MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 21 Februari 2018 09:45
Delapan Hari Kejar Kapal Berisi 1,6 Ton Sabu
PECAH REKOR: Tim Satgas Merah Putih Bareskrim Polri di antara 1,6 ton sabu-sabu hasil tangkapan di Sekupang, Batam, Selasa (20/2). Foto atas, Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso (ketiga kanan) bersama Aspam Kasal Laksamana Muda S Irawan (kedua kanan), Panglima Koarmabar Laksamana Muda Aan Kurnia (kanan) dan Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea dan Cukai Bahaduri Wijayanta Bekti Mukarta (keempat kanan), menunjukkan barang bukti 1,037 ton sabu-sabu di Kantor BNN, Jakarta, kemarin. Ini barang bukti empat tersangka berpaspor Taiwan yang masuk melalui jalur laut di Selat Philip, Batam, pekan lalu.(MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

PROKAL.CO, JAKARTA – Rekor pengungkapan kasus sabu-sabu kembali pecah. Setelah rekor Satgas Merah Putih dengan 1 ton sabu-sabu dipecahkan TNI AL dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan pengungkapan 1 ton 30 kg sabu, kemarin (20/1) Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) bersama Ditjen Bea Cukai memecahkan rekor baru. Tim gabungan ini menggagalkan penyelundupan 1,6 ton sabu melalui jalur laut.

Sabu sebanyak itu diangkut sebuah kapal ikan yang membawa jaring ketam sebagai penyamaran. Namun, pengejaran selama delapan hari yang dilakukan Direktorat yang dipimpin Brigjen Eko Daniyanto tak lengah. Selain sabu yang bisa meracuni 8 juta orang Indonesia itu, penyidik menangkap empat tersangka.

Direktur Dittipid Narkoba Bareskrim Brigjen Eko Daniyanto menuturkan, awalnya Kamis (13/2) tim Dittipid Narkoba mendapatkan informasi adanya pengiriman sabu dan dikoordinasikan dengan Ditjen Bea Cukai. ”Setelah itu, kami putuskan berangkat ke Batam, Kepulauan Riau 16 Februari,” ujarnya.

Tim berupaya mendeteksi kapal penyelundup itu menggunakan kapal milik Bea Cukai dengan nomor lambung BC 2005. ”Patroli dilakukan berhari-hari,” terangnya.

Selanjutnya, pada 18 Februari, tim mendapat informasi titik koordinat kapal penyelundup sabu di Perairan Anambas, Kepulauan Riau. Penyisiran dilakukan dan kapal diketahui, saat mendekati kapal ternyata mereka berusaha kabur. ”Pengejaran dan pencarian dilakukan dua hari setelah kapal kabur,” paparnya kepada Jawa Pos (Kaltim Post Group), kemarin.

Akhirnya, dini hari kemarin, sekira pukul 02.00 WIB, di sekitar Karang Helen Mars, Karang Banteng Perairan Anambas, kapal berhasil dihentikan. Kapal tersebut ternyata kapal ikan dengan peralatan jaring ketam. ”Namun, anehnya awak kapalnya orang Tiongkok,” ujar jenderal berbintang satu tersebut.

Awak kapal itu tidak bisa menunjukkan dokumen resmi kapal. Mereka membawa bendera Singapura masuk ke Indonesia. Saat dicek, ternyata terdapat 81 karung yang setiap karungnya berisi 20 kg sabu. ”Saat ini masih penghitungan, tapi beratnya sekitar 1,6 ton sabu,” tegasnya. 

Empat awak kapal itu bernama Tan Mai (69), Tan Yi (33), Tan Hui (43), dan Liu Yin Hua (63). Menurut dia, ada kemungkinan sindikat narkotika ini satu jaringan dengan kasus kapal Sunrise Glory yang membawa 1,3 ton sabu-sabu beberapa waktu lalu. ”Kemungkinan ada, tapi semua masih pemeriksaan. Empat tersangka masih kami tanyai,” tuturnya.

Mengapa masih terus terjadi penyelundupan, Eko belum bisa berkomentar. Dia mengutarakan, saat ini tim sedang fokus memeriksa sabu ke labfor dan mengembangkan kasus tersebut. ”Kami masih berupaya,” ujarnya.

Kapolda Kepri Irjen Didit Widjanardi mengatakan, sejauh ini, pihaknya masih menyelidiki perjalanan kapal tersebut hingga akhirnya ditangkap di perairan Karang Helen Mars. Untuk mengetahui perjalanan kapal itu, kepolisian akan melakukan koordinasi dengan Bea Cukai dengan melakukan pemeriksaan terhadap dokumen yang ditemukan di dalam kapal.

Selain itu, Didit belum bisa memastikan apakah kapal ini masih satu jaringan dengan kapal Sunrise Glory yang ditangkap jajaran TNI Angkatan Laut beberapa waktu yang lalu. Sebab, sejauh ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan belum memintai keterangan lebih lanjut terhadap nakhoda dan anak buah kapal (ABK) yang diamankan.

"Kami belum bisa menyampaikan (tujuan terakhir di Batam). Kita masih melakukan penyelidikan. Selain itu, untuk barang bukti juga akan kita lakukan pemeriksaan di laboratorium," imbuhnya.  (idr/jpnn/far/k8)


BACA JUGA

Kamis, 24 Januari 2019 11:00

INNALILLAHI...!! Banjir Sulsel Renggut Delapan Nyawa

GOWA – Hujan deras disertai angin kencang Senin hingga Selasa…

Kamis, 24 Januari 2019 10:53

Keluarga Sebut Ba'asyir Bakal Tandatangani Janji Setia NKRI, Asalkan...

JawaPos.com melaporkan, keluarga Ustad Abu Bakar Ba'asyir tidak menampik jika…

Kamis, 24 Januari 2019 10:14

Faktor Tsunami Banten-Lampung, Kunjungan ke Maratua dan Derawan Menurun

TANJUNG REDEB- Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik sepanjang liburan…

Rabu, 23 Januari 2019 11:42

Bendungan Bilibili Meluap, Banjir Hingga Atap

GOWA-- Ketinggian air di Bendungan Bilibili mendekati titik kritis. Tak…

Rabu, 23 Januari 2019 11:39
Bendungan Bilibili Meluap, Warga Panik, Dua Jembatan Ambruk

Karena Curah Hujan Tinggi, Pertama Kali di Bendungan Bilibili

MAKASSAR -Sirine berbunyi. Warga panik. Bilibili dalam status waspada. Inilah…

Rabu, 23 Januari 2019 08:58

Faktor Ini Masih Jadi Penyumbang Inflasi Besar di Kaltim

SAMARINDA  - Pada tahun 2019, diperkirakan inflasi Kaltim tetap terjaga…

Rabu, 23 Januari 2019 08:36

Gempa 3,4 SR Guncang Kutim

BALIKPAPAN – Data yang menunjukkan Kaltim aman dari gempa tampaknya…

Rabu, 23 Januari 2019 08:31

Sudah Surati Menteri dan BNPB, Warga Diminta Tenang

Pemprov Kaltara bergerak cepat menangani dampak abrasi di Desa Tanjung…

Selasa, 22 Januari 2019 12:27

PROTES..!! Australia Tak Ingin Ba’asyir Bebas Bersyarat

Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison mengajukan protes atas rencana…

Selasa, 22 Januari 2019 12:25

BELUM PASTI..!! Pembebasan Ba’asyir Dikaji Lebih Lanjut

JAKARTA – Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir pekan ini masih belum…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*