MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Selasa, 20 Februari 2018 10:12
Tuntutan Tinggi, Vonis Bebas
-Ilustrasi.

PROKAL.CO, SAMARINDA - Febriadi alias Febi divonis bebas di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Kamis (15/2) pekan lalu. Dia dinyatakan tidak terbukti bersalah atas dakwaan kepemilikan sabu-sabu 500 gram. Hal itu sempat jadi pertanyaan berbagai pihak.

Vonis bebas atas suatu perkara tak serupa petir di siang bolong yang membuat publik tercengang. Semua perkara yang berakhir di pengadilan, sejatinya memiliki alasan yuridis sebagai dasar hakim menerbitkan putusan.

Dalam vonis Febi, majelis hakim yang dipimpin Rustam bersama Lucius Sunarno dan Budi Santoso menilai, perkara ini error in persona alias salah tangkap. Sabu 500 gram yang dipecah menjadi 10 poket itu bukan milik pemuda 23 tahun tersebut.

Ini disarikan setelah barang bukti serta keterangan saksi sepanjang persidangan bergulir tak mengarah langsung ke terdakwa. “Dia juga negatif mengonsumsi narkotika,” kata Humas PN Samarinda AF Joko Sutrisno.

Adanya keterangan tiga saksi meringankan yang dihadirkan terdakwa ke persidangan turut menggugah pertimbangan majelis hakim peradilan tingkat I itu. Saksi tersebut adalah Herman, Marwan, dan Dewi Susanti Sulistio, yang menuturkan bahwa mengetahui penangkapan oleh Tim Ditresnarkoba Polda Kaltim di Jalan Sentosa, Sungai Pinang Dalam, Sungai Pinang.

Ketika bersaksi, Dewi menuturkan, terdakwa Febi sedang menjemput seseorang di hotel berbintang di daerah itu. Dewi sempat berpapasan dengan pria yang diketahui bernama Sabri menitip tas miliknya ke mobil Febi dan hilang seketika.

Dari keterangannya, Febi mengaku tak mengetahui siapa pria itu. Hanya, kata dia, dirinya diminta teman untuk menjemput kenalannya. “Saat itu juga terdakwa ditangkap. Karena minim saksi yang mengarah majelis hakim membebaskan terdakwa,” ucap Joko.

Untuk menjerat pidana terhadap terdakwa, minimal perlu dua alat bukti yang diperoleh sepanjang persidangan beserta keyakinan hakim atas pidana tersebut benar dilakukan terdakwa. Minimnya alat bukti hingga tak ada tindak lanjut peran pria bernama Sabri tersebut.

Adanya saksi yang melihat tas itu diserahkan ke Febri inilah yang menguatkan pertimbangan majelis perlu menolak tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Prima selama 17 tahun pidana penjara beserta denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun pidana kurungan.

Endah Sulistiani, penasihat hukum Febri, menuturkan, memang tak ada bukti yang mengarah jika kliennya adalah pemilik barang haram itu. “Kami pun mampu menghadirkan saksi meringankan ke persidangan,” lanjut pengacara dari LKBH Universitas Widyagama tersebut. Sementara jaksa Prima mengaku pikir-pikir atas putusan itu. “Dikoordinasikan dulu dengan atasan,” pungkasnya. (*/ryu/kri/k16)


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 07:47

160 Ribu KTP-el Belum Dicetak

SAMARINDA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diminta meninjau kembali rencana memblokir data…

Rabu, 17 Oktober 2018 08:10

Hak Lima Anggota DPRD Dibekukan

SAMARINDA – Hadirnya putusan sela Pengadilan Negeri (PN) Samarinda atas gugatan warga terkait…

Rabu, 17 Oktober 2018 07:53

Hudoq Pekayang Jati Diri Daerah

UJOH BILANG - Kegiatan rutin Hudoq Pekayang merupakan wujud implementasi dari Undang-Undang (UU) Nomor…

Rabu, 17 Oktober 2018 07:52

Lakukan Percepatan Pembangunan 2019

UJOH BILANG - Pada 2019 pemerintah akan mengoptimalkan penerimaan daerah melalui intensifikasi dan ekstensifikasi…

Rabu, 17 Oktober 2018 07:50

Penyusunan RZWP3K Tak Libatkan Nelayan

SAMARINDA - Hidup nelayan bakal lebih susah. Inilah yang dikhawatirkan para aktivis lingkungan, jika…

Senin, 15 Oktober 2018 21:44

Tak Mungkin Pesawat Presiden Mendarat di Samarinda

SAMARINDA- Harapan warga Samarinda agar pesawat Kepresidenan Republik Indonesia mendarat di Bandara…

Senin, 15 Oktober 2018 11:44

Alphad Bermasalah dengan Hukum, Ini Kata Gerindra Kaltim

BALIKPAPAN– Akhirnya partai dimana Alphad Syarif bernaung, Gerindra Kaltim buka suara soal kasus…

Senin, 15 Oktober 2018 10:51

KEJADIAN LAGI..!! Satu Tongkang Hantam Rumah

SAMARINDA– Kecelakaan perairan terjadi lagi di Mahakam. Ya, tongkang hanyut kembali menabrak rumah…

Senin, 15 Oktober 2018 07:00

Pengabdian dan Pengalaman yang Tak Terlupakan

Mamuju, Minggu sore sekira pukul 17.00 waktu setempat, relawan tanggap darurat dari Majelis Pimpinan…

Minggu, 14 Oktober 2018 10:05

Gubernur Diminta Hentikan Pembangunan Masjid

SAMARINDA- Perlu kebijaksanaan seorang gubernur untuk menghentikan pembangunan masjid Pemprov Kaltim…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .