MANAGED BY:
RABU
19 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Sabtu, 17 Februari 2018 07:30
Atraksi Barongsai untuk Tolak Bala

Kemeriahan Perayaan Imlek di Balikpapan

BERKAH IMLEK: Umat Konghucu khusyuk beribadah di Kelenteng Setya Dharma Guang De Miao pada Jumat (16/2) kemarin. Pertunjukan barongsai turut dihadirkan pengelola mal kepada pengunjung spesial di momen perayaan Tahun Baru Imlek ini.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  –  Suasana Kelenteng Setya Dharma Guang De Miao selalu ramai dipenuhi umat Konghucu di Balikpapan. Terlebih saat perayaan Tahun Baru Imlek, Jumat (16/2) kemarin.

Silih berganti warga Tionghoa datang ke tempat ibadah yang terletak di kawasan Pasar Baru ini untuk berdoa.

Ketua Pengurus Klenteng Setya Dharma Guang De Miao Hindro Arie Wijaya mengatakan, di perayaan Imlek pada tahun Anjing Tanah ini dia berharap Balikpapan dapat terhindar dari masalah dan tetap rukun serta aman.

Dari sekian banyak orang yang hadir salah satunya Hasim Lauw. Dia merupakan salah seorang yang rajin mengunjungi kelenteng.

Sejak kecil, Hasim telah diperkenalkan dan diajak oleh keluarganya ke kelenteng. Lahir dan besar di Balikpapan, dia mengatakan, suasana Imlek di Kota Minyak tahun ini sedikit berbeda. Dia menilai sedikit kurang meriah dibandingkan beberapa tahun lalu.

“Mungkin karena banyak yang berpindah ke luar kota, atau sedang sibuk dengan pekerjaan,” sebutnya.

Pria berusia 60 tahun rutin ke kelenteng, mulai jelang perayaan, Imlek hingga Cap Gomeh yang berlangsung 15 hari setelah Imlek. Dia mengungkapkan, Imlek atau perayaan tahun baru bagi warga Tionghoa tersebut sama halnya perayaan Natal dan Lebaran. Seusai sembahyang sanak keluarga akan saling kunjung-mengunjungi. Menyiapkan aneka makanan hingga angpau.

“Kalau malam sebelum sembahyang Imlek, keluarga inti mulai ayah-ibu, bapak-ibu, anak maupun cucu akan berkumpul untuk makan malam bersama,” ujar pria yang tinggal di kelurahan Damai, Balikpapan Kota.

Dirinya melanjutkan, kala datang ke kelenteng para umat akan memberikan persembahan kepada para dewa, dengan membakar uang emas berbentuk teratai maupun lembaran, lilin, dupa serta minyak yang dibeli di koperasi yang terletak di area kelenteng. Dirinya menyerahkan uang senilai Rp 35 ribu untuk satu orang anggota keluarga yang dibawa kepada penjaga koperasi.  

“Tidak ada batasan bagi seseorang yang ingin memberikan persembahan. Semakin banyak pun dikatakan semakin baik dengan harapan tiap tahun rezeki akan semakin bertambah,” ujarnya.

HIBURAN DAN MENJAGA TRADISI

Perayaan Imlek tak lepas dengan pertunjukan barongsai. Setelah tampil menghibur di kelenteng, para pemain barongsai dari Setya Dharma Balikpapan ini menghibur pengunjung yang mampir ke Hero Supermarket di Mal Balikpapan Baru. Berdasarkan kepercayaan tradisional masyarakat Tiongkok, barongsai atau singa adalah simbol keberanian, stabilitas, dan keunggulan.

Darwin Fauzi, ketua rombongan Barongsai Setya Dharma Balikpapan menjelaskan, zaman dahulu barongsai dilakukan untuk mengusir roh-roh jahat ataupun Nian (monster). Di mana di wilayah di Tiongkok, muncul Nian yang mengganggu penduduk setempat dan sering meminta tumbal/korban. Agar bisa menakuti monster tersebut, penduduk menciptakan karakter kostum singa atau barongsai.

“Singa merupakan salah satu makhluk yang paling ditakuti Nian (monster) tersebut. Ditambah dengan suara dan musik yang keras. Itulah yang menjadi mula dari kehadiran barongsai. Sebagai upaya tolak bala, karena itu barongsai tidak hanya hadir saat Imlek, tapi juga pembukaan restoran, pendirian kelenteng, maupun ke rumah-rumah sebagai penolak bala,” jelasnya.

Beberapa tahun terakhir, Darwin menuturkan jumlah peminat/penyewa barongsai kian berkurang. Jika di awal tahun 2000-an dia bisa mendapatkan permintaan tampil lebih dari 15 kali, kali ini dalam sehari mereka hanya tampil 8-10 kali. Darwin mengatakan, soal pertunjukkan atau atraksi yang ditampilkan disesuaikan dengan bujet/anggaran si penyewa.

“Biasanya mulai Rp 2 juta sampai Rp 7 juta, tergantung dari atraksi dan properti yang digunakan pemain,” tutupnya. (*/lil/one/k18)


BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 08:03

Terduga Teroris Asal Balikpapan, Polda Tunggu Densus 88

BALIKPAPAN - Tertangkapnya dua terduga teroris di Jogjakarta, Selasa (11/12)…

Sabtu, 15 Desember 2018 18:08

Tol Balikpapan-Samarinda Tak Kunjung Selesai, Wali Kota Ngaku Kerap Digunjingkan Orang Kalsel

BALIKPAPAN- Tol trans-Kalimantan hingga saat ini tak kunjung selesai. Tol…

Jumat, 14 Desember 2018 07:42

Pengusaha Diberi Waktu 2 Bulan

BALIKPAPAN - Tiga poin pelanggaran ditemukan pada kasus limbah di…

Kamis, 13 Desember 2018 09:00
Latihan Skala Besar PHM Menghadapi Situasi Darurat

SUDAH SIAP..!! Jika Ada Kebocoran Pipa, Ini yang Dilakukan PHM

BALIKPAPAN – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) selaku operator Wilayah…

Senin, 10 Desember 2018 07:57

Dinas PU Siapkan Desain Pagar

BALIKPAPAN – Sudah tiga nyawa melayang akibat terseret air bah…

Senin, 10 Desember 2018 07:40

Larangan Plastik di Tempat Umum Diterapkan Tahun Depan

BALIKPAPAN - Peraturan Daerah (Perda) terkait larangan penggunaan kantong plastik…

Minggu, 09 Desember 2018 07:18

Terus Berulang, Saran Buat Pagar

PROSES pencarian Amin, bocah delapan tahun yang hanyut di drainase,…

Minggu, 09 Desember 2018 07:13

LIPI Evaluasi Kebun Raya

BALIKPAPAN - Status Kebun Raya Balikpapan (KRB) masih menjadi kewenangan…

Minggu, 09 Desember 2018 07:10

Polda Antisipasi Potensi Penimbun BBM

BALIKPAPAN – Pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:49

Pemkot Dianggap Tak Punya Taji

BALIKPAPAN  –  Pemkot Balikpapan dianggap tak punya taji. Mengatasi masalah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .