MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 17 Februari 2018 07:38
Masalah di TNK, Bukan Persoalan Kemarin Sore
Tak Satu Visi, Ada yang Punya Kepentingan
-

PROKAL.CO, DITEMUKANNYA  orangutan dengan 130 peluru bersarang di tubuhnya menambah daftar problematika di Taman Nasional Kutai (TNK) Kutai Timur. Berbagai kasus, mulai perambahan hingga dijadikannya kawasan TNK sebagai area perkebunan bukanlah kejadian kemarin sore. Dari pantauan media ini, terdapat perkebunan sawit dan nanas. Dan lagi, letak perkebunan tersebut tidak jauh dari sarang orangutan. Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2HLHK) Wilayah II Kaltim Subhan angkat bicara. Berikut penuturannya pada Jumat (16/2).

Apakah Anda mengetahui keberadaan perkebunan di kawasan TNK? Bukankah itu ilegal?

Iya betul, memang ada sawit di sana. Banyak persoalan di sana (TNK). Tidak hanya soal sawit. Kami sedang memetakan masalahnya apa saja. Termasuk ditemukannya orangutan dengan 130 peluru itu. Kami juga akan menyelidiki lebih dulu, bagaimana bisa ada perkebunan di sana. Ketika lahan dikuasai orang lain di kawasan itu, jelas bentuknya ilegal.

Lalu, apa tindakan selanjutnya?

Saya ingin menyelesaikan masalah, bukan menyelesaikan pekerjaan. Sebab itu, harus tahu dulu pokok masalahnya. Tidak sekadar menangkap pelaku, tapi dituntaskan sampai ke akar. Tindakan pasti dilakukan terhadap mereka yang melakukan kegiatan ilegal itu.

Seperti apa bentuk tindakan tersebut?

Masih belum tahu seperti apa. Kami kan tugasnya menindak, sifatnya juga kalau ada komunikasi atau aduan dari pemangku kawasan, yaitu TNK. Masalah perkebunan itu akan kami petakan terlebih dulu seperti apa. Sebab, ini bukan persoalan kemarin sore. Berapa puluh ribu sudah kawasan TNK yang dirambah? Sudah sejak kapan? Kalau tiba-tiba diserahkan ke kami semua, lah selama ini orang TNK ngapain aja sih? Harus ada komitmen (menyelesaikan masalah) dari banyak pihak. Kendalanya, sampai saat ini beberapa pihak terkait tidak satu visi, ada juga yang punya kepentingan terhadap TNK, susah jadinya.

Apa yang akan dilakukan BP2HLHK sekarang?

Terlepas dari masalah orangutan yang jadi prioritas, kami memang sudah membentuk tim kecil. Melakukan sosialisasi terus agar tidak terjadi konflik antara orangutan dan manusia, ke tokoh-tokoh masyarakat di dekat TNK. Mungkin bisa dibuat blueprint. Misalnya, selama lima tahun ke depan mau apa sampai benar-benar terlindungi habitat di kawasan tersebut. Saya tidak mau setengah-setengah, diusut sampai ke akarnya. Mungkin nanti bisa dikumpulkan para pemangku kawasan (di Kaltim) yang memiliki habitat orangutan di dalamnya, dibicarakan bagaimana pola penanganan ke depan supaya tidak terjadi hal serupa.

Bagaimana nasib perkebunan di kawasan TNK?

Setelah tahu bagaimana awal mulanya, tentu saja arahnya ke penegakan hukum. Saya akan berbicara khusus dengan Pak Nur Patria (kepala Balai TNK) mengenai ini. Tujuannya kan mengambil lahan perkebunan itu supaya kembali ke TNK, sesuai fungsinya. Dibersihkan dari sawit lalu ditanami pohon lagi. Ini jadi pelajaran bagi para pemangku kawasan, bagaimana tindakan mereka mengelola untuk mengamankan habitat di dalamnya. (timkp)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 10:32

Unang Bunuh Pasutri dengan Tenang

BALIKPAPAN – Publik dibuat heran dengan Unang Sudrajat (49). Otak pembunuhan pasangan suami-istri,…

Kamis, 20 September 2018 10:27

Diminta Kawal Proyek Strategis

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak melantik bupati dan wakil bupati Penajam Paser…

Kamis, 20 September 2018 10:23

Diprediksi Rampung Pertengahan Tahun Depan

Ada kabar gembira. Dari rencana pembangunan Transmart Samarinda. Di pengujung masa jabatannya, Gubernur…

Kamis, 20 September 2018 10:04

Curigai Iming-Iming Untung Tinggi

MENGETAHUI sebuah investasi bodong atau tidak sebenarnya sederhana. Kategori tersebut bisa diketahui…

Rabu, 19 September 2018 13:00

Ini Dia Motif Motif Pembunuhan Pasangan Suami Istri di Balikpapan Itu...

BALIKPAPAN - Perkara utang diduga menjadi penyebab tersangka menghabisi nyawa pasangan suami istri (pasutri)…

Rabu, 19 September 2018 13:00

Korban Aktif Pengajian dan Dermawan

DUA mobil jenazah tiba pukul 15.53 Wita di Masjid Al Mushawwir, Jalan Strat VI Balikpapan Utara, Selasa…

Rabu, 19 September 2018 12:22

Perusda Didorong Garap IUP

SAMARINDA – Minimnya kontribusi badan usaha milik Pemprov Kaltim terhadap peningkatan pendapatan…

Rabu, 19 September 2018 12:00

Ngga Jelas, Ternyata Kilang Bontang Masih Tunggu Investor

BONTANG – Pembangunan kilang minyak di Bontang belum ada kejelasan. Pemerintah belum memutuskan…

Selasa, 18 September 2018 12:00

KEJI..!! Bapak-Anak Habisi Bos Sendiri

BALIKPAPAN – Aksi kejahatan yang masih mewarnai Balikpapan membuat kota ini tak lagi aman. Setelah…

Selasa, 18 September 2018 12:00

Kaltim Masih Diuntungkan dari Ekspor yang Tinggi

SAMARINDA – Mata uang negeri ini masih terpuruk. Hingga kemarin (17/9), nilai tukar rupiah berada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .