MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 18 Februari 2018 08:53
Menambang Ilegal di Konsesi PKP2B

Satu Pelaku Ditahan, Polresta Incar Penambang Liar Lain

-

PROKAL.CO, SAMARINDA – Penambangan batu bara ilegal sepertinya sulit dicegah. Di Samarinda, aktivitas terlarang itu diduga berlangsung di kawasan Karang Mulya, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono pun membenarkan hal tersebut. Pihaknya sudah menahan salah seorang yang diduga menjadi dalang penambangan ilegal tersebut.

Dia menyebut, sejak akhir tahun lalu, polisi telah memasang mata dan telinga untuk membongkar praktik tambang ilegal itu. Modusnya diduga menambang di lahan milik salah satu perusahaan batu bara yang mengantongi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B). Yang wilayah konsesinya berada di Kutai Kartanegara dan Samarinda. Kemudian menjual emas hitam itu dengan memakai izin usaha pertambangan (IUP) lain.

Adapun dugaan penambangan ilegal tersebut berada di kawasan Karang Mulya, Lok Bahu. Di lokasi itu, dalang penambang berinisial GT (35) telah ditahan di Polresta Samarinda sejak akhir 2017. “Saat ini masih proses penyidikan di unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polresta Samarinda,” kata Sudarsono.

GT, sebut dia, harus mendekam di jeruji besi setelah diduga tak mengantongi izin operasi pertambangan di kawasan Karang Mulya. Daerah tersebut berbatasan dengan Kutai Kartanegara. “Proses sidik sembari mencari bukti-bukti lain,” sebut perwira yang akrab dengan kemeja kotak-kotak itu.

GT adalah dalang di balik aktivitas tambang ilegal yang sudah mendatangkan dampak buruk bagi warga sekitar. Pria itu berdomisili di Palaran, Samarinda. “Sebelumnya juga sudah dapat laporan dari pihak perusahaan pemilik konsesi. Bahwa ada sekelompok warga yang menambang,” bebernya.

Sebelum melakukan penambangan, GT dalam pemeriksaan polisi menyebut, rencananya lahan itu diratakan untuk dibangun perumahan. Lahan 2 hektare berubah setelah satu ekskavator mengeruk batu bara dan empat truk hilir mudik membawa emas hitam ke Palaran.

GT ditangkap di sekitar area pertambangan ilegal. Empat truk yang mengangkut batu bara masing-masing berisi 8 ton jadi alat bukti. Sedangkan satu ekskavator tetap disita. “Lokasinya lahan kosong. Tapi itu masuk konsesi milik perusahaan,” ungkap Sudarsono.

Dari hasil pemeriksaan, GT melakukan aktivitas pertambangan liar itu sejak 29 Desember 2017. Batu bara tersebut dijual di kawasan Palaran. “Baru ingin memulai,” ujar GT kepada penyidik.

Sudarsono tak menampik masih ada aktivitas tambang ilegal yang beroperasi. Baik di lahan yang sebelumnya digarap GT maupun daerah sekitar lainnya. Bagi Sudarsono, untuk membongkar praktik tambang ilegal, harus ada peran dari pemilik lahan atau pemegang kuasa. “Karena mereka yang tahu koordinatnya,” sebut perwira melati satu tersebut.

Terkait kembalinya aktivitas penambangan ilegal, secepatnya Sudarsono memerintahkan jajaran untuk menelusuri laporan tersebut. Pihaknya juga terus mengincar pelaku lain yang diduga melakukan penambangan ilegal.

Diwawancara terpisah, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim Amrullah mengatakan, kasus penambangan ilegal di lahan perusahaan PKP2B itu sudah dilaporkan sejak dua pekan lalu.

Dia mengatakan, sudah berkoordinasi dengan Polresta Samarinda. “Nanti kami menjadi saksi dalam kasus ini hingga bergulir di pengadilan,” ujarnya. Hal tersebut, menurut dia, menjadi hal yang biasa. Pasalnya, posisi Dinas ESDM Kaltim sebagai pihak yang bertugas pembuat regulasi. Sedangkan eksekusi bila terjadi kasus hukum tetap di tangan kepolisian.

Dia mengungkapkan, sudah beberapa kali mengimbau pemegang izin tambang di Kaltim untuk memperhatikan wilayah mereka. Bila ada penambangan ilegal, segera laporkan ke polisi. “Jangan didiamkan!” tegasnya.

Amrullah mengapresiasi pelaporan yang dilakukan perusahaan. Sebab, bila tak dilaporkan, orang melihat penambang tersebut resmi, padahal bukan. Menurut dia, jika perusahaan melakukan pembiaran, yang rugi perusahaan sendiri.

Dari pantauan Kaltim Post, Senin (12/2) lalu, penambangan ilegal tersebut masih berlangsung. Mereka beraktivitas pada malam hari. Dari informasi yang dikumpulkan media ini, penambangan tidak dilakukan setiap hari. “Kalau memang aman dan cuaca bagus, biasanya nambang,” kata seorang sumber di Samarinda. Diduga penambang ilegal tersebut bukan hanya GT. Melainkan masih ada beberapa penambang liar lain.

Tahun ini Dinas ESDM Kaltim juga mendapati laporan dugaan penambangan ilegal di lokasi lain di Samarinda. Yakni, di belakang RSUD IA Moeis, Kelurahan Harapan Baru, Loa Janan Ilir. Juga, di belakang Perumahan Talang Sari Regency, Kelurahan Mugirejo. Satu lagi laporan datang dari Kutai Kartanegara, yakni dugaan penambangan ilegal di Tenggarong Seberang, Kukar. “Kami sudah laporkan masalah ini (penambangan ilegal) ke Polda Kaltim,” ujarnya. (*/fch*/dra/rom/k8)


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 11:00

Dorong Pendapatan Petani, Gubernur Mau Petani Jual Karet Langsung ke Perusahaan

SAMARINDA - Petani karet diimbau tidak menjual hasil perkebunannya kepada tengkulak alias langsung ke…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:51

Minta Perda Baca Tulis Alquran Disahkan

TANA PASER – Sebanyak 768 santri Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan…

Jumat, 19 Oktober 2018 09:35

Kaltim Peringkat Nasional Kepemilikan Akta Kelahiran

SAMARINDA – Provinsi kaltim menempati urutan ke dua dalam peringkat nasional untuk kepemilikan…

Jumat, 19 Oktober 2018 06:52

Ekonomi Lesu, Donatur Zakat Kaltim Meningkat

BALIKPAPAN - Perekonomian Indonesia tercatat pada tiga tahun terakhir ini menunjukkan grafik yang melesu.…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:15

DUAARR..!! Ledakan di Kampus Tewaskan 18 Orang

MOSKOW – Sebuah ledakan memorak-porandakan kampus Politeknik Kerch di timur Crimea kemarin (17/10).…

Rabu, 17 Oktober 2018 10:46

Cerita Perjalanan Sunarman, Napi Palu yang Menyerahkan Diri ke Rutan Solo

Bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa…

Rabu, 17 Oktober 2018 10:40

Waduh, Utang Luar Negeri Indonesia Naik, Tembus Rp 5.410 Triliun..!!

JAKARTA- Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tumbuh sebesar USD 360,7 miliar atau Rp 5.410 triliun (kurs…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:14

MAAF..!! Tol Balikpapan - Samarinda Molor, Ngga Jadi Diresmikan Jokowi

SAMARINDA- Tol Balikpapan-Samarinda batal diresmikan akhir tahun ini. Padahal mantan Gubernur Kaltim…

Senin, 15 Oktober 2018 11:42
Menelisik Prostitusi Online di Kota Semarang

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota…

Senin, 15 Oktober 2018 11:36
Romo Leo Joosten Ginting Suka, Warga Belanda yang Lestarikan Budaya Batak Karo

Lestarikan Budaya Batak karena Cinta

Begitu menginjakkan kaki di Tapanuli Utara pada 1971, Leo Joosten langsung jatuh cinta dengan tanah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .