MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 17 Februari 2018 06:24
Eropa Akan Tetap Sulitkan Biodiesel Indonesia
-

PROKAL.CO, JAKARTA  –   Kalangan produsen biofuel Indonesia baru saja menghirup angin segar karena telah memenangi gugatan setelah dituduh melakukan dumping dari Parlemen Uni Eropa. Namun, kampanye negatif minyak kelapa sawit hingga penolakan masuknya produk diperkirakan masih akan mewarnai upaya penetrasi pasar ke Benua Biru.

“Kalau sampai kena (larangan) nanti pada 2021, kita akan sulit lagi. Tahun lalu, kita sudah mulai proses itu. Tahun ini kita menang soal dumping, industri sudah siap. Tapi, paling kita bisa ekspor 2019-2020, lalu pada 2021 kita stop lagi tidak bisa ekspor ke Eropa,” kata Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan.

Dia menuturkan, 2014 lalu, ekspor biodiesel sawit ke Eropa mencapai 1,8 juta kiloliter. Namun, ekspor itu terus turun lantaran tuduhan dumping tersebut.

“Kita sebenarnya bisa tetap ekspor ke Eropa, tapi pajaknya besar, paling besar mencapai hingga 22 persen. Kami lalu beralih ke yang lain, seperti Amerika, tapi kena (kampanye serupa),”  jelasnya.

Akhirnya, produksi biodiesel nasional diserap seluruhnya hanya untuk domestik dalam tiga tahun terakhir. Tjakrawan mengatakan, setelah bebas tuduhan dumping, pengusaha biodiesel nasional kini tengah bersiap melakukan ekspor kembali ke Eropa. Meski diakuinya, cukup sulit memulai kembali setelah sekian tahun berhenti mengekspor.

“Permintaan sudah ada. Perusahaan yang mampu melakukan ekspor sudah mulai. Harapan kita sih bisa menyamai 2014 hingga 1,8 juta kiloliter,” tuturnya.

Sebelumnya, Parlemen Eropa akan menghapus penggunaan biodiesel dari minyak nabati pada 2030 dan dari minyak kelapa sawit, termasuk dari Indonesia, pada 2021. Namun, hal tersebut digugat oleh Indonesia, dan dikabulkan World Trade Organization (WTO) memenangkan gugatan tersebut. Alasannya, Uni Eropa tidak konsisten dengan peraturan perjanjian antidumping.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyampaikan, Indonesia berhasil memenangi sengketa biodiesel dengan Uni Eropa (UE). Hasil akhir putusan Panel Badan Penyelesaian Sengketa (DSB) WTO memenangkan enam gugatan Indonesia atas UE.

“Ini merupakan bentuk kemenangan telak untuk Indonesia yang tentunya akan membuka lebar akses pasar dan memacu kembali kinerja ekspor biodiesel ke UE bagi produsen Indonesia. Setelah sebelumnya sempat mengalami kelesuan akibat adanya pengenaan bea masuk antidumping (BMAD) atas produk tersebut,” tandas Mendag.

UE mengenakan, BMAD atas produk biodiesel Indonesia sejak tahun 2013 dengan margin dumping sebesar 8,8 hingga 23,3 persen. Sejak saat itu ekspor biodiesel Indonesia ke UE merosot.

Berdasarkan data statistik BPS, pada periode 2013-2016 ekspor biodiesel Indonesia ke UE turun sebesar 42,84 persen, dari USD 649 juta pada 2013, menjadi USD 150 juta pada 2016. Nilai ekspor biodiesel Indonesia ke UE paling rendah terjadi pada 2015, hanya USD 68 juta.

Kemenangan Indonesia atas sengketa ini memberikan harapan kepada eksportir/produsen biodiesel Indonesia. Tren ekspor biodiesel Indonesia ke UE pada periode sejak pengenaan BMAD sampai dengan dikeluarkannya putusan akhir Badan Penyelesaian Sengketa WTO (2013-2016) diestimasi sebesar 7 persen.

“Jika peningkatan tersebut dapat dipertahankan dalam dua tahun ke depan, nilai ekspor biodiesel Indonesia ke Uni Eropa pada tahun 2019 diperkirakan mencapai USD 386 juta. Sementara pada 2022 akan mencapai USD 1,7 miliar,” imbuh Mendag. (ant/man2/k15)


BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 06:48

Berharap Bunga Kredit Tak Terdampak

BALIKPAPAN – Pengusaha di Kaltim berharap kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia tidak berdampak…

Kamis, 21 Juni 2018 06:46

Kinerja Perumahan Mengejar Ideal

SAMARINDA – Perekonomian Kaltim menunjukkan pertumbuhan apik pada triwulan pertama 2018. Menguat…

Kamis, 21 Juni 2018 06:42

Triwulan I 2018, DPK Korporasi Meningkat

SAMARINDA – Dana pihak ketiga (DPK) atau simpanan korporasi di Kaltim mengalami peningkatan pada…

Kamis, 21 Juni 2018 06:37

Tenant Capai Target, Rata-Rata Belanja Rp 1,2 Juta Per Orang

Badai ekonomi yang menimpa Kaltim tiga tahun lalu membuat geliat usaha berjalan lambat. Masyarakat yang…

Rabu, 20 Juni 2018 06:44

Tertarik, tapi Terbentur Persyaratan

BALIKPAPAN - Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI 7-day reverse repo rate sebesar 50…

Rabu, 20 Juni 2018 06:40

Juni, Inflasi Kaltim Diprediksi Terkendali

SAMARINDA - Meski beberapa harga pangan melambung sejak awal bulan, seperti ayam broiler, daging sapi,…

Rabu, 20 Juni 2018 06:38

478 Daerah Sudah Terima Dana Desa

SAMARINDA - Pembangunan perdesaan di Bumi Etam dipastikan bakal semakin cepat. Pasalnya, saat ini penyaluran…

Rabu, 20 Juni 2018 06:37

Arus Balik Diprediksi Lebih Lama

BALIKPAPAN - Banyaknya masyarakat yang beralih menggunakan jasa angkutan udara tidak menyurutkan minat…

Rabu, 20 Juni 2018 06:35

Meningkat 80 Persen, Maskapai Siapkan Extra Flight

SAMARINDA – Meski hanya memindahkan operasi Bandara Temindung, kepadatan penumpang juga terlihat…

Rabu, 20 Juni 2018 06:32

Tarif Rental Mobil Melambung

TEGAL – Meski Lebaran sudah lima hari berlalu, namun tarif rental mobil masih cukup tinggi. Kenaikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .