MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MANCANEGARA

Senin, 19 Februari 2018 11:52
Nestapa Keluarga Anggota Wagner, Tentara Bayaran Rusia
Berperang karena Terdorong Kesulitan Ekonomi
Anggota Wagner, tentara bayaran asal Rusia yang berperang di Syria.

PROKAL.CO, Konflik Syria yang rumit dan berbelit melibatkan banyak negara. Termasuk dua negeri adidaya, Rusia dan Amerika Serikat. Negeri Beruang Merah kehilangan sejumlah warganya yang berperang sebagai tentara bayaran.

 

DERING telepon mengalihkan perhatian Farkhanur Gavrilova sepekan lalu. Berita yang disampaikan si penelepon sangat singkat. Putranya, Ruslan Gavrilov, tewas dalam perang di Syria. Saat itu dunianya tiba-tiba gelap dan hatinya begitu hancur. Putra yang dia disayangi tersebut pergi lebih dahulu meninggalkannya dalam keadaan tragis.

”Dia telah hancur berkeping-keping. Dia adalah pria pemberani. Seandainya hidup, pasti dia mencoba menelepon saya,” terangnya saat diwawancarai Associated Press Kamis (15/2). Ruslan Gavrilov tewas dalam serangan udara pada 7 Februari. Saat itu pasukan Syria yang didukung Rusia menyerang kilang minyak dan gas Coneco yang dikontrol Syrian Democratic Forces (SDF), militan yang didukung Amerika Serikat (AS).

Nahas, AS merespons dengan serangan udara besar-besaran selama tiga jam. Jet-jet tempur F-15E, drone MQ-9, pesawat pengebom B-52, dan berbagai senjata lainnya dikerahkan. Jumlah korban tewas dari Syria simpang siur. Beberapa menyatakan jumlahnya sampai 100 orang. Dari jumlah itu, 15–30 orang merupakan anggota Wagner, kelompok tentara bayaran dari Rusia.

Gavrilova mengungkapkan bahwa dirinya sudah melarang putranya untuk bergabung dengan Wagner dan berangkat ke Syria. Tapi, putranya tetap kukuh berangkat. Keluarga itu tinggal di kota kecil Kedrovoye. Kemiskinan membuat mereka melakukan apa saja untuk memperbaiki hidup. Termasuk bergabung dengan Wagner. Perusahaan tersebut menawarkan gaji yang tinggi. Karena itu, total ada tujuh penduduk di kota tersebut yang tergabung dengan kelompok tentara bayaran itu.

Biasanya, anggota Wagner merupakan pensiunan anggota militer. Namun, Ruslan Gavrilov sama sekali tidak memiliki pengalaman kemiliteran. Dia bahkan tidak pernah mengikuti pengecekan medis. Sebelum berangkat ke Syria, para serdadu bayaran itu dilatih di Krasnodar. Gavrilova pun sama sekali tidak memiliki gambaran bahwa putranya bakal dijadikan tentara bayaran. Dalam bayangannya, dia akan melakukan pekerjaan lain, entah apa itu, di Syria.

Sejatinya prajurit bayaran adalah hal ilegal di Rusia. Tapi, keberadaan Wagner dan peran mereka di Syria selalu ditutup-tutupi. Tujuannya satu. Yakni, pemerintah Rusia bisa menekan korban jiwa dari prajurit mereka yang asli. Sebab, kematian anggota Wagner tidak akan tercatat di data korban perang Syria.

Awalnya Rusia bungkam terkait insiden Coneco itu. Tapi, akhirnya mereka mengakui bahwa ada lima warga mereka yang tewas dan mereka bukan anggota militer.

Penduduk lain yang bergabung dengan Wagner adalah Alexander Potapov. Dia pernah ikut dalam perang di Chechnya. Bapak dua anak itu memuja Presiden Rusia Vladimir Putin. Dia ikut ke Syria bersama Gavrilov Oktober tahun lalu. ”Dia tidak punya pilihan,” ujar Yevgeny Berdyshev, saudaranya. Potapov sudah menua dan punya luka pascaperang. Dia sulit mendapat pekerjaan. (sha/c10/dos)

 


BACA JUGA

Sabtu, 13 Oktober 2018 10:42

Mantan Pengacara Pribadi Presiden Donald Trump Nyebrang ke Demokrat

NEW YORK – Michael Cohen meninggalkan Partai Republik. Mantan pengacara pribadi Presiden Donald…

Jumat, 12 Oktober 2018 12:13

Ngeri..!! Wartawan Arab Dibunuh, Tubuhnya Dipotong-potong

ISTAMBUL- Penyidik Turki memberikan rincian tentang hari-hari menjelang pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi…

Selasa, 09 Oktober 2018 10:36

SADIS..!! Pasangan Ini Bunuh 20 Perempuan, Tubuh Dicincang Lalu Dijadikan Makanan Hewan, Tulangnya Jadi Pupuk

Polisi di Meksiko menangkap pasangan bernama Juan Carlos N dan Patricia N karena dicurigai membunuh…

Selasa, 09 Oktober 2018 09:39
Pilpres Brasil Lanjut Putaran Kedua

Bolsonaro-Haddad Siap Adu Strategi

BRASILIA – Prediksi lembaga-lembaga survei Brasil tidak meleset. Jair Bolsonaro unggul dalam pemilihan…

Selasa, 09 Oktober 2018 09:35

Duo Ekonom AS Dianugerahi Nobel

STOCKHOLM – Paul Romer sengaja membiarkan teleponnya berdering. Dua panggilan dari nomor yang…

Minggu, 07 Oktober 2018 10:50

AS Tekan Sekutunya

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) terus memberikan tekanan kepada sekutunya, agar mendukung kesepakatan…

Minggu, 07 Oktober 2018 10:49

Pemerintahan Trump Ditegur

PENGADILAN Internasional memerintahkan Amerika Serikat (AS) meringankan beberapa sanksi terhadap Iran.…

Minggu, 07 Oktober 2018 10:48

Najib dan Istri Panen Dakwaan

KUALA LUMPUR – Tak hanya Najib Razak yang panen dakwaan terkait skandal korupsi dana IMDB, tapi…

Minggu, 07 Oktober 2018 10:46

Popularitas Macron Menurun

PARIS - Popularitas Presiden Prancis Emmanuel Macron terus menurun. Padahal, dia baru sekira 16 bulan…

Minggu, 07 Oktober 2018 10:45

Jurnalis Arab Saudi Hilang di Turki

ISTANBUL - Seorang jurnalis berkebangsaan Arab Saudi hilang di Istanbul, Turki. Pria bernama Jamal Khashoggi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .