MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 23 Februari 2018 08:57
Polres Periksa Oknum Polisi Penambang Ilegal di Kuburan
Sempat Menambang di Dua Lokasi
DEKAT DENGAN FASILITAS UMUM: Lubang bekas galian tambang ilegal dipasang garis pembatas kemarin. Keberadaannya mengancam makam dan permukiman. (SAIPUL ANWAR/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Tambang ilegal mulai menjamur di Kota Tepian setelah aktivitas terlarang itu sempat terungkap di kawasan Karang Mulya, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang pekan lalu. Kini, hal serupa juga terjadi di Kecamatan Samarinda Utara. Parahnya, penambangan itu sampai merusak kuburan muslimin yang berlokasi di Jalan Poros Lempake (Kebun Agung), RT 3.

Yang menarik, dari penambangan ilegal itu, justru diduga dilakukan oleh oknum polisi berinisial PN. Aktivitas yang mengancam fasilitas umum itu diketahui sejak Minggu (18/2) lalu.

Warga yang mengetahui hal tersebut juga tak terima. PN bahkan nyaris jadi bulan-bulanan warga sekitar yang merasa rumahnya terancam karena pengerukan batu bara. Namun, semuanya bisa dikendalikan setelah ada kesepakatan jika aktivitas tambang yang tak memiliki izin itu berhenti.

Camat Samarinda Utara Ramdani menuturkan, seluruh aktivitas penambangan di daerah pemakaman maupun lahan di samping kuburan dihentikan. “Pj Wali Kota (Samarinda Zairin Zain) sudah meninjau, dan masalahnya sedang diusut kepolisian,” ujar mantan Sekretaris Camat Palaran tersebut.

Ramdani menyebut, PN sebelumnya juga pernah melakukan penambangan di kawasan Talang Sari, Kelurahan Tanah Merah, Samarinda Utara. Kemudian, ketahuan awal Februari lalu. Khusus galian lubang tambang di area kuburan RT 3, Ramdani menyebut, aktivitas itu tak berizin.

Kaltim Post mendatangi kuburan muslim RT 3 itu kemarin (22/2). Terdapat lubang bekas galian tambang yang diperkirakan sedalam 7 meter. Dari pantauan media ini, garis pembatas juga sudah terpasang mengelilingi lubang tersebut. Sementara dua ekskavator masih berada di sekitar lokasi.

Suyitno, warga sekitar, menuturkan, tak ada satu pun makam yang terbongkar akibat penggalian tersebut. “Tapi, memang benar, di dekat tembok atas, ada dua makam warga sini (Kebun Agung),” ujarnya.

Dia mengatakan, tanah yang diuruk operator ekskavator di bawah komando PN, kondisinya memang sangat keras. Bahkan, cukup sulit untuk digali menggunakan cangkul. Jadi, pernah diminta untuk menggemburkan tanah agar ketika ada warga yang hendak dikebumikan tidak sulit dikeruk. “Tapi, kenapa jadinya begini (ditambang), kurang paham saya,” lanjutnya.

Aktivitas penambangan yang dilakukan, selain tidak mengantongi izin, jarak antara galian dengan permukiman kurang dari 100 meter. Penambangan ilegal itu sangat mengancam makam lain. Jika dibiarkan, kerusakan lingkungan dan kuburan bisa lebih meluas.

Selain ilegal, penambangan batu bara itu melanggar Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 04 Tahun 2012 tentang Indikator Ramah Lingkungan untuk Usaha dan/atau Kegiatan Penambangan Terbuka Batu Bara. Dalam regulasi itu disebutkan, jarak penambangan batu bara minimal 500 meter dari fasilitas umum.

Kasat Reskrim Polres Samarinda Kompol Sudarsono menyebut, sejauh ini sudah memeriksa empat saksi. “Kami kirim panggilan terhadap saksi terkait lainnya, termasuk ahli jika perlu,” tegas Sudarsono. Terkait hal lainnya, dia belum bisa membeberkan seluruhnya.

Sementara itu, Kapolres Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto menegaskan, khusus dugaan keterlibatan PN dalam penambangan batu bara itu juga telah diperiksa kemarin. “Baru sebatas interogasi tim Propam Polres Samarinda,” tegas alumnus Akpol 1995 tersebut.

Sebelumnya, Maslakun (70), bendahara rukun kematian di lingkungan sekitar makam, menuturkan, mendapat laporan dari warga sekitar soal penambangan ilegal itu pada Selasa (20/2) malam. Kabar tersebut membuatnya kaget dan turun langsung ke kuburan.

“Rupanya, sudah sejak Minggu (18/2) tembok makam itu dihancurkan,” sebutnya. Merasa tak ada yang mempermasalahkan, operator ekskavator itu tetap mengeruk tanah di area makam.

Walhasil, Selasa malam, warga akhirnya memutuskan untuk melaporkan masalah itu ke Polsek Samarinda Utara. Polisi sempat melakukan mediasi antara warga sekitar dan operator alat berat yang bekerja di lokasi tersebut.

Setelah ditelusuri, aktivitas tambang ilegal itu diduga merupakan “usaha sampingan” PN. Menjebol dinding pembatas makam itu juga disebut-sebut atas dasar perintah PN. “Kalau yang tertimbun saya kurang paham, hanya lihat lubang cukup dalam,” ujar Maslakun.

Di lubang galian, lanjut dia, tidak ada makam. Namun, di sekitar lubang galian, terdapat sejumlah kuburan. “Sebelumnya, tidak ada izin dengan warga sekitar untuk menjebol dinding dan mengeruk batu bara di area pemakaman,” lanjutnya. (*/dra/rom/k11)


BACA JUGA

Kamis, 24 Januari 2019 10:14

Faktor Tsunami Banten-Lampung, Kunjungan ke Maratua dan Derawan Menurun

TANJUNG REDEB- Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik sepanjang liburan…

Rabu, 23 Januari 2019 11:42

Bendungan Bilibili Meluap, Banjir Hingga Atap

GOWA-- Ketinggian air di Bendungan Bilibili mendekati titik kritis. Tak…

Rabu, 23 Januari 2019 11:39
Bendungan Bilibili Meluap, Warga Panik, Dua Jembatan Ambruk

Karena Curah Hujan Tinggi, Pertama Kali di Bendungan Bilibili

MAKASSAR -Sirine berbunyi. Warga panik. Bilibili dalam status waspada. Inilah…

Rabu, 23 Januari 2019 08:58

Faktor Ini Masih Jadi Penyumbang Inflasi Besar di Kaltim

SAMARINDA  - Pada tahun 2019, diperkirakan inflasi Kaltim tetap terjaga…

Rabu, 23 Januari 2019 08:36

Gempa 3,4 SR Guncang Kutim

BALIKPAPAN – Data yang menunjukkan Kaltim aman dari gempa tampaknya…

Rabu, 23 Januari 2019 08:31

Sudah Surati Menteri dan BNPB, Warga Diminta Tenang

Pemprov Kaltara bergerak cepat menangani dampak abrasi di Desa Tanjung…

Selasa, 22 Januari 2019 12:27

PROTES..!! Australia Tak Ingin Ba’asyir Bebas Bersyarat

Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison mengajukan protes atas rencana…

Selasa, 22 Januari 2019 12:25

BELUM PASTI..!! Pembebasan Ba’asyir Dikaji Lebih Lanjut

JAKARTA – Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir pekan ini masih belum…

Selasa, 22 Januari 2019 09:16

Investor Minati Kembangkan Udang Windu Kaltim

SAMARINDA - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltim, Riza…

Selasa, 22 Januari 2019 09:14

Selama Tahun 2018, BI Temukan 1.108 Lembar Uang Palsu

SAMARINDA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur mencatat sepanjang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*