MANAGED BY:
RABU
19 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Sabtu, 24 Februari 2018 12:26
AHY-Gatot Cawapres Potensial
Agus Harimurti Yudhoyono dan Gatot Nurmantyo.

PROKAL.CO, DEKLARASI Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres PDI Perjuangan (PDIP) akan diikuti manuver partai-partai koalisi. Mereka akan berebut melakukan lobi-lobi politik untuk menawarkan jagonya sebagai cawapres.

Namun, menurut pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Ari Junaedi, penentuan cawapres untuk Jokowi masih sangat jauh. Sebab, dengan sisa waktu lima bulan menjelang pendaftaran, dinamika politik masih sangat dinamis.

Ari menjelaskan, untuk bisa jatuh pada satu pilihan, ada sejumlah variabel yang diperhatikan. Selain mencari kecocokan dengan partai pengusung lain, kondisi sosial politik teraktual sangat berpengaruh. Misalnya, jika dirasa kebutuhannya penguatan ekonomi, akan dicari cawapres berlatar belakang ekonom. Namun, jika stabilitas keamanan menjadi kebutuhan, latar belakang militer (TNI) jadi relevan.

Khusus dalam konteks Jokowi, Ari melihat isu agama akan menjadi pertimbangan. Terlebih, saat ini pemerintahan mantan wali kota Solo tersebut diasosiasikan sebagian kalangan sebagai rezim yang bertentangan dengan Islam. Karena itu, opsi memilih pendamping dari kalangan tokoh agama sangat terbuka. ”Menautkan nasionalis dengan Islam akan relevan. Kalau kita lihat, Jawa Tengah, lalu Jawa Timur, menjadi eksperimen model koalisi nasionalis religius. Jadi masih terbuka,” imbuhnya.

Namun, kader dari partai mana yang akan dipilih sampai saat ini masih belum terlihat. Bahkan, bukan hanya dari partai pendukung pemerintah, kans bagi Partai Demokrat pun masih terbuka. Dengan tingkat kompleksitas tantangan politik yang dihadapi, Ari memprediksi pendamping Jokowi akan ditentukan menjelang pendaftaran. ”Ada proses negosiasi, lobi, sampai penentuan di titik akhir yang menyempurnakan keinginan semua kalangan,” ulasnya.

Sementara itu, menurut survei Alvara Research Center, Jokowi merupakan capres yang mempunyai popularitas paling tinggi. Founder dan CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali mengatakan, popularitas Jokowi mencapai 98,0 persen dengan top of mind 56,4 persen. 

Popularitas Prabowo Subianto berada di urutan kedua dengan persentase 94,8 persen dan top of mind 29,9 persen. Kemudian disusul Jusuf Kalla (JK) dengan 73,1 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 71,9 persen, dan Anies Baswedan 64,9 persen. ”Survei itu berdasar wawancara tatap muka dengan 2.203 responden terpilih,” ujarnya saat mempresentasikan hasil survei lembaganya di Hotel Oria, Jalan KH Wahid Hasyim, kemarin.

Hasanuddin mengatakan, jika pilpres dilaksanakan hari ini, Jokowi akan meraih suara terbanyak. Menurut dia, elektabilitas Jokowi mencapai 46,1 persen, disusul Prabowo 26,5 persen, AHY 2,2 persen, dan Gatot Nurmantyo 1,4 persen. Yang belum memutuskan pilihan 15,9 persen.

Pemilih Jokowi berasal dari berbagai kalangan usia, baik muda maupun tua. Jika disimulasikan dengan 8 kandidat, 6 kandidat, maupun 4 kandidat, Jokowi selalu unggul. Bahkan, mantan gubernur DKI Jakarta itu tetap unggul jika disimulasikan dengan tiga kandidat maupun head-to-head. Lawan terberatnya dalam berbagai skenario simulasi adalah Prabowo yang selalu di peringkat kedua. Namun, lanjut Hasanuddin, angka 46,1 persen belum aman. ”Baru aman kalau di angka minimal 50 persen,” tuturnya.

Alvara juga melakukan survei cawapres yang akan mendampingi Jokowi. AHY menempati urutan pertama sebagai cawapres potensial dengan angka 17,2 persen. Disusul Gatot 15,2 persen, JK 13,1 persen, Anies 9,3 persen, dan Muhaimin Iskandar 8,9 persen. AHY juga paling dianggap sebagai tokoh muda yang layak menjadi cawapres dengan perolehan 25,7 persen, disusul Ridwan Kamil 15 persen, Anies 15, dan Muhaimin 14,2 persen.

Alvara juga menyampaikan hasil riset terkait kombinasi latar belakang capres dan cawapres yang diharapkan publik. Kombinasi paling banyak disetujui pemilih adalah sipil-militer dengan angka 93,2 persen, nasionalis-Islam 89,9 persen, dan usia tua-muda 84 persen. Hasil simulasi dengan tiga pasangan kandidat capres-cawapres menunjukkan bahwa Jokowi selalu unggul, baik saat berpasangan dengan Muhaimin, AHY, maupun Gatot.

Hasanuddin menambahkan, survei lembaganya menggunakan pendekatan riset kuantitatif. Wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Survei dilaksanakan mulai 17 Januari hingga 7 Februari 2018. Metode sampling yang digunakan adalah multistage random sampling dengan margin of error 2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel diambil di seluruh provinsi di Indonesia.

Sebelumnya beberapa lembaga survei juga melakukan riset. Salah satunya Poltracking. Lembaga itu menyebutkan, elektabilitas Jokowi sebesar 57,6 persen, Prabowo 33,7 persen, dan 8,7 persen menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.

Poltracking juga melakukan simulasi pertarungan head-to-head antara Jokowi dan Prabowo. Dalam simulasi cawapres itu, Prabowo disandingkan dengan Anies dalam koalisi Gerindra, PKS, dan PAN melawan duet Jokowi-AHY dalam koalisi partai pendukung pemerintah ditambah Demokrat. Dari hasil pilihan 1.200 responden pada 27 Januari hingga 3 Februari lalu, pasangan Jokowi-AHY meraih pilihan 43,0 persen, sedangkan Prabowo-Anies 30,9 persen. Masih ada 26,1 persen responden yang belum menentukan pilihan.

Indo Barometer pada 15 Februari lalu juga merilis hasil surveinya. Yang menjadi lawan berat Jokowi adalah Anies dengan syarat Prabowo tidak maju sebagai capres. Elektabilitas Anies mencapai 12,2 persen. Di bawahnya ada Gatot dengan 7,8 persen, kemudian AHY 5,3 persen, Kepala BIN Budi Gunawan 2,5 persen, dan JK 3,6 persen. Jika berhadapan dengan lima calon itu, elektabilitas Jokowi rata-rata 55,4 persen. (far/lum/c9/oni)


BACA JUGA

Rabu, 19 Desember 2018 12:27

Pria Ini Ngga Tahan, Mulut Bini Suka Ngomong Jorok, Cerai Dah...

Tak ada yang menonjol dari penampilan Donwori. Tapi pria 27…

Rabu, 19 Desember 2018 12:23

YAELA..!! Menantu Sendiri Dibayar Buat Pemuas Nafsu

 Seorang ibu normalnya jadi tempat untuk mengadu bagi anak-anaknya. Tapi…

Rabu, 19 Desember 2018 11:00

KPK OTT Lima Pejabat Kemenpora

JAKARTA-Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dibikin geger tadi malam (18/12).…

Selasa, 18 Desember 2018 13:45

Saran Presiden Agar Petani Sawit Tanam Jengkol dan Petai Dibilang Ngawur

JAKARTA- Saran Presiden Joko Widodo agar petani kelapa sawit beralih…

Selasa, 18 Desember 2018 13:31

Begini Modus 2 Pejabat Waskita Karya Mainkan Proyek, Eh.. Ada Proyeknya di Kutai Barat

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi telah menetapkan dua orang tersangka yakni…

Selasa, 18 Desember 2018 13:27
Rekonstruksi Pengeroyokan Anggota TNI

Terungkap..!! Begini Asal Mula Anggota TNI Itu Dianiaya Tukang Parkir

JAKARTA- Rekonstruksi 20 adegan kasus pengeroyokan terhadap dua anggota TNI,…

Selasa, 18 Desember 2018 13:24

Zaman Makin Tua, Ibu Mertua Kuda-Kudaan sama Menantu

Kalau normalnya ibu jadi tempat untuk mengadu bagi anak-anaknya. Berbeda…

Selasa, 18 Desember 2018 13:21

Biar Ngga Kalah Debat dengan Prabowo-Sandi, Ini yang Dilakukan TKN Jokowi-Ma'ruf

JAKARTA- Tim Kampanye Nasional (TKN) mulai memproyeksikan fokus pada agenda…

Selasa, 18 Desember 2018 09:54

Merapi Lagi Bentuk Kubah Lava, Masih Aman

WARGA lereng Merapi tidak mendengar suara gemuruh yang menyertai guguran…

Senin, 17 Desember 2018 14:06

ALAMAK..!! 13 Tahun Menikah, Baru Tahu Kalau Suami Penyuka Sesama Jenis

Penampilan memang terkadang sering menipu. Siapa sangka pria bertampang garang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .