MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 17 Februari 2018 06:24
Eropa Akan Tetap Sulitkan Biodiesel Indonesia
-

PROKAL.CO, JAKARTA  –   Kalangan produsen biofuel Indonesia baru saja menghirup angin segar karena telah memenangi gugatan setelah dituduh melakukan dumping dari Parlemen Uni Eropa. Namun, kampanye negatif minyak kelapa sawit hingga penolakan masuknya produk diperkirakan masih akan mewarnai upaya penetrasi pasar ke Benua Biru.

“Kalau sampai kena (larangan) nanti pada 2021, kita akan sulit lagi. Tahun lalu, kita sudah mulai proses itu. Tahun ini kita menang soal dumping, industri sudah siap. Tapi, paling kita bisa ekspor 2019-2020, lalu pada 2021 kita stop lagi tidak bisa ekspor ke Eropa,” kata Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan.

Dia menuturkan, 2014 lalu, ekspor biodiesel sawit ke Eropa mencapai 1,8 juta kiloliter. Namun, ekspor itu terus turun lantaran tuduhan dumping tersebut.

“Kita sebenarnya bisa tetap ekspor ke Eropa, tapi pajaknya besar, paling besar mencapai hingga 22 persen. Kami lalu beralih ke yang lain, seperti Amerika, tapi kena (kampanye serupa),”  jelasnya.

Akhirnya, produksi biodiesel nasional diserap seluruhnya hanya untuk domestik dalam tiga tahun terakhir. Tjakrawan mengatakan, setelah bebas tuduhan dumping, pengusaha biodiesel nasional kini tengah bersiap melakukan ekspor kembali ke Eropa. Meski diakuinya, cukup sulit memulai kembali setelah sekian tahun berhenti mengekspor.

“Permintaan sudah ada. Perusahaan yang mampu melakukan ekspor sudah mulai. Harapan kita sih bisa menyamai 2014 hingga 1,8 juta kiloliter,” tuturnya.

Sebelumnya, Parlemen Eropa akan menghapus penggunaan biodiesel dari minyak nabati pada 2030 dan dari minyak kelapa sawit, termasuk dari Indonesia, pada 2021. Namun, hal tersebut digugat oleh Indonesia, dan dikabulkan World Trade Organization (WTO) memenangkan gugatan tersebut. Alasannya, Uni Eropa tidak konsisten dengan peraturan perjanjian antidumping.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyampaikan, Indonesia berhasil memenangi sengketa biodiesel dengan Uni Eropa (UE). Hasil akhir putusan Panel Badan Penyelesaian Sengketa (DSB) WTO memenangkan enam gugatan Indonesia atas UE.

“Ini merupakan bentuk kemenangan telak untuk Indonesia yang tentunya akan membuka lebar akses pasar dan memacu kembali kinerja ekspor biodiesel ke UE bagi produsen Indonesia. Setelah sebelumnya sempat mengalami kelesuan akibat adanya pengenaan bea masuk antidumping (BMAD) atas produk tersebut,” tandas Mendag.

UE mengenakan, BMAD atas produk biodiesel Indonesia sejak tahun 2013 dengan margin dumping sebesar 8,8 hingga 23,3 persen. Sejak saat itu ekspor biodiesel Indonesia ke UE merosot.

Berdasarkan data statistik BPS, pada periode 2013-2016 ekspor biodiesel Indonesia ke UE turun sebesar 42,84 persen, dari USD 649 juta pada 2013, menjadi USD 150 juta pada 2016. Nilai ekspor biodiesel Indonesia ke UE paling rendah terjadi pada 2015, hanya USD 68 juta.

Kemenangan Indonesia atas sengketa ini memberikan harapan kepada eksportir/produsen biodiesel Indonesia. Tren ekspor biodiesel Indonesia ke UE pada periode sejak pengenaan BMAD sampai dengan dikeluarkannya putusan akhir Badan Penyelesaian Sengketa WTO (2013-2016) diestimasi sebesar 7 persen.

“Jika peningkatan tersebut dapat dipertahankan dalam dua tahun ke depan, nilai ekspor biodiesel Indonesia ke Uni Eropa pada tahun 2019 diperkirakan mencapai USD 386 juta. Sementara pada 2022 akan mencapai USD 1,7 miliar,” imbuh Mendag. (ant/man2/k15)


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 10:57

Begini Strategi Bankaltimtara Syariah Dongkrak Pangsa Pasar

SAMARINDA- Bankaltimtara Syariah terus berusaha meningkatkan sektor ekonomi syariah di Kalimantan Timur.…

Jumat, 19 Oktober 2018 06:58

Pertamina EP Tarakan Field Capai Target Produksi

TARAKAN – Kinerja unit Asset 5 Tarakan Field, milik PT Pertamina EP cukup membanggakan. Per September…

Kamis, 18 Oktober 2018 06:45

Triwulan III, Permintaan Batu Bara Meningkat

SAMARINDA – Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang sudah…

Kamis, 18 Oktober 2018 06:31

Pasar Properti Vila Stabil

SURABAYA – Pasar properti berkonsep resor seperti vila tetap terjaga. Salah satunya, The Taman…

Kamis, 18 Oktober 2018 06:30

Industri 4.0 Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Negara Asia

JAKARTA – Banyak kontribusi yang didapatkan dari implementasi industri 4.0 di kawasan Asia. Salah…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:50

Promosikan Wisata Halal Lombok

BADUNG – Pariwisata menjadi tema lanjutan pertama yang dibahas setelah pertemuan tahunan bertajuk…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:48

Pengusaha Butuh Kepastian Pasar

SAMARINDA - Program mandatori biodiesel 20 persen (B20)  atau pencampuran minyak kelapa sawit ke…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:48

Furnitur Impor Mulai Terdampak Kenaikan Dolar

BALIKPAPAN - Keperkasaan dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah tak serta-merta memengaruhi penjualan…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:45

MAUNYA SIH..!! Maloy Harus Beroperasi Bulan Ini

SAMARINDA - Sempat tertunda beroperasi dari target awal pada Agustus, Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:43

Jalan Dua Bulan, WP Meningkat hingga 18.424 Orang

BALIKPAPAN – Sejak Juli lalu, tarif pajak penghasilan (PPh) Final untuk usaha mikro, kecil, dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .