MANAGED BY:
SABTU
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Senin, 26 Februari 2018 09:21
Gubernur Gaul Bisa Realisasikan Kebutuhan Kaltim

Diskusi Forum Kota Kaltim Post; Membedah Calon Pemimpin Ideal

SOLUSI KONKRET: Diskusi Forum Kota Kaltim Post dihadiri anggota MPR RI, DPRD Balikpapan, praktisi, akademisi, hingga tokoh masyarakat di Gedung Biru Kaltim Post, kemarin. Temanya mencari calon pemimpin Kaltim ideal agar bisa memberi solusi konkret untuk perubahan Kaltim.(anggi pradtha/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Dari anggota MPR RI, DPRD Balikpapan, praktisi, akademisi, hingga tokoh masyarakat, Minggu (25/2) berkumpul di Gedung Biru Kaltim Post (GBK). Sebagai tuan rumah, Kaltim Post memberi ruang bagi para pakar dalam bidangnya untuk memberikan pandangan dan suara mereka. Memuaskan dahaga mencari calon pemimpin Kaltim ideal. Hingga bisa memberikan solusi yang konkret untuk menuju perubahan Kaltim yang lebih baik.

Sebagai pembuka, anggota MPR RI Hetifah Sjaifudian sebagai pembicara kunci memberikan gambaran gubernur Kaltim sebagai bagian dari sistem pemerintahan republik Indonesia. Gubernur harus yang memegang kendali provinsi harus bisa mengurangi kesenjangan antarkabupaten dan kota. Sekaligus mampu menghadapi tantangan Kaltim di empat sektor. Yakni ekonomi, pendidikan, pemerintahan dan lingkungan. “Ingat, Kaltim bukan hanya Balikpapan yang dianggap lebih baik di antara 10 kabupaten atau kota lainnya,” ujar perempuan berjilbab itu.

Ekonomi Kaltim masih jauh dari harapan. Transformasi struktur ekonomi masih berjalan lambat. Akibat dari dominasi migas dan batu bara. Lalu munculnya kelesuan dan ketidakpastian ekonomi global. Berdampak pada melemahnya harga komoditas. Masih belum berjalannya hilirisasi komoditas unggulan Kaltim. Dan daya saing investasi yang terkendala faktor minimnya infrastruktur seperti transportasi dan energi.

Pemimpin Kaltim juga menghadapi sejumlah persoalan akibat pelimpahan kewenangan dari kabupaten dan kota ke provinsi. Pemimpin Kaltim harus memahami dan menguasai fiskal. Bisa menggandeng perwakilan Kaltim di pusat untuk bisa memperjuangan perubahan aturan yang menyangkut besaran dana perimbangan daerah. Hal ini penting karena selama aturan yang ada tidak diubah, maka Kaltim tetap akan mendapat porsi kecil dalam struktur APBN. “Jadi harus diubah dulu UU Nomor 33/2004. Dan kami, termasuk saya yang masuk dalam badan anggaran sudah berusaha agar dana transfer dan bentuk lainnya agar bisa dialokasikan ke Kaltim. Misal dana desa, dimana di sini kelurahan,” tuturnya.

Apalagi dalam sejumlah data dan fakta yang dia peroleh, Kaltim masih terpuruk dari sisi ekonomi. Pertumbuhan ekonomi di triwulan ketiga 2017 kembali mengalami perlambatan. Dari tumbuh 3,6 persen di triwulan sebelumnya, hanya menjadi 3,5 persen. Kondisi ini, disebabkan perlambatan kinerja lapangan usaha pertambangan. Kemudian nilai APBD Kaltim di 2017 ditetapkan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Membuat kemampuan fiskal pemerintah menjadi terbatas.

Pemimpin Kaltim juga harus gaul. Artinya harus mampu meyakinkan pemerintah pusat dalam hal dana perimbangan yang dikucurkan ke daerah. Besaran anggaran dana transfer ke daerah Kaltim 2018 misalnya. Perempuan yang ahli di bidang perencanaan kota dan wilayah itu menyebut Dana Bagi Hasil (DBH) dari pusat ke Kaltim ada Rp 2,6 triliun. Kemudian ada Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 767,6 miliar dan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 1,1 triliun.

“Ada Rp 2.200 triliun APBN. Sementara kalau di total Kaltim hanya dapat Rp 4,5 triliun. Padahal jika gubernurnya gaul, bisa meyakinkan pusat maka Kaltim bisa dapat lebih. Ibarat pohon mangga yang banyak buahnya, itu harus di rojok-rojok (digoyang),” ucapnya.

Misal untuk DAK, Kaltim sebenarnya bisa dapat lebih. Melalui wilayah perbatasan seperti Mahakam Hulu (Mahulu), gubernur bisa meminta anggaran pembangunan kawasan perbatasan atau wilayah tertinggal. Namun mekanismenya harus jemput bola.

Kondisi ini oleh anggota DPRD Balikpapan yang diwakili anggota Komisi I Ali Munsir tak dipersoalkan. Berapa pun besaran dana perimbangan yang dikirim oleh pusat ke daerah itu menjadi kewenangan pusat sesuai aturan yang berlaku. Namun dia menyesalkan soal mekanisme penyaluran yang selama ini salah. Karena dalam prosesnya di akhir tahun, semua proyek dan kebijakan pemerintah sudah dalam tahap pengerjaan. Bahkan ada yang sudah dikerjakan. Namun begitu tahu pusat tak Rp 283 miliar, terjadi kepanikan.

Ketua DPD Asosiasi LPM Kota Balikpapan Damanhuri menyebut, segala keputusan dan kebijakan pemerintah di daerah akan sia-sia jika tak sesuai dengan regulasi di pusat. Lobi pun akan membuat perubahan, kecuali Kaltim memiliki aspek khusus yang membuat pusat bisa mempertimbangkan celah adanya perubahan kebijakan.

“Pemimpin di tahun pertama harus melakukan komunikasi, kemudian di tahun kedua koordinasi, di tahun ketiga sosialisasi. Tahun keempat finalisasi dan tahun kelima eksekusi,” jelasnya dalam perputaran sistem pemerintahan.

Orientasi terhadap Pilgub Kaltim juga perlu dipertegas. Siapa pun yang maju sebagai calon, maka harus memahami regulasi. Jangan sampai dalam mengambil keputusan menabrak aturan yang ada.

Rektor Universitas Balikpapan, Piatur Pangaribuan menegaskan sistem yang bagus jika tak disertai kemampuan manusianya juga percuma. Ini yang menurutnya sedang terjadi di Kaltim. Masing-masing pengambil kebijakan harus mampu memilah mana keinginan, mana kebutuhan. Jangan sampai pemimpin justru mendahulukan keinginan.

“Harus berfikir out of the box,” ujarnya. Baik di daerah maupun di pusat harus bersinergi. Jangan sampai saling menyalahkan apabila terjadi persoalan di daerah. Jangan sampai masyarakat yang melakukan penilaian sendiri.

Sosok pemimpin ideal adalah praktikal dan analitikal. Berbicara secara baik menggunakan data yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Tak perlu banyak bicara. Namun banyak melakukan aksi nyata. Dengan kondisi ekonomi Kaltim merosot akibat penurunan APBD. Jangan sampai terpilih pemimpin yang justru korup dan memanfaatkan jabatan. “Kaltim ini sudah uangnya makin sedikit, korupsinya makin banyak,” katanya. (*/rdh/one/k18)


BACA JUGA

Jumat, 24 Mei 2019 13:32
Fera Setyawan, Guru Asal Kota Minyak yang Juara di Olimpiade Matematika

Tes Tersulit, Perdana Ikuti Kompetisi Level Tertinggi

Siapa bilang tenaga pengajar lokal kalah bersaing dengan luar Kalimantan.…

Jumat, 24 Mei 2019 09:00

CATAT..!! Kemarau Diprediksi Terjadi Pertengahan Juli

BALIKPAPAN – Cuaca Kota Minyak panas terik tanpa hujan beberapa…

Kamis, 23 Mei 2019 13:02

Kloter Bertambah, Jamaah Kaltim Berangkat 19 Juli

BALIKPAPAN–Molor sehari dari wacana awal 21 Mei dan sempat diperkirakan…

Kamis, 23 Mei 2019 12:58

Sebar Hoax, IRT Jadi Tersangka

BALIKPAPAN–Keributan di Hotel Mega Lestari, Jumat (19/4) lalu berbuntut hukum.…

Kamis, 23 Mei 2019 12:57
Kenalan dengan Trio Peraih Nilai UN 100 di SMA 5 Balikpapan (Risna Widyastuti)

Hilangkan Stres dengan Main Gim

Alih-alih membaca buku, Risna lebih memilih menghabiskan waktu bermain gim…

Rabu, 22 Mei 2019 11:24

Optimistis Target Zakat Rp 5,2 M Tercapai

BALIKPAPAN¬ – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Balikpapan telah mengumpulkan…

Selasa, 21 Mei 2019 13:19
Kenalan dengan Trio Peraih Nilai UN 100 di SMA 5 Balikpapan (1 Nuraida)

Bahasa Indonesia Itu Unik, Bikin Kepo

Rasa lega sudah menyelimuti siswa SMA. Pekan lalu, hasil kelulusan…

Senin, 20 Mei 2019 21:22

Cek Harga Tiket Pesawat, Otoritas Bandara Udara Wilayah VII Balikpapan Inspeksi 5 Maskapai

BALIKPAPAN - Inspeksi terkait penerapan Keputusan Menteri 106 Tahun 2019…

Senin, 20 Mei 2019 16:24

Dugaan Pemalsuan, Tergiur Aset Rp 50 M

BALIKPAPAN- Perkara dugaan pemalsuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU)…

Minggu, 19 Mei 2019 10:55

JAGA-JAGA..!! Ditpolairud Siaga di Jalur Mudik

BALIKPAPAN - Ada enam kapal patrol milik Direktorat Polisi Perairan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*