MANAGED BY:
SELASA
18 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 17 Februari 2018 07:38
Masalah di TNK, Bukan Persoalan Kemarin Sore
Tak Satu Visi, Ada yang Punya Kepentingan
-

PROKAL.CO, DITEMUKANNYA  orangutan dengan 130 peluru bersarang di tubuhnya menambah daftar problematika di Taman Nasional Kutai (TNK) Kutai Timur. Berbagai kasus, mulai perambahan hingga dijadikannya kawasan TNK sebagai area perkebunan bukanlah kejadian kemarin sore. Dari pantauan media ini, terdapat perkebunan sawit dan nanas. Dan lagi, letak perkebunan tersebut tidak jauh dari sarang orangutan. Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2HLHK) Wilayah II Kaltim Subhan angkat bicara. Berikut penuturannya pada Jumat (16/2).

Apakah Anda mengetahui keberadaan perkebunan di kawasan TNK? Bukankah itu ilegal?

Iya betul, memang ada sawit di sana. Banyak persoalan di sana (TNK). Tidak hanya soal sawit. Kami sedang memetakan masalahnya apa saja. Termasuk ditemukannya orangutan dengan 130 peluru itu. Kami juga akan menyelidiki lebih dulu, bagaimana bisa ada perkebunan di sana. Ketika lahan dikuasai orang lain di kawasan itu, jelas bentuknya ilegal.

Lalu, apa tindakan selanjutnya?

Saya ingin menyelesaikan masalah, bukan menyelesaikan pekerjaan. Sebab itu, harus tahu dulu pokok masalahnya. Tidak sekadar menangkap pelaku, tapi dituntaskan sampai ke akar. Tindakan pasti dilakukan terhadap mereka yang melakukan kegiatan ilegal itu.

Seperti apa bentuk tindakan tersebut?

Masih belum tahu seperti apa. Kami kan tugasnya menindak, sifatnya juga kalau ada komunikasi atau aduan dari pemangku kawasan, yaitu TNK. Masalah perkebunan itu akan kami petakan terlebih dulu seperti apa. Sebab, ini bukan persoalan kemarin sore. Berapa puluh ribu sudah kawasan TNK yang dirambah? Sudah sejak kapan? Kalau tiba-tiba diserahkan ke kami semua, lah selama ini orang TNK ngapain aja sih? Harus ada komitmen (menyelesaikan masalah) dari banyak pihak. Kendalanya, sampai saat ini beberapa pihak terkait tidak satu visi, ada juga yang punya kepentingan terhadap TNK, susah jadinya.

Apa yang akan dilakukan BP2HLHK sekarang?

Terlepas dari masalah orangutan yang jadi prioritas, kami memang sudah membentuk tim kecil. Melakukan sosialisasi terus agar tidak terjadi konflik antara orangutan dan manusia, ke tokoh-tokoh masyarakat di dekat TNK. Mungkin bisa dibuat blueprint. Misalnya, selama lima tahun ke depan mau apa sampai benar-benar terlindungi habitat di kawasan tersebut. Saya tidak mau setengah-setengah, diusut sampai ke akarnya. Mungkin nanti bisa dikumpulkan para pemangku kawasan (di Kaltim) yang memiliki habitat orangutan di dalamnya, dibicarakan bagaimana pola penanganan ke depan supaya tidak terjadi hal serupa.

Bagaimana nasib perkebunan di kawasan TNK?

Setelah tahu bagaimana awal mulanya, tentu saja arahnya ke penegakan hukum. Saya akan berbicara khusus dengan Pak Nur Patria (kepala Balai TNK) mengenai ini. Tujuannya kan mengambil lahan perkebunan itu supaya kembali ke TNK, sesuai fungsinya. Dibersihkan dari sawit lalu ditanami pohon lagi. Ini jadi pelajaran bagi para pemangku kawasan, bagaimana tindakan mereka mengelola untuk mengamankan habitat di dalamnya. (timkp)


BACA JUGA

Selasa, 18 Desember 2018 12:52

Bontang Paling Kecil dapat Bantuan Keuangan dari APBD Kaltim, Lalu Siapa yang Paling GONOL..??

SAMARINDA- Kota Bontang menjadi paling kecil mendapat kue bantuan keuangan…

Selasa, 18 Desember 2018 10:43

Banjir Kiriman Landa Kubar

SENDAWAR–Ratusan rumah di sejumlah kampung di Kecamatan Tering, Kutai Barat…

Selasa, 18 Desember 2018 07:48

WADUH..!! Masyarakat Ragukan Kondisi Ekonomi Baik

BALIKPAPAN – Kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi di Bumi Etam…

Senin, 17 Desember 2018 21:14

Pemprov Kelebihan Bayar Rp 48 Miliar di 16 Pekerjaan, Ini Hasil Temuan BPK Lainnya

SAMARINDA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Kaltim melakukan Pemeriksaan…

Senin, 17 Desember 2018 14:15

SAKIT DAPATNYA..!!! 5 Anggota DPRD Diberhentikan dan Menggugat Gubernur, Ini Kata Isran...

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor menilai gugatan terhadap Surat…

Senin, 17 Desember 2018 06:52

Daya Beli Turun, Sektor Retail Kaltim Paling Merasakan

MELANDAINYA Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Kaltim, yang dapat menunjukkan penurunan…

Minggu, 16 Desember 2018 11:26

Terancam Izinnya Dicabut, 50 Perusahaan di Kariangau Dievaluasi

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kaltim berencana evaluasi sekitar 50 izin…

Minggu, 16 Desember 2018 08:26

Daftar Pemilih Tetap Naik 5,7 Juta

BUTUH 101 hari bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk bolak-balik…

Sabtu, 15 Desember 2018 18:05

Bisakah Tol Balikpapan-Samarinda Dipakai Fungsional Saat Natal?

SAMARINDA- Tol Balikpapan-Samarinda saat ini tengah dalam proses pengerjaan. Tol…

Sabtu, 15 Desember 2018 17:20

DPK Kaltim dan Kaltara di Bank Terkumpul Rp 98,82 Triliun

SAMARINDA - Hasil penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .