MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Sabtu, 17 Februari 2018 07:30
Atraksi Barongsai untuk Tolak Bala

Kemeriahan Perayaan Imlek di Balikpapan

BERKAH IMLEK: Umat Konghucu khusyuk beribadah di Kelenteng Setya Dharma Guang De Miao pada Jumat (16/2) kemarin. Pertunjukan barongsai turut dihadirkan pengelola mal kepada pengunjung spesial di momen perayaan Tahun Baru Imlek ini.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  –  Suasana Kelenteng Setya Dharma Guang De Miao selalu ramai dipenuhi umat Konghucu di Balikpapan. Terlebih saat perayaan Tahun Baru Imlek, Jumat (16/2) kemarin.

Silih berganti warga Tionghoa datang ke tempat ibadah yang terletak di kawasan Pasar Baru ini untuk berdoa.

Ketua Pengurus Klenteng Setya Dharma Guang De Miao Hindro Arie Wijaya mengatakan, di perayaan Imlek pada tahun Anjing Tanah ini dia berharap Balikpapan dapat terhindar dari masalah dan tetap rukun serta aman.

Dari sekian banyak orang yang hadir salah satunya Hasim Lauw. Dia merupakan salah seorang yang rajin mengunjungi kelenteng.

Sejak kecil, Hasim telah diperkenalkan dan diajak oleh keluarganya ke kelenteng. Lahir dan besar di Balikpapan, dia mengatakan, suasana Imlek di Kota Minyak tahun ini sedikit berbeda. Dia menilai sedikit kurang meriah dibandingkan beberapa tahun lalu.

“Mungkin karena banyak yang berpindah ke luar kota, atau sedang sibuk dengan pekerjaan,” sebutnya.

Pria berusia 60 tahun rutin ke kelenteng, mulai jelang perayaan, Imlek hingga Cap Gomeh yang berlangsung 15 hari setelah Imlek. Dia mengungkapkan, Imlek atau perayaan tahun baru bagi warga Tionghoa tersebut sama halnya perayaan Natal dan Lebaran. Seusai sembahyang sanak keluarga akan saling kunjung-mengunjungi. Menyiapkan aneka makanan hingga angpau.

“Kalau malam sebelum sembahyang Imlek, keluarga inti mulai ayah-ibu, bapak-ibu, anak maupun cucu akan berkumpul untuk makan malam bersama,” ujar pria yang tinggal di kelurahan Damai, Balikpapan Kota.

Dirinya melanjutkan, kala datang ke kelenteng para umat akan memberikan persembahan kepada para dewa, dengan membakar uang emas berbentuk teratai maupun lembaran, lilin, dupa serta minyak yang dibeli di koperasi yang terletak di area kelenteng. Dirinya menyerahkan uang senilai Rp 35 ribu untuk satu orang anggota keluarga yang dibawa kepada penjaga koperasi.  

“Tidak ada batasan bagi seseorang yang ingin memberikan persembahan. Semakin banyak pun dikatakan semakin baik dengan harapan tiap tahun rezeki akan semakin bertambah,” ujarnya.

HIBURAN DAN MENJAGA TRADISI

Perayaan Imlek tak lepas dengan pertunjukan barongsai. Setelah tampil menghibur di kelenteng, para pemain barongsai dari Setya Dharma Balikpapan ini menghibur pengunjung yang mampir ke Hero Supermarket di Mal Balikpapan Baru. Berdasarkan kepercayaan tradisional masyarakat Tiongkok, barongsai atau singa adalah simbol keberanian, stabilitas, dan keunggulan.

Darwin Fauzi, ketua rombongan Barongsai Setya Dharma Balikpapan menjelaskan, zaman dahulu barongsai dilakukan untuk mengusir roh-roh jahat ataupun Nian (monster). Di mana di wilayah di Tiongkok, muncul Nian yang mengganggu penduduk setempat dan sering meminta tumbal/korban. Agar bisa menakuti monster tersebut, penduduk menciptakan karakter kostum singa atau barongsai.

“Singa merupakan salah satu makhluk yang paling ditakuti Nian (monster) tersebut. Ditambah dengan suara dan musik yang keras. Itulah yang menjadi mula dari kehadiran barongsai. Sebagai upaya tolak bala, karena itu barongsai tidak hanya hadir saat Imlek, tapi juga pembukaan restoran, pendirian kelenteng, maupun ke rumah-rumah sebagai penolak bala,” jelasnya.

Beberapa tahun terakhir, Darwin menuturkan jumlah peminat/penyewa barongsai kian berkurang. Jika di awal tahun 2000-an dia bisa mendapatkan permintaan tampil lebih dari 15 kali, kali ini dalam sehari mereka hanya tampil 8-10 kali. Darwin mengatakan, soal pertunjukkan atau atraksi yang ditampilkan disesuaikan dengan bujet/anggaran si penyewa.

“Biasanya mulai Rp 2 juta sampai Rp 7 juta, tergantung dari atraksi dan properti yang digunakan pemain,” tutupnya. (*/lil/one/k18)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 09:09

Pandu, Si Terdakwa Sodomi Diputus 12 Tahun Penjara, Putusan Hakim Adil

VONIS 12 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar yang dijatuhkan majelis hakim PN Balikpapan kepada Pandu…

Kamis, 20 September 2018 09:00

Malam Ini Pengesahan Warga Baru PSHT

BALIKPAPAN – Kamis (20/9) malam ini merupakan malam sakral sekaligus momen sangat membahagiakan…

Kamis, 20 September 2018 08:58

Wali Kota Kembali Diperiksa

BALIKPAPAN – Polda Kaltim melalui Ditreskrimsus Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) kembali…

Rabu, 19 September 2018 08:41

Visum Negatif Melawan Pengakuan Korban

BALIKPAPAN – Proses hukum terhadap Pandu Dharma Wicaksono (PDW) yang bergulir pertama kali pada…

Rabu, 19 September 2018 08:39

Keterlibatan Pelaku Lain Belum Terbukti

BALIKPAPAN – Tim khusus gabungan Polres Balikpapan dan Polda Kaltim masih terus menyelidiki kasus…

Rabu, 19 September 2018 08:33

Kembangkan Potensi Anak di Gedung Biru

DUA hari, murid SD Patra Dharma 1 Balikpapan berkunjung dan belajar ilmu jurnalistik di Gedung BiruKaltim…

Selasa, 18 September 2018 08:31

Syarat Tak Lengkap Otomatis Gagal Seleksi

BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan mendapatkan jatah sebanyak 189 formasi pada penerimaan Calon Pegawai…

Selasa, 18 September 2018 08:28

Demi Suami, Istri Pasrah Masuk Bui

BALIKPAPAN – Lantaran suami dipecat dari sebuah perusahaan kontraktor migas, seorang istri memilih…

Selasa, 18 September 2018 08:26

Lima Kloter Masih di Arab Saudi

BALIKPAPAN – Pemulangan jamaah haji Embarkasi Balikpapan menyisakan lima kelompok terbang (kloter)…

Selasa, 18 September 2018 08:23

Berkah 13, BTN Syariah Gelar Fun Bike dan Fun Walk

BALIKPAPAN – Menyemarakkan hari jadi ke-13, Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah menggelar fun bike…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .