MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MANCANEGARA

Senin, 19 Februari 2018 11:52
Nestapa Keluarga Anggota Wagner, Tentara Bayaran Rusia
Berperang karena Terdorong Kesulitan Ekonomi
Anggota Wagner, tentara bayaran asal Rusia yang berperang di Syria.

PROKAL.CO, Konflik Syria yang rumit dan berbelit melibatkan banyak negara. Termasuk dua negeri adidaya, Rusia dan Amerika Serikat. Negeri Beruang Merah kehilangan sejumlah warganya yang berperang sebagai tentara bayaran.

 

DERING telepon mengalihkan perhatian Farkhanur Gavrilova sepekan lalu. Berita yang disampaikan si penelepon sangat singkat. Putranya, Ruslan Gavrilov, tewas dalam perang di Syria. Saat itu dunianya tiba-tiba gelap dan hatinya begitu hancur. Putra yang dia disayangi tersebut pergi lebih dahulu meninggalkannya dalam keadaan tragis.

”Dia telah hancur berkeping-keping. Dia adalah pria pemberani. Seandainya hidup, pasti dia mencoba menelepon saya,” terangnya saat diwawancarai Associated Press Kamis (15/2). Ruslan Gavrilov tewas dalam serangan udara pada 7 Februari. Saat itu pasukan Syria yang didukung Rusia menyerang kilang minyak dan gas Coneco yang dikontrol Syrian Democratic Forces (SDF), militan yang didukung Amerika Serikat (AS).

Nahas, AS merespons dengan serangan udara besar-besaran selama tiga jam. Jet-jet tempur F-15E, drone MQ-9, pesawat pengebom B-52, dan berbagai senjata lainnya dikerahkan. Jumlah korban tewas dari Syria simpang siur. Beberapa menyatakan jumlahnya sampai 100 orang. Dari jumlah itu, 15–30 orang merupakan anggota Wagner, kelompok tentara bayaran dari Rusia.

Gavrilova mengungkapkan bahwa dirinya sudah melarang putranya untuk bergabung dengan Wagner dan berangkat ke Syria. Tapi, putranya tetap kukuh berangkat. Keluarga itu tinggal di kota kecil Kedrovoye. Kemiskinan membuat mereka melakukan apa saja untuk memperbaiki hidup. Termasuk bergabung dengan Wagner. Perusahaan tersebut menawarkan gaji yang tinggi. Karena itu, total ada tujuh penduduk di kota tersebut yang tergabung dengan kelompok tentara bayaran itu.

Biasanya, anggota Wagner merupakan pensiunan anggota militer. Namun, Ruslan Gavrilov sama sekali tidak memiliki pengalaman kemiliteran. Dia bahkan tidak pernah mengikuti pengecekan medis. Sebelum berangkat ke Syria, para serdadu bayaran itu dilatih di Krasnodar. Gavrilova pun sama sekali tidak memiliki gambaran bahwa putranya bakal dijadikan tentara bayaran. Dalam bayangannya, dia akan melakukan pekerjaan lain, entah apa itu, di Syria.

Sejatinya prajurit bayaran adalah hal ilegal di Rusia. Tapi, keberadaan Wagner dan peran mereka di Syria selalu ditutup-tutupi. Tujuannya satu. Yakni, pemerintah Rusia bisa menekan korban jiwa dari prajurit mereka yang asli. Sebab, kematian anggota Wagner tidak akan tercatat di data korban perang Syria.

Awalnya Rusia bungkam terkait insiden Coneco itu. Tapi, akhirnya mereka mengakui bahwa ada lima warga mereka yang tewas dan mereka bukan anggota militer.

Penduduk lain yang bergabung dengan Wagner adalah Alexander Potapov. Dia pernah ikut dalam perang di Chechnya. Bapak dua anak itu memuja Presiden Rusia Vladimir Putin. Dia ikut ke Syria bersama Gavrilov Oktober tahun lalu. ”Dia tidak punya pilihan,” ujar Yevgeny Berdyshev, saudaranya. Potapov sudah menua dan punya luka pascaperang. Dia sulit mendapat pekerjaan. (sha/c10/dos)

 


BACA JUGA

Kamis, 24 Januari 2019 10:47

Presiden Turki Bertemu Putin, Apa yang Dibicarakan?

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menemui Presiden Rusia Vladimir Putin…

Rabu, 23 Januari 2019 11:12

Terbakar saat Transfer Minyak

MOSKOW – Api membubung di atas Laut Hitam. Dua kapal…

Selasa, 22 Januari 2019 12:03

Kamala Harris Ikut Bursa Capres AS

    Sumber : Washington Post dan CNN   WASHINGTON…

Kamis, 17 Januari 2019 11:50
Demokrat Antusias Sambut Pilpres

Ini Dia Sosok Penantang Serius Donald Trump

WASHINGTON – Politisi Partai Demokrat tidak sabar menantikan pemilihan presiden…

Selasa, 15 Januari 2019 09:39

Begini Jadinya Jika Transgender Thailand Ikut Wajib Militer

Wajib militer merupakan mimpi buruk bagi transgender Thailand. Sebab di negeri tersebut…

Kamis, 10 Januari 2019 10:33

Tiongkok Izinkan Pulang Etnis Kazakh Xinjiang

BEIJING – Selain kaum Uighur, Tiongkok kabarnya memaksa etnis Kazakh…

Selasa, 08 Januari 2019 09:07

Tolak Dideportasi, Membarikade Diri

BANGKOK – Rahaf Mohammed Al Qunun bisa bernapas lega. Untuk…

Selasa, 08 Januari 2019 09:06

Sultan Nazrin Paling Berpotensi Jadi Yang Dipertuan Agong Baru

KUALA LUMPUR – Kerajaan Malaysia tidak boleh lama-lama membiarkan singgasana…

Minggu, 06 Januari 2019 10:02
Jepang Menuju Akhir Heisei, Era Generasi ”Hilang”

Hadirkan Perdamaian, Wariskan Kultur Patriarkal

Kaisar Akihito genap 30 tahun memimpin Kekaisaran Jepang besok (7/1).…

Sabtu, 05 Januari 2019 11:26

Saudi Adili Pembunuh Khashoggi, Sembunyikan Identitas dari Media

RIYADH – Pemerintah Arab Saudi menggelar hearing perdana kasus pembunuhan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*