MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 17 Februari 2018 06:24
Eropa Akan Tetap Sulitkan Biodiesel Indonesia
-

PROKAL.CO, JAKARTA  –   Kalangan produsen biofuel Indonesia baru saja menghirup angin segar karena telah memenangi gugatan setelah dituduh melakukan dumping dari Parlemen Uni Eropa. Namun, kampanye negatif minyak kelapa sawit hingga penolakan masuknya produk diperkirakan masih akan mewarnai upaya penetrasi pasar ke Benua Biru.

“Kalau sampai kena (larangan) nanti pada 2021, kita akan sulit lagi. Tahun lalu, kita sudah mulai proses itu. Tahun ini kita menang soal dumping, industri sudah siap. Tapi, paling kita bisa ekspor 2019-2020, lalu pada 2021 kita stop lagi tidak bisa ekspor ke Eropa,” kata Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan.

Dia menuturkan, 2014 lalu, ekspor biodiesel sawit ke Eropa mencapai 1,8 juta kiloliter. Namun, ekspor itu terus turun lantaran tuduhan dumping tersebut.

“Kita sebenarnya bisa tetap ekspor ke Eropa, tapi pajaknya besar, paling besar mencapai hingga 22 persen. Kami lalu beralih ke yang lain, seperti Amerika, tapi kena (kampanye serupa),”  jelasnya.

Akhirnya, produksi biodiesel nasional diserap seluruhnya hanya untuk domestik dalam tiga tahun terakhir. Tjakrawan mengatakan, setelah bebas tuduhan dumping, pengusaha biodiesel nasional kini tengah bersiap melakukan ekspor kembali ke Eropa. Meski diakuinya, cukup sulit memulai kembali setelah sekian tahun berhenti mengekspor.

“Permintaan sudah ada. Perusahaan yang mampu melakukan ekspor sudah mulai. Harapan kita sih bisa menyamai 2014 hingga 1,8 juta kiloliter,” tuturnya.

Sebelumnya, Parlemen Eropa akan menghapus penggunaan biodiesel dari minyak nabati pada 2030 dan dari minyak kelapa sawit, termasuk dari Indonesia, pada 2021. Namun, hal tersebut digugat oleh Indonesia, dan dikabulkan World Trade Organization (WTO) memenangkan gugatan tersebut. Alasannya, Uni Eropa tidak konsisten dengan peraturan perjanjian antidumping.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyampaikan, Indonesia berhasil memenangi sengketa biodiesel dengan Uni Eropa (UE). Hasil akhir putusan Panel Badan Penyelesaian Sengketa (DSB) WTO memenangkan enam gugatan Indonesia atas UE.

“Ini merupakan bentuk kemenangan telak untuk Indonesia yang tentunya akan membuka lebar akses pasar dan memacu kembali kinerja ekspor biodiesel ke UE bagi produsen Indonesia. Setelah sebelumnya sempat mengalami kelesuan akibat adanya pengenaan bea masuk antidumping (BMAD) atas produk tersebut,” tandas Mendag.

UE mengenakan, BMAD atas produk biodiesel Indonesia sejak tahun 2013 dengan margin dumping sebesar 8,8 hingga 23,3 persen. Sejak saat itu ekspor biodiesel Indonesia ke UE merosot.

Berdasarkan data statistik BPS, pada periode 2013-2016 ekspor biodiesel Indonesia ke UE turun sebesar 42,84 persen, dari USD 649 juta pada 2013, menjadi USD 150 juta pada 2016. Nilai ekspor biodiesel Indonesia ke UE paling rendah terjadi pada 2015, hanya USD 68 juta.

Kemenangan Indonesia atas sengketa ini memberikan harapan kepada eksportir/produsen biodiesel Indonesia. Tren ekspor biodiesel Indonesia ke UE pada periode sejak pengenaan BMAD sampai dengan dikeluarkannya putusan akhir Badan Penyelesaian Sengketa WTO (2013-2016) diestimasi sebesar 7 persen.

“Jika peningkatan tersebut dapat dipertahankan dalam dua tahun ke depan, nilai ekspor biodiesel Indonesia ke Uni Eropa pada tahun 2019 diperkirakan mencapai USD 386 juta. Sementara pada 2022 akan mencapai USD 1,7 miliar,” imbuh Mendag. (ant/man2/k15)


BACA JUGA

Kamis, 24 Januari 2019 06:57

Larangan AGP Perlu Dikaji

SAMARINDA - Larangan penggunaan antibiotic growth promotor (AGP) sebagai campuran…

Rabu, 23 Januari 2019 07:13

Terkendala Minimnya Komoditas

SAMARINDA - Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal (KKT) di Balikpapan yang…

Rabu, 23 Januari 2019 07:11

Kejar Pertumbuhan Transaksi

BALIKPAPAN – PT Pegadaian (Persero) menargetkan pertumbuhan transaksi sepanjang tahun…

Rabu, 23 Januari 2019 07:07

PHI Andalkan Teknologi Drilling

BALIKPAPAN - Pertamina Hulu Indonesia (PHI) terus melakukan inovasi untuk…

Rabu, 23 Januari 2019 07:06

Tahun Politik, BI Jamin Temuan Uang Palsu Turun

SAMARINDA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim bertekad menekan…

Rabu, 23 Januari 2019 07:03

Pengusaha Mamin Keluhkan Masalah Gula Lokal

JAKARTA - Penggunaan gula rafinasi impor untuk industri makanan dan…

Rabu, 23 Januari 2019 07:02

Pemerintah Diminta Benahi Masalah dari Hulu

JAKARTA - Pemerintah masih terus melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan…

Selasa, 22 Januari 2019 06:53

Kenaikan Harga Diklaim Wajar

BALIKPAPAN - Otoritas bandara berencana mengajukan perubahan tarif batas atas…

Selasa, 22 Januari 2019 06:47

Produksi Udang Windu Dituntut Meningkat

SAMARINDA - Udang windu Kaltim saat ini menjadi andalan Indonesia…

Selasa, 22 Januari 2019 06:45

Perjuangkan Bea Masuk Ekspor Perhiasan 0 Persen

JAKARTA – Industri perhiasan masih menjadi salah satu andalan untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*