MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 21 Februari 2018 09:45
Delapan Hari Kejar Kapal Berisi 1,6 Ton Sabu
PECAH REKOR: Tim Satgas Merah Putih Bareskrim Polri di antara 1,6 ton sabu-sabu hasil tangkapan di Sekupang, Batam, Selasa (20/2). Foto atas, Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso (ketiga kanan) bersama Aspam Kasal Laksamana Muda S Irawan (kedua kanan), Panglima Koarmabar Laksamana Muda Aan Kurnia (kanan) dan Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea dan Cukai Bahaduri Wijayanta Bekti Mukarta (keempat kanan), menunjukkan barang bukti 1,037 ton sabu-sabu di Kantor BNN, Jakarta, kemarin. Ini barang bukti empat tersangka berpaspor Taiwan yang masuk melalui jalur laut di Selat Philip, Batam, pekan lalu.(MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

PROKAL.CO, JAKARTA – Rekor pengungkapan kasus sabu-sabu kembali pecah. Setelah rekor Satgas Merah Putih dengan 1 ton sabu-sabu dipecahkan TNI AL dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan pengungkapan 1 ton 30 kg sabu, kemarin (20/1) Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) bersama Ditjen Bea Cukai memecahkan rekor baru. Tim gabungan ini menggagalkan penyelundupan 1,6 ton sabu melalui jalur laut.

Sabu sebanyak itu diangkut sebuah kapal ikan yang membawa jaring ketam sebagai penyamaran. Namun, pengejaran selama delapan hari yang dilakukan Direktorat yang dipimpin Brigjen Eko Daniyanto tak lengah. Selain sabu yang bisa meracuni 8 juta orang Indonesia itu, penyidik menangkap empat tersangka.

Direktur Dittipid Narkoba Bareskrim Brigjen Eko Daniyanto menuturkan, awalnya Kamis (13/2) tim Dittipid Narkoba mendapatkan informasi adanya pengiriman sabu dan dikoordinasikan dengan Ditjen Bea Cukai. ”Setelah itu, kami putuskan berangkat ke Batam, Kepulauan Riau 16 Februari,” ujarnya.

Tim berupaya mendeteksi kapal penyelundup itu menggunakan kapal milik Bea Cukai dengan nomor lambung BC 2005. ”Patroli dilakukan berhari-hari,” terangnya.

Selanjutnya, pada 18 Februari, tim mendapat informasi titik koordinat kapal penyelundup sabu di Perairan Anambas, Kepulauan Riau. Penyisiran dilakukan dan kapal diketahui, saat mendekati kapal ternyata mereka berusaha kabur. ”Pengejaran dan pencarian dilakukan dua hari setelah kapal kabur,” paparnya kepada Jawa Pos (Kaltim Post Group), kemarin.

Akhirnya, dini hari kemarin, sekira pukul 02.00 WIB, di sekitar Karang Helen Mars, Karang Banteng Perairan Anambas, kapal berhasil dihentikan. Kapal tersebut ternyata kapal ikan dengan peralatan jaring ketam. ”Namun, anehnya awak kapalnya orang Tiongkok,” ujar jenderal berbintang satu tersebut.

Awak kapal itu tidak bisa menunjukkan dokumen resmi kapal. Mereka membawa bendera Singapura masuk ke Indonesia. Saat dicek, ternyata terdapat 81 karung yang setiap karungnya berisi 20 kg sabu. ”Saat ini masih penghitungan, tapi beratnya sekitar 1,6 ton sabu,” tegasnya. 

Empat awak kapal itu bernama Tan Mai (69), Tan Yi (33), Tan Hui (43), dan Liu Yin Hua (63). Menurut dia, ada kemungkinan sindikat narkotika ini satu jaringan dengan kasus kapal Sunrise Glory yang membawa 1,3 ton sabu-sabu beberapa waktu lalu. ”Kemungkinan ada, tapi semua masih pemeriksaan. Empat tersangka masih kami tanyai,” tuturnya.

Mengapa masih terus terjadi penyelundupan, Eko belum bisa berkomentar. Dia mengutarakan, saat ini tim sedang fokus memeriksa sabu ke labfor dan mengembangkan kasus tersebut. ”Kami masih berupaya,” ujarnya.

Kapolda Kepri Irjen Didit Widjanardi mengatakan, sejauh ini, pihaknya masih menyelidiki perjalanan kapal tersebut hingga akhirnya ditangkap di perairan Karang Helen Mars. Untuk mengetahui perjalanan kapal itu, kepolisian akan melakukan koordinasi dengan Bea Cukai dengan melakukan pemeriksaan terhadap dokumen yang ditemukan di dalam kapal.

Selain itu, Didit belum bisa memastikan apakah kapal ini masih satu jaringan dengan kapal Sunrise Glory yang ditangkap jajaran TNI Angkatan Laut beberapa waktu yang lalu. Sebab, sejauh ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan belum memintai keterangan lebih lanjut terhadap nakhoda dan anak buah kapal (ABK) yang diamankan.

"Kami belum bisa menyampaikan (tujuan terakhir di Batam). Kita masih melakukan penyelidikan. Selain itu, untuk barang bukti juga akan kita lakukan pemeriksaan di laboratorium," imbuhnya.  (idr/jpnn/far/k8)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 10:46

Cerita Perjalanan Sunarman, Napi Palu yang Menyerahkan Diri ke Rutan Solo

Bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:14

MAAF..!! Tol Balikpapan - Samarinda Molor, Ngga Jadi Diresmikan Jokowi

SAMARINDA- Tol Balikpapan-Samarinda batal diresmikan akhir tahun ini. Padahal mantan Gubernur Kaltim…

Senin, 15 Oktober 2018 11:42
Menelisik Prostitusi Online di Kota Semarang

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota…

Senin, 15 Oktober 2018 11:36
Romo Leo Joosten Ginting Suka, Warga Belanda yang Lestarikan Budaya Batak Karo

Lestarikan Budaya Batak karena Cinta

Begitu menginjakkan kaki di Tapanuli Utara pada 1971, Leo Joosten langsung jatuh cinta dengan tanah…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:11

INNALILLAHI..!! 12 Siswa Tewas Diterjang Banjir

JAKARTA – Kelas sore itu berubah jadi tragedi. Puluhan siswa yang tengah belajar diterjang air…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:09

Premium Tak Naik, Tapi Pasokan Dikurangi?

Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira menilai,…

Minggu, 14 Oktober 2018 08:06

Sikat Persebaya, Borneo FC Bidik Papan Atas

SURABAYA – Gairah Borneo FC kembali membuncah. Tekad bersaing di papan atas makin kuat. Suntikan…

Sabtu, 13 Oktober 2018 10:28

Dua Kali Dipanggil Mangkir, Ketua DPRD Itu Dibawa Polisi

JAKARTA – Isu bahwa Ketua DPRD Samarinda Alphad Syarif ditangkap polisi terjawab. Ya, Mabes Polri…

Jumat, 12 Oktober 2018 11:09

Soal BBM, Ini Tiga Tekanan yang Dihadapi Pemerintah

JAKARTA- Pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM jenis premium dari Rp 6.650 menjadi Rp 7.000 per…

Jumat, 12 Oktober 2018 11:06

ADUH DERITANYA..!! Ngga Hanya BBM yang Naik, Beras Juga Ikutan Naik

JAKARTA- Saat masyarakat gelisah dengan kenaikan BBM, harga beras pun diam-diam naik. Berdasarkan data…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .