MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 19 Februari 2018 09:21
"Jangan Sekadar Janji dan Omongan"
Alexander-Sumarno

PROKAL.CO, BERBAGAI cara ditempuh Pemprov Kaltim demi mendorong investasi sepanjang kelesuan ekonomi. Belum lama ini, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mewacanakan kemudahan perizinan dengan membolehkan investor “membangun dulu, urus izin kemudian”. Wacana ini meniru kemudahan investasi di Morowali, Sulawesi Tengah. Disebut efektif menekan pelemahan investasi dan mendorong usaha di Kaltim agar terus tumbuh.

Minggu, 11 Februari 2018, Wakil Ketua Umum Kadin Kaltim Bidang Investasi Alexander Sumarno berbicara kepada Kaltim Post mengenai fenomena investasi di Kaltim dan berbagai kendala yang dialami pengusaha. Dia berharap, pemerintah mengambil kebijakan yang tepat. Salah satunya, mempermudah perizinan. Berikut kutipan wawancaranya.

Bagaimana pandangan Anda mengenai fenomena sejumlah perusahaan di Kaltim yang gulung tikar?

Penciptaan iklim investasi yang ramah menjadi persoalan penting. Saat ini, masih banyak aspek pendukung investasi di daerah yang belum memadai. Dunia usaha butuh dukungan pemerintah. Mulai kebijakan hingga infrastruktur agar bisa bertahan pada masa-masa sulit seperti saat ini.

Ditambah lagi, persaingan bisnis semakin ketat sekarang. Pengusaha yang masih punya sumber daya modal harus berinovasi. Kalau tidak, ya gulung tikar. Bangkrut.

Bagaimana keluhan pengusaha?

Banyak. Sekarang ini serbasalah. Pengusaha rumah makan atau restoran, misalnya, kalau dia mengurangi kualitas bahan dari produk A dengan B, output bisa tidak baik. Kualitas turun. Risiko ditinggal pelanggan. Kalau kurangi tenaga kerja, bisa mengurangi kualitas pelayanan. Kalau fasilitas dikurangi seperti AC atau lampu, pelanggan tidak nyaman. Tapi, mau tidak mau, pengusaha menyesuaikan pelayanan dengan pendapatan. Selain memang, daya beli masyarakat turun.

Bisnis kuliner juga berbeda dengan bisnis lain. Ada standar bahan baku, pelayanan, dan suasana yang harus dikontrol ketat. Kalau ada rumah makan besar dengan cabang di mana-mana tutup, bisa saja karena kehilangan pelanggan, harga tidak bersaing, ada pendatang baru, dan sebagainya.

Sementara di Kaltim, upah minimum provinsi (UMP) cukup besar. UMP di Kaltim untuk gaji satu orang bisa gaji untuk dua orang di Pulau Jawa. Mendesak disamakan seperti di Jakarta, tapi kondisi ekonomi tidak memungkinkan. Pada 2015 dan 2016 saja, pertumbuhan ekonomi Kaltim minus. Syukur tahun lalu mulai membaik, tapi itu pun masih di bawah. Kondisi itu secara perlahan karena dibiarkan tidak ada keseimbangan membuat usaha jadi semakin sulit. Wajar ada yang pailit.

Jangan dikira juga bahwa UMP naik drastis itu tidak ada efeknya. Memang awal-awal tidak kelihatan, tapi sekarang lihat saja. Pabrik susah beroperasi. Mestinya ada keseimbangan, penyesuaian harus bijaksana.

Salah satu yang dikeluhkan itu ketersediaan sumber daya listrik. Industri padat karya yang menggunakan peralatan canggih dan berteknologi perlu pasokan listrik yang memadai. Begitu juga di mal, perlu pasokan listrik. Kalau pakai genset, biaya membengkak. Mal merugi. Harga sewa jadi naik. Pedagang jadi ogah-ogahan. Belum lagi AC dikurangi, pengunjung pasti enggak betah. Efek domino kalau kebutuhan dasar seperti air, listrik, dan akses jalan tidak terpenuhi.

Apa yang diharapkan pengusaha?

Dukungan. Kemudahan investasi jangan sekadar janji dan omongan. Harus dibuktikan dan dikerjakan. Pengusaha sangat menunggu itu. Kaltim butuh pemimpin yang tidak hanya jago bicara tapi bisa eksekusi ide. Bisa kerja. Investasi dipermudah.

Bayangkan, potensi di Kaltim ini banyak khususnya yang berbasis sumber daya alam. Sawit ada, karet ada, batu bara ada, hutan ada. Sementara di daerah lain tidak punya seperti yang dimiliki Kaltim. Bahan baku melimpah. Dari hulu hingga hilir punya potensi yang masih bisa dimanfaatkan. Tapi kan izinnya sulit.

Sejauh mana kemudahan dan tawaran investasi di Kaltim sekarang?

Saya apresiasi kinerja badan yang mengurusi sekarang. Promosinya luar biasa. Meski sulit tapi tidak putus asa. Mereka menawarkan kemudahan. Beberapa sukses. Tapi ada juga yang belum. Ya, karena kebijakan terbentur aturan dari pusat. Antar-instansi bisa berbeda, tidak sinkron antara dinas A dan dinas B. Pengusaha menjadi bingung.

Potensi lokal Kaltim ini luar biasa. Investor kalau tahu dan diberikan berbagai kemudahan dan dukungan yang memadai pasti tertarik. Tapi kalau soal mengurus izin dibilang sederhana dan cepat, tidak juga. Lumayan sulit. Rasakan sendiri saja mengurus perizinan. Masih banyak aturan yang sebenarnya mesti disederhanakan. (tim kp)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 10:12

Literasi Keuangan (Jangan) Disepelekan

Literasi keuangan belum menunjukkan angka ideal. Realita yang rawan disalahgunakan oknum jahat, yang…

Kamis, 20 September 2018 09:53

Literasi Minim, Wanprestasi Menghantui

SEMENTARA tingkat penggunaan produk keuangan publik Kaltim mencapai 74,9 persen, level pemahaman terhadap…

Senin, 17 September 2018 09:18

Buku (Bukan Lagi) Jendela Ilmu

Dahulu buku jendela dunia. Namun, perlahan-lahan sang primadona mulai hilang pamor. Era digital disebut-sebut…

Senin, 17 September 2018 09:14

Ideal Baca 6 Jam Sehari

DUA pekan lalu menjadi hari penting bagi pecinta buku. Sebab 8 September ditetapkan sebagai hari literasi…

Senin, 17 September 2018 09:06

Koleksi Perpustakaan Daerah Belum Lengkap

BERBAGAI cara dilakukan untuk berkontribusi menambah literasi dari masyarakat lokal. Sejarawan lokal…

Senin, 17 September 2018 09:04

Menanti Inovasi Tenaga Pendidik

MEMBANGUN budaya literasi memang tak mudah. Tapi harus dilakukan serius, setahap demi setahap hingga…

Senin, 17 September 2018 09:01

Cerita Unta Bawa Kitab untuk Motivasi Membaca

TIDAK ada usaha yang mengkhianati hasil. Itulah yang menggambarkan sosok Rudini. Pria kelahiran Lampung,…

Senin, 17 September 2018 08:59

Menyentuh Angkasa dengan Buku

Oleh: Raden Roro Mira(Wartawan Kaltim Post (Juara 3 Duta Baca Kaltim 2018–2020) BENDA apa yang…

Jumat, 14 September 2018 08:48

Bergantung Anggaran yang Tak Tentu

PARIWISATA Samarinda kalah banyak dan kalah tenar ketimbang pertumbuhan perhotelan atau hiburan lainnya.…

Jumat, 14 September 2018 08:46

Pandangan Geologi dalam Potensi Wisata Alam Samarinda

OLEH: FAJAR ALAM(Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Pengurus Daerah Kalimantan Timur) BUMI, sebagaimana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .