MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Sabtu, 17 Februari 2018 07:30
Atraksi Barongsai untuk Tolak Bala

Kemeriahan Perayaan Imlek di Balikpapan

BERKAH IMLEK: Umat Konghucu khusyuk beribadah di Kelenteng Setya Dharma Guang De Miao pada Jumat (16/2) kemarin. Pertunjukan barongsai turut dihadirkan pengelola mal kepada pengunjung spesial di momen perayaan Tahun Baru Imlek ini.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  –  Suasana Kelenteng Setya Dharma Guang De Miao selalu ramai dipenuhi umat Konghucu di Balikpapan. Terlebih saat perayaan Tahun Baru Imlek, Jumat (16/2) kemarin.

Silih berganti warga Tionghoa datang ke tempat ibadah yang terletak di kawasan Pasar Baru ini untuk berdoa.

Ketua Pengurus Klenteng Setya Dharma Guang De Miao Hindro Arie Wijaya mengatakan, di perayaan Imlek pada tahun Anjing Tanah ini dia berharap Balikpapan dapat terhindar dari masalah dan tetap rukun serta aman.

Dari sekian banyak orang yang hadir salah satunya Hasim Lauw. Dia merupakan salah seorang yang rajin mengunjungi kelenteng.

Sejak kecil, Hasim telah diperkenalkan dan diajak oleh keluarganya ke kelenteng. Lahir dan besar di Balikpapan, dia mengatakan, suasana Imlek di Kota Minyak tahun ini sedikit berbeda. Dia menilai sedikit kurang meriah dibandingkan beberapa tahun lalu.

“Mungkin karena banyak yang berpindah ke luar kota, atau sedang sibuk dengan pekerjaan,” sebutnya.

Pria berusia 60 tahun rutin ke kelenteng, mulai jelang perayaan, Imlek hingga Cap Gomeh yang berlangsung 15 hari setelah Imlek. Dia mengungkapkan, Imlek atau perayaan tahun baru bagi warga Tionghoa tersebut sama halnya perayaan Natal dan Lebaran. Seusai sembahyang sanak keluarga akan saling kunjung-mengunjungi. Menyiapkan aneka makanan hingga angpau.

“Kalau malam sebelum sembahyang Imlek, keluarga inti mulai ayah-ibu, bapak-ibu, anak maupun cucu akan berkumpul untuk makan malam bersama,” ujar pria yang tinggal di kelurahan Damai, Balikpapan Kota.

Dirinya melanjutkan, kala datang ke kelenteng para umat akan memberikan persembahan kepada para dewa, dengan membakar uang emas berbentuk teratai maupun lembaran, lilin, dupa serta minyak yang dibeli di koperasi yang terletak di area kelenteng. Dirinya menyerahkan uang senilai Rp 35 ribu untuk satu orang anggota keluarga yang dibawa kepada penjaga koperasi.  

“Tidak ada batasan bagi seseorang yang ingin memberikan persembahan. Semakin banyak pun dikatakan semakin baik dengan harapan tiap tahun rezeki akan semakin bertambah,” ujarnya.

HIBURAN DAN MENJAGA TRADISI

Perayaan Imlek tak lepas dengan pertunjukan barongsai. Setelah tampil menghibur di kelenteng, para pemain barongsai dari Setya Dharma Balikpapan ini menghibur pengunjung yang mampir ke Hero Supermarket di Mal Balikpapan Baru. Berdasarkan kepercayaan tradisional masyarakat Tiongkok, barongsai atau singa adalah simbol keberanian, stabilitas, dan keunggulan.

Darwin Fauzi, ketua rombongan Barongsai Setya Dharma Balikpapan menjelaskan, zaman dahulu barongsai dilakukan untuk mengusir roh-roh jahat ataupun Nian (monster). Di mana di wilayah di Tiongkok, muncul Nian yang mengganggu penduduk setempat dan sering meminta tumbal/korban. Agar bisa menakuti monster tersebut, penduduk menciptakan karakter kostum singa atau barongsai.

“Singa merupakan salah satu makhluk yang paling ditakuti Nian (monster) tersebut. Ditambah dengan suara dan musik yang keras. Itulah yang menjadi mula dari kehadiran barongsai. Sebagai upaya tolak bala, karena itu barongsai tidak hanya hadir saat Imlek, tapi juga pembukaan restoran, pendirian kelenteng, maupun ke rumah-rumah sebagai penolak bala,” jelasnya.

Beberapa tahun terakhir, Darwin menuturkan jumlah peminat/penyewa barongsai kian berkurang. Jika di awal tahun 2000-an dia bisa mendapatkan permintaan tampil lebih dari 15 kali, kali ini dalam sehari mereka hanya tampil 8-10 kali. Darwin mengatakan, soal pertunjukkan atau atraksi yang ditampilkan disesuaikan dengan bujet/anggaran si penyewa.

“Biasanya mulai Rp 2 juta sampai Rp 7 juta, tergantung dari atraksi dan properti yang digunakan pemain,” tutupnya. (*/lil/one/k18)


BACA JUGA

Minggu, 17 Juni 2018 00:54

Pantai Masih Jadi Destinasi Favorit

BALIKPAPAN  -   Wisata pantai di Kota Minyak masih menjadi daya tarik masyarakat untuk menghabiskan…

Minggu, 17 Juni 2018 00:47

Bikin Makin Percaya Diri

KEMAMPUAN  ciamik dari grub A7.16 tidak terlepas dari bantuan dan bimbingan Deni Darussalam. Pria…

Sabtu, 16 Juni 2018 00:43

Bijak Berbelanja, Daging Beku Jadi Pilihan

BALIKPAPAN  –  Hingga Idulfitri tiba, harga daging di pasar tradisional Kota Minyak…

Sabtu, 16 Juni 2018 00:33

Rumah Murah Paling Diburu

BALIKPAPAN   -   Penjualan properti saat Ramadan tidak disangka cukup tinggi. Pengembang…

Sabtu, 16 Juni 2018 00:32

Mudik Lewat Laut Masih Favorit

BALIKPAPAN  -  Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerjunkan tim untuk memantau arus mudik…

Jumat, 15 Juni 2018 01:07

Pertumbuhan Penumpang Naik 25 Persen

BALIKPAPAN   –   Sampai H-1 Lebaran, penumpang yang mudik lewat Bandara Sultan…

Jumat, 15 Juni 2018 01:05

Waspada Kebakaran, Cek Sebelum Bepergian

BALIKPAPAN  –   Selama Ramadan, beberapa warga Kota Minyak justru mendapat musibah…

Jumat, 15 Juni 2018 01:04

Kepadatan Lalu Lintas Diprediksi H+1

BALIKPAPAN  -  Memasuki masa libur, kondisi jalan raya di Kota Minyak diprediksi akan padat…

Jumat, 15 Juni 2018 01:03

Jaga Kamtibmas, TNI dan Polri Cek ke Posko

BALIKPAPAN  -  Jajaran TNI dan Polri melakukan monitoring bersama ke posko-posko yang ada…

Kamis, 14 Juni 2018 07:15
Polda Awasi Agen Tiket Pesawat

Jual Terlalu Mahal, Laporkan ke Posko

BALIKPAPAN – Momen Lebaran kerap dimanfaatkan sejumlah pelaku usaha untuk mengambil untung berlebihan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .