MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 18 Februari 2018 08:53
Menambang Ilegal di Konsesi PKP2B

Satu Pelaku Ditahan, Polresta Incar Penambang Liar Lain

-

PROKAL.CO, SAMARINDA – Penambangan batu bara ilegal sepertinya sulit dicegah. Di Samarinda, aktivitas terlarang itu diduga berlangsung di kawasan Karang Mulya, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono pun membenarkan hal tersebut. Pihaknya sudah menahan salah seorang yang diduga menjadi dalang penambangan ilegal tersebut.

Dia menyebut, sejak akhir tahun lalu, polisi telah memasang mata dan telinga untuk membongkar praktik tambang ilegal itu. Modusnya diduga menambang di lahan milik salah satu perusahaan batu bara yang mengantongi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B). Yang wilayah konsesinya berada di Kutai Kartanegara dan Samarinda. Kemudian menjual emas hitam itu dengan memakai izin usaha pertambangan (IUP) lain.

Adapun dugaan penambangan ilegal tersebut berada di kawasan Karang Mulya, Lok Bahu. Di lokasi itu, dalang penambang berinisial GT (35) telah ditahan di Polresta Samarinda sejak akhir 2017. “Saat ini masih proses penyidikan di unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polresta Samarinda,” kata Sudarsono.

GT, sebut dia, harus mendekam di jeruji besi setelah diduga tak mengantongi izin operasi pertambangan di kawasan Karang Mulya. Daerah tersebut berbatasan dengan Kutai Kartanegara. “Proses sidik sembari mencari bukti-bukti lain,” sebut perwira yang akrab dengan kemeja kotak-kotak itu.

GT adalah dalang di balik aktivitas tambang ilegal yang sudah mendatangkan dampak buruk bagi warga sekitar. Pria itu berdomisili di Palaran, Samarinda. “Sebelumnya juga sudah dapat laporan dari pihak perusahaan pemilik konsesi. Bahwa ada sekelompok warga yang menambang,” bebernya.

Sebelum melakukan penambangan, GT dalam pemeriksaan polisi menyebut, rencananya lahan itu diratakan untuk dibangun perumahan. Lahan 2 hektare berubah setelah satu ekskavator mengeruk batu bara dan empat truk hilir mudik membawa emas hitam ke Palaran.

GT ditangkap di sekitar area pertambangan ilegal. Empat truk yang mengangkut batu bara masing-masing berisi 8 ton jadi alat bukti. Sedangkan satu ekskavator tetap disita. “Lokasinya lahan kosong. Tapi itu masuk konsesi milik perusahaan,” ungkap Sudarsono.

Dari hasil pemeriksaan, GT melakukan aktivitas pertambangan liar itu sejak 29 Desember 2017. Batu bara tersebut dijual di kawasan Palaran. “Baru ingin memulai,” ujar GT kepada penyidik.

Sudarsono tak menampik masih ada aktivitas tambang ilegal yang beroperasi. Baik di lahan yang sebelumnya digarap GT maupun daerah sekitar lainnya. Bagi Sudarsono, untuk membongkar praktik tambang ilegal, harus ada peran dari pemilik lahan atau pemegang kuasa. “Karena mereka yang tahu koordinatnya,” sebut perwira melati satu tersebut.

Terkait kembalinya aktivitas penambangan ilegal, secepatnya Sudarsono memerintahkan jajaran untuk menelusuri laporan tersebut. Pihaknya juga terus mengincar pelaku lain yang diduga melakukan penambangan ilegal.

Diwawancara terpisah, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim Amrullah mengatakan, kasus penambangan ilegal di lahan perusahaan PKP2B itu sudah dilaporkan sejak dua pekan lalu.

Dia mengatakan, sudah berkoordinasi dengan Polresta Samarinda. “Nanti kami menjadi saksi dalam kasus ini hingga bergulir di pengadilan,” ujarnya. Hal tersebut, menurut dia, menjadi hal yang biasa. Pasalnya, posisi Dinas ESDM Kaltim sebagai pihak yang bertugas pembuat regulasi. Sedangkan eksekusi bila terjadi kasus hukum tetap di tangan kepolisian.

Dia mengungkapkan, sudah beberapa kali mengimbau pemegang izin tambang di Kaltim untuk memperhatikan wilayah mereka. Bila ada penambangan ilegal, segera laporkan ke polisi. “Jangan didiamkan!” tegasnya.

Amrullah mengapresiasi pelaporan yang dilakukan perusahaan. Sebab, bila tak dilaporkan, orang melihat penambang tersebut resmi, padahal bukan. Menurut dia, jika perusahaan melakukan pembiaran, yang rugi perusahaan sendiri.

Dari pantauan Kaltim Post, Senin (12/2) lalu, penambangan ilegal tersebut masih berlangsung. Mereka beraktivitas pada malam hari. Dari informasi yang dikumpulkan media ini, penambangan tidak dilakukan setiap hari. “Kalau memang aman dan cuaca bagus, biasanya nambang,” kata seorang sumber di Samarinda. Diduga penambang ilegal tersebut bukan hanya GT. Melainkan masih ada beberapa penambang liar lain.

Tahun ini Dinas ESDM Kaltim juga mendapati laporan dugaan penambangan ilegal di lokasi lain di Samarinda. Yakni, di belakang RSUD IA Moeis, Kelurahan Harapan Baru, Loa Janan Ilir. Juga, di belakang Perumahan Talang Sari Regency, Kelurahan Mugirejo. Satu lagi laporan datang dari Kutai Kartanegara, yakni dugaan penambangan ilegal di Tenggarong Seberang, Kukar. “Kami sudah laporkan masalah ini (penambangan ilegal) ke Polda Kaltim,” ujarnya. (*/fch*/dra/rom/k8)


BACA JUGA

Kamis, 24 Januari 2019 10:53

Keluarga Sebut Ba'asyir Bakal Tandatangani Janji Setia NKRI, Asalkan...

JawaPos.com melaporkan, keluarga Ustad Abu Bakar Ba'asyir tidak menampik jika…

Kamis, 24 Januari 2019 10:14

Faktor Tsunami Banten-Lampung, Kunjungan ke Maratua dan Derawan Menurun

TANJUNG REDEB- Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik sepanjang liburan…

Kamis, 24 Januari 2019 06:53

Jaga Kualitas Uang di Masyarakat

SAMARINDA - Sepanjang 2018, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim…

Kamis, 24 Januari 2019 06:48

Tiket Pesawat Jadi Momok

BALIKPAPAN - Mahalnya harga tiket pesawat diprediksi memberi pengaruh terbesar…

Rabu, 23 Januari 2019 11:42

Bendungan Bilibili Meluap, Banjir Hingga Atap

GOWA-- Ketinggian air di Bendungan Bilibili mendekati titik kritis. Tak…

Rabu, 23 Januari 2019 11:39
Bendungan Bilibili Meluap, Warga Panik, Dua Jembatan Ambruk

Karena Curah Hujan Tinggi, Pertama Kali di Bendungan Bilibili

MAKASSAR -Sirine berbunyi. Warga panik. Bilibili dalam status waspada. Inilah…

Rabu, 23 Januari 2019 08:58

Faktor Ini Masih Jadi Penyumbang Inflasi Besar di Kaltim

SAMARINDA  - Pada tahun 2019, diperkirakan inflasi Kaltim tetap terjaga…

Rabu, 23 Januari 2019 08:36

Gempa 3,4 SR Guncang Kutim

BALIKPAPAN – Data yang menunjukkan Kaltim aman dari gempa tampaknya…

Rabu, 23 Januari 2019 08:31

Sudah Surati Menteri dan BNPB, Warga Diminta Tenang

Pemprov Kaltara bergerak cepat menangani dampak abrasi di Desa Tanjung…

Selasa, 22 Januari 2019 12:27

PROTES..!! Australia Tak Ingin Ba’asyir Bebas Bersyarat

Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison mengajukan protes atas rencana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*