MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Selasa, 20 Februari 2018 10:12
Tuntutan Tinggi, Vonis Bebas
-Ilustrasi.

PROKAL.CO, SAMARINDA - Febriadi alias Febi divonis bebas di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Kamis (15/2) pekan lalu. Dia dinyatakan tidak terbukti bersalah atas dakwaan kepemilikan sabu-sabu 500 gram. Hal itu sempat jadi pertanyaan berbagai pihak.

Vonis bebas atas suatu perkara tak serupa petir di siang bolong yang membuat publik tercengang. Semua perkara yang berakhir di pengadilan, sejatinya memiliki alasan yuridis sebagai dasar hakim menerbitkan putusan.

Dalam vonis Febi, majelis hakim yang dipimpin Rustam bersama Lucius Sunarno dan Budi Santoso menilai, perkara ini error in persona alias salah tangkap. Sabu 500 gram yang dipecah menjadi 10 poket itu bukan milik pemuda 23 tahun tersebut.

Ini disarikan setelah barang bukti serta keterangan saksi sepanjang persidangan bergulir tak mengarah langsung ke terdakwa. “Dia juga negatif mengonsumsi narkotika,” kata Humas PN Samarinda AF Joko Sutrisno.

Adanya keterangan tiga saksi meringankan yang dihadirkan terdakwa ke persidangan turut menggugah pertimbangan majelis hakim peradilan tingkat I itu. Saksi tersebut adalah Herman, Marwan, dan Dewi Susanti Sulistio, yang menuturkan bahwa mengetahui penangkapan oleh Tim Ditresnarkoba Polda Kaltim di Jalan Sentosa, Sungai Pinang Dalam, Sungai Pinang.

Ketika bersaksi, Dewi menuturkan, terdakwa Febi sedang menjemput seseorang di hotel berbintang di daerah itu. Dewi sempat berpapasan dengan pria yang diketahui bernama Sabri menitip tas miliknya ke mobil Febi dan hilang seketika.

Dari keterangannya, Febi mengaku tak mengetahui siapa pria itu. Hanya, kata dia, dirinya diminta teman untuk menjemput kenalannya. “Saat itu juga terdakwa ditangkap. Karena minim saksi yang mengarah majelis hakim membebaskan terdakwa,” ucap Joko.

Untuk menjerat pidana terhadap terdakwa, minimal perlu dua alat bukti yang diperoleh sepanjang persidangan beserta keyakinan hakim atas pidana tersebut benar dilakukan terdakwa. Minimnya alat bukti hingga tak ada tindak lanjut peran pria bernama Sabri tersebut.

Adanya saksi yang melihat tas itu diserahkan ke Febri inilah yang menguatkan pertimbangan majelis perlu menolak tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Prima selama 17 tahun pidana penjara beserta denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun pidana kurungan.

Endah Sulistiani, penasihat hukum Febri, menuturkan, memang tak ada bukti yang mengarah jika kliennya adalah pemilik barang haram itu. “Kami pun mampu menghadirkan saksi meringankan ke persidangan,” lanjut pengacara dari LKBH Universitas Widyagama tersebut. Sementara jaksa Prima mengaku pikir-pikir atas putusan itu. “Dikoordinasikan dulu dengan atasan,” pungkasnya. (*/ryu/kri/k16)


BACA JUGA

Selasa, 22 Januari 2019 09:13

MENGECEWAKAN..!! Pusat Hanya Menganggarkan Duit Segini untuk Normalisasi SKM

SAMARINDA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui…

Senin, 21 Januari 2019 11:06

Mulai Investigasi Pelaku Illegal Fishing

Memancing jadi perwujudan hobi banyak kalangan. Sebagian menjadikannya mata pencarian.…

Senin, 21 Januari 2019 11:04

Bahan Racun Terlalu Mudah Ditemukan

DAUD mengayun joran. Kail berumpan terayun menjauh dari tepian Sungai…

Senin, 21 Januari 2019 10:54

Masyarakat Ikut Mengawasi

PENGGUNAAN bahan kimia dan racun, atau setrum untuk menangkap ikan…

Senin, 21 Januari 2019 08:21

Gerindra Optimistis Menang di Mahulu

LONG BAGUN – Sorak serempak menghujani ruang rumah lamin Long…

Minggu, 20 Januari 2019 11:07

Oknum ASN Beli Sabu di "Kampung Bandar"

SAMARINDA - Teriakan polisi berpakaian sipil sembari mengacungkan tangan dan…

Minggu, 20 Januari 2019 11:06

"Saya Bukan Pembunuh"

WAJAH pucat, bibir sedikit mengelupas, dan matanya sayu. Langkahnya pelan,…

Minggu, 20 Januari 2019 11:06

Agendakan Konser Musik Jaz dan Klasik

Setelah mengadakan berbagai kegiatan di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi, kini…

Minggu, 20 Januari 2019 11:05

Hanya Pemberhentian, Tanpa PAW

SAMARINDA–Pemprov Kaltim memberi penjelasan terkait polemik pemberhentian lima legislator di…

Minggu, 20 Januari 2019 10:19

WOW..!! Ada Samarinda Magnificent, Ini Maknanya Bagi Wali Kota

SAMARINDA - Logo komersial "Samarinda Magnificent", yang akan diluncurkan 21…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*