MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 20 Februari 2018 11:05
Ribuan Calon Jamaah Digantung

Abu Tours Tak Beri Kepastian, Syarat ke Tanah Suci Berbelit

-ilustrasi

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Diduga ada ribuan calon jamaah umrah di Kaltim yang menanti kepastian kepada PT Amanah Bersama Umat (Abu) Tours & Travel untuk berangkat ke Tanah Suci. Hingga kemarin (19/2), mereka terus digantung. Agen perjalanan umrah dan haji itu pun disebut membuat kebijakan berbelit.

Di antaranya, Abu Tours telah menerbitkan maklumat yang ditandatangani CEO Abu Tours Hamzah Mamba. Yakni, berisi syarat agar calon jamaah yang belum diberangkatkan menambah biaya paket berdasarkan wilayah. Seperti yang berangkat dari Jakarta menambah biaya Rp 5 juta. Kemudian, yang berangkat dari Makassar menambah biaya Rp 6 juta dan dari Kendari menambah Rp 7 juta. Selain itu, jamaah harus mengajak dua jamaah baru dengan harga paket Rp 21 juta. 

Jika jamaah dan agen telah mendaftar dan tidak mengajak jamaah baru, maka wajib membayar Rp 15 juta dengan berhak mendapatkan bonus voucher umrah tiga lembar dengan nilai per voucher Rp 5 juta.

Ewy Maharani, calon jamaah umrah Abu Tours, mengaku sudah hampir putus asa mengejar bisa berangkat ke Tanah Suci. Beberapa kali dijanjikan diberangkatkan oleh pihak travel, namun berulang gagal.

Belakangan, muncul maklumat tersebut. Warga Balikpapan yang akan berangkat bersama kedua orangtua dan saudaranya itu pun akhirnya meminta opsi pengembalian uang. “Abu Tours bersedia mengembalikan uang, tapi tak jelas, uang itu kapan akan dikembalikan. Jadi, kami dibuat menggantung,” bebernya.

Maklumat yang dibuat oleh Abu Tours banjir penolakan dari jamaah. Sebagian besar dari calon jamaah umrah menuntut tetap berangkat atau meminta biaya dikembalikan. Seperti Zahra, calon jamaah Abu Tours asal Tanah Grogot, Paser.

Dia menyebut, dijanjikan berangkat pada bulan lalu. Tapi, hingga kemarin kejelasan tak kunjung datang. Zahra menyebut sudah menyetor dana umrah pada Januari 2017 sebesar Rp 19 juta. “Saya malah diminta mengikuti maklumat itu. Lebih baik saya minta kembali saja uang yang sudah disetor. Saya umrah kan niatnya ibadah,” ujarnya.

Zahra berencana berangkat dengan lima anggota keluarga dan beberapa temannya. Semua keluarga dan temannya menolak maklumat tersebut. “Kalau diminta tambahan biaya Rp 1–2 juta masih oke. Tapi kalau sampai Rp 15 juta rasanya berat,” tegasnya.

Data dari Kementerian Agama (Kemenag) disebutkan khusus Kaltim per Januari 2018 ada sekitar 1.700 calon jamaah umrah yang belum diberangkatkan oleh Abu Tours. Jumlah itu diperkirakan terus bertambah, mengingat calon jamaah umrah yang mestinya berangkat Februari juga tak kunjung diterbangkan ke Arab Saudi.

Sementara itu, karyawan Abu Tours Cabang Balikpapan masih bungkam. Mereka enggan bicara soal nasib calon jamaah yang ditunda keberangkatannya ke Tanah Suci. Bahkan keinginan untuk bertemu dengan staf Penanggung Jawab Administrasi Abu Tours Cabang Balikpapan, Akbar kembali gagal kemarin. Akbar disebut sedang tak ada tanpa kejelasan di mana posisinya. Usaha melakukan kontak melalui telepon seluler juga gagal. Nomor ponsel tak aktif.

“Tidak ada, Mas. Sampai saat ini, kami tidak akan memberikan informasi apapun kepada media,” ujar seorang karyawan pria yang berjaga di pintu masuk Kantor Abu Tours di Jalan MT Haryono, Sepinggan, Balikpapan Selatan, kemarin (19/2).

Usaha menemui bawahan Akbar yang memiliki wewenang juga tak bisa dilakukan. Karyawan tersebut menyebut hanya Akbar yang punya wewenang memberikan pernyataan. Selebihnya para karyawan tak diizinkan memberikan komentar.

Tak diizinkan masuk, media yang mengintip sekilas ke dalam kantor melihat sejumlah karyawan dan beberapa orang yang diduga agen Abu Tours tengah melakukan perbincangan. Beberapa orang yang keluar kantor saat ditemui pun menghindar begitu mengetahui yang bertanya adalah awak media. “Maaf Mas, langsung ke dalam (kantor saja),” ucap perempuan berjilbab.

Sementara itu, Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Kaltim masih wait and see. Hingga kemarin, Kemenag belum mendapat respons apapun dari Abu Tours terkait surat larangan mencari konsumen baru. Abu Tours juga belum berinisiatif menjelaskan persoalan yang menimpa perusahaan kepada Kemenag Kaltim. Padahal, gejolak sudah terjadi sejak awal tahun lalu. “Kami masih menunggu iktikad baik dari Abu Tours. Masih menunggu respons mereka secepat mungkin,” kata Kepala Kanwil Kemenag Kaltim Sofyan Noor, kemarin.

Pakar hukum dari Universitas Mulawarman (Unmul) Prof Sarosa Hamongpranoto menilai, persoalan Abu Tours lebih kepada hubungan perdata. Antara perusahaan dan jamaah. Untuk itu, upaya gugatan bisa dilakukan secara perdata. Jika jamaah menginginkan uang mereka kembali.

“Bisa dilakukan perseorangan. Jika perusahaan enggan mengembalikan uang, hakim dalam kasus perdata bisa memerintahkan pihak berwenang menyita aset perusahaan untuk digunakan membayar uang jamaah,” ucapnya.

Selanjutnya jika tak puas, jamaah yang merasa ada unsur penipuan dalam kasus ini bisa ke polisi untuk membuat delik aduan. Dengan begitu, pihak berwajib bisa melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk memperkarakan pemilik usaha ke meja peradilan pidana. “Dalam hal ini, jamaah merasa ditipu. Seharusnya bisa berangkat tanggal sekian ternyata tak jadi diberangkatkan,” sambungnya.

Pemerintah pun, dalam hal ini Kemenag, menurut Sarosa tak bisa ikut campur. Kemenag hanya memiliki kewajiban melakukan fasilitasi antara perusahaan dan jamaah. Ini dalam kaitan kehadiran negara untuk melindungi warganya. “Jadi bergantung dari jamaah sendiri mau bagaimana,” terangnya.

Ditemui terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Ade Yaya Suryana menyebut, hingga kemarin pihaknya belum menerima adanya laporan dari jamaah Abu Tours. Secara singkat dia menyebut, saat ini kepolisian masih menunggu laporan.

Sebelumnya, oleh Kemenag Kaltim, Abu Tours dilarang menerima jamaah baru. Perusahaan yang bergerak di bidang perjalanan haji dan umrah itu diharuskan menunaikan kewajiban mereka terlebih dulu. Memberangkatkan calon jamaah yang belum diterbangkan ke Tanah Suci. (*/rdh/rom/k8)

loading...

BACA JUGA

Senin, 18 Juni 2018 07:55

Bukan Panggung Rookie

PIALA Dunia 2018 bukan untuk rookie. Peringatan ini wajib didengar Inggris. Apalagi setelah melihat…

Minggu, 17 Juni 2018 01:37

Libur Panjang Reduksi Kepadatan

SAMARINDA  –  Kebijakan pemerintah memberi porsi besar untuk cuti bersama pada periode…

Minggu, 17 Juni 2018 01:26

Ambulans saat Lebaran

SETELAH salat Idulfi tri, dari Balikpapan saya dan keluarga langsung bertolak ke Sangasanga, Kutai Kartanegara.…

Minggu, 17 Juni 2018 01:20

Perjalanan Via Darat, Waspada Mobil Terbakar

ANCAMAN  dalam setiap perjalanan darat, termasuk saat arus balik, bisa menimpa siapa saja. Tragedi…

Minggu, 17 Juni 2018 01:11

Minimalisir Kebakaran, Remajakan Listrik Setiap 15 Tahun

SANGATTA  -  Musibah tak mengenal momen. Perayaan Idulfitri hari kedua di Sangatta, diwarnai…

Minggu, 17 Juni 2018 01:08

Siapa pun yang Menang, Rakyat Korbannya

Seandainya koalisi tidak melancarkan serangan besar-besaran ke Al Hudaida pekan lalu, dunia mungkin…

Sabtu, 16 Juni 2018 13:00

Libur Lebaran, Wisata Tirta Bakal Ramai

KALTIM menyimpan banyak destinasi wisata yang tak kalah menarik dan indah dengan tempat-tempat di luar…

Sabtu, 16 Juni 2018 12:00

Mobil Terbakar setelah Mogok, Truk BBM Terguling Tak Terkendali

SAMARINDA – Sementara banyak umat Islam merayakan Hari Kemenangan dan penuh sukacita, sebagian…

Sabtu, 16 Juni 2018 01:34

Tinggal Puing setelah Salat

MUSIBAH  tak dapat terelakkan meski momen Idulfitri sekalipun. Jika sebagian besar warga melewati…

Sabtu, 16 Juni 2018 01:12

2022 Mulai Tidak Kompak

PEMERINTAH boleh bersyukur penetapan awal puasa dan lebaran tahun ini bersamaan. Tetapi, jika penyatuan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .