MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 05 Maret 2018 08:41
Berkah bagi Aset Rp 1,2 T

PROKAL.CO, KEMBALI digunakannya Kompleks Stadion Utama Palaran (KSUP) untuk gelaran Piala Gubernur Kaltim (PGK) 2018 memberi asa bagi segelintir orang untuk mengais rezeki. Meski tak banyak, setidaknya, pundi-pundi dapat terisi lebih banyak dari biasanya.

Tanpa PGK 2018, kompleks olahraga yang dibangun dengan biaya sekitar Rp 1,2 triliun itu bukannya tanpa kehidupan. Beberapa pedagang kaki lima (PKL) masih menggantungkan hidup di sana karena menjelang senja ada saja warga sekitar yang menghabiskan waktu berolahraga di infrastruktur yang dibangun medio 2005 lalu.

Wanto, seorang PKL di KSUP mengaku, kompleks olahraga peninggalan PON Kaltim itu selalu didatangi warga Samarinda. “Jumlahnya memang tak banyak. Tapi ada (warga) yang datang,” ucapnya kala ditemui Jumat, pekan lalu.

Sehari-hari, lapak jualannya berada di depan gerbang masuk KSUP karena tak banyak pengunjung di kompleks tersebut. Khusus PGK, dia optimistis memperoleh untung lebih dari biasanya dengan menyewa petak yang disediakan panitia kompetisi sepak bola khas Benua Etam itu. Meski hari untuk berjualan kala event digelar bisa dihitung jari.

Kepala UPTD Pengelola Kompleks Stadion Utama dan Madya (PKSUM), Ednandar S Samad mengaku digunakannya kembali Stadion Utama Palaran dalam perhelatan Semifinal dan Final PGK 2018 memberi sedikit roh kehidupan. Biasanya hanya kegiatan Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) dan warga sekitar yang berolahraga.

Jumlah PKL yang dikelola UPTD PKSUM di Stadion Utama Palaran tak banyak, hanya lima pedagang. Lokasi lapak tak boleh jauh dari gedung serbaguna karena aktivitas yang rutin digelar berada di lokasi sekitar. Jaraknya pun dibatasi, hanya 100 meter dari gedung. “Agenda reguler di sana Minggu saja. Pagi dan sore ada senam,” tutur Samad.

Soal pendapatan, KSUP belum mampu menyumbang pendapatan asli daerah (PAD). Sejauh ini, pungutan retribusi yang diperoleh belum mampu menutup operasional. Bahkan, untuk sekadar membayar daya listrik. Maka, KSUP belum dipatok target PAD.

“Yang paling besar terpangkas tentu daya listrik di stadion utama. Kini, penerangan ketika stadion digunakan tak bergantung pasokan listrik PLN. Kami gunakan genset saja,” tuturnya.

Anggaran perawatan pun jarang diterima dari Pemprov Kaltim. Berkah yang diperoleh dari gelaran PGK adalah pendapatan yang masuk untuk perbaikan ruas jalan menuju stadion dan atribut pelengkap stadion yang rusak karena minim perawatan.

Soal aturan penyewaan masih berpedoman pada Peraturan Gubernur Kaltim Nomor 2 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Usaha. PGK 2018 yang notabene kegiatan Pemprov Kaltim bukan berarti cuma-cuma menggunakan venue, tetap ada biaya sewa.

Namun, tak sebesar biaya sewa komersial yang mencapai Rp 70 ribu per harinya. Tarif yang dibebankan ke panitia berfokus pada biaya kebersihan di KSUP. “Perda-nya lagi direvisi di DPRD Kaltim untuk penyesuaian tarif baik di sini (Stadion Utama Palaran) atau Stadion Madya Sempaja,” tuturnya.

MINIM REHAT

Bergulirnya PGK 2018 memberi harapan bagi segelintir pihak yang berkelindan dengan ajang olahraga tersebut. Namun, asa itu tak meluber ke berbagai lini. Tim sepak bola dari beberapa daerah yang hadir nyatanya tak begitu banyak meluangkan waktu di Kaltim. “Umumnya kami di hotel saja istirahat. Cari makan pun tak jauh dari hotel,” kata Kurniawan Kartika Aji, pemain Arema Malang yang ditemui di kawasan Jalan Mulawarman, Balikpapan.

Tak semua pemain bisa memaksimalkan waktu untuk istirahat penuh. Kartika misalnya, harus memenuhi panggilan Timnas Indonesia pada jeda waktu rehat PGK Kaltim. Sehingga, penjaga gawang Singo Edan itu tak leluasa di tanah kelahirannya. “Enggak sempat juga ajak kawan-kawan berkeliling. Jadwalnya cukup mepet,” akunya.

Lain Kurniawan, lain pula penggawa Pusamania Borneo FC (PBFC) Wahyudi Setiawan Hamisi. Di luar pertandingan, waktu luang yang tersedia hanya digunakannya untuk aktivitas bersama rekan setimnya. “Biasanya main biliar saja,” tuturnya.

Sebagai tuan rumah di PGK, Pesut Etam tetap berlatih reguler. Belum lagi jeda pertandingan yang cukup mepet, hampir dua kali sepekan. “Makanya enggak bisa jauh-jauh. Perlu jaga kondisi juga,” tutupnya. (tim kp)

 


BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 08:42

Waspada Rayuan Kosmetik Ilegal

Kulit putih, mulus, dan bercahaya jadi impian banyak perempuan, bahkan,…

Senin, 21 Januari 2019 08:38

Iklan Artis Bukan Jaminan

TOKO daring kerap menjadi tempat mudah menemukan kosmetik ilegal. Dari…

Senin, 21 Januari 2019 08:33

Raup Miliaran dari Kosmetik Ilegal

AWAL tahun Balikpapan dan Samarinda disapa oleh pengungkapan kosmetik ilegal…

Jumat, 18 Januari 2019 07:52

PILEG RASA PILWALI

Pemain lama yang tak sekali-dua kali duduk di Karang Paci…

Jumat, 18 Januari 2019 07:46

Gagal, Keluarga Bisa Ikut Stres

ALAT peraga kampanye (APK) berdiri di tempat-tempat strategis. Berharap bisa…

Jumat, 18 Januari 2019 07:41

Suara Sah Harus Ditentukan Lebih Dulu

PEMILIHAN legislatif 2019 akan menggunakan metode Sainte Lague dalam menentukan…

Senin, 14 Januari 2019 08:38

Nelayan Hanya Kaya Lautan

Takkan ada ikan gurih di meja makan, tanpa ada jerih…

Senin, 14 Januari 2019 08:23

Terancam Zonasi Segara

MENGGELUTI profesi nelayan di tengah gempuran pertambangan di Kaltim, bukan…

Senin, 14 Januari 2019 08:07

Nelayan Penjaga Kedaulatan

BERBAGAI persoalan ternyata dihadapi nelayan di Kaltim. Tak hanya persoalan…

Senin, 14 Januari 2019 07:56

Diklaim Bawa Perubahan

NELAYAN sebagai tulang punggung industri perikanan nasional memiliki fungsi penting.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*