MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 02 Maret 2018 07:17
Harga Batu Bara Naik, Tetap Harus Efisien
LEBIH AMAN: Para penambang batu bara disarankan mulai mengalihkan penjualan ke pasar domestik, khususnya untuk kebutuhan pembangkit listrik. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Para penggiat bisnis pertambangan diingatkan agar tak terlena atas menguatnya harga komoditas. Terutama untuk batu bara. Efisiensi tetap penting diperhatikan, mengingat gejolak dari dampak global bisa terjadi kapanpun.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Eksekutif Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (Aspindo) Bambang Tjahjono mengatakan, harga komoditas sangat bergantung permintaan dunia. Sentimen global, kata dia, bisa berubah dalam waktu singkat.

Hal tersebut, kata dia, terjadi saat harga komoditas tambang, seperti batu bara dan minyak mentah dunia, anjlok beberapa tahun lalu. Karenanya, efisiensi tetap menjadi tuntutan, meski sekarang euforia atas naiknya harga komoditas masih berlanjut.

“Efisiensi biaya perawatan paling memungkinkan, untuk mengantisipasi kalau-kalau harga komoditas andalan nanti anjlok. Jadi, kalaupun harganya nanti turun lagi, tidak perlu ambil langkah ekstrem, semisal PHK massal,” ungkapnya saat menjadi pembicara dalam seminar pertambangan di Balikpapan, Rabu (28/2) lalu.

Apalagi, lanjut Bambang, biaya perawatan peralatan merupakan pengeluaran terbesar kedua setelah bahan bakar. Efisiensi dari sisi operasional, menurutnya juga perlu. “Tapi yang paling tepat saat ini adalah perawatan, karena porsinya sanat besar,” terangnya dalam seminar yang berlangsung di Swiss-Belhotel Balikpapan itu.

Dia juga menyarankan, pengusaha batu bara jangan hanya mengandalkan pasar ekspor, karena risiko fluktuasi harga yang lebih tinggi. Meski harga jualnya tak semenarik di pasar internasional, Bambang menyarankan agar para penambang batu bara mulai membiasakan penjualan domestik. Yakni untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) kepada PT PLN. Dengan kebutuhan daya yang masih besar, menurutnya, market domestik lebih aman untuk jangka panjang.

“Produksi batu bara Kaltim itu paling besar, disusul Kalsel. Otomatis dampaknya terhadap ekonomi juga besar kalau terjadi gejolak harga. Makanya, biar aman, kenapa tidak pembangkit listrik didorong untuk menggunakan batu bara,” jelasnya.

Kementerian ESDM memang menetapkan harga batu bara acuan (HBA) Februari ini kembali naik menjadi USD 100,69 per ton, dari posisi USD 95,54 per ton pada Januari lalu. Sementara sepanjang tahun lalu, HBA pemerintah tercatat naik lebih sekitar 36 persen dibanding 2016.

Kenaikan harga batu bara awal tahun ini dipicu tingginya permintaan dari Tiongkok untuk kebutuhan musim dingin. Di sisi lain, juga karena terhambatnya produksi dan pengiriman batu bara karena cuaca di negara tersebut.

Pertumbuhan produksi batu bara di Kaltim ternyata tak sebesar persentase kenaikan harganya. Jika nilai jual emas hitam sepanjang tahun lalu melonjak hingga 36 persen, angka produksinya hanya naik 8,1 persen. (aji/man/k15)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 07:15

Kredit Macet Kaltim Tertinggi di Kalimantan

SAMARINDA - Masyarakat Kaltim dituntut bijak dalam berutang. Saat ini, Bumi Etam menjadi daerah dengan…

Jumat, 21 September 2018 07:13

Pertamina Butuh Investasi USD 56 M

SAMARINDA – PT Pertamina tampaknya harus bekerja ekstra untuk meningkatkan produksi minyak dan…

Jumat, 21 September 2018 07:10

CGV Balikpapan Hadirkan Studio Velvet

BALIKPAPAN - CGV Cinemas Balikpapan terus berinovasi untuk memenangi persaingan bisnis layar lebar.…

Jumat, 21 September 2018 07:00

Suku Bunga Acuan Bisa Naik Lagi

JAKARTA – Bank Sentral AS (The Fed) bulan ini diyakini kembali menaikkan Fed Funds Rate (FFR).…

Jumat, 21 September 2018 06:53

Perluasan Area Pelabuhan Jalan di Tempat

BALIKPAPAN - Ketidakpastian pembangunan jembatan Penajam Paser Utara-Balikpapan membuat proyek pengembangan…

Jumat, 21 September 2018 06:50

BTN Bidik Pertumbuhan Bisnis 20 Persen

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan penyaluran kredit komersial hingga Agustus…

Jumat, 21 September 2018 06:49

Pangsa Pasar Taiwan Kian Menggoda

JAKARTA - Kementerian Perdagangan menyatakan kinerja ekspor non-migas Indonesia ke Taiwan pada semester…

Jumat, 21 September 2018 06:48

Listrik Kejar Kenaikan Konsumsi

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengejar kenaikan konsumsi listrik…

Jumat, 21 September 2018 06:47

Maksimalkan Pembangunan Infrastruktur

JAKARTA - Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Korea Selatan berkomitmen melanjutkan kerja sama di…

Jumat, 21 September 2018 06:45

Ditjen Bea Cukai Selamatkan Rp 909 Miliar

JAKARTA - Perang terhadap rokok ilegal terus dilakukan pemerintah sebagai upaya menekan kerugian negara.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .