MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MANCANEGARA

Senin, 19 Februari 2018 11:52
Nestapa Keluarga Anggota Wagner, Tentara Bayaran Rusia
Berperang karena Terdorong Kesulitan Ekonomi
Anggota Wagner, tentara bayaran asal Rusia yang berperang di Syria.

PROKAL.CO, Konflik Syria yang rumit dan berbelit melibatkan banyak negara. Termasuk dua negeri adidaya, Rusia dan Amerika Serikat. Negeri Beruang Merah kehilangan sejumlah warganya yang berperang sebagai tentara bayaran.

 

DERING telepon mengalihkan perhatian Farkhanur Gavrilova sepekan lalu. Berita yang disampaikan si penelepon sangat singkat. Putranya, Ruslan Gavrilov, tewas dalam perang di Syria. Saat itu dunianya tiba-tiba gelap dan hatinya begitu hancur. Putra yang dia disayangi tersebut pergi lebih dahulu meninggalkannya dalam keadaan tragis.

”Dia telah hancur berkeping-keping. Dia adalah pria pemberani. Seandainya hidup, pasti dia mencoba menelepon saya,” terangnya saat diwawancarai Associated Press Kamis (15/2). Ruslan Gavrilov tewas dalam serangan udara pada 7 Februari. Saat itu pasukan Syria yang didukung Rusia menyerang kilang minyak dan gas Coneco yang dikontrol Syrian Democratic Forces (SDF), militan yang didukung Amerika Serikat (AS).

Nahas, AS merespons dengan serangan udara besar-besaran selama tiga jam. Jet-jet tempur F-15E, drone MQ-9, pesawat pengebom B-52, dan berbagai senjata lainnya dikerahkan. Jumlah korban tewas dari Syria simpang siur. Beberapa menyatakan jumlahnya sampai 100 orang. Dari jumlah itu, 15–30 orang merupakan anggota Wagner, kelompok tentara bayaran dari Rusia.

Gavrilova mengungkapkan bahwa dirinya sudah melarang putranya untuk bergabung dengan Wagner dan berangkat ke Syria. Tapi, putranya tetap kukuh berangkat. Keluarga itu tinggal di kota kecil Kedrovoye. Kemiskinan membuat mereka melakukan apa saja untuk memperbaiki hidup. Termasuk bergabung dengan Wagner. Perusahaan tersebut menawarkan gaji yang tinggi. Karena itu, total ada tujuh penduduk di kota tersebut yang tergabung dengan kelompok tentara bayaran itu.

Biasanya, anggota Wagner merupakan pensiunan anggota militer. Namun, Ruslan Gavrilov sama sekali tidak memiliki pengalaman kemiliteran. Dia bahkan tidak pernah mengikuti pengecekan medis. Sebelum berangkat ke Syria, para serdadu bayaran itu dilatih di Krasnodar. Gavrilova pun sama sekali tidak memiliki gambaran bahwa putranya bakal dijadikan tentara bayaran. Dalam bayangannya, dia akan melakukan pekerjaan lain, entah apa itu, di Syria.

Sejatinya prajurit bayaran adalah hal ilegal di Rusia. Tapi, keberadaan Wagner dan peran mereka di Syria selalu ditutup-tutupi. Tujuannya satu. Yakni, pemerintah Rusia bisa menekan korban jiwa dari prajurit mereka yang asli. Sebab, kematian anggota Wagner tidak akan tercatat di data korban perang Syria.

Awalnya Rusia bungkam terkait insiden Coneco itu. Tapi, akhirnya mereka mengakui bahwa ada lima warga mereka yang tewas dan mereka bukan anggota militer.

Penduduk lain yang bergabung dengan Wagner adalah Alexander Potapov. Dia pernah ikut dalam perang di Chechnya. Bapak dua anak itu memuja Presiden Rusia Vladimir Putin. Dia ikut ke Syria bersama Gavrilov Oktober tahun lalu. ”Dia tidak punya pilihan,” ujar Yevgeny Berdyshev, saudaranya. Potapov sudah menua dan punya luka pascaperang. Dia sulit mendapat pekerjaan. (sha/c10/dos)

 


BACA JUGA

Rabu, 13 Juni 2018 12:09

Defisit, Jordania Dibantu ’’Uang Kecil’’ oleh Negara Teluk

AMMAN – Bantuan finansial dari negara-negara Teluk dianggap tak bakal bisa menyelesaikan krisis…

Rabu, 13 Juni 2018 12:02

Ini Dia Empat Kesepakatan Trump – Jong Un Summit

Pertemuan bersejarah antara Presiden Amerika Serikat dengan pemimpin Korea Utara di Singapura itu bukan…

Rabu, 13 Juni 2018 12:00

AKHIRNYA..!! Korut Sepakat Lanjutkan Denuklirisasi

SINGAPURA-Sebuah meja tua berusia 80 tahun menjadi saksi perubahan hubungan Korea Utara dengan Amerika…

Senin, 11 Juni 2018 21:59

WOW..!! Di Singapura, Trump Minum Es Cendol

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengadakan…

Senin, 11 Juni 2018 21:55

Setelah KTT AS-Korut, Ini Maunya PM Singapura...

Singapura adalah mitra dagang terbesar ke-7 bagi Korea Utara (Korut). Namun, kenyataanya jumlah total…

Senin, 11 Juni 2018 21:53

BERANI..!! Indonesia Usung Reformasi di PBB, Ini yang Diusulkan

TOKYO- Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla mendorong reformasi di tubuh Perserikatan Bangsa-Bangsa…

Senin, 11 Juni 2018 21:48
Hubungan "Unik" Trump dan Kim Jong Un

Dari Saling Umpat Hingga Pertemuan Puncak di Singapura

Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara (Korut)…

Senin, 11 Juni 2018 12:05
Jelang Pertemuan Bersejarah Korut-AS

Diliput 2.500 Jurnalis, Warga dan Turis Dilarang Memotret Kim Jong Un

SINGAPURA- Kehadiran Kim Jong Un di Singapura menarik perhatian warga setempat dan juga ekspatriat.…

Senin, 11 Juni 2018 12:02

JAGA GENGSI..!! Kim Jong Un Pakai Pesawat Teman dan Mobil Mewah

SINGAPURA- Momen yang ditunggu itu akhirnya tiba. Pemimpin Tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong-un…

Minggu, 10 Juni 2018 15:11
Boleh untuk Obat, Apalagi untuk Senang-Senang

AKHIRNYA..!! Ganja Dilegalkan di Negara Ini

Senat Kanada memilih untuk melegalkan ganja, baik untuk bersenang-senang maupun obat, mulai Kamis (7/6).…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .