MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 22 Februari 2018 10:10
Pematangan Lahan Jadi Modus
-

PROKAL.CO, LEBIH dari separuh wilayah Kota Tepian sudah berubah menjadi area pertambangan. Bisnis perumahan jadi tipu muslihat oknum pengusaha nakal untuk mengeruk emas hitam. Pematangan lahan menjadi pembuka asa pengerukan batu bara.

Kasus yang kini masih dikembangkan penyidikannya oleh Satreskrim Polres Samarinda, yakni terhadap tersangka GT (35), pria yang melakukan penambangan ilegal di kawasan Karang Mulya, Lok Bahu, area konsesi PT Multi Harapan Utama (MHU).

Pria yang berdomisili di Palaran itu dalam pemeriksaannya menyebut, rencananya lahan yang sempat diakui miliknya itu bakal diratakan untuk dibangun perumahan. Namun, melihat potensi batu bara, tujuan utamanya pun terabaikan. Dia bahkan menyalahi aturan dengan menambang di lahan yang bukan miliknya.

Begitu pun yang marak terjadi di kawasan Samarinda Utara. Beberapa lahan kosong disebut-sebut bakal dibangun perumahan. Namun, seiring waktu, lahan hijau yang “dikupas” hanya untuk diambil batu baranya.

Modus semacam itu sama seperti diungkapkan Edi Siswoyo, ketua rukun tetangga (RT) 3, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara. Pria yang bermukim tak jauh dari makam yang jebol untuk mengeruk batu bara mengatakan, dirinya tak pernah mengetahui legalitas pertambangan itu.

Termasuk di samping TPU Muslim di Jalan Poros Lempake, Samarinda Utara. “Jangankan minta izin, berembuk dengan warga saja tak pernah. Tiba-tiba saja ada truk keluar-masuk angkut batu bara,” ujarnya saat ditemui di Polres Samarinda kemarin.

Menurut dia, di area samping makam yang diduga dirusak oknum polisi berinisial PN, lahan itu bakal dibangun perumahan. Namun, dari pantauan Kaltim Post, sejumlah tumpukan batu bara masih terlihat jelas menumpuk dalam karung. “Aktivitas mereka itu sudah cukup lama, saya kurang ingat waktunya sejak kapan,” ujar Edi.

Meski baru empat bulan menjadi ketua RT 3, Edi adalah orang yang cukup lama tinggal di kawasan tersebut. Jadi, dia paham benar seluk-beluk lokasi yang tadinya hijau berubah menjadi tanah gersang.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Samarinda Kompol Sudarsono menuturkan, polisi bakal lebih intens melakukan pengawasan. “Masyarakat juga harus bisa memberikan kami informasi yang akurat,” singkat perwira melati satu itu. (*/dra/kri/k8)


BACA JUGA

Kamis, 24 Januari 2019 10:13

Presiden Tunjuk Sani Jabat Sekda Kaltim

SAMARINDA - Kementerian Dalam Negeri menunjuk Abdullah Sani sebagai Sekretaris…

Selasa, 22 Januari 2019 09:13

MENGECEWAKAN..!! Pusat Hanya Menganggarkan Duit Segini untuk Normalisasi SKM

SAMARINDA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui…

Senin, 21 Januari 2019 11:06

Mulai Investigasi Pelaku Illegal Fishing

Memancing jadi perwujudan hobi banyak kalangan. Sebagian menjadikannya mata pencarian.…

Senin, 21 Januari 2019 11:04

Bahan Racun Terlalu Mudah Ditemukan

DAUD mengayun joran. Kail berumpan terayun menjauh dari tepian Sungai…

Senin, 21 Januari 2019 10:54

Masyarakat Ikut Mengawasi

PENGGUNAAN bahan kimia dan racun, atau setrum untuk menangkap ikan…

Senin, 21 Januari 2019 08:21

Gerindra Optimistis Menang di Mahulu

LONG BAGUN – Sorak serempak menghujani ruang rumah lamin Long…

Minggu, 20 Januari 2019 11:07

Oknum ASN Beli Sabu di "Kampung Bandar"

SAMARINDA - Teriakan polisi berpakaian sipil sembari mengacungkan tangan dan…

Minggu, 20 Januari 2019 11:06

"Saya Bukan Pembunuh"

WAJAH pucat, bibir sedikit mengelupas, dan matanya sayu. Langkahnya pelan,…

Minggu, 20 Januari 2019 11:06

Agendakan Konser Musik Jaz dan Klasik

Setelah mengadakan berbagai kegiatan di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi, kini…

Minggu, 20 Januari 2019 11:05

Hanya Pemberhentian, Tanpa PAW

SAMARINDA–Pemprov Kaltim memberi penjelasan terkait polemik pemberhentian lima legislator di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*