MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 17 Februari 2018 06:25
Pendapatan Negara Tetap Prioritas

Menkeu Tanggapi Rencana Penghapusan PPnBM Sedan

POTENSI DAN RISIKO: Kementerian Keuangan belum menerima rincian penjelasan terkait rencana penghapusan PPnBM untuk mobil jenis sedan.

PROKAL.CO, JAKARTA   -  Kementerian Keuanganbelum dapat memutuskan langkah lanjutan terkait penghapusan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk mobil sedan dalam waktu dekat ini. Kementerian Perindustrian yang mengajukan usulan tersebut, akan diminta menjelaskan keuntungan sekaligus risiko kebijakan yang berpotensi mengurangi penerimaan negara tersebut.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Kemenperin baru menyampaikan bahwa mobil sedan ini tak lagi cocok dikategorikan sebagai kategori barang mewah. Jadi, ada kemungkinan PPnBM akan disesuaikan dengan strategi industri otomotif.

Saat ini, ketentuan PPnBM kendaraan bermotor diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 33 Tahun 2017. Dalam beleid tersebut, mobil sedan atau station wagon dengan motor bakar nyala kompresi atau cetus api dikenakan PPnBM 30 persen. Sementara kendaraan penumpang selain kategori tersebut, dikenakan PPnBM 10 hingga 20 persen.


“Skema dari sisi pajaknya akan disesuaikan dengan kebutuhan strategi industri dalam negeri. Seperti mobil listrik dan penumpang serta meningkatkan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri). Biasanya, nanti kami akan bahas di tim tarif,” jelas Sri Mulyani di Direktorat Jenderal Bea Cukai, Kamis (15/2).


Hanya saja, dia menyebut, kebijakan penghapusan atau penurunan PPnBM itu tidak tepat jika industri ingin mencegah impor sedan. Oleh karenanya, Sri Mulyani masih ingin mendengar pendapat lain. “Kalau misal keinginannya adalah mengurangi impor, harusnya cukai (yang dikenakan),” kata dia.


Menurutnya, Kemenkeu akan tetap melanjutkan kajian mengenai relaksasi PPnBM sedan ini tanpa menghiraukan masalah potensi kehilangan penerimaan negara. “Penerimaan dari sektor ini memang bukan hal utama,” ungkap dia.


Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan, draf usulan terkait penghapusan pajak barang mewah telah berada di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sejak tahun lalu dan berharap aturannya rampung kuartal I tahun ini. Itu dilakukan untuk meningkatkan produksi mobil sedan di Indonesia yang saat ini 1,4 juta hingga 1,5 juta unit per tahun, menjadi 2 juta unit.

Jika pajak barang mewah dihilangkan untuk mobil sedan, otomatis harganya bakal lebih murah. Hal tersebut akan meningkatkan permintaan pasar.
“Apalagi pabrik mobil di Australia tutup semua. Pasarnya sebanyak 2 juta unit, sekarang banyak dipasok dari Thailand dan Jepang,” tutur Airlangga. (ant/man/k15)


BACA JUGA

Selasa, 19 Juni 2018 06:18

Suku Bunga Acuan Naik, Deposito Dilirik

BALIKPAPAN – Banyaknya instrumen investasi membuat deposito sempat ditinggalkan. Terlebih, tahun…

Selasa, 19 Juni 2018 06:11

Kunjungan Wisata di Samarinda Meningkat

SAMARINDA - Jelang berakhirnya libur Idulfitri, kunjungan masyarakat ke beberapa objek wisata di Samarinda…

Senin, 18 Juni 2018 06:17

Harga Ayam Tertahan Libur Lebaran

SAMARINDA - Meski sudah memasuki H+2 Lebaran, harga sejumlah komoditas pangan seperti ayam broiler,…

Senin, 18 Juni 2018 06:15

Rute Internasional Tumbuh 13 Persen

BALIKPAPAN - Masyarakat yang ingin berlibur pada bulan ini harus merogoh kocek lebih dalam. Pasalnya,…

Senin, 18 Juni 2018 06:14

Kunjungan Wisman Belum Maksimal, Butuh Perbaikan Infrastruktur

SAMARINDA - Wisatawan mancanegara (wisman) dari Singapura, India, dan Australia masih mendominasi kunjungan…

Senin, 18 Juni 2018 06:12

SYUKURLAH..!! Daya Beli Kian Membaik, Ini Buktinya

BALIKPAPAN - Daya beli konsumen menunjukkan tanda-tanda perbaikan pada momen Ramadan dan Lebaran kali…

Senin, 18 Juni 2018 06:10

Memangkas Krisis Petani di Kaltim

SAMARINDA - Jumlah petani di Kaltim terancam terus menurun. Pasalnya, pemahaman masyarakat terhadap…

Senin, 18 Juni 2018 06:09

Suku Bunga Acuan BI Diprediksi Naik Lagi

JAKARTA - Pengusaha memprediksi suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI 7-daya reverse repo rate bakal…

Senin, 18 Juni 2018 06:06

Garuda Berencana Buka Rute ke Prancis

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) berencana melakukan ekspansi di Eropa dengan membuka rute penerbangan…

Senin, 18 Juni 2018 06:05

Waspada Balon Udara

JAKARTA – Pemudik yang menggunakan jalur udara untuk kembali ke kampung halaman harus lebih waspada.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .