MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 19 Februari 2018 09:47
Manis Batu Bara Masih di Atas Saja

Menuju Berakhirnya Kelesuan Ekonomi

PROKAL.CO, Membaiknya harga batu bara belum bisa mengembalikan perputaran roda ekonomi Kaltim. Masih sulit rebound setelah babak belur melewati empat tahun yang berat.

EMPAT pria berseragam biru gelap berjaga-jaga di pos kayu berukuran 5 meter persegi pada siang yang terik. Mereka berusaha menyingkirkan sengatan matahari dengan melahap es kelapa muda di depan pos jaga. Di belakang mereka, sebuah pabrik masih kosong tanpa aktivitas, Rabu (14/2) pekan lalu.

Keempat sekuriti bertugas menjaga pabrik PT Kutai Chip Mill (KCM) di kawasan Terminal Peti Kemas (TPK) Kariangau, Balikpapan. Seseorang dari mereka hanya berkata singkat kepada Kaltim Post. “Perusahaan lama sudah pailit,” katanya. Penjaga yang lain menimpali. "Produksi berhenti karena tidak ada bahan baku berupa kertas," imbuh mereka.

PT KCM adalah perusahaan pengolah bubur kertas atau pulp yang berdiri di Teluk Balikpapan. Untuk mencapai lokasi pabrik, jalan serupa jalur tambang sejauh 3,8 kilometer harus dilewati. Di sepanjang jalur, pohon sengon berjejer manis dari balik pagar berduri. Sejumlah papan besi berdiri garang memberi peringatan. "Lahan milik PT KCM sesuai Pasal 551 KUHP,” bunyi peringatan tersebut. Siapa saja yang memasuki kawasan tanpa izin pemilik lahan, yakni PT KCM, dapat dikenai pidana.

Sudah setahun PT KCM merumahkan para pekerjanya. Enam bulan terakhir, perusahaan benar-benar tidak beroperasi. Dalam keterangan kepada para pekerja, perusahaan mengaku kesulitan modal. Menurut penjelasan para sekuriti, bangunan pabrik yang berdiri di atas lahan dua hektare telah beralih tangan ke perusahaan sawit lokal. Perusahaan yang mengakuisisi bangunan itu menolak diwawancarai media ini.

Muhammad Basir, direktur utama PT Kaltim Kariangau Terminal selaku pengelola TPK Kariangau, juga tak mengetahui persis penyebab PT KCM pailit. PT KCM, kata dia, adalah perusahaan yang mengekspor bahan baku kertas dengan skema ship to ship. Bongkar-muat berlangsung di tengah laut, tidak pernah di kawasan industri. “Memang berkantor dekat dengan pelabuhan tapi tak pernah bongkar-muat di sini,” jelasnya.

PT KCM disebut satu dari sekian banyak bidang usaha yang gulung tikar di Kaltim imbas dari kelesuan ekonomi. Di Balikpapan, kelesuan tersebut melahirkan angka pengangguran terbuka 31.014 jiwa atau 10,39 persen dari angkatan kerja.

Di lingkup provinsi, faktor utama penyumbang kelesuan ekonomi adalah kebergantungan yang tinggi terhadap pertambangan batu bara. Sebagai kota industri dan jasa, Balikpapan memang tidak melegalkan pertambangan batu bara. Namun, tidak sedikit perusahaan yang beroperasi di Kota Minyak bergerak sebagai usaha ikutan maupun pendukung sektor pertambangan batu bara dan migas.

Meski demikian, anjloknya harga batu bara pada masa lalu disebut bukan satu-satunya penyebab. "Banyak faktor yang membuat angka pengangguran tinggi,” terang Tirta Dewi, kepala Dinas Tenaga Kerja Balikpapan, Kamis (15/2).

Harga batu bara yang anjlok telah dituding sebagai penyebab kelesuan ekonomi dalam empat tahun terakhir. Manakala harga komoditas itu rebound, menurut harga batu bara acuan per Februari 2018 sudah menembus USD 100,69 per ton, angka-angka perekonomian Kaltim secara makro memang membaik.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2017 Kaltim menunjukkan performa meyakinkan setelah batu bara dan migas kembali menunjukkan hegemoni. Tahun lalu, PDRB dari sektor itu menembus Rp 70,26 triliun. Indikator ekonomi makro yang lain adalah indeks ekonomi Kaltim yang naik dari minus 3,48 persen menjadi 0,86 persen.

Namun, ditilik dari sudut pandang mikro, sejumlah usaha, baik inti pertambangan maupun ikutan, belum bisa kembali ke jalur seperti sedia kala. Salah satu indikator adalah kondisi angkatan kerja yang berkurang. Dalam catatan Badan Pusat Statistik Kaltim, penurunan angkatan kerja yang bekerja dalam jumlah besar adalah pada 2014 menuju 2015. Jumlah penduduk Kaltim dan Kaltara yang bekerja berkurang 70 ribu orang, dari 1,75 juta jiwa menjadi 1,68 juta jiwa. Rentang waktu tersebut cocok dengan pemutusan hubungan kerja besar-besaran ketika sektor pertambangan mencapai puncak kelesuan (lihat infografis).

Mulai 2014 pula, eksodus tenaga kerja di sektor pertambangan maupun industri ikutan ditengarai berlangsung. Masih menyalin data BPS, penurunan penduduk yang bekerja di Kaltim berlanjut pada 2016 dan 2017. Dua tahun kemarin, angka penduduk yang bekerja berkurang 40.564 orang.

Penurunan angka penduduk yang bekerja menguatkan dugaan bahwa naiknya harga batu bara setahun terakhir belum berdampak secara mikro. Dalam kata lain, produksi batu bara yang kembali bergairah belum berdampak kepada penyerapan tenaga kerja. Kondisi itu tercipta karena kelabilan harga batu bara di pasar dunia turut membuat nasib tenaga kerja di Kaltim terombang-ambing.

Status karyawan tetap bagi pekerja di dunia pertambangan sukar diberikan. Permintaan pasar yang fluktuatif membuat produksi naik turun, begitu pula jumlah tenaga kerja yang terlibat. Ketika permintaan batu bara turun, tenaga kerja harus "diparkir". Tak sedikit pula perusahaan yang akhirnya memilih menghentikan operasi menunggu situasi membaik seperti sekarang.

“Nah, ketika kebutuhan naik, bisa saja pekerja-pekerja yang dirumahkan dipanggil kembali,” ulas Habibullah, kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim.

Situasi itu menimbulkan fenomena baru. Bangun dari tidur, bagi sebuah perusahaan, nyatanya lebih sukar ketimbang saat tidur dengan merumahkan pekerja. Untuk bangkit menjalankan operasi, bukan hanya tenaga kerja yang disiapkan. Peralatan produksi hingga jaringan pengangkutan yang melibatkan banyak kendaraan mutlak diperlukan. Langkah itu memerlukan waktu dan dapat berarti investasi baru. Itu baru dari sektor inti pertambangan, belum termasuk waktu dan investasi ulang yang diperlukan sektor-sektor ikutan.

Lambannya gerak ekonomi mikro merespons membaiknya harga batu bara dapat pula dilihat dari indikator lowongan kerja. Balikpapan dengan pengangguran terbuka yang mencapai 31.014 jiwa tercatat hanya menyediakan 1.563 lowongan kerja pada Job Market Fair.

Hal itu seiring dengan investasi yang turut lesu sepanjang dua tahun terakhir seperti dicatat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kaltim. Pada 2016, penyerapan tenaga kerja menurun seiring investasi yang terjun bebas hanya Rp 23,3 triliun. Angka itu membuat tenaga kerja yang terserap hanya 51.607 jiwa sepanjang tahun (baca juga: Tumbuh walau Lambat, halaman 2).

Kenyataan itu menimbulkan analisis bahwa kemudi pertumbuhan PDRB Kaltim 2017 yang dipengaruhi sektor pertambangan dan migas hanya mengamankan masyarakat kelas atas. Molekul modal di dua sektor itu begitu padat sehingga aliran pertumbuhan tidak merata hingga ke akar. Kenaikan indikator ekonomi Kaltim belum mewakili kualitas pertumbuhan ekonomi keseluruhan.

“Sedikit penikmat dan trickle down effect yang kecil,” terang akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mulawarman, Samarinda, Haerul Anwar. Codi, begitu dia disapa, mengatakan pendapatan dari wilayah industri batu bara selalu beralih ke kota besar, bukan di Kaltim.

“Umumnya, ke Jakarta atau Singapura,” terangnya.

Di tataran bawah, efek harga batu bara yang membaik belum terasa. Namun, Codi sepakat bahwa momen harga komoditas energi yang membaik harus dimanfaatkan. Pemerintah harus berpikir out of the box dengan mengubah penggunaan lahan ke arah sektor penopang ekonomi terbarukan. Dari perubahan paradigma itu, Kaltim bisa meningkatkan produksi industri barang setengah jadi agar memiliki kendali dalam industri besar di tanah Jawa.

“Terpenting adalah mengubah persepsi Kaltim yang harus mampu bersaing di kancah internasional,” lanjutnya.

Sepanjang pekan lalu, Kaltim Post berusaha mencari angka perusahaan yang tumbang dalam beberapa tahun terakhir. Petugas di Dinas Tenaga Kerja Kaltim mengatakan, data tersebut ada di instansi kabupaten dan kota. Disnaker Samarinda dan Balikpapan yang didatangi media ini kompak menjawab kewenangan mereka telah berakhir. Seiring berlakunya Undang-Undang 23/2014 tentang Pemerintah Daerah, kewenangan di bidang tenaga kerja ditangani provinsi. Tanpa kejelasan dari instansi ketenagakerjaan, media ini meminta data yang sama kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kaltim. Sampai berita ini diturunkan, permintaan data belum dipenuhi. (tim kp)


BACA JUGA

Selasa, 19 Juni 2018 08:54

Gairah Salah

ST PETERSBURG – Mesir membutuhkan Mohamed Salah. Kekalahan The Pharaohs, julukan Mesir, di matchday…

Selasa, 19 Juni 2018 08:49

Soal Bangunan di Bukit Soeharto, Pemerintah Ikut Melanggar

TENGGARONG – Ketenangan warga yang bermukim di sepanjang jalan poros Balikpapan-Samarinda, mulai…

Selasa, 19 Juni 2018 08:47

Kelebihan Muatan, Kapal Tenggelam

SAMOSIR – Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang berlayar dari Pelabuhan Simanindo, Samosir tujuan…

Selasa, 19 Juni 2018 08:45

Kesalahan Fatal dan Cenderung Disengaja

JAKARTA – Untuk sekian kalinya terjadi kasus kesalahan cetak Alquran. Kali ini kabar kesalahan…

Selasa, 19 Juni 2018 08:43

Dihancurkan Laser, Paling Lama Satu Jam

Menghancurkan batu ginjal perlu waktu berhari-hari. Persiapan operasi. Tindakan. Dan masa pemulihan.…

Senin, 18 Juni 2018 08:19

Usai Lebaran, Selamat Datang Kemacetan

TENGGARONG – Hampir saban tahun saat Lebaran, jalan poros Balikpapan-Samarinda padat. Namun, titik…

Senin, 18 Juni 2018 08:05

TEGAS..!! RM Tahu Sumedang Harus Tutup saat Idulfitri

BATAS waktu pengurusan izin RM Tahu Sumedang, Jalan Soekarno-Hatta, Km 50, di kawasan Tahura Bukit Soeharto…

Senin, 18 Juni 2018 07:55

Bukan Panggung Rookie

PIALA Dunia 2018 bukan untuk rookie. Peringatan ini wajib didengar Inggris. Apalagi setelah melihat…

Senin, 18 Juni 2018 07:51

PLIISSSS NAH..!! Aturan KPR Dilonggarkan Dong....

SURABAYA – Pengembang properti meminta kelonggaran regulasi kredit pemilikan rumah (KPR). Itu…

Senin, 18 Juni 2018 07:50

Jalin Komunikasi dengan para Pemimpin hingga Jenguk Senior yang Sakit

Momen Idulfitri dimanfaatkan umat muslim untuk bersilaturahmi. Begitu juga yang dilakukan Gubernur Kalimantan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .