitek asal Brasil itu kepada Kaltim Post.

Persiba punya keuntungan lebih pada laga pramusim lantaran menghadapi klub-klub Liga 1. Ya, Beruang Madu yang kini berada di Liga 2 baru saja menjajal kekuatan beberapa klub Liga 1, macam PSIS Semarang pada laga uji coba, Sriwijaya FC, Persebaya Surabaya, dan Madura United pada penyisihan grup PGK.

Terbaru, Persiba bentrok dengan Mitra Kukar dan PSM Makassar pada turnamen bertajuk Battle of Borneo. “Semua pertandingan pramusim akan kami manfaatkan untuk analisis kekuatan dan kelemahan tim sebelum masuk kompetisi nanti,” katanya.

Soal padatnya jadwal pertandingan yang mesti dijalani ketika turnamen pramusim, Wanderley mengaku tak mempersoalkan. Ya pada turnamen PGK,  yang baru saja tuntas diselenggarakan, padatnya jadwal membikin setiap klub cuma punya waktu recovery satu hari sebelum bertanding lagi.

Kondisi itu memang sempat membuat beberapa pelatih dan pemain mengaku kerepotan. Beberapa klub menyiasati dengan merotasi skuad yang berbeda pada setiap laga. Tak terkecuali Persiba. “Ada pengaruh memang, tapi kami antisipasi dengan minta kepada pemain atur waktu istirahat dengan benar dan ikuti program dari pelatih. Dengan begitu mereka akan selalu siap kapan pun tim butuh,” ujar dia. (tim kp)


BACA JUGA

Jumat, 08 Juni 2018 09:09

Menggantung Asa di Program Pusat

GAP antara si kaya raya dan miskin papa masih terbentang lebar. Kesenjangannya tak hanya tentang pendapatan,…

Jumat, 08 Juni 2018 09:05

Teliti Developer sebelum Membeli Rumah

NEGARA mengatur rakyatnya memiliki hak terhadap papan yang memadai, sebagaimana tertulis dalam UUD 1945.…

Jumat, 08 Juni 2018 09:03

TAK MUDAH..!! Rumah yang Bisa Dikredit dengan Harga Bersahabat

SEPTIANI (23), kini berumah tangga dengan Ivandi (23). Tidak hanya berdua, mereka kini memiliki putri…

Jumat, 08 Juni 2018 09:01

Warga Susah dapat Rumah, Reduksi dengan DP Nol Persen

MENDIRIKAN jutaan unit hunian tak serta-merta mengurangi kesenjangan kepemilikan rumah. Warga tetap…

Senin, 04 Juni 2018 22:00

Siraman Rohani untuk Generasi Menunduk

CATATAN: M RIDHUAN SAYA termasuk generasi menunduk. Pada zaman digital saat ini, khususnya pekerja media,…

Senin, 04 Juni 2018 21:10

DAI, DEMI PAMRIH KEPADA ILAHI

Tak ada kata istirahat dalam dakwah. Islam menyebar lewat perjuangan, yang kini dilanjutkan para dai.…

Senin, 04 Juni 2018 21:02

Jatuh Bangun Empat Dekade

SIANG itu, meski matahari sedang terik-teriknya, Hasyim masih saja sibuk dengan cangkul, kapak, serta…

Senin, 04 Juni 2018 08:37

Menyesuaikan Gaya, Menyentuh Anak Muda

MUHAMMADIYAH salah satu organisasi Islam Tanah Air yang punya peran besar dalam menyebarkan dakwah.…

Senin, 04 Juni 2018 08:30

Santun Jadi Modal Utama

DALAM memberikan nasihat dakwah, yang pertama adalah dengan hikmah. Ini prinsip pertama yang hendaknya…

Senin, 04 Juni 2018 08:24

“Siapa Pun Harus Bisa Menikmati Dakwah”

EKSISTENSI Hidayatullah sudah hampir lima dekade. Tak hanya di Balikpapan, pondok pesantren yang didirikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .