MANAGED BY:
RABU
19 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 22 Februari 2018 09:56
Mendeteksi Jantung Bawaan sejak Dini

PROKAL.CO, CATATAN: DR RAFLES PH SIMBOLON (*)

TETRALOGI fallot (TF). Dua kata tersebut mungkin belum awam di tengah masyarakat. Ini adalah istilah kesehatan. Berkaitan dengan kelainan jantung bawaan. Pertama kali ditemukan Arthur Fallot (1850–1911). Dia merupakan dokter kebangsaan Prancis. Tetralogi fallot biasanya ditandai dengan empat kelainan. Pertama, stenosis pulmonal.

Kelainan ini menyebabkan katup pulmonal tidak bisa terbuka sempurna. Ini memicu jumlah darah yang mencapai ke paru-paru berkurang. Katup pulmonal adalah katup yang menjadi pintu pembatas antara ruang ventrikel atau bilik jantung dan pembuluh darah menuju paru-paru.

Kedua, ventricular septal defect (VSD). Pada kelainan ini, ada lubang yang terbentuk di septum atau dinding yang memisahkan ventrikel kanan dan kiri. Kelainan ini menyebabkan bercampurnya darah yang kaya oksigen dari ventrikel kiri dengan darah yang miskin oksigen dari ventrikel kanan.

Ketiga, hipertrofi atau penebalan abnormal otot dinding ventrikel kanan. Kondisi ini terjadi akibat dari penyempitan bukaan katup pulmonal. Terakhir, posisi aorta yang abnormal. Yaitu, di antara ventrikel kiri dan kanan (tepat di atas VSD), sehingga darah miskin oksigen ikut mengalir ke aorta. Pada jantung normal, aorta atau pembuluh arteri utama seharusnya keluar dari ventrikel kiri yang mengandung darah kaya oksigen.

TF jenis penyakit jantung bawaan tersering. Sekitar 3–5 persen bayi yang lahir dengan penyakit jantung bawaan menderita jenis ini. Di Amerika Serikat, 10 persen kasus penyakit jantung bawaan adalah TF, sedikit lebih banyak pada laki-laki dibandingkan perempuan. Penyebab pasti di balik TF belum diketahui.

Ada sejumlah faktor yang diduga dapat meningkatkan risikonya pada seorang bayi. Yakni, usia ibu hamil di atas 40 tahun, infeksi virus pada masa kehamilan, misalnya rubella (campak Jerman), dan kekurangan gizi selama masa kehamilan. Juga, faktor salah satu atau kedua orangtua dengan kelainan yang sama, kecanduan minuman keras selama masa kehamilan, diabetes pada si ibu, dan adanya kelainan sejak lahir, yaitu bayi menderita down syndrome.

Keluhan utama pada bayi yang menderita TF adalah tampak kebiruan, pernapasan cepat, dan biasanya tumbuh kembang anak terganggu. Pada umumnya, juga terdapat kebiruan di bibir, ujung jari kaki dan ujung jari tangan bayi. Biasanya warna kebiruan semakin terlihat saat bayi beraktivitas berlebihan atau menangis.

Jika melihat keluhan di atas pada bayi Anda, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut. Pemeriksaan lanjutan tersebut meliputi tes darah rutin. Gunanya memeriksa jumlah sel darah merah dan kadar hemoglobin dalam darah. Ekokardiogram, yaitu untuk mengetahui kinerja serta struktur jantung maupun katup jantung bahkan ketebalan otot jantung melalui USG.

Juga dilakukan rontgen dada untuk mengetahui bentuk jantung. Juga melakukan kateterisasi jantung yang berfungsi meneliti struktur jantung sekaligus tekanan dan kadar oksigen dalam atrium maupun ventrikel jantung, serta pembuluh darah di jantung. Kateterisasi jantung merupakan pemeriksaan yang penting. Dapat memastikan adanya kelainan jantung tetralogi fallot.

Jika dari hasil pemeriksaan yang dilakukan dokter mengindikasikan suatu keadaan TF, maka pasien harus menjalani penanganan lebih dalam. Secara umum adalah operasi. Tujuannya, memperlebar pintu pembuluh darah menuju paru-paru (katup pulmonal) yang sempit, sekaligus menutup lubang karena VSD.

Operasi ini akan membantu kelancaran aliran darah ke paru-paru, sehingga kadar oksigen dalam darah pasien akan meningkat, dan gejala-gejala yang dialami akan berkurang.  Kesimpulannya, TF merupakan penyakit jantung bawaan yang terdiri dari empat kelainan defek septum ventrikel, defek stenosis pulmonal, pembesaran ventrikel kanan, dan overriding aorta. Deteksi TF dapat dilakukan sejak usia dini. Penegakan diagnosis yang tepat memudahkan penanganan TF. Tata laksana TF adalah dengan bedah kuratif. (far/k8)

(*) Dokter di RS Pertamina Balikpapan


BACA JUGA

Rabu, 19 Desember 2018 12:57

Nurul Izzah Lepas Jabatan agar Lebih Vokal

PETALING JAYA – Nurul Izzah membuat publik Malaysia terkejut. Senin…

Rabu, 19 Desember 2018 12:50

Ini Dia, Angela Ponce, Transgender Pertama yang Ikut Miss Universe

Angela Ponce hadir di ajang Miss Universe 2018 dengan mengusung…

Rabu, 19 Desember 2018 11:06
Masih soal Pembebasan Lahan Akses Pendekat Pulau Balang

Pejabat BPN “Takut” Tanda Tangan

PENAJAM - Batas waktu pembayaran lahan pada akses pendekat Jembatan…

Rabu, 19 Desember 2018 11:00

Jumlah Penumpang Natal dan Tahun Baru Diprediksi Kembali Turun

BALIKPAPAN – Jelang arus mudik Natal dan tahun baru, Kesyahbandaran…

Selasa, 18 Desember 2018 12:52

Bontang Paling Kecil dapat Bantuan Keuangan dari APBD Kaltim, Lalu Siapa yang Paling GONOL..??

SAMARINDA- Kota Bontang menjadi paling kecil mendapat kue bantuan keuangan…

Selasa, 18 Desember 2018 10:43

Banjir Kiriman Landa Kubar

SENDAWAR–Ratusan rumah di sejumlah kampung di Kecamatan Tering, Kutai Barat…

Selasa, 18 Desember 2018 07:48

WADUH..!! Masyarakat Ragukan Kondisi Ekonomi Baik

BALIKPAPAN – Kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi di Bumi Etam…

Senin, 17 Desember 2018 21:14

Pemprov Kelebihan Bayar Rp 48 Miliar di 16 Pekerjaan, Ini Hasil Temuan BPK Lainnya

SAMARINDA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Kaltim melakukan Pemeriksaan…

Senin, 17 Desember 2018 14:15

SAKIT DAPATNYA..!!! 5 Anggota DPRD Diberhentikan dan Menggugat Gubernur, Ini Kata Isran...

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor menilai gugatan terhadap Surat…

Senin, 17 Desember 2018 06:52

Daya Beli Turun, Sektor Retail Kaltim Paling Merasakan

MELANDAINYA Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Kaltim, yang dapat menunjukkan penurunan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .