MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 20 Februari 2018 11:05
Ribuan Calon Jamaah Digantung

Abu Tours Tak Beri Kepastian, Syarat ke Tanah Suci Berbelit

-ilustrasi

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Diduga ada ribuan calon jamaah umrah di Kaltim yang menanti kepastian kepada PT Amanah Bersama Umat (Abu) Tours & Travel untuk berangkat ke Tanah Suci. Hingga kemarin (19/2), mereka terus digantung. Agen perjalanan umrah dan haji itu pun disebut membuat kebijakan berbelit.

Di antaranya, Abu Tours telah menerbitkan maklumat yang ditandatangani CEO Abu Tours Hamzah Mamba. Yakni, berisi syarat agar calon jamaah yang belum diberangkatkan menambah biaya paket berdasarkan wilayah. Seperti yang berangkat dari Jakarta menambah biaya Rp 5 juta. Kemudian, yang berangkat dari Makassar menambah biaya Rp 6 juta dan dari Kendari menambah Rp 7 juta. Selain itu, jamaah harus mengajak dua jamaah baru dengan harga paket Rp 21 juta. 

Jika jamaah dan agen telah mendaftar dan tidak mengajak jamaah baru, maka wajib membayar Rp 15 juta dengan berhak mendapatkan bonus voucher umrah tiga lembar dengan nilai per voucher Rp 5 juta.

Ewy Maharani, calon jamaah umrah Abu Tours, mengaku sudah hampir putus asa mengejar bisa berangkat ke Tanah Suci. Beberapa kali dijanjikan diberangkatkan oleh pihak travel, namun berulang gagal.

Belakangan, muncul maklumat tersebut. Warga Balikpapan yang akan berangkat bersama kedua orangtua dan saudaranya itu pun akhirnya meminta opsi pengembalian uang. “Abu Tours bersedia mengembalikan uang, tapi tak jelas, uang itu kapan akan dikembalikan. Jadi, kami dibuat menggantung,” bebernya.

Maklumat yang dibuat oleh Abu Tours banjir penolakan dari jamaah. Sebagian besar dari calon jamaah umrah menuntut tetap berangkat atau meminta biaya dikembalikan. Seperti Zahra, calon jamaah Abu Tours asal Tanah Grogot, Paser.

Dia menyebut, dijanjikan berangkat pada bulan lalu. Tapi, hingga kemarin kejelasan tak kunjung datang. Zahra menyebut sudah menyetor dana umrah pada Januari 2017 sebesar Rp 19 juta. “Saya malah diminta mengikuti maklumat itu. Lebih baik saya minta kembali saja uang yang sudah disetor. Saya umrah kan niatnya ibadah,” ujarnya.

Zahra berencana berangkat dengan lima anggota keluarga dan beberapa temannya. Semua keluarga dan temannya menolak maklumat tersebut. “Kalau diminta tambahan biaya Rp 1–2 juta masih oke. Tapi kalau sampai Rp 15 juta rasanya berat,” tegasnya.

Data dari Kementerian Agama (Kemenag) disebutkan khusus Kaltim per Januari 2018 ada sekitar 1.700 calon jamaah umrah yang belum diberangkatkan oleh Abu Tours. Jumlah itu diperkirakan terus bertambah, mengingat calon jamaah umrah yang mestinya berangkat Februari juga tak kunjung diterbangkan ke Arab Saudi.

Sementara itu, karyawan Abu Tours Cabang Balikpapan masih bungkam. Mereka enggan bicara soal nasib calon jamaah yang ditunda keberangkatannya ke Tanah Suci. Bahkan keinginan untuk bertemu dengan staf Penanggung Jawab Administrasi Abu Tours Cabang Balikpapan, Akbar kembali gagal kemarin. Akbar disebut sedang tak ada tanpa kejelasan di mana posisinya. Usaha melakukan kontak melalui telepon seluler juga gagal. Nomor ponsel tak aktif.

“Tidak ada, Mas. Sampai saat ini, kami tidak akan memberikan informasi apapun kepada media,” ujar seorang karyawan pria yang berjaga di pintu masuk Kantor Abu Tours di Jalan MT Haryono, Sepinggan, Balikpapan Selatan, kemarin (19/2).

Usaha menemui bawahan Akbar yang memiliki wewenang juga tak bisa dilakukan. Karyawan tersebut menyebut hanya Akbar yang punya wewenang memberikan pernyataan. Selebihnya para karyawan tak diizinkan memberikan komentar.

Tak diizinkan masuk, media yang mengintip sekilas ke dalam kantor melihat sejumlah karyawan dan beberapa orang yang diduga agen Abu Tours tengah melakukan perbincangan. Beberapa orang yang keluar kantor saat ditemui pun menghindar begitu mengetahui yang bertanya adalah awak media. “Maaf Mas, langsung ke dalam (kantor saja),” ucap perempuan berjilbab.

Sementara itu, Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Kaltim masih wait and see. Hingga kemarin, Kemenag belum mendapat respons apapun dari Abu Tours terkait surat larangan mencari konsumen baru. Abu Tours juga belum berinisiatif menjelaskan persoalan yang menimpa perusahaan kepada Kemenag Kaltim. Padahal, gejolak sudah terjadi sejak awal tahun lalu. “Kami masih menunggu iktikad baik dari Abu Tours. Masih menunggu respons mereka secepat mungkin,” kata Kepala Kanwil Kemenag Kaltim Sofyan Noor, kemarin.

Pakar hukum dari Universitas Mulawarman (Unmul) Prof Sarosa Hamongpranoto menilai, persoalan Abu Tours lebih kepada hubungan perdata. Antara perusahaan dan jamaah. Untuk itu, upaya gugatan bisa dilakukan secara perdata. Jika jamaah menginginkan uang mereka kembali.

“Bisa dilakukan perseorangan. Jika perusahaan enggan mengembalikan uang, hakim dalam kasus perdata bisa memerintahkan pihak berwenang menyita aset perusahaan untuk digunakan membayar uang jamaah,” ucapnya.

Selanjutnya jika tak puas, jamaah yang merasa ada unsur penipuan dalam kasus ini bisa ke polisi untuk membuat delik aduan. Dengan begitu, pihak berwajib bisa melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk memperkarakan pemilik usaha ke meja peradilan pidana. “Dalam hal ini, jamaah merasa ditipu. Seharusnya bisa berangkat tanggal sekian ternyata tak jadi diberangkatkan,” sambungnya.

Pemerintah pun, dalam hal ini Kemenag, menurut Sarosa tak bisa ikut campur. Kemenag hanya memiliki kewajiban melakukan fasilitasi antara perusahaan dan jamaah. Ini dalam kaitan kehadiran negara untuk melindungi warganya. “Jadi bergantung dari jamaah sendiri mau bagaimana,” terangnya.

Ditemui terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Ade Yaya Suryana menyebut, hingga kemarin pihaknya belum menerima adanya laporan dari jamaah Abu Tours. Secara singkat dia menyebut, saat ini kepolisian masih menunggu laporan.

Sebelumnya, oleh Kemenag Kaltim, Abu Tours dilarang menerima jamaah baru. Perusahaan yang bergerak di bidang perjalanan haji dan umrah itu diharuskan menunaikan kewajiban mereka terlebih dulu. Memberangkatkan calon jamaah yang belum diterbangkan ke Tanah Suci. (*/rdh/rom/k8)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 12:00

KEJI..!! Bapak-Anak Habisi Bos Sendiri

BALIKPAPAN – Aksi kejahatan yang masih mewarnai Balikpapan membuat kota ini tak lagi aman. Setelah…

Selasa, 18 September 2018 12:00

Kaltim Masih Diuntungkan dari Ekspor yang Tinggi

SAMARINDA – Mata uang negeri ini masih terpuruk. Hingga kemarin (17/9), nilai tukar rupiah berada…

Selasa, 18 September 2018 08:51

Menang setelah Lima Tahun

TENGGARONG – Mitra Kukar berhasil mematahkan kutukan tak pernah menang dari Persipura Jayapura…

Selasa, 18 September 2018 08:47

DPRD Kaltim Ngotot Bentuk Pansus

SAMARINDA - Upaya DPRD Kaltim membentuk panitia khusus (pansus) proyek multiyears contract (MYC) tidak…

Selasa, 18 September 2018 08:44

Edy Sinergi dengan Program Gubernur

DUKUNGAN untuk para kandidat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan (dapil) Kaltim…

Senin, 17 September 2018 09:24

PPU Buka Jalur Alternatif

PENAJAM – Bentang utama atau tengah Jembatan Pulau Balang terus berprogres. Namun, persoalan baru…

Senin, 17 September 2018 09:21

Edy Nyaman di Puncak, Ferdian Membuntuti

PERSAINGAN dan dukungan kepada kandidat calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di polling garapan…

Minggu, 16 September 2018 12:00

Waswas Jadi Jembatan “Abunawas”

SAMARINDA – Pembangunan Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Balikpapan dan Penajam Paser…

Minggu, 16 September 2018 12:00

Mantan Jubir Kemendagri, Tiga Bulan Jadi Pj Gubernur

SAMARINDA - Teka-teki penjabat (Pj) gubernur Kaltim yang ditunjuk Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)…

Minggu, 16 September 2018 11:00

Pusat Bakal Jatuhkan Sanksi

JAKARTA - Pemerintah tidak ingin disebut lambat menjatuhkan sanksi untuk 2.259PNS kasus korupsi yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .