MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 02 Maret 2018 07:17
Harga Batu Bara Naik, Tetap Harus Efisien
LEBIH AMAN: Para penambang batu bara disarankan mulai mengalihkan penjualan ke pasar domestik, khususnya untuk kebutuhan pembangkit listrik. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Para penggiat bisnis pertambangan diingatkan agar tak terlena atas menguatnya harga komoditas. Terutama untuk batu bara. Efisiensi tetap penting diperhatikan, mengingat gejolak dari dampak global bisa terjadi kapanpun.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Eksekutif Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (Aspindo) Bambang Tjahjono mengatakan, harga komoditas sangat bergantung permintaan dunia. Sentimen global, kata dia, bisa berubah dalam waktu singkat.

Hal tersebut, kata dia, terjadi saat harga komoditas tambang, seperti batu bara dan minyak mentah dunia, anjlok beberapa tahun lalu. Karenanya, efisiensi tetap menjadi tuntutan, meski sekarang euforia atas naiknya harga komoditas masih berlanjut.

“Efisiensi biaya perawatan paling memungkinkan, untuk mengantisipasi kalau-kalau harga komoditas andalan nanti anjlok. Jadi, kalaupun harganya nanti turun lagi, tidak perlu ambil langkah ekstrem, semisal PHK massal,” ungkapnya saat menjadi pembicara dalam seminar pertambangan di Balikpapan, Rabu (28/2) lalu.

Apalagi, lanjut Bambang, biaya perawatan peralatan merupakan pengeluaran terbesar kedua setelah bahan bakar. Efisiensi dari sisi operasional, menurutnya juga perlu. “Tapi yang paling tepat saat ini adalah perawatan, karena porsinya sanat besar,” terangnya dalam seminar yang berlangsung di Swiss-Belhotel Balikpapan itu.

Dia juga menyarankan, pengusaha batu bara jangan hanya mengandalkan pasar ekspor, karena risiko fluktuasi harga yang lebih tinggi. Meski harga jualnya tak semenarik di pasar internasional, Bambang menyarankan agar para penambang batu bara mulai membiasakan penjualan domestik. Yakni untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) kepada PT PLN. Dengan kebutuhan daya yang masih besar, menurutnya, market domestik lebih aman untuk jangka panjang.

“Produksi batu bara Kaltim itu paling besar, disusul Kalsel. Otomatis dampaknya terhadap ekonomi juga besar kalau terjadi gejolak harga. Makanya, biar aman, kenapa tidak pembangkit listrik didorong untuk menggunakan batu bara,” jelasnya.

Kementerian ESDM memang menetapkan harga batu bara acuan (HBA) Februari ini kembali naik menjadi USD 100,69 per ton, dari posisi USD 95,54 per ton pada Januari lalu. Sementara sepanjang tahun lalu, HBA pemerintah tercatat naik lebih sekitar 36 persen dibanding 2016.

Kenaikan harga batu bara awal tahun ini dipicu tingginya permintaan dari Tiongkok untuk kebutuhan musim dingin. Di sisi lain, juga karena terhambatnya produksi dan pengiriman batu bara karena cuaca di negara tersebut.

Pertumbuhan produksi batu bara di Kaltim ternyata tak sebesar persentase kenaikan harganya. Jika nilai jual emas hitam sepanjang tahun lalu melonjak hingga 36 persen, angka produksinya hanya naik 8,1 persen. (aji/man/k15)


BACA JUGA

Senin, 18 Juni 2018 06:04

Arus Balik Diprediksi Mulai 20 Juni

TARAKAN - Lonjakan penumpang arus balik belum terlihat di Pelabuhan Tengkayu I (SDF), Sabtu (16/6).…

Minggu, 17 Juni 2018 10:21

CANTIK..!! Dimodif, Begini Tampilan Toyota C-HR

Hasil inovasi desain para insinyur Toyota pada C-HR tidak lantas menutup kreativitas modifikator dari…

Jumat, 15 Juni 2018 14:02

Penumpang Bandara Angkasa Pura I Tumbuh 10 Persen

JAKARTA – Pertumbuhan penumpang pesawat pada musim mudik kali ini cukup mengejutkan. Menteri Perhubungan…

Kamis, 14 Juni 2018 06:22

Belum Ada Pelanggaran

BALIKPAPAN – Dugaan adanya penjualan tiket pesawat dengan tarif melebihi batas atas yang terjadi…

Kamis, 14 Juni 2018 06:20

Libur, Bulog Tetap Gelar Operasi Pasar

BALIKPAPAN - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Divisi Regional Kaltim dan Kaltara…

Kamis, 14 Juni 2018 06:17

Ayam Potong Mahal, Diimbau Beralih ke Ayam Beku

BALIKPAPAN - Dinas Perdagangan Balikpapan mengklaim kebiasaan masyarakat yang masih enggan mengonsumsi…

Kamis, 14 Juni 2018 06:04

Pertamax Mulai Jadi Primadona

JAKARTA – Memasuki libur bersama Ramadan 2018, padatnya arus kendaraan bermotor membuat konsumsi…

Kamis, 14 Juni 2018 06:01

Cuti Bersama, Mandiri Tetap Beroperasi

JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan tetap mengoperasikan 302 cabangnya untuk melayani nasabah…

Kamis, 14 Juni 2018 06:00

Juli, Pilot dan Karyawan Garuda Berencana Mogok

JAKARTA - Karyawan dan pilot PT Garuda Indonesia (Persero) yang tergabung dalam Serikat Karyawan Garuda…

Rabu, 13 Juni 2018 10:00

Kenaikan Harga Ayam Lewati Prediksi

BALIKPAPAN - Tak hanya pasokan ayam broiler ke pedagang yang berkurang, kenaikan harga jelang Idulfitri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .